Kenapa Cara Tertawa Setiap Orang Berbeda-beda?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 14 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Orang tertawa saat menyaksikan sesuatu yang (menurutnya) lucu. Namun kalau Anda perhatikan benar, gaya tertawa setiap orang bisa berbeda satu sama lain — ada yang terbahak-bahak, cekikikan, terkekeh, bahkan ada pula yang bisa tertawa lepas tapi tidak mengeluarkan suara sama sekali. Cara seseorang tertawa bisa membuatnya tampak hangat, berwibawa, ramah, atau sekadar menjengkelkan.

Yang mana gaya tertawa Anda?

Kenapa cara setiap orang tertawa bisa berbeda?

“Tertawa adalah mekanisme yang dimiliki setiap orang, karena tawa adalah bagian dari kosa kata universal yang dimiliki manusia. Ada ribuan bahasa dan ratusan ribu dialek di dunia ini, tapi semua orang tertawa dengan cara yang hampir sama,” ujar Robert R. Provine, PhD, pakar perilaku neurobiologis asal University of Maryland di Baltimore, dilansir dari WebMD.

Apa yang memicu tawa biasanya hal-hal yang spontan dan tanpa sensor. Tertawa adalah insting primitif, sebuah refleks suara yang keluar tidak disadari. “Ketika tertawa kita memancarkan suara dan mengekspresikan luapan emosi primitif yang berasal dari dalam tubuh kita,” lanjut Provine.

Manusia bisa tertawa sekitar 30 kali lebih banyak saat mereka dikelilingi orang lain daripada saat mereka sendirian. Biasanya orang akan tertawa lebih keras saat sendiri, dan saat bersama teman tawa lebih sebagai bentuk ikatan sosial dan berbagi pengalaman bersama.

Provine kemudian membeberkan bagaimana gaya tertawa perempuan dan laki-laki bahkan juga bisa berbeda. Setelah mengamati hampir 1.200 orang secara acak di berbagai lingkungan sosial (mall, kampus, penyeberangan jalan, dan sebagainya). Ia menemukan bahwa wanita bisa tertawa lebih sering daripada pria.

Temuan Provine menunjukkan wanita memiliki antusiasme yang lebih tinggi dan bisa tertawa 126% lebih sering daripada orang yang mereka ajak bicara. Kebalikannya dengan pria. Penutur laki-laki lebih pilih-pilih teman bicara untuk diajak tertawa, dan akan tertawa lebih banyak saat bercakap-cakap dengan sesama teman laki-laki mereka daripada dengan pendengar wanita.

tertawa palsu

Orang tertawa bukan hanya karena mendengar lelucon

Lucunya, alasan orang tertawa terbahak-bahak bukanlah karena mendengar lelucon yang seperti selama ini kita kira. Tutur Provine, “Sebenarnya, kebanyakan tawa bukanlah sebagai respon mendengar lelucon, cerita anekdot, atau hal-hal humor lainnya.” Kebanyakan tawa mencerminkan sebuah hubungan yang menyenangkan antara orang-orang, katanya.

“Tertawa bukan tentang lelucon. Jika Anda sangat memperhatikan kehidupan sehari-hari Anda, Anda akan tertawa,” tutup Provine. Seperti obrolan ringan, tawa memainkan peran yang agak mirip dalam ikatan sosial, yaitu untuk memperkuat persahabatan dan menarik orang ke dalam kehangatan.

Cara orang tertawa biasanya akan disesuaikan dengan situasi dan alasan yang membuatnya tergelak. Seseorang bisa punya lebih dari satu gaya tawa dan ini dipengaruhi banyak faktor, termasuk kejadian dalam hidup. Tawa yang serasa ditekan mungkin menandakan pengendalian diri atau malu, atau bahkan sekadar usaha basa-basi.

Manfaat tertawa untuk kesehatan

Dibalik gaya tertawa yang berbeda-beda, ada banyak manfaat dari tertawa. Tak hanya menyenangkan hati, tertawa juga bermanfaat untuk kesehatan.

Misalnya saja, rajin tertawa menurunkan tekanan darah. Ketika Anda tertawa, aliran darah dari jantung ke seluruh tubuh akan lebih lancar dan produksi oksigen ikut meningkat dalam peredaran darah. Turunnya tekanan darah karena tertawa sekaligus membantu melindungi Anda dari risiko stroke dan masalah jantung.

Selama tertawa, otak juga memperbanyak produksi hormon endorfin yang merupakan penghilang rasa sakit alami. Endorfin juga dapat merangsang mood bahagia, sehingga membantu menangkal stres dan pikiran-pikiran negatif.

Berkat pelepasan hormon endorfin ini, tertawa juga digandang menjadi terapi alternatif yang baik untuk pasien kanker. Efektivitas terapi tawa bahkan dilaporkan memiliki efek yang setara dengan obat penenang bagi orang yang memiliki gangguan jiwa, tapi tanpa disertai efek samping obat. Memiliki selera humor dipercaya mampu membantu menetralkan segala bentuk negatif di dalam kehidupan yang dapat mengakibatkan depresi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

10 Fakta Unik tentang Jantung Manusia

Tahukah Anda bahwa banyak serangan jantung terjadi di hari Senin pagi? Simak berbagai fakta jantung lainnya yang mungkin belum Anda tahu.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Jantung 7 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Kenapa Penderita Depresi Harus Banyak Konsumsi Probiotik?

Makanan probiotik memang baik untuk sistem pencernaan Anda. Namun siapa sangka probiotik ternyata juga bisa meredakan gejala depresi? Ini dia penjelasannya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Mental, Gangguan Mood 7 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Batasan Wajar Menggunakan Media Sosial Dalam Sehari, Menurut Psikolog

Anda tak bisa lepas dari akun media sosial setiap harinya? Awas, Anda mungkin sudah melewati batas wajar menggunakan media sosial sehari-hari.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Mental, Kecanduan 7 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Perlukah Melakukan Medical Check Up secara Rutin?

Medical check up dapat membantu Anda mengetahui kondisi kesehatan yang dimiliki. Tes pemeriksaan apa saja yang biasa dilakukan dalam medical check up?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Kesehatan, Tes Kesehatan A-Z 7 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

serangan panik atau panic attack

Mengenal Perbedaan Panic Attack dan Anxiety Attack

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
depresi pagi hari

Gejala Depresi Suka Muncul di Pagi Hari? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
ablasi jantung

Ablasi Jantung, Prosedur Medis untuk Mengatasi Detak Jantung yang Tidak Normal

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
cek jantung

Berbagai Metode Pemeriksaan untuk Cek Kesehatan Jantung

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 9 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit