home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Setelah Bertengkar Hebat, Dapatkah Seks Menyelesaikan Masalah?

Setelah Bertengkar Hebat, Dapatkah Seks Menyelesaikan Masalah?

Melakukan hubungan intim suami-istri atau seks setelah bertengkar, tanpa disadari terasa lebih menyenangkan dan memuaskan dibandingkan dengan hubungan seks yang dilakukan biasanya. Masalah yang menjadi topik pertengkaran seketika sudah terselesaikan oleh sebuah hubungan seks.

Mengapa bisa demikian?

Ketika pasangan berselisih paham, emosi dari masing-masing individu melonjak naik. Emosi yang tersisa setelah bertengkar ini dapat disalurkan untuk berhubungan intim.

Untuk sebagian orang, bertengkar dengan pasangan dapat diibaratkan sebagai pemanasan sebelum melakukan seks. Ketegangan yang dibangun selama pertengkaran dapat berubah menjadi gairah seksual.

Tapi perlu Anda ingat, tidak disarakan untuk memulai pertengkaran hanya agar hubungan intim lebih bergairah.

Kemungkinan lain mengapa seks bantu menyelesaikan masalah

Ketika beradu argumen, Anda akan merasa “menjauh” dari pasangan. Karena itulah seks menjadi jawaban yang spontan untuk mengembalikan keterikatan emosial yang sudah dibangun sejak lama.

Selain itu, seks juga dapat dipicu atau terjadi karena hal berikut ini:

Pengalihan gairah

Setelah selesai dan berhenti bertengkar, perasaan emosional yang tersisa tidak akan redam dengan mudah. Perasaan ini yang kemudian beralih menjadi gairah.

Sejalan dengan naiknya emosi, gairah yang tadinya berbentuk amarah, berubah menjadi gairah sensual untuk melakukan hubungan intim.

Pengalihan gairah dari amarah menjadi rangsangan untuk melakukan hubungan seks ini hanya terjadi pada pasangan karena terdapat rasa cinta dan takut kehilangan.

Bahkan oleh kebanyakan pasangan, hubungan suami-istri setelah bertengkar termasuk seks terbaik yang pernah mereka lakukan.

Amarah yang terpendam

Mungkin Anda mengerti dan memaafkan kesalahan yang dilakukan pasangan. Namun tetap ingin melampiaskan kemarahan terhadap sesuatu.

Hubungan suami-istri dapat menjadi cara yang menunjukkan bahwa Anda sudah memaafkan sekaligus melampiaskan rasa frustasi.

Seks dapat menjadi sarana positif untuk melampiaskan perasaan marah pada pasangan jika dilakukan secara sehat.

Keterikatan biologis

Setelah sekian lama menjalani hubungan dengan pasangan, keterikatan biologis antara satu sama lain pasti sudah terbangun secara alami. Sebuah pertengkaran akan mengaktifkan sistem keterikatan biologis ini karena Anda merasa terancam akan kehilangan orang yang disayangi.

Rasa terancam atau takut kehilangan ini terasa karena tubuh memproduksi hormon, dan hormon ini juga lah yang keluar ketika Anda bergairah untuk melakukan seks. Oleh karena itu, tidak aneh jika setelah bertengkar, perasaan cinta malah semakin besar daripada sebelumnya.

Apakah seks setelah bertengkar akan selamanya menguntungkan?

Sebaiknya Anda tidak jadi bergantung pada seks untuk menyelesaikan sebuah masalah. Karena terapat kekurangan dari hubungan intim setelah bertengkar ini.

Seks tidak semena-mena menyelesaikan masalah

Jika seks terjadi sebelum Anda menghasilkan solusi atau setidaknya memahami kesalahan pasangan, berarti masalah belum selesai. Cepat atau lambat, masalah akan kembali muncul ke permukaan dan akan memicu pertengkaran lagi.

Jika hubungan intim mengecewakan, masalah malah akan semakin bertambah

Seks setelah bertengkar mungkin dapat membuat masalah menjadi lebih ringan, namun akan berbeda cerita ketika seks yang Anda rasakan malah menyisakan rasa frustasi karena tidak puas.

Malahan mungkin saja seks ini menjadi alasan tambahan untuk Anda bertengkar.

Memiliki ekspektasi berbeda dari seks ini

Komunikasi sangat penting dalam menyelesaikan sebuah masalah. Meskipun setelah selesai bertengkar Anda melakukan hubungan intim, ekspektasi dari pasangan dan Anda sendiri mungkin berbeda.

Pasangan Anda mungkin menganggap permasalahan sudah selesai sedangkan Anda hanya berpikir bahwa masalah dapat diselesaikan di lain waktu.

Melakukan seks sebagai pelampiasan setelah bertengkar hebat tidak selamanya menguntungkan. Akan lebih baik jika Anda tetap mencari solusi untuk menyelesaikan masalah hingga tuntas.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Is Makeup Sex the Same Thing as Breakup Sex? And 29 Other Things to Know Tersedia di: https://www.healthline.com/health/healthy-sex/make-up-sex#reasons-to-reconsider [Diakses 6 November 2019].

Why Make-Up Sex and Breakup Sex Are So Good Tersedia di: https://www.psychologytoday.com/intl/blog/in-the-name-love/201302/why-make-sex-and-breakup-sex-are-so-good [Diakses 6 November 2019].

The Truth About Make-Up Sex Tersedua di: https://www.psychologytoday.com/us/blog/dating-decisions/201506/the-truth-about-make-sex [Diakses 6 November 2019].

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Roby Rizki Diperbarui 11/12/2020
Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto
x