Penyakit Cerebrovascular Dapat Menyebabkan Stroke

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Penyakit cerebrovascular adalah penyakit pembuluh darah di otak, terutama arteri otak. Arteri di otak mengantarkan darah yang memasok nutrisi dan oksigen penting ke jaringan otak. Penyakit cerebrovascular muncul dari waktu ke waktu karena pembuluh darah di otak rentan terhadap kerusakan yang disebabkan oleh hipertensi atau tekanan darah tinggi intermiten, kolesterol tinggi, diabetes, penyakit pembuluh darah turuna, atau merokok.

Luka pada lapisan dalam pembuluh darah menyebabkan pembuluh darah sempit, kaku, dan kadang-kadang tidak teratur bentuknya. Sering kali pembuluh darah yang tidak sehat digambarkan memiliki aterosklerosis, yaitu pengerasan di lapisan dalam, biasanya berhubungan dengan bertambahnya  kolestrol.

Bagaimana penyakit cerebrovascular menyebabkan stroke?

Pembuluh darah di otak yang telah mengembangkan penyakit cerebrovascular rentan terhadap pembekuan darah. Gumpalan darah mulai terbentuk dalam arteri ketika arteri menyempit atau cacat. Gumpalan darah yang tumbuh di dalam pembuluh darah disebut trombus. Trombus yang mengalir melalui  pembuluh darah ke lokasi lain tubuh disebut embolus. Trombus atau embolus bisa terjebak dalam pembuluh darah sempit di otak, terutama yang telah rusak karena penyakit cerebrovascular, menyebabkan gangguan suplai darah yang disebut iskemia. Kelainan karena penyakit cerebrovaskular juga menyebabkan pembuluh darah menjadi lebih mudah sobek, meningkatkan risiko perdarahan.

Pada stroke yang disebabkan oleh kerusakan jaringan perdarahan, kerusakan jaringan otak karena perdarahan sama seperti kerusakan jaringan otak karena iskemia, keduanya terjadi secara bersamaan.

Ketika penyakit cerebrovascular berkembang, ini menyebabkan terjadinya penyakit jantung dan penyakit pembuluh darah juga turut muncul di tubuh. Penyebab penyakit cerebrovaskular mirip dengan penyebab penyakit pembuluh darah lainnya. Beberapa orang lebih rentan terhadap penyakit pembuluh darah.

Ada beberapa kondisi genetik yang menyebabkan penyakit cerebrovaskular berdampak lebih pada pembuluh