Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya
ask-doctor-icon

Tanya Dokter Gratis

Kirimkan pertanyaan atau pendapatmu di sini!

8 Alasan Mengapa Anda Memiliki Wajah Tidak Simetris

    8 Alasan Mengapa Anda Memiliki Wajah Tidak Simetris

    Coba perhatikan bagaimana bentuk wajah Anda saat bercermin. Apakah mata, telinga, dan alis Anda berada dalam posisi yang pas dan sejajar satu sama lain? Jika salah satunya terlihat tidak sama, artinya Anda punya wajah yang tidak simetris.

    Sebenarnya, kenapa beberapa orang memiliki bentuk wajah yang tidak sama pada bagian kanan dan kirinya? Apakah ada cara atau terapi khusus agar wajah menjadi simetris?

    Penyebab bentuk wajah tidak simetris

    sindrom Cushing, wajah tidak simetris

    Ada kalanya, seseorang punya letak telinga kanan yang lebih tinggi daripada yang kiri, muka miring sebelah, atau bentuk hidung tampak lebih tajam hanya pada satu sisi.

    Kondisi ini disebabkan oleh perbedaan pada struktur rahang bagian kanan dan kiri. Jika Anda memiliki salah satu ciri ini, berarti wajah Anda tidak simetris.

    Namun, jangan cemas dulu. Hampir semua orang punya bagian wajah yang tidak simetris. Hanya saja, pada beberapa kasus, ada bentuk wajah tidak simetris yang terlihat lebih jelas.

    Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa hal, mulai dari yang ringan sampai yang tergolong serius. Berikut penjelasannya.

    1. Genetik

    Anggota keluarga yang punya wajah tidak simetris (asimetris) bisa menurunkan bentuk wajah ini pada anggota keluarga lainnya meski mungkin dalam bentuk yang berbeda.

    Jadi, perhatikan bila Anda memiliki bentuk yang tidak simetris, apakah ada salah seorang anggota keluarga Anda yang juga memilikinya? Jika ya, mungkin faktor genetiklah penyebabnya.

    2. Merokok

    Sebuah penelitian pada 2014 terbitan Plastic Reconstructive Surgery Journal menjelaskan, zat kimia yang ada di dalam rokok bisa menjadi faktor penyebab wajah asimetris.

    Dalam penelitian tersebut, peneliti melakukan observasi terhadap 147 pasang kembar identik dengan data riwayat medis. Hasilnya, kebiasaan merokok mengubah struktur rahang perokok aktif.

    3. Perubahan pada struktur gigi

    Pemasangan gigi palsu atau veneer gigi, cabut gigi, serta prosedur terkait gigi dan mulut lainnya bisa saja memengaruhi bentuk wajah Anda, khususnya rahang.

    Itu sebabnya kadang berbagai prosedur tersebut dapat memengaruhi bentuk gigi sehingga membuatnya tidak simetris.

    4. Usia

    Seiring bertambahnya usia, kemungkinan wajah menjadi tidak simetris akan semakin meningkat pula. Akan tetapi, Anda tidak perlu khawatir karena kondisi ini merupakan bagian alamiah dari penuaan.

    Pasalnya, meski biasanya pertumbuhan tulang akan berhenti pada akhir usia remaja, tulang rawan bisa terus tumbuh sampai dewasa.

    Dengan kata lain, telinga dan hidung sebenarnya masih akan tumbuh dan berubah seiring bertambahnya usia.

    5. Cedera

    menolong korban kecelakaan lalu lintas

    Faktor berikutnya yang membuat wajah tidak simetris yaitu riwayat cedera pada kepala, misalnya akibat kecelakaan.

    Benturan saat kecelakaan bisa mengakibatkan cedera pada bagian wajah dan menjadi salah satu penyebab wajah tidak simetris.

    Cedera bisa saja menyebabkan dampak berupa hidung yang patah, posisi gigi berubah, atau rahang yang terbentur sehingga jadi tidak simetris.

    6. Bell’s palsy

    Bell’s palsy adalah kelumpuhan saraf wajah akibat gangguan pada saraf perifer yang seharusnya mengontrol otot pada salah satu sisi wajah.

    Ini yang menyebabkan perubahan bentuk pada salah satu sisi wajah sehingga tampak berbeda dari sisi yang lainnya.

    Akibatnya, bentuk wajah Anda tampak kurang simetris. Perubahan bentuk wajah pada penyakit ini biasanya bersifat sementara.

    7. Stroke

    Laki-laki mengalami serangan stroke ringan

    Dalam kasus lain, wajah tidak simetris bisa disebabkan oleh stroke. Gejala stroke biasanya akan membuat satu atau kedua sisi wajah seolah lumpuh sehingga tidak bisa berfungsi seperti seharusnya.

    Namun, hal tersebut bergantung pada jenis stroke yang Anda alami, ringan atau berat. Gejala stroke biasanya tidak muncul secara berbarengan, melainkan dimulai pada beberapa bagian tubuh, seperti tangan yang mulai melemah.

    8. Tortikolis

    Tortikolis atau leher bengkok mengacu pada kondisi ketika posisi otot leher tampak abnormal.

    Kondisi ini membuat otot salah satu sisi leher jauh lebih kencang daripada sisi satunya. Itulah mengapa pengidapnya sering memiringkan atau mengubah posisi leher.

    Orang yang sudah menunjukkan gejala tortikolis sebaiknya segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan segera. Ini penting untuk menghindari komplikasinya, seperti sindrom kepala datar.

    Bagaimana cara mengatasi muka tidak simetris?

    tips dan cara memilih klinik kecantikan

    Apabila wajah atau rahang menjadi tidak simetris murni karena faktor keturunan atau hal lainnya yang tidak membahayakan kesehatan, tidak diperlukan perawatan untuk memperbaikinya.

    Bahkan, terkadang struktur wajah yang asimetris ini dianggap unik dan memiliki daya tarik tersendiri.

    Akan tetapi, jika ada risiko yang mengintai kesehatan Anda karena kondisi ini, berikut beberapa cara yang bisa Anda lakukan agar wajah menjadi lebih simetris.

    1. Filler wajah

    Filler wajah merupakan prosedur kecantikan yang dilakukan dengan cara menyuntikkan cairan khusus ke beberapa bagian wajah agar tampak lebih bervolume.

    Meski perawatan yang satu ini tidak dapat bertahan selamanya, setidaknya filler bisa membantu memperbaiki kondisi wajah yang asimetris untuk sementara waktu.

    2. Suntik botox

    Suntik botox biasanya digunakan untuk mengurangi garis halus akibat ekspresi wajah, seperti keriput pada area mata, garis halus pada pipi, dan masalah kulit lain pada wajah.

    Prosedur ini merupakan salah satu perawatan nonbedah dengan menggunakan cairan neurotoksin yang disebut onabotulinumtoxinA.

    Prosedur ini dijalankan dengan melemahkan atau melumpuhkan otot-otot tertentu pada area wajah yang memiliki kerutan atau garis halus.

    3. Thread lift (tanam benang)

    Satu prosedur lagi yang bisa dilakukan untuk mengatasi wajah tidak simetris yaitu thread lift atau tanam benang.

    Thread lift merupakan prosedur nonbedah dengan memasukkan jarum tipis untuk menyisipkan benang jahit polypropylene bergerigi.

    Dokter akan memasukkan benang jahit melalui lapisan lemak di bawah kulit. Kemudian, benang akan ditarik untuk mengencangkan bagian wajah yang kendur.

    Ada banyak manfaat dari prosedur ini, antara lain membuat bentuk wajah jadi lebih tirus, mengoreksi kontur area tulang pipi, dan menambah volume pada area pipi.

    Selain itu, tanam benang sering dilakukan untuk mengatasi tanda-tanda penuaan dini. Melakukan tarik benang akan membuat wajah tampak lebih muda, kencang, dan simetris.


    Ingin mendapatkan berat badan ideal?

    Yuk konsultasikan masalahmu dengan ahli gizi atau berbagi tips bersama di Komunitas Berat Badan Ideal!


    health-tool-icon

    Kalkulator BMI (IMT)

    Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

    Laki-laki

    Wanita

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Bell’s palsy. (2022). Retrieved 14 June 2022, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/bells-palsy/symptoms-causes/syc-20370028

    Children with facial asymmetry. (2016). Retrieved 14 June 2022, from https://www.healthychildren.org/English/health-issues/conditions/Cleft-Craniofacial/Pages/Children-with-Facial-Asymmetry.aspx

    Ferrario, V. F., et al. (2001). The effect of sex and age on facial asymmetry in healthy subjects: A cross-sectional study from adolescence to mid-adulthood. Journal of Oral and Maxillofacial Surgery, 59 (4). Retrieved 14 Juni 2022 from https://www.joms.org/article/S0278-2391(01)71029-4/fulltext

    Heydenrych I. (2020). The Treatment of Facial Asymmetry with Botulinum Toxin: Current Concepts, Guidelines, and Future Trends. Indian journal of plastic surgery : official publication of the Association of Plastic Surgeons of India, 53(2), 219–229. https://doi.org/10.1055/s-0040-1715189.

    Liu, M. T., Iglesias, R. A., Sekhon, S. S., Li, Y., Larson, K., Totonchi, A., & Guyuron, B. (2014). Factors contributing to facial asymmetry in identical twins. Plastic and reconstructive surgery, 134(4), 638–646. https://doi.org/10.1097/PRS.0000000000000554.

    The relationship between age and facial asymmetry. (2012). Retrieved 14 June 2022, from https://meeting.aaps1921.org/abstracts/2012/P22.cgi

    Thiesen, G., Gribel, B. F., & Freitas, M. P. (2015). Facial asymmetry: a current review. Dental press journal of orthodontics, 20(6), 110–125. https://doi.org/10.1590/2177-6709.20.6.110-125.sar.

    Torticollis. (2022). Retrieved 14 June 2022, from https://www.childrenshospital.org/conditions/torticollis

    What you need to know about thread lifts. (2018). Retrieved 14 June 2022, from https://www.plasticsurgery.org/news/blog/what-you-need-to-know-about-thread-lifts

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Ocha Tri Rosanti Diperbarui Jul 06
    Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
    Next article: