Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya
ask-doctor-icon

Tanya Dokter Gratis

Kirimkan pertanyaan atau pendapatmu di sini!

Body Scrub untuk Wajah, Apa Saja Bahayanya?

Body Scrub untuk Wajah, Apa Saja Bahayanya?

Meski berfungsi mengangkat sel kulit mati, produk body scrub tidak boleh digunakan untuk muka. Lantas, apa bahaya body scrub untuk wajah?

Apakah body scrub bisa untuk wajah?

Bila Anda bertanya apakah lulur bisa untuk wajah, jawabannya tidak bisa.

Alasannya mirip dengan memakai cuci muka dengan sabun mandi.

Kulit badan memiliki sifat yang berbeda dengan kulit wajah. Secara struktur fisik, kulit tubuh lebih tebal dan “tahan banting” daripada kulit wajah yang sensitif dan tipis.

Maka itu, krim scrub buat badan biasanya memiliki tekstur yang lebih kasar dan tebal dibandingkan scrub wajah.

Bahan aktif yang terkandung dalam scrub badan juga biasanya memiliki konsenstrasi asam yang lebih kuat dibandingkan produk skincare.

Terlebih, scrubbing badan harus digunakan dengan cara menggosokkannya ke kulit. Gosokan antara scrub yang kasar dengan kulit wajah yang tipis tentu sangat membahayakan kondisi kulit.

Hal ini bisa meningkatkan berbagai masalah kesehatan kulit.

Bahaya body scrub untuk wajah

bahaya body scrub untuk wajah

Berikut kemungkinan risiko lulur tubuh untuk wajah.

1. Kulit terluka

Body scrub memiliki bulir-bulir yang lebih besar dan kasar. Sementara itu, kulit wajah cenderung lebih tipis.

Karena itu, menggosok scrub ke wajah membuat kulit mengalami cedera. Luka bahkan mungkin timbul, meskipun tidak kasat mata.

2. Skin barrier rusak

Scrub berguna untuk mengelupas atau eksfoliasi sel kulit mati. Body scrub diciptakan lebih kasar dan keras karena untuk menyesuaikan kulit tubuh yang lebih tebal.

Bila Anda menggunakan body scrub untuk wajah, tentu daya eksfoliasinya akan terlalu kuat untuk kulit wajah. Akibatnya, lapisan pelindung kulit atau skin barrier menjadi rusak.

Skin barrier rusak tentu bisa menimbulkan berbagai masalah kulit lainnya.

3. Kulit kering dan iritasi

Sebagai bahan eksfoliasi, scrub tergolong sebagai eksfoliasi fisik. Hal ini berarti bahwa pengelupasan kulit mati dilakukan dengan cara gosokan fisik, bukan dengan reaksi kimia.

Nah, mengutip studi terbitan Plastic and Reconstructive Surgery Global Open (2016), eksfoliasi fisik lebih rentan merusak skin barrier daripada eksfoliasi dengan reaksi kimia tertentu.

Kerusakan ini memicu hilangnya kadar air di kulit sehingga kulit pun rentan kering. Bila terus kering, kulit akan iritasi yang ditandai dengan perih dan mengelupas.

4. Infeksi kulit

Body scrub untuk wajah diketahui merusak skin barrier. Hal ini tentu mengurangi fungsi perlindungannya sehingga kulit pun rentan terpapar virus dan bakteri.

Selain infeksi, kulit pun mudah terkena paparan zat asing sehingga rentan terkena reaksi alergi atau dermatitis.

5. Noda hitam

Bahaya body scrub untuk wajah ini muncul karena kulit wajah yang sempat terluka. Saat luka, kulit sedang mengalami peradangan.

Nah, peradangan ini bisa memicu produksi pewarna kulit bawaan atau melanin. Nantinya, melanin akan mengumpul di bagian kulit yang terluka saat proses penyembuhan kulit.

Penumpukan melanin inilah yang memicu noda hitam.

Cara menggunakan body scrub yang tepat

cara pakai body scrub

Untuk mendapatkan manfaat yang optimal, berikut cara memakai body scrub yang benar.

  • Bilas tubuh menggunakan air hangat.
  • Letakkan sejumput body scrub di telapak tangan.
  • Gosok kulit tubuh perlahan dengan gerakan memutar. Anda bisa memakai tangan, handuk halus, atau sarung tangan khusus eksfoliasi.
  • Gosokkan perlahan selama kurang dari 30 detik pada setiap bagian tubuh.
  • Bilas sisa-sisa lulur dengan air hangat.

Cara mengatasi iritasi akibat pakai body scrub untuk wajah

Jika telanjur pakai body scrub untuk wajah, Anda bisa menghentikannya sesegera mungkin. Bila sudah terjadi iritasi, ada beberapa langkah yang dilakukan.

  • Hindari bahan-bahan eksfoliasi.
  • Gunakan sabun berbahan lembut.
  • Pakai pelembap dan toner yang bisa mengembalikan hidrasi dan minyak alami kulit.
  • Tetap gunakan tabir surya pada siang hari.

Body scrub tidak boleh digunakan untuk wajah. Teksturnya yang kasar tidak cocok untuk kulit wajah yang tipis. Hal ini bisa memicu berbagai masalah kulit, mulai dari kering hingga infeksi.

Rangkuman

  • Body scrub bertekstur lebih kasar.
  • Gosokan body scrub di wajah menyebabkan kulit kering dan iritasi.
  • Lulur badan bisa merusak lapisan pelindung kulit dan menyebabkan luka, reaksi alergi, dan infeksi.
  • Noda hitam bisa muncul akibat luka kecil tak kasat mata.
health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Yousef, H., Alhajj, M., & Sharma, S. (2021). Anatomy, Skin (Integument), Epidermis. Statpearls Publishing. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK470464/

Anatomy of the Skin. (2022). Retrieved 22 September 2022, from https://www.utmb.edu/pedi_ed/CoreV2/Dermatology/page_03.htm

Rodan, K., Fields, K., Majewski, G., & Falla, T. (2016). Skincare Bootcamp: The Evolving Role of Skincare. Plastic and Reconstructive Surgery Global Open, 4(12 Suppl). https://doi.org/10.1097/GOX.0000000000001152

Skin Barrier Basics for People With Eczema. (2021). Retrieved 22 September 2022, from https://nationaleczema.org/blog/what-is-my-skin-barrier/

Davis, E. C., & Callender, V. D. (2010). Postinflammatory Hyperpigmentation: A Review of the Epidemiology, Clinical Features, and Treatment Options in Skin of Color. The Journal of clinical and aesthetic dermatology, 3(7), 20-31. https://doi.org/https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2921758/

How to safely exfoliate at home. (2022). Retrieved 22 September 2022, from https://www.aad.org/public/everyday-care/skin-care-secrets/routine/safely-exfoliate-at-home/

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Larastining Retno Wulandari Diperbarui 5 days ago
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro
Next article: