backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan
Konten

Golden Ratio Face, Benarkah Bisa Menjadi Standar Kecantikan?

Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa · General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro


Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 08/01/2024

Golden Ratio Face, Benarkah Bisa Menjadi Standar Kecantikan?

Definisi cantik setiap orang tentu bisa berbeda, tetapi wajah memang sering kali menjadi tolok ukurnya. Salah satu cara yang kerap digunakan untuk menilai kecantikan wajah adalah dengan golden ratio face.

Amber Heard, Bella Hadid, Ariana Grande, hingga Beyonce adalah beberapa contoh artis kenamaan yang dinilai memiliki golden ratio face.

Lantas, bagaimana cara mengukur golden ratio pada wajah? Apakah metode ini masih relevan digunakan untuk mengukur kecantikan? Simak ulasan berikut untuk mengetahui jawabannya.

Apa itu golden ratio pada wajah?

Golden ratio face atau rasio emas pada wajah adalah cara yang digunakan untuk menilai apakah seseorang memiliki ukuran wajah yang ideal.

Metode ini menggunakan bilangan phi yang nilainya sekitar 1,618 sebagai rasio emas. Angka ini akan dihitung dengan cara membandingkan ukuran panjang dan lebar fitur wajah tertentu, seperti hidung, bibir, mata, hingga dahi.

Singkatnya, golden ratio face digunakan untuk menilai apakah seseorang memiliki ukuran wajah yang proporsional atau tidak.

Dengan begitu, akan lebih tepat untuk menyebutkan bahwa golden ratio digunakan untuk menilai proporsional atau tidaknya ukuran wajah seseorang dibandingkan dengan standar kecantikan.

Rasio emas sudah ditemukan cukup lama, yakni sekitar zaman Renaisans Eropa. Maka, tidak heran jika beberapa seniman masa itu menggunakan golden ratio saat membuat karya yang menampilkan wajah. 

Cara mengukur wajah dengan golden ratio face

wajah tidak simetris

Penelitian yang diterbitkan dalam Brazilian Journal of Othorhinolaryngology menunjukkan bahwa pengukuran golden ratio biasanya dimulai dengan membagi wajah menjadi tiga bagian seperti berikut.

  • Bagian 1: dahi (trichion) ke sekitar alis (glabella).
  • Bagian 2: glabella ke bawah hidung (subnasale).
  • Bagian 3: subnasale ke bawah dagu (menton).

Setelah itu, ahli estetika akan mengukur panjang masing-masing bagian dan membaginya dengan lebar.

Jika hasil pengukurannya mendekati phi atau 1,6 pada ketiga bagian, Anda dinilai memiliki wajah yang proporsional karena memenuhi standar rasio emas.

Meski tidak ada aturan secara pasti, berikut adalah skala penilaian berdasarkan hasil pengukuran golden ratio wajah.

  • Kurang dari 1,6: pendek atau sempit.
  • 1,6–1,699: normal.
  • Lebih dari 1,699: panjang atau lebar.

Contohnya, jika panjang area hidung Anda adalah 2 cm dan lebarnya 1,24 cm, nilai rasio wajah Anda adalah 1,61. Dengan begitu, Anda dianggap memiliki golden ratio face pada area tersebut.

Meski terkesan mudah, jika ingin mengetahui rasio wajah sebaiknya Anda tetap mengunjungi dokter kecantikan untuk mendapatkan hasil akurat.

Apakah golden ratio face masih relevan menjadi standar kecantikan?

Golden ratio face sebenarnya bukanlah sekadar penentu beauty standard, tapi juga memiliki fungsi utama untuk memperbaiki estetika.

Misalnya, pada seseorang dengan dagu yang terlalu pendek, dokter bisa mengetahui seberapa banyak filler wajah yang perlu ditambahkan.

Selain itu, rasio emas juga bisa membantu dokter ketika harus memperbaiki wajah akibat kecelakaan atau faktor lainnya. Jadi, wajah pasien tetap memiliki ukuran yang proporsional atau tidak aneh.

Namun, perlu diingat bahwa pengukuran golden ratio tidak akan memengaruhi fungsi indera tersebut, melainkan hanya estetika atau bentuk wajah saja.

Selain itu, rasio emas juga tidak bisa digunakan untuk menilai apakah seseorang memiliki wajah yang sempurna. Pasalnya, kecantikan dan ketampanan adalah suatu hal yang subjektif.

Artinya, setiap orang bisa memiliki penilaian kecantikan masing-masing dan tidak ada standar yang pasti.

Seiring berjalannya waktu, penilaian kecantikan juga bisa berubah. Dengan begitu, beauty standard pun akan ikut berubah dan belum tentu sesuai dengan golden ratio.

Kesimpulannya, setiap orang tetap bisa tampil cantik dan tampan dalam versinya masing-masing meski tidak memiliki nilai golden ratio face sebesar 1,6.

Selain itu, wajah bukanlah satu-satunya cara untuk menilai cantik atau tidaknya seseorang. Namun, tidak ada salahnya juga jika Anda ingin melakukan perubahan pada beberapa bagian wajah.

Jika ingin melakukan perawatan kecantikan, termasuk operasi, pastikan untuk melakukannya di klinik kecantikan tepercaya. Dengan begitu, Anda akan mendapatkan perawatan yang aman dan sesuai kebutuhan.

Semua tentang golden ratio face

  • Golden ratio face adalah metode untuk menilai proporsional atau tidaknya ukuran wajah menggunakan nilai phi.
  • Metode ini dilakukan dengan cara membagi ukuran panjang dan lebar area tertentu pada wajah.
  • Rasio emas dapat membantu dokter estetika dalam melakukan perawatan wajah.
  • Meski begitu, metode ini tidak bisa digunakan sebagai standar kecantikan.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa

General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro


Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 08/01/2024

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan