backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

Jangan Dianggap Sama! Ini Perbedaan Vaksinasi dan Imunisasi

Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa · General Practitioner · Klinik Chika Medika


Ditulis oleh Satria Aji Purwoko · Tanggal diperbarui 05/12/2023

    Jangan Dianggap Sama! Ini Perbedaan Vaksinasi dan Imunisasi

    Pemberian vaksin dan imunisasi memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan masyarakat. Meski sering dipakai secara bergantian, istilah vaksinasi dan imunisasi ternyata mempunyai perbedaan mendasar. Yuk, ketahui lebih lanjut melalui pembahasan di bawah ini!

    Perbedaan vaksinasi dan imunisasi

    Vaksinasi dan imunisasi merupakan bagian penting dalam hidup manusia. Prosedur ini dilakukan setelah bayi lahir dan bahkan hingga seseorang beranjak dewasa.

    Secara umum, keduanya berfungsi untuk membangun kekebalan dan mencegah gejala parah yang ditimbulkan oleh penyakit infeksi tertentu.

    Nah, agar Anda lebih paham serta tidak keliru lagi dalam menentukan beda antara pemberian vaksin dan imunisasi, simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

    1. Perbedaan definisi

    vaksin untuk covid-19 pfizer

    Vaksinasi dan imunisasi sering kali dianggap sebagai konsep yang serupa, tetapi sebenarnya kedua istilah ini mempunyai definisi yang berbeda.

    Berdasarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), vaksinasi menggambarkan suatu tindakan, sedangkan imunisasi menggambarkan proses yang terjadi di dalam tubuh.

    Vaksinasi merujuk pada pemberian vaksin ke dalam tubuh dengan tujuan merangsang respons sistem kekebalan tubuh.

    Vaksin sendiri mengandung bagian kecil dari bakteri, virus, atau patogen (bibit penyakit) lainnya yang sudah dilemahkan dan tidak dapat menimbulkan penyakit pada tubuh.

    Sementara itu, imunisasi merujuk pada proses pembuatan antibodi dalam tubuh yang mampu memberikan kekebalan terhadap suatu penyakit.

    Anda bisa kebal terhadap suatu penyakit setelah terpapar bibit penyakit dan membentuk antibodi untuk melawannya.

    Namun, di dalam dunia medis modern, imunisasi hampir selalu berkaitan dengan pembentukan kekebalan melalui vaksinasi, bukan melalui infeksi alami.

    2. Perbedaan proses dan cara kerja

    Selanjutnya, perbedaan mendasar antara vaksinasi dan imunisasi terletak pada cara kerjanya.

    Vaksinasi melibatkan pengenalan antigen (bagian kecil dari patogen) pada vaksin ke dalam tubuh. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menyuntikkan atau meneteskan vaksin ke dalam mulut.

    Secara umum, kandungan vaksin biasanya berupa virus yang mati atau dilemahkan, sebagian struktur dari virus atau bakteri, maupun racun atau toksin dari mikroba penyebab penyakit.

    Pemberian vaksin ke dalam tubuh bertujuan agar sistem kekebalan tubuh mengenali antigen dan memproduksi antibodi sebagai respons terhadapnya.

    Seperti dikutip dari Children’s Hospital of Philadelphia, kekebalan atau imunitas menurut asal-muasalnya terbagi menjadi dua, yakni imunitas aktif dan imunitas pasif.

    Imunitas aktif terjadi saat sistem kekebalan membentuk antibodi sendiri sebagai respons ketika tubuh terpapar bibit penyakit atau memperoleh vaksin.

    Sementara itu, imunitas pasif terjadi saat seseorang mendapat antibodi terhadap suatu penyakit dari luar, bukan diproduksi oleh sistem kekebalan tubuhnya sendiri.

    Proses ini dapat terjadi secara alami, seperti pada bayi baru lahir yang mendapatkan kekebalan pasif dari tubuh ibunya melalui plasenta.

    Imunitas pasif juga bisa terjadi bila seseorang mendapatkan terapi plasma konvalesen. Pada terapi ini, pasien memperoleh transfusi plasma yang mengandung antibodi dari orang yang sudah sembuh.

    Imunitas aktif vs imunitas pasif

    • Imunitas aktif: membutuhkan waktu beberapa minggu agar antibodi berkembang, tetapi kekebalan bisa bertahan lebih lama.
    • Imunitas pasif: memberikan perlindungan langsung, tetapi kekebalan hanya bertahan beberapa minggu atau bulan.

    3. Perbedaan tujuan

    anak tidak diimunisasi

    Walau vaksinasi dan imunisasi sama-sama bermanfaat untuk mencegah penularan penyakit, keduanya memiliki pendekatan dan tujuan khusus yang berbeda.

    Tujuan vaksinasi yakni untuk menciptakan respons kekebalan yang kuat dan spesifik terhadap antigen tertentu dalam tubuh seseorang. 

    Dengan merangsang pembentukan antibodi, vaksinasi membantu tubuh untuk mengenali serta melawan penyakit tertentu ketika terpapar pada kemudian hari.

    Sementara itu, imunisasi cenderung mempunyai tujuan yang lebih luas, yaitu mencapai kekebalan kelompok (herd immunity).

    Kekebalan kelompok merupakan kondisi saat sebagian besar orang dalam suatu kelompok memiliki kekebalan terhadap suatu penyakit.

    Salah satu cara mencapainya ialah dengan mengadakan vaksinasi massal. Tujuannya untuk mencegah penyebaran penyakit dalam suatu populasi masyarakat dan memberikan perlindungan pada kelompok rentan.

    Yang dimaksud dengan kelompok rentan yaitu bayi baru lahir, anak-anak, orang lanjut usia (lansia), dan pengidap autoimun yang sulit untuk memperoleh vaksin.

    Jika mereka tinggal di lingkungan yang telah mencapai kekebalan kelompok, mereka akan terlindungi dari penyakit infeksi tertentu meskipun tidak bisa mendapatkan vaksin.

    Vaksinasi dan imunisasi punya sejumlah perbedaan sehingga sebaiknya tidak digunakan secara bergantian.

    Secara singkat, vaksinasi merujuk pada tindakan pemberian vaksin, sedangkan imunisasi ialah proses pembentukan kekebalan tubuh setelah terpapar penyakit atau vaksin.

    Penting bagi Anda untuk mengikuti jadwal imunisasi, baik pada anak-anak atau orang dewasa. Berkonsultasilah dengan dokter untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai hal ini.

    Catatan

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa

    General Practitioner · Klinik Chika Medika


    Ditulis oleh Satria Aji Purwoko · Tanggal diperbarui 05/12/2023

    advertisement iconIklan

    Apakah artikel ini membantu?

    advertisement iconIklan
    advertisement iconIklan