backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan
Konten

Mengenal Dokter Reumatologi dan Kondisi Medis yang Ditangani

Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto · General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 28/11/2023

Mengenal Dokter Reumatologi dan Kondisi Medis yang Ditangani

Saat mengalami kondisi tertentu, terkadang Anda harus melakukan pemeriksaan ke dokter spesialis untuk memastikan penyebab dan mendapat pengobatan yang tepat. Jika Anda mengalami gangguan muskuloskeletal atau penyakit autoimun, maka Anda mungkin perlu memeriksakan diri ke dokter reumatologi.

Apa itu dokter reumatologi?

dokter dan pasien di rumah sakit di cibubur

Dokter reumatologi atau rheumatologist adalah seorang spesialis medis yang berkonsentrasi dan memiliki pelatihan pada diagnosis serta pengelolaan gangguan muskuloskeletal dan penyakit autoimun.

Reumatologi termasuk cabang ilmu penyakit dalam. Dokter spesialis penyakit dalam reumatologi biasanya mendapatkan pelatihan tambahan setelah menyelesaikan pendidikan kedokteran.

Mereka memiliki pemahaman mendalam tentang fungsi kerja autoimun dan berbagai jenis kondisi muskuloskeletal.

Konsultasi dengan dokter reumatologi dapat membantu dalam diagnosis dan pengobatan penyakit-penyakit yang berkaitan dengan bagian tubuh tersebut.

Dokter spesialis ini memiliki gelar Sp.PD-KR dan dapat bekerja di rumah sakit, klinik kesehatan, atau praktek swasta.

Apa itu penyakit muskuloskeletal dan autoimun?

  • Penyakit muskuloskeletal melibatkan gangguan pada tulang, sendi, otot, tendon, ligamen, dan struktur terkait lainnya. Dokter ahli pada bidang ini juga bisa disebut sebagai dokter spesialis asam urat. 
  • Sementara itu, penyakit autoimun terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan dan organ tubuh sendiri.

Kondisi medis yang ditangani dokter reumatologi

Berikut adalah beberapa kondisi yang sering dikelola dan ditangani oleh dokter reumatologi.

  • Rheumatoid arthritis. Suatu kondisi autoimun di mana sistem kekebalan tubuh menyerang sendi, menyebabkan peradangan, pembengkakan, dan kerusakan sendi.
  • Osteoartritis. Osteoartritis adalah kondisi di mana terjadi kerusakan pada kartilago yang melapisi ujung tulang di sendi, biasanya terjadi karena penuaan atau kelebihan beban.
  • Lupus sistemik. Kondisi autoimun yang dapat memengaruhi berbagai bagian tubuh, termasuk kulit, sendi, organ dalam, dan sistem saraf.
  • Skleroderma. Kondisi di mana kulit dan jaringan ikat di tubuh mengeras dan mengencang, dan dapat memengaruhi organ dalam.
  • Gout atau penyakit asam urat. Suatu kondisi yang disebabkan oleh penumpukan kristal asam urat di sendi, sehingga menimbulkan peradangan dan nyeri.
  • Spondilitis ankylosing. Jenis arthritis yang memengaruhi tulang belakang, menyebabkan peradangan, dan bisa menimbulkan fusi tulang belakang.
  • Polimialgia rheumatica. Suatu kondisi yang menyebabkan peradangan pada otot besar di tubuh, sehingga menimbulkan nyeri dan kekakuan.

Peran dan tindakan dokter reumatologi

anemia ke dokter apa

Berikut adalah beberapa tugas, peran, dan tanggung jawab umum yang dilakukan dokter reumatologi.

1. Diagnosis penyakit reumatologi

Dokter reumatologi merespons gejala dan tanda-tanda seperti nyeri sendi, pembengkakan, kelemahan otot, dan gejala-gejala lain yang berkaitan dengan sistem muskuloskeletal atau penyakit autoimun.

2. Pengelolaan penyakit

Setelah diagnosis, dokter reumatologi merencanakan pengelolaan penyakit, yang mungkin melibatkan penggunaan obat-obatan, fisioterapi, atau prosedur medis lainnya.

3. Pengobatan dan perawatan

Dokter reumatologi meresepkan obat-obatan yang sesuai dan mengawasi respons pasien terhadap perawatan tersebut.

Dokter juga bisa memberikan saran tentang perubahan gaya hidup dan terapi tambahan yang mungkin diperlukan.

4. Pemantauan jangka panjang

Pasien dengan penyakit reumatologi sering membutuhkan pemantauan jangka panjang untuk memastikan bahwa pengelolaan penyakit tetap efektif dan untuk mengidentifikasi perubahan dalam kondisi kesehatan.

5. Edukasi pasien

Dokter reumatologi memberikan edukasi kepada pasien tentang kondisi mereka, termasuk cara mengelola gejala, pentingnya pengobatan, dan perubahan gaya hidup yang dapat membantu.

Kapan harus ke dokter reumatologi?

Jika Anda memiliki kekhawatiran tentang kesehatan sendi atau gejala-gejala yang mungkin terkait dengan penyakit reumatologi, segera konsultasikan kepada dokter umum untuk evaluasi lebih lanjut.

Bila diperlukan, dokter kemudian dapat merujuk Anda ke dokter reumatologi. Ada beberapa gejala dan kondisi yang bisa menjadi indikasi untuk berkonsultasi dengan dokter reumatologi.

Jika Anda mengalami salah satu atau beberapa gejala atau kondisi berikut, pertimbangkan untuk membuat janji temu dengan dokter reumatologi.

1. Nyeri dan pembengkakan sendi

Jika Anda mengalami nyeri yang terus-menerus (persisten) di sendi-sendi tertentu atau jika ada pembengkakan yang tidak biasa pada sendi-sendi Anda, ini bisa menjadi tanda penyakit seperti rheumatoid arthritis atau osteoartritis.

2. Kekakuan sendi

Jika Anda mengalami kekakuan sendi yang berlangsung lebih dari 30 menit setiap kali Anda bangun tidur atau setelah duduk dalam posisi tertentu, ini bisa menjadi tanda arthritis atau kondisi lain yang memengaruhi sendi.

3. Penurunan fungsi sendi atau gerakan

Jika Anda mengalami penurunan kemampuan untuk menggunakan sendi secara normal atau mengalami kesulitan dalam melakukan gerakan tertentu, ini bisa menjadi indikasi untuk berkonsultasi kepada dokter reumatologi.

4. Gejala autoimun umum

Jika Anda mengalami gejala umum penyakit autoimun seperti kelelahan yang ekstrem, demam, penurunan berat badan yang tidak diinginkan, dan kulit yang terasa panas atau merah, ini bisa menjadi tanda lupus atau kondisi autoimun lainnya.

5. Gejala neurologis atau kulit yang tak biasa

Jika Anda mengalami gejala neurologis seperti kesulitan berbicara, gangguan penglihatan, atau jika kulit Anda mengalami perubahan warna, erupsi, atau luka yang sulit sembuh, ini juga bisa menjadi tanda penyakit autoimun.

6. Riwayat kesehatan keluarga

Jika ada riwayat kesehatan keluarga dengan penyakit reumatologi atau autoimun, ini dapat meningkatkan risiko Anda untuk mengembangkan kondisi serupa.

7. Respons terhadap pengobatan

Jika Anda sudah menerima pengobatan untuk kondisi muskuloskeletal atau autoimun dan tidak melihat perbaikan atau bahkan mengalami kemunduran, dokter spesialis ini dapat membantu memeriksa dan meresepkan perawatan yang lebih tepat.

Penting untuk diingat bahwa gejala-gejala ini dapat disebabkan oleh berbagai kondisi. Hanya dokter yang dapat memberikan diagnosis yang akurat.

Persiapan sebelum ke dokter reumatologi

tes untuk dermatitis kontak

Ketika Anda bersiap untuk berkonsultasi kepada dokter reumatologi, beberapa langkah persiapan dapat membantu memastikan pertemuan konsultasi berjalan lancar dan efisien.

Berikut adalah beberapa saran persiapan sebelum ke dokter spesialis ini.

1. Catat gejala dan riwayat penyakit

Buat catatan tentang gejala yang Anda alami, termasuk kapan gejala pertama kali muncul, seberapa sering itu terjadi, dan apakah ada faktor-faktor tertentu yang memperburuk atau mengurangi gejala tersebut.

Riwayat penyakit keluarga juga penting untuk dicatat, terutama jika ada anggota keluarga yang memiliki penyakit reumatologi atau autoimun.

2. Catat riwayat kesehatan

Buat daftar obat-obatan yang sedang Anda konsumsi, termasuk suplemen dan obat bebas.

Berikan informasi tentang riwayat kesehatan umum, seperti riwayat penyakit kronis, riwayat operasi, dan alergi obat.

3. Persiapkan pertanyaan

Buat daftar pertanyaan yang ingin Anda tanyakan kepada dokter reumatologi. Ini dapat mencakup pertanyaan tentang diagnosis yang mungkin, rencana pengobatan, dan perkiraan prognosis.

Jika Anda tidak yakin apa yang ingin ditanyakan, pertimbangkan untuk mencatat gejala dan kekhawatiran Anda sehingga Anda tidak melewatkan hal penting selama konsultasi.

4. Pahami pengobatan sebelumnya

Jika Anda sudah menerima pengobatan sebelumnya untuk masalah muskuloskeletal atau autoimun, berikan dokter reumatologi informasi tentang pengobatan tersebut dan apakah ada perubahan atau peningkatan setelah penggunaannya.

5. Bawa hasil tes sebelumnya

Jika Anda telah menjalani tes atau pemeriksaan medis sebelumnya yang berkaitan dengan gejala Anda, pastikan untuk membawa hasilnya.

Dilansir dari Rheumatology, ini bisa termasuk hasil tes darah, radiologi, Rontgen, USG, atau pemeriksaan lainnya.

Ini terutama jika Anda telah berkonsultasi kepada dokter lain sebelumnya terkait masalah yang sama atau serupa.

6. Kenali tujuan konsultasi

Tentukan tujuan konsultasi Anda yang utama, apakah itu untuk mendapatkan diagnosis, rencana pengobatan, atau pemahaman lebih lanjut tentang kondisi kesehatan Anda.

7. Kenali batasan waktu

Ketahui batasan waktu konsultasi dan pastikan untuk membahas gejala dan kekhawatiran utama Anda selama waktu yang tersedia.

Dengan persiapan yang baik, Anda dapat memastikan bahwa waktu konsultasi dengan dokter reumatologi dimanfaatkan sebaik mungkin.

Ini juga memungkinkan dokter untuk membuat diagnosis yang akurat serta merencanakan pengelolaan yang sesuai untuk kondisi kesehatan Anda.

Catatan

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Carla Pramudita Susanto

General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 28/11/2023

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan