backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

Ini 6 Perlengkapan Haji yang Tak Boleh Ketinggalan

Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita · General Practitioner · None


Ditulis oleh Ihda Fadila · Tanggal diperbarui 21/06/2023

Ini 6 Perlengkapan Haji yang Tak Boleh Ketinggalan

Untuk menjalankan ibadah haji, Anda perlu bersabar menunggu hingga waktu keberangkatan yang bisa bertahun-tahun lamanya. Bagi Anda yang sudah mendekati waktu keberangkatan, perlengkapan haji harus mulai disiapkan agar ibadah di Tanah Suci berjalan dengan lancar.

Selain mempersiapkan kondisi fisik dan kesehatan mental, perlengkapan lain yang diwajibkan dibawa ke Tanah Suci tidak kalah penting. Cari tahu apa saja perlengkapan yang perlu disiapkan pada ulasan di bawah ini.

Apa saja perlengkapan haji yang penting untuk dibawa?

Melaksanakan rukun islam kelima sering kali merupakan pengalaman sekali dalam seumur hidup. Maka dari itu, Anda perlu melakukan persiapan dengan matang.

Anda akan menghabiskan waktu kurang lebih selama satu bulan di Tanah Suci sehingga perlengkapan yang akan dibawa pun cukup banyak.

Jika Anda bingung apa saja perlengkapan yang harus dibawa saat haji, berikut beberapa daftarnya untuk mulai Anda persiapkan.

1. Dokumen

Suntik vaksin meningitis untuk umrah dan haji

Persiapkan segala dokumen identitas serta kesehatan yang diperlukan selama di Tanah Suci.  Simpan dokumen penting ini di tempat yang mudah untuk dijangkau, seperti tas kecil.

Beberapa jenis dokumen yang perlu disiapkan seperti berikut ini.

  • Paspor dan visa beserta salinannya.
  • Cadangan foto untuk identitas.
  • Daftar administrasi perjalanan ibadah haji (DAPIH).
  • Kartu Kesehatan Jemaah Haji (KKJH).
  • Dokumen bukti istitha’ah.
  • Bukti vaksin, termasuk vaksin meningitis, influenza, dan COVID-19.
  • Bukti hasil pemeriksaan wanita usia subur (WUS).
  • Salinan preskripsi obat (jika dalam pengobatan tertentu).
  • Asuransi kesehatan.
  • Membawa identitas teman atau keluarga yang dapat dihubungi.
  • Buku manasik haji dan doa.

Tahukah Anda?

Jemaah haji Indonesia akan mendapatkan gelang khusus yang berfungsi sebagai penanda identitas.
Selain lambang bendera merah putih dan tulisan Arab yang berarti Jemaah Haji Indonesia, di gelang berbahan logam ini juga terdapat nomor paspor dan nama jemaah yang memakainya.

2. Pakaian ihram

Kain ihram merupakan perlengkapan haji pria yang wajib dibawa. Pasalnya, pakaian ini akan selalu Anda gunakan selama beribadah haji.

Kain ihram terdiri dari dua kain putih tanpa jahitan. Anda bisa membawa 2—3 pasang kain ihram selama beribadah di Tanah Suci sebagai ganti atau cadangan.

Bagi wanita, pakaian ihram yang digunakan umumnya berupa baju muslimah putih biasa. Anda bisa membawa perlengkapan haji wanita ini dua pasang atau lebih sebagai cadangan.

Melansir Islamicity, selama menjalankan ibadah dengan pakaian ihram, Anda tetap diperbolehkan untuk menggunakan tas kecil seperti tas pinggang.

Masukkan perlengkapan penting seperti obat atau vitamin, pulpen, sapu tangan, dan dompet atau uang secukupnya untuk keperluan sehari-hari.

3. Pakaian pribadi

barang bawaan darurat bencana

Bukan cuma pakaian ihram, siapkan juga pakaian pribadi lainnya yang dipakai selama melakukan aktivitas lain di Tanah Suci.

Bawa beberapa setel pakaian muslim sesuai kebutuhan. Jangan lupakan baju seragam haji nasional yang Anda dapatkan dari Kementerian Agama (Kemenag).

Tidak perlu bawa terlalu banyak karena Anda bisa mencuci baju di sana. Selain baju itu sendiri, Anda juga bisa membawa beberapa perlengkapan pakaian lainnya, seperti:

  • kaus kaki,
  • pakaian dalam,
  • jaket atau sweter (terutama jika sedang cuaca dingin),
  • handuk,
  • sapu tangan,
  • masker,
  • peci,
  • mukena,

Jangan lupa juga untuk membawa perlengkapan mandi agar tubuh tetap bersih, sehingga ibadah menjadi khusyuk dan lancar.

4. Perlengkapan pertolongan pertama haji

Perlengkapan haji berikutnya yang perlu disiapkan adalah peralatan pertolongan pertama dasar atau first aid kit. Berikut peralatan pertolongan pertama yang bisa dibawa saat haji.

  • Plester.
  • Hand sanitizer.
  • Pembersih luka antiseptik.
  • Kain kasa atau perban.
  • Peniti dan gunting.
  • Oralit.
  • Pinset.
  • Cotton bud.
  • Termometer.

Selain daftar peralatan di atas, jemaah haji juga disarankan membawa semprotan air kecil yang bisa dibawa ke mana-mana.

Semprotan air dapat Anda semprotkan ke wajah dan bagian tubuh yang terkena sinar matahari untuk mencegah heat stroke akibat cuaca di Arab Saudi yang terlalu panas.

5. Obat-obatan dan suplemen

efek konsumsi obat

Infeksi pada saluran pencernaan dan pernapasan sangat rentan terjadi saat beribadah haji. Hal ini bisa terjadi akibat penyebaran virus yang berasal dari jutaan jemaah haji lainnya.

Belum lagi, kelelahan dan kurangnya waktu tidur dapat mudah menurunkan daya tahan tubuh sehingga virus dan bakteri penyebab penyakit akan lebih mudah menyerang tubuh.

Selain meningkatkan daya tahan tubuh dengan rutin berolahraga, Anda perlu membawa beberapa obat saat beribadah haji seperti berikut ini.

  • Obat-obatan resep yang sedang Anda konsumsi.
  • Pereda nyeri, seperti aspirin atau paracetamol.
  • Obat diare.
  • Antihistamin.
  • Obat batuk.
  • Suplemen daya tahan tubuh, misal yang mengandung vitamin C.

6. Makanan dan perlengkapan makan

Anda sebenarnya tidak perlu membawa makanan karena sudah disediakan oleh para pengurus haji di Tanah Suci.

Namun, jika masih terdapat ruang pada koper atau tas, Anda dapat mengisinya dengan camilan untuk menambah energi di antara jam makan atau saat menunggu di bandara.

Akan tetapi, Anda perlu tahu bahwa terdapat aturan dalam membawa makanan. Oleh karena itu, bawa camilan secukupnya dan tidak berlebihan.

Selain makanan itu sendiri, Anda juga mungkin perlu membawa perlengkapan makan, seperti piring, sendok dan garpu, gelas, dan lainnya sesuai kebutuhan Anda.

Dari berbagai perlengkapan haji tersebut, semua kembali lagi bergantung pada kebutuhan pribadi, terutama dalam hal obat-obatan.

Keperluan di atas hanya sebagai gambaran atau pengetahuan tambahan tentang perlengkapan apa saja yang dibutuhkan saat menunaikan ibadah haji.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Damar Upahita

General Practitioner · None


Ditulis oleh Ihda Fadila · Tanggal diperbarui 21/06/2023

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan