Perlukah Mencuci Seprai Baru Sebelum Digunakan?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Seprai yang sudah lusuh dan tidak nyaman dipakai memang perlu diganti. Setelah membeli seprai baru, Anda mungkin tidak sabar ingin segera menggunakannya agar tidur jadi lebih nyaman. Namun, haruskah Anda mencuci seprai baru lebih dahulu sebelum dipakai? Yuk, cari tahu jawabannya pada ulasan berikut ini.

Perlukah mencuci seprai baru sebelum digunakan?

Menggunakan seprai baru sesuai pilihan dapat mendukung tidur Anda jadi lebih nyaman. Namun, sebelum digunakan seprai yang baru dibeli ini harus dicuci lebih dahulu. Alasannya, untuk mengurangi paparan residu bahan kimia pabrik yang menempel.

Melansir dari laman Made Safe, seprai yang dilabeli bebas kerut biasanya diproduksi dengan tambahan formaldehida. Bahan kimia ini digunakan untuk mengawetkan sesuatu, tapi pada formaldehyde ditambahkan pada seprai untuk mencegah serat kain berkerut setelah dicuci dan noda menyerap lebih dalam di serat kain.

Proses penambahan dilakukan dengan menyemprotkan gas formaldehida ke serat kain pada suhu sekitar 150º celcius. Proses ini kemungkinan meninggalkan residu formaldehyde pada seprai baru. Untuk mengurangi residu tersebut, Anda perlu mencuci seprai baru sebelum digunakan.

Jika tidak dicuci, paparan formaldehyde bisa menyebabkan iritasi pada orang yang kulitnya sensitif. Dapat juga menyebabkan dermatitis kontak alergi akibat bahan yang terkandung dalam tekstil.

Kondisi tersebut menimbulkan ruam kemerahan pada kulit disertai rasa gatal. Gejalanya dapat muncul beberapa jam setelah seprai digunakan, maupun beberapa hari setelahnya. Pada beberapa kasus bisa menyebabkan masalah pernapasan, seperti batuk dan mengi.

Selain itu, formaldehyde juga diklasifikasikan sebagai zat kimia yang bersifat karsinogenik (dapat memicu kanker) jika terpapar dalam jumlah banyak atau berkepanjangan. Selain formaldehyde, ada berbagai macam bahan kimia lain yang mungkin ditambahkan saat pembuatan seprai.

Mencuci seprai baru tidak hanya menghilangkan residu zat kimia tersebut, tapi juga menghilangkan bau kimia dan membuatnya jadi lebih lembut di kulit.

Cara mencuci seprai dengan benar

cara mencuci seprai

Cara membersihkan seprai baru dengan yang lama sebenarnya tidak berbeda jauh. Anda perlu merendamnya terlebih dahulu dengan air hangat selama beberapa jam. Pisahkan dengan selimut atau sarung bantal yang berbeda warna lalu masukkan ke dalam mesin cuci dengan detergen secukupnya.

Selanjutnya, bilas seprai hingga bersih tanpa ada sisa busa. Jemur di bawah sinar matahari supaya tidak bau apek dan mencegah jamur maupun bakteri berkembang di serat kain. Setelah mengering, angkat seprai dan simpan di tempat yang kering dan bersih.

Selanjutnya, selimut perlu dicuci secara rutin

Mencuci seprai baru tidak hanya dilakukan di awal penggunaan saja. Anda perlu mengganti dan mencucinya secara berkala. Pasalnya, selimut dapat kotor seiring waktu dan ini bisa menimbulkan masalah jika terus digunakan.

Menggunakan seprai memungkinkan debu, tungau, noda, bakteri, jamur, bahkan sel kulit mati menumpuk di serat kain. Pada orang yang alergi atau eksim, seprai yang tidak bersih ini bisa memicu kambuhnya gejala.

Seprai yang tidak bersih ini juga bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami folikulitis, yakni infeksi bakteri akibat adanya luka di folikel kulit.

Sebenarnya tidak ada aturan khusus kapan Anda harus mencuci seprai. Anda boleh mencucinya satu kali seminggu atau lebih dari itu, bergantung dengan kondisi seprai. Jika seprai terlihat kotor dan terkena noda, sebaiknya seprai segera dicuci meski baru digunakan satu hari sebelumnya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Direkomendasikan untuk Anda

berapa kali ganti seprai setelah berhubungan seks

Berapa Kali Sebaiknya Ganti Seprai Setelah Berhubungan Seks?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 11 November 2019 . Waktu baca 4 menit
jemur bantal guling buat apa

Buat Apa Sih, Jemur Bantal Guling di Bawah Terik Matahari?

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 18 Maret 2017 . Waktu baca 3 menit
Formaldehyde / formaldehida

Formaldehyde

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 1 Januari 1970 . Waktu baca 10 menit