backup og meta

Benarkah Pakai Kondom Dobel Lebih Aman? Ini Faktanya

Benarkah Pakai Kondom Dobel Lebih Aman? Ini Faktanya
Benarkah Pakai Kondom Dobel Lebih Aman? Ini Faktanya

Beberapa orang percaya bahwa memakai kondom dobel bisa membuat kondom menjadi lebih kuat dan ampuh mencegah kehamilan. Namun, benarkah kondom dobel benar-benar aman digunakan? Cari tahu faktanya dalam ulasan berikut ini. 

Apakah memakai kondom dobel aman?

Memakai kondom dobel tidak aman untuk mencegah kehamilan. Pasalnya, cara menggunakan kondom 2 lapis justru dapat meningkatkan risiko kondom mudah robek dan menurunkan efektivitasnya.

Cara menggunakan kondom ganda biasanya dilakukan dengan menggabungkan dua kondom pria menjadi satu atau menggunakan kombinasi kondom untuk pria dan wanita bersamaan. 

Saat dua kondom digunakan sekaligus, kedua lapisannya akan menggosok satu sama lain selama penetrasi. Akibatnya, bahan kondom aus dan mudah robek, bahkan terlepas dari penis.

Pakai satu buah kondom sebenarnya sudah cukup efektif mencegah kehamilan jika digunakan dengan benar. 

Oleh sebab itu, disarankan untuk tidak menggunakan kondom dobel saat berhubungan intim. Gunakanlah hanya satu kondom saja setiap kali berhubungan seksual dengan pasangan.

Jika ingin mendapatkan perlindungan ekstra dari risiko kehamilan, Anda bisa menggunakan kondom bersamaan dengan alat kontrasepsi tambahan, seperti pil KB.

Bahaya menggunakan kondom dobel

Untuk lebih lengkapnya, berikut ini beberapa bahaya menggunakan kondom dobel. 

1. Efektivitas kontrasepsi menurun

merek kondom ukuran kecil

Mengutip Planned Parenthood, kondom yang digunakan dengan benar efektif mencegah kehamilan hingga 98 persen. 

Namun, penggunaan kondom dobel saat melakukan hubungan seksual bisa menurunkan efektivitas kondom. 

Ketika dua kondom dipakai bersamaan, gesekan yang terjadi di antara permukaannya bisa melemahkan material kondom dan membuatnya rentan robek. 

Kondom yang robek tentunya tidak lagi berfungsi optimal untuk mencegah kehamilan yang tidak diinginkan maupun memberikan perlindungan maksimal terhadap penyakit menular seksual, seperti HIV/AIDS, sifilis, atau herpes.  

2. Ketidaknyamanan dan iritasi saat berhubungan seksual 

Selain dapat menurunkan efektivitas dalam mencegah kehamilan, pakai kondom dobel bisa menimbulkan rasa tidak nyaman saat berhubungan intim

Lapisan kondom yang tebal dapat mengurangi sensitivitas dan menurunkan kenikmatan saat melakukan hubungan seksual dengan pasangan. 

Gesekan berlebih yang terjadi antara dua kondom juga bisa menciptakan rasa panas dan berisiko memicu iritasi, luka, atau lecet pada penis atau vagina. 

Cara pakai kondom yang benar

cara memakai kondom

Penggunaan kondom dobel tidak disarankan karena hal ini justru bisa menurunkan efektivitasnya. Jadi, sebaiknya gunakan satu kondom saja saat berhubungan seksual.

Agar kondom berfungsi optimal dalam mencegah kehamilan dan penyakit menular seksual, coba cara pakai kondom yang benar berikut ini. 

  • Gunakan kondom dengan ukuran yang sesuai. Pastikan kondom yang Anda pilih sesuai dengan ukuran penis Anda agar tidak terlepas dan mencegah kondom bocor.
  • Perhatikan letak gulungan karet kondom. Gulungan karet kondom harus berada di luar, bukan di dalam. Apabila gulungannya mengarah ke dalam tandanya kondom terbalik.
  • Jepit ujung kondom dan pasang di kepala penis. Jepit bagian ujung kondom yang menonjol keluar dengan ibu jari dan telunjuk, lalu pasangkan di kepala penis. Ingat, jangan gunakan kondom dobel, pasangkan kondom hanya satu lapis saja. 
  • Gulung kondom hingga menutupi penis. Buka gulungan kondom dengan menggulirkan bagian karet pinggirnya menggunakan ibu jari dan telunjuk hingga menutupi penis sampai ke bagian pangkalnya.

Pastikan Anda membeli kondom yang berkualitas baik dan gunakan hanya satu kondom dalam satu waktu. Jangan khawatir dengan bahan kondom yang tampak tipis.

Kondom yang dijual bebas di pasaran sudah melalui beragam tes dan uji medis ketat mengenai kekuatan dan efektivitas produk sebelum mulai dipasarkan.

Jika Anda ingin mendapatkan perlindungan ganda, alih-alih menggunakan kondom dobel, kombinasikan dengan jenis kontrasepsi lain, seperti pil KB atau IUD.

Kesimpulan


  • Menggunakan kondom dobel tidak disarankan karena hal ini bisa memicu gesekan berlebihan yang membuat material kondom rentan robek.
  • Bahaya menggunakan kondom ganda yaitu menurunkan efektivitasnya dalam mencegah kehamilan dan penyakit menular seksual serta menyebabkan rasa ketidaknyamanan dan iritasi pada kulit di area kelamin.
  • Cara menggunakan kondom yang benar antara lain pakai kondom dengan ukuran yang sesuai, perhatikan letak gulungan karet kondom, jepit ujung kondom dan pasan tepat di kepala penis, lalu gulung kondom hingga menutupi penis.
 

[embed-health-tool-ovulation]

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

Can You Use Two Condoms for Extra Protection? (for Teens) | Nemours KidsHealth. (2024). Retrieved 13 March 2025, from https://kidshealth.org/en/teens/2-condoms.html 

Is it better to double up on condoms in case the first one breaks? (2019). Planned Parenthood. Retrieved 13 March 2025, from https://www.plannedparenthood.org/blog/is-it-better-to-double-up-on-condoms-in-case-the-first-one-breaks 

Kirkegaard, D. (2022). Debunking 5 Myths about Condoms! Retrieved 13 March 2025, from https://www.usaforunfpa.org/debunking-5-myths-about-condoms/ 

How effective are condoms? (n.d.). Planned Parenthood. Retrieved 13 March 2025, from https://www.plannedparenthood.org/learn/birth-control/condom/how-effective-are-condoms 

How to Use a Condom. (2024). Retrieved 13 March 2025, from https://www.cdc.gov/condom-use/resources/external.html .

Versi Terbaru

26/03/2025

Ditulis oleh Zulfa Azza Adhini

Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan, M.Kes.

Diperbarui oleh: Fidhia Kemala


Artikel Terkait

Meski Penting, Ini Alasan Pria Enggan Pakai Kondom

Apa Saja Risiko Kondom Bekas yang Dipakai Dua Kali?


Ditinjau secara medis oleh

dr. Andreas Wilson Setiawan, M.Kes.

Magister Kesehatan · None


Ditulis oleh Zulfa Azza Adhini · Tanggal diperbarui 2 hari lalu

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan