backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

6 Penyebab Kucing Berkelahi, Apa yang Harus Dilakukan?

Ditinjau secara medis oleh drh. Hevin Vinandra Louqen · Kesehatan · None


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 28/12/2023

6 Penyebab Kucing Berkelahi, Apa yang Harus Dilakukan?

Baik sebagai kucing peliharaan atau hewan liar di jalan, Anda pasti pernah melihat kucing berkelahi dengan sesama kucing. Bahkan, terkadang kucing bisa berkelahi cukup parah hingga mengganggu lingkungan sekitar, misalnya karena suara ribut yang sangat keras. Lantas, apa yang menjadi penyebab kucing berantem? Ketahui selengkapnya di bawah ini.

Apa penyebab kucing berkelahi?

Kucing sering kali terlibat dalam pertarungan atau perkelahian. Berikut adalah beberapa alasan umum kenapa kucing bisa berkelahi.

1. Persaingan tempat kekuasaan

Kucing adalah hewan yang sangat teritorial dan mereka cenderung mempertahankan wilayahnya.

Jika kucing merasa terancam oleh kucing lain yang masuk ke wilayahnya, mereka mungkin akan memulai pertarungan untuk mempertahankan wilayah tersebut.

Dilansir dari Alley Cat, persaingan tempat kekuasaan sering kali terjadi antara kucing yang belum disteril atau dikebiri.

Setelah dikebiri, kucing biasanya tidak akan melakukan hal-hal seperti bertengkar, menyemprotkan urine (spraying), mengeong, dan berkeliaran terlalu jauh.

2. Hierarki atau tingkat sosial

Dalam kelompok kucing terbentuk hierarki atau tingkat sosial. Kucing memiliki struktur sosial yang cukup kuat, terutama di antara kucing yang tinggal bersama.

Untuk itu, pertarungan atau perkelahian mungkin terjadi untuk menentukan posisi dalam hierarki sosial tersebut.

3. Ketidakcocokan sifat

Seperti halnya manusia, kucing juga memiliki kepribadian atau sifat yang berbeda-beda, dan tidak semua kucing selalu bersahabat dengan kucing lain.

Jika kucing memiliki sifat yang dominan atau tidak cocok dengan kucing lain, hal ini bisa memicu pertengkaran.

Umumnya, kucing yang memiliki sifat dominan atau agresif mungkin tidak berhubungan baik dengan kucing lain yang memiliki sifat yang sama.

4. Perasaan takut atau stres

Kucing yang merasa takut atau stres mungkin akan cenderung bersikap agresif, sehingga lebih mungkin bertengkar dengan kucing lain.

Faktor-faktor stres pada kucing, seperti perubahan lingkungan, kedatangan kucing baru, atau peristiwa traumatis.

5. Perebutan makanan

Kucing yang berbagi sumber makanan dapat terlibat dalam pertarungan untuk menentukan siapa yang mendapatkannya terlebih dahulu atau mendominasi dalam hal makanan.

Pertengkaran umumnya lebih rentan terjadi jika jumlah makanan kucing yang tersedia hanya berjumlah sedikit dan tidak cukup untuk semua kucing yang ada.

6. Kesehatan yang buruk

Kucing yang sakit atau merasa tidak sehat atau merasakan ketidaknyamanan secara fisik mungkin menjadi lebih mudah marah dan agresif.

Akibatnya, kucing pun akan lebih rentan berantem dengan kucing lain yang ada di sekitarnya.

Bagaimana suara kucing berkelahi?

Suara kucing berkelahi dapat berbeda-beda, tergantung pada tingkat parahnya pertarungan. Berikut adalah beberapa suara umum yang mungkin terdengar ketika kucing berkelahi.
  • Mengaum dan merintih. Ini bisa menjadi cara untuk menakut-nakuti lawannya atau menunjukkan bahwa mereka merasa terancam. Kucing yang merasa marah atau frustrasi juga bisa mengeluarkan suara mengaum yang tajam dan tinggi.
  • Siulan atau mendesis. Suara ini bisa menjadi tanda bahwa mereka bersiap untuk menyerang.
  • Serangan dan pertahanan. Suara benturan atau pukulan dapat terdengar ketika kucing saling menyerang atau berusaha mempertahankan diri. Ini termasuk suara tapak kaki dan benturan tubuh.
  • Menjerit atau berteriak. Kucing yang mengalami rasa sakit atau ketakutan mungkin mengeluarkan jeritan atau teriakan. Ini bisa terjadi jika salah satu kucing telah terluka selama pertarungan.
  • Suara cakar dan gigitan. Kucing menggunakan cakar dan gigi sebagai senjata untuk menunjukkan dominasi atau melindungi diri.

Bagaimana mencegah atau mengatasi kucing berkelahi?

perut kucing membesar

Jika Anda mendengar suara kucing berkelahi di sekitar rumah atau lingkungan Anda, penting untuk tidak mencampuri diri secara langsung guna menghindari risiko cedera pada kucing.

Untuk menghindari dan mengatasi kucing yang berkelahi, berikut beberapa cara yang bisa dilakukan.

  • Pengenalan bertahap. Jika Anda membawa kucing baru ke dalam rumah yang sudah dihuni oleh kucing lain, lakukan perkenalan pada kucing secara bertahap dan awasi interaksi mereka.
  • Menyediakan ruang pribadi. Pastikan setiap kucing memiliki ruang pribadi dan persembunyian yang cukup untuk merasa aman.
  • Memberikan makan terpisah. Jika mungkin, berikan makanan kucing secara terpisah untuk menghindari kucing berebut makanan.
  • Stimulasi dan perhatian. Pastikan setiap kucing mendapatkan stimulasi yang cukup melalui mainan kucing, serta perhatian dan interaksi positif dengan Anda sebagai pemiliknya.
  • Konsultasi kepada dokter hewan. Jika perilaku agresif kucing terus berlanjut, konsultasikan kepada dokter hewan untuk memastikan tidak ada masalah kesehatan yang mendasarinya.

Penting untuk diingat bahwa perkelahian antarkucing dapat menyebabkan cedera serius.

Jika kucing berkelahi dan terus berlanjut atau menjadi semakin serius, konsultasikan kepada dokter hewan agar mendapatkan saran lebih lanjut untuk merawat kucing.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

Ditinjau secara medis oleh

drh. Hevin Vinandra Louqen

Kesehatan · None


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 28/12/2023

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan