backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

Apakah Kucing Boleh Makan Roti? Ketahui Faktanya

Ditinjau secara medis oleh drh. Hevin Vinandra Louqen · Kesehatan · None


Ditulis oleh Putri Ica Widia Sari · Tanggal diperbarui 4 minggu lalu

    Apakah Kucing Boleh Makan Roti? Ketahui Faktanya

    Meskipun dikenal sebagai pemburu yang menyukai daging, siapa sangka bahwa kucing mungkin memiliki selera makan yang unik. Salah satunya adalah kebiasaan kucing makan roti. Namun sebenarnya amankah hewan peliharaan satu ini untuk mengonsumsi roti? Ketahui jawabannya melalui ulasan di bawah ini.

    Apakah kucing boleh makan roti? 

    Sebenarnya, pertanyaan apakah kucing boleh mengonsumsi roti hingga saat ini masih menjadi perdebatan. 

    Secara umum roti bukanlah makanan yang dianjurkan untuk diberikan kepada kucing.

    Meskipun kucing mungkin akan tertarik dan bahkan akan mencoba untuk mengonsumsinya, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum memberikan roti pada kucing. 

    Pertama, perlu dipahami bahwa pada dasarnya kucing adalah hewan karnivora. Artinya, jenis makanan utama anabul ini adalah protein hewani. 

    Sementara roti, terutama roti tawar, mengandung karbohidrat yang tinggi dan rendah protein, yang tentunya tidak dapat memenuhi kebutuhan nutrisi kucing. 

    Saat kebutuhan nutrisinya tidak terpenuhi, ini artinya kesehatan kucing pun tidak dapat terjaga secara keseluruhan. 

    Bahkan, berdasarkan Journal Veterinary Sciences, kelebihan karbohidrat pada kucing diduga dapat menyebabkan beberapa penyakit pada kucing, seperti obesitas hingga diabetes melitus. 

    Selain itu, roti juga mengandung gluten yang dapat menyebabkan masalah pencernaan pada beberapa kucing.

    Jika kucing mengalami intoleransi gluten, maka dapat menyebabkan gejala, seperti muntah, diare, atau bahkan gangguan pencernaan yang lebih serius. 

    Meski demikian, ada beberapa jenis roti yang lebih aman diberikan dalam jumlah kecil sebagai camilan untuk kucing.

    Misalnya roti gandum utuh karena memiliki kandungan serat yang lebih tinggi serta gluten yang lebih rendah. 

    Jadi, dapat disimpulkan bahwa kucing tidak dianjurkan untuk makan roti atau kue. Namun jika ingin memberikan roti, piluh yang mengandung gluten rendah, seperti roti gandum yang telah dijelaskan di atas.

    Apakah kucing boleh makan biskuit manusia?

    Kucing tidak boleh dan tidak disarankan makan biskuit manusia. Ini karena biskuit manusia tidak dirancang untuk memenuhi kebutuhan nutrisi kucing. Apalagi, biskuit manusia mengandung bahan tambahan dan pengawet yang tidak aman bagi kucing. Beberapa biskuit bahkan dapat mengandung cokelat, kismis, atau bahan berbahaya lainnya. Kucing makan cokelat atau bahan-bahan tersebut bisa membahayakan kesehatannya.

    Cara aman memberikan roti pada kucing

    Dengan beberapa pertimbangan di atas dan tentunya agar kebutuhan nutrisi kucing tetap terpenuhi, berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan jika kucing Anda akan makan kue atau roti. 

    1. Konsultasikan kepada dokter

    Saat Anda ingin memberikan makanan manusia pada kucing, termasuk roti, ada baiknya untuk berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter. 

    Meski beberapa makanan manusia dianggap aman dikonsumsi oleh anabul, perubahan pola makan kucing mungkin dapat memengaruhi kesehatannya secara keseluruhan. 

    Apalagi, roti pada dasarnya bukanlah makanan yang memang diformulasikan khusus untuk kucing. Oleh karena itu, perlu pertimbangan sebelum memberikannya. 

    2. Hitung jumlah kalorinya

    Untuk menentukan berapa banyak roti yang bisa dimakan oleh kucing dengan aman, sebaiknya camilan tidak boleh melebihi 10% dari asupan kalori harian kucing. 

    Misalnya, bila dokter menyarankan kucing mengonsumsi 250 kalori per hari, ini artinya Anda hanya bisa memberikan camilan berupa roti tersebut sebanyak 25 kalori. 

    3. Potong roti dalam jumlah kecil 

    Saat ingin membiarkan kucing makan roti, sebaiknya potong roti menjadi irisan kecil yang seukuran dengan gigitannya.

    Hal ini bertujuan agar ia dapat mengonsumsinya dengan lebih mudah. 

    4. Pantau reaksinya 

    Perlu diingat bahwa pada dasarnya setiap makanan dapat menimbulkan reaksi yang tidak terduga saat dikonsumsi oleh kucing. 

    Oleh karena itu, sebaiknya perhatikan hewan kesayangan Anda ini terhadap masalah pencernaan, seperti muntah atau diare, setelah ia mengonsumsi makanan baru, termasuk roti. 

    Sebaiknya perkenalkan hanya satu makanan baru dalam satu waktu dengan tujuan untuk melihat reaksinya.

    Dengan begitu, Anda juga dapat lebih mudah mengetahui sumber makanan apa yang menjadi penyebabnya bila kucing menunjukkan tanda-tanda tertentu. 

    Perlu diingat kembali, roti memang bukan makanan yang dilarang untuk kucing. Namun jika ingin memberikan pada kucing, berikan hanya dalam jumlah kecil atau hanya sesekali. 

    Lebih baik bagi Anda untuk memberikan makanan yang memang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan nutrisi kucing atau camilan yang dijual secara khusus untuk kucing. 

    Pasalnya, memenuhi kebutuhan nutrisi kucing adalah salah satu cara merawat kucing agar ia tetap sehat dan terhindar dari berbagai penyakit

    Catatan

    Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    drh. Hevin Vinandra Louqen

    Kesehatan · None


    Ditulis oleh Putri Ica Widia Sari · Tanggal diperbarui 4 minggu lalu

    advertisement iconIklan

    Apakah artikel ini membantu?

    advertisement iconIklan
    advertisement iconIklan