Ingin Coba Sexting untuk Foreplay? Begini Caranya Supaya Aman

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 25 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Ada banyak cara untuk menambah keintiman seksual bersama pasangan. Salah satunya adalah sexting (sex dan texting) yaitu percakapan seks yang dilakukan lewat berkirim pesan (chat) dari telepon selular. Sexting dapat menjadi bentuk komunikasi romantis ataupun foreplay untuk pasangan yang tidak bisa melakukan hubungan seksual secara langsung.

Bagi Anda yang belum pernah mencoba sexting bersama pasangan, pastikan Anda memahami dengan baik aturan mainnya. Anda harus ekstra hati-hati dalam bertukar pesan seksi karena bisa mengancam privasi Anda.

Apa itu sexting?

Sexting diambil dari kata sex dan texting, istilah ini juga familier dikenal dengan percakapan pnone sex atau sex chat.

Dalam sexting, Anda dan pasangan saling bertukar chat (pesan singkat) dalam bentuk teks, gambar, atau video yang bersifat erotis, seksual, dan intim lewat smartphone.

Sexting juga kadang dibumbui dengan menunjukkan gambar sensual seperti foto bagian organ intim atau mengirim foto bugil pada pasangan.

Sebelum mencoba sex chat, mungkin Anda bertanya-tanya mengapa harus sexting jika Anda dan pasangan bisa berhubungan seks secara fisik.

Ingat, sexting bukan pengganti seks. Sama halnya seperti bertukar pesan yang tidak bisa menggantikan komunikasi tatap muka.

Menurut studi tahun 2017 berjudul Sexting and Sexual Behavior, percapakan seks dapat menjadi cara komunikasi romantis untuk memperkuat keintiman dalam hubungan seksual di antara pasangan dewasa yang menikah.

Selain itu, sex chat juga dapat dimanfaatkan sebagai foreplay untuk membangun gairah seksual di antara pasangan menjalani hubungan pernikahan jarak jauh.

Bertukar pesan atau foto seksi bisa membantu Anda berdua mengekspresikan dan meluapkan gairah seksual bagi satu sama lain.

Sex chat juga membantu Anda mengenal pasangan dan diri sendiri secara lebih mendalam. Saat sexting Anda bisa menggunakan kata-kata untuk mengungkapkan pikiran Anda dan keinginan secara lebih gamblang. 

Saat berhubungan seks secara langsung, Anda mungkin cenderung tak banyak bicara dan lebih sungkan untuk menunjukkan ekspresi seksual kepada pasangan.

Cara sexting yang seksi untuk foreplay

Bertukar percakapan seks

Sexting bisa menjadi ide menarik untuk membangun hubungan seksual dengan pasangan saat LDR. Meski nampaknya praktis, tidak semua pasangan terbiasa melakukan foreplay melalui percakapan seks dari telepon genggam.

Bagi Anda yang pemula, sebaiknya perhatikan panduan berikut ini agar percakapan selama phone sex menyenangkan dan bisa membantu Anda mencapai kepuasan seksual.

1. Jangan sexting karena terpaksa

Anda dan pasangan sebaiknya berbicara terlebih dulu sebelum mencoba melakukan sex chat.

Pastikan Anda dan pasangan sudah sama-sama siap dan mau bertukar pesan seksi. Jika masih ragu, katakan pada pasangan bahwa Anda belum siap.

Anda juga sebaiknya tidak memaksa pasangan jika dirinya keberaran atau tidak bersedia mengikuti permintaan Anda. Sexting yang terpaksa tidak akan menghasilkan kenikmatan apapun.

Saat Anda dan pasangan setuju untuk mencoba sex chat, pastikan kalian benar-benar menginginkan untuk melakukan hubungan intim bersama pasangan. Hal ini bisa membantu merealisasikan fantasi seksual yang diungkapkan selama sexting.

2. Cari waktu yang tepat

Sebaiknya Anda dan pasangan meluangkan waktu khusus jika ingin melakukan sexting. Jadikan kesempatan ini untuk menciptakan momen yang spesial bersama pasangan.

Hindari mencoba percakapan seks pada saat Anda dan pasangan sama-sama sibuk dengan pekerjaan atau melakukan aktivitas lain, apalagi saat bersama orang lain.

Jika sexting dilakukan seperti mengobrol lewat chat di kala sempat atau dilakukan di sela-sela bekerja, hal ini tentunya bisa merusak suasana.

Tak ada yang lebih menyebalkan dan bikin gairah hilang selain pesan seks yang tak kunjung dibalas.

Carilah waktu di mana Anda dan pasangan cukup santai dan bisa menyendiri, misalnya di malam hari saat kalian saling merindukan satu sama lain.

Dengan begitu, Anda bisa fokus berkomunikasi dengan intim dan membalas balas pesannya secepat mungkin.

3. Mulai pelan-pelan

Kalau Anda gugup, mulailah dengan ungkapan sederhana. Anda tidak perlu secara langsung merayu pasangan dengan kata-kata menggoda.

Jika Anda langsung menujukkan keinginan seksual secara  terang-terangan, selanjutnya sexting bisa terasa canggung. 

Sama halnya dengan melakukan foreplay secara langsung, Anda justru harus membangkitkan gairah pasangan secara halus dan perlahan. 

Contoh untuk memulai sex chat adalah dengan menanyakan pasangan pakaian apa yang sedang dikenakan atau kirimkan foto tempat tidur Anda berdua.

Bangun suasana yang romantis dengan saling memuji tubuh satu sama lain. 

4. Wujudkan fantasi seks Anda

Sexting adalah saat yang tepat untuk mewujudkan fantasi seks Anda. Saat sexting Anda bisa bebas berimajinasi dan menciptakan suasana sendiri. 

