Anda bisa menemukan kerumunan di konser musik atau pertandingan olahraga. Meski tampak biasa, keramaian yang padat dan tidak terkendali bisa membawa bencana. Oleh karena itu, penting untuk memahami bahaya dan cara menyelamatkan diri dari kerumunan.
Anda bisa menemukan kerumunan di konser musik atau pertandingan olahraga. Meski tampak biasa, keramaian yang padat dan tidak terkendali bisa membawa bencana. Oleh karena itu, penting untuk memahami bahaya dan cara menyelamatkan diri dari kerumunan.

Kerumunan adalah kumpulan orang yang berada di satu lokasi dalam jumlah besar. Situasi ini sering terjadi dalam konser musik, pertandingan olahraga, atau acara keagamaan.
Selain itu, kerumunan atau crowd juga bisa muncul secara spontan, misalnya saat terjadi keadaan darurat atau terdapat diskon besar-besaran di pusat perbelanjaan.
Hal ini berpotensi berubah menjadi situasi berbahaya bila kepadatannya sudah terlalu berlebihan dan timbul kepanikan di dalamnya.
Dalam situasi tersebut, kerumunan yang kacau dapat terjadi. Kondisi ini berisiko menimbulkan dampak yang fatal bagi manusia.

Kerumunan dapat terjadi dalam berbagai situasi, seperti antrean panjang di pusat perbelanjaan selama diskon besar atau festival musik yang dipadati oleh ribuan orang.
Situasi ini bisa dikendalikan asal ada pengaturan yang jelas. Jika hal ini tidak ada, situasi dapat berubah menjadi kacau dan bahkan menimbulkan korban jiwa.
Contoh kerumunan kacau terjadi dalam tragedi Itaewon, Korea Selatan, ketika ribuan orang memadati gang sempit saat perayaan Halloween dan menyebabkan lebih dari 150 korban jiwa.
Contoh lainnya adalah tragedi Stadion Kanjuruhan, Malang, ketika kericuhan dan lemparan gas air mata memicu kepanikan massal yang menelan hingga 135 korban jiwa.
Terdapat dua bahaya yang bisa dipicu oleh kerumunan kacau, yaitu crowd crush dan stampede.
Crowd crush adalah suatu kondisi saat kepadatan ekstrem membuat seseorang terjepit sampai sulit bernapas dan bahkan hilang kesadaran.
Sementara itu, stampede adalah situasi ketika kepanikan massal menimbulkan gerakan tidak terkendali dari kerumunan yang meningkatkan risiko jatuh, terinjak, atau cedera lainnya.
Berikut ini adalah langkah-langkah yang bisa Anda lakukan untuk menyelamatkan diri di tengah kerumunan yang kacau.
Panik hanya mengurangi kemampuan berpikir jernih serta membuat situasi semakin berbahaya.
Ambil napas dalam-dalam untuk menenangkan diri. Perhatikan situasi di sekitar agar agar Anda tetap waspada terhadap perubahan perilaku massa di dalam keramaian.
Orang-orang yang terjebak di dalam keramaian umumnya memiliki pola gerakan tertentu. Hindari melawan arus untuk mengurangi risiko jatuh atau terinjak.
Sebaliknya, ikuti arah gerakan massa sambil mencari peluang untuk bergerak ke tempat yang aman.
Kerumunan yang padat bisa membuat tubuh Anda tertekan dari segala arah. Kondisi ini dapat membuat Anda kesulitan bernapas dan meningkatkan risiko cedera.
Gunakan lengan untuk melindungi dada dan perut supaya Anda tetap dapat bernapas dengan baik di tengah tekanan. Posisi ini juga membantu mencegah cedera pada organ vital.
Barang-barang berat, seperti ransel atau kantong belanjaan, dapat memperlambat gerakan dan meningkatkan risiko Anda untuk terjebak di dalam kerumunan.
Lepas dan tinggalkan barang-barang yang tidak penting guna mempermudah pergerakan Anda.

Apabila memungkinkan, perhatikan keberadaan pintu darurat, tangga, atau ruang terbuka yang lebih aman supaya Anda bisa segera meninggalkan keramaian.
Tembok atau penghalang bisa menjadi area berbahaya dalam keramaian. Terlalu dekat dengan tembok meningkatkan risiko terimpit atau tertindih saat terjadi crowd crush.
Jika Anda terjebak di dekat tembok atau penghalang lainnya, usahakan untuk segera menjauh serta carilah area dengan ruang gerak yang lebih leluasa.
Apabila Anda melihat orang lain jatuh atau kesulitan bernapas, coba bantu mereka sebisa mungkin. Berikan ruang bagi orang tersebut untuk bangkit atau bernapas.
Jika orang tersebut tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan, seperti bernapas atau bergerak, segera beri tindakan CPR (cardiopulmonary resuscitation) jika Anda terlatih melakukannya.
Kalaupun tidak, segera hubungi nomor telepon darurat dan pantau terus keadaan korban. Aksi ini memberi korban peluang lebih besar untuk bertahan hingga bantuan medis tiba.
Bahaya dari kerumunan yang kacau bisa terjadi kapan saja. Dengan memahami bahaya dan langkah penyelamatannya, Anda dapat melindungi diri sendiri dan orang lain di sekitar.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Stampede or crushing (human). (2023). United Nations Office for Disaster Risk Reduction. Retrieved December 9, 2024, from https://www.undrr.org/understanding-disaster-risk/terminology/hips/so0007
Asphyxiation: Prevention, causes, symptoms & treatment. (2023). Cleveland Clinic. Retrieved December 9, 2024, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/24725-asphyxiation
Harrison, V., & Earl, C. (2022). A visual guide to how the Seoul Halloween crowd crush unfolded. The Guardian. Retrieved December 9, 2024, from https://www.theguardian.com/world/2022/oct/31/how-did-the-seoul-itaewon-halloween-crowd-crush-happen-unfolded-a-visual-guide
Ratcliffe, R., Connett, D., & Fulton, A. (2022). 125 dead after crowd crush at Indonesian football match. The Guardian. Retrieved December 9, 2024, from https://www.theguardian.com/world/2022/oct/02/indonesia-football-fans-killed-east-java-arema-malang
Haghani, M., Coughlan, M., Crabb, B., Dierickx, A., Feliciani, C., Van Gelder, R., Geoerg, P., Hocaoglu, N., Laws, S., Lovreglio, R., Miles, Z., Nicolas, A., O’Toole, W. J., Schaap, S., Semmens, T., Shahhoseini, Z., Spaaij, R., Tatrai, A., Webster, J., … Wilson, A. (2023). A roadmap for the future of crowd safety research and practice: Introducing the Swiss cheese model of crowd safety and the imperative of a vision zero target. Safety Science, 168, 106292. https://doi.org/10.1016/j.ssci.2023.106292
Tafti, A., Tavan, A., Nekoie-Moghadam, M., Ehrampoush, M., Vafaei Nasab, M., Tavangar, H., & Fallahzadeh, H. (2019). Risks threatening the health of people participating in mass gatherings: A systematic review. Journal of Education and Health Promotion, 8(1), 209. https://doi.org/10.4103/jehp.jehp_214_19
Versi Terbaru
15/01/2025
Ditulis oleh Satria Aji Purwoko
Ditinjau secara medis oleh dr. Gloria Permata Usodo
Diperbarui oleh: Edria
Ditinjau secara medis oleh
dr. Gloria Permata Usodo
General Practitioner · Rumah Sakit Ibu dan Anak SamMarie Wijaya