Jika Anda dan pasangan berfantasi untuk berhubungan seks di alam terbuka, cobalah kirim pesan seks yang membuat pasangan membayangkan suasana romantis. 

Anda bisa mengatakatan, “Malam ini, kita akan menghabiskan waktu berdua saja di pinggir pantai.”  

Hindari menggunakan emoji ketika bertukar pesan seksi dengan pasangan bisa membuat sesi Anda dan jadi terasa hambar dan tidak spesial.

Pasangan Anda justru akan lebih bergairah jika Anda mendeskripsikan perasaan serta apa yang sedang Anda lakukan dengan kata-kata.

Untuk semakin merealisasikan fantasi seksual tersebut, Anda bisa mengirimkan foto menggoda.

Namun, pastikan Anda tidak langsung menunjukkan tubuh Anda secara terang-terangan untuk memberikan kesan misterius agar pasangan semakin penasaran.

5. Biarkan percakapan seks mengalir

Selama melakukan sex chat, berikan juga ruang agar pasangan Anda mengambil peran dalam mewujudkan fantasi seksualnya. Pasangan Anda juga berhak menunjukkan keinginannya dengan bebas.

Jangan juga terlalu serius sampai suasana berubah tegang. Biarkan percakapan mengalir dan sisipkan sedikit lelucon menggoda sehingga suasana tetap terasa menyenangkan.

Anda sepatutnya tidak memaksa apabila pasangan keberatan dengan foto sexting yang Anda kirim atau merasa tidak nyaman dengan ungkapan sensual yang Anda utarakan, begitu pun sebaliknya.

Tips aman melalukan sex chat

Percakapan phone sex

Meski ada manfaatnya, bagaimanapun tetap ada risiko konten pribadi dalam percakapan phone sex yang Anda lakukan menyebar lebih luas.

Oleh karena itu, Anda perlu mencermati beberapa tips aman sexting berikut ini agar bisa menikmati serunya sexting bersama pasangan, tanpa khawatir akan risikonya.

1. Jangan kirimkan foto dengan wajah Anda saat sexting

Bila Anda dan pasangan sudah cukup percaya diri untuk kirim foto seksi, jangan sampai wajah Anda terlihat di foto sexting yang Anda kirimkan.

Meksipun Anda sangat percaya dengan pasangan Anda, hal ini penting dilakukan untuk melindungi identitas Anda. Terlebih, jika hal-hal yang tak diinginkan terjadi, misalnya jika foto tersebut tersebar atau dilihat orang lain.

2. Tidak melakukan sex chat jika tidak terlalu mengenal

Penting untuk diingat bahwa sexting sebaiknya dilakukan oleh pasangan yang telah menikah dan mengenal satu sama lain cukup dalam.

Anda sebaiknya tidak melakukan percakapan seks dengan orang yang baru dekat dengan Anda, terutama jika Anda tidak mengetahui latar belakang dan lingkungan pertemanannya secara menyeluruh.

3. Langsung hapus semua jejak sexting

Hapus semua percakapan, foto, atau video saat Anda sexting. Jangan menunda-nunda karena ingin mengenangnya kembali.

Mungkin saja anak Anda secara tak sengaja melihat ponsel Anda yang tergeletak sembarangan. Atau Anda sendiri bisa saja salah pencet dan tanpa sengaja mengirimkan foto seksi Anda pada orang lain.  

Hal ini penting dilakukan apabila anak-anak sering atau bisa dengan mudah mengakses telepon seluler Anda.

Sexting dapat menjadi cara menjaga keintiman pasangan yang menjalani hubungan jarak jauh atau tidak memungkinkan melakukan hubungan seksual secara langsung.

Kendati demikian, sexting adalah kegiatan berisiko, terutama untuk hal-hal yang menyangkut privasi. Maka dari itu, Anda dan pasangan perlu melakukannya tanpa paksaan dan saling menjaga informasi pribadi yang dibagikan.

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Beri Tahu Pasangan Kalau Anda Punya Fantasi Seks yang Ingin Dicoba

Punya fantasi seks itu wajar. Masalahnya, bagaimana cara mengungkit topik “nakal” ini pada pasangan? Intip artikel ini untuk berbagai tips merayu pasangan.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kesehatan Seksual, Tips Seks 26 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Habis Makan, Gula Darah Malah Turun Drastis? Apa Sebabnya?

Lemas habis makan mungkin masih wajar. Tapi kalau Anda gemetaran atau berkeringat, bisa jadi tanda gula darah turun. Hal ini disebut hipoglikemia reaktif.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Angelina Yuwono
Penyakit Diabetes, Gula Darah Normal 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Mengenal Jenis-Jenis Parasit dan Penyakit Infeksi yang Disebabkannya

Cacingan, toksoplasmosis, dan malaria adalah contoh penyakit infeksi parasit yang cukup umum di Indonesia. Bagaimana cara mengobatinya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Penyakit Infeksi, Infeksi Jamur dan Parasit 26 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit

Badan Sakit Setelah Olahraga, Apakah Artinya Olahraga Anda Ampuh?

Badan sakit setelah olahraga sebenarnya pertanda apa? Apakah ini baik atau justru sebaliknya? Cari tahu jawabannya di sini, yuk!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Olahraga Lainnya, Kebugaran 26 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

radiasi wi-fi

Benarkah Radiasi dari Wi-Fi Bisa Memicu Kanker Anak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
tremor bisa sembuh

Apakah Tremor Bisa Disembuhkan? Apa Saja Pengobatannya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
fakta tentang hati manusia

3 Fakta Tentang Hati (Liver) Manusia yang Ternyata Menakjubkan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
berhenti makan junk food

7 Trik Jitu Agar Tak Mudah Tergoda Makan Junk Food

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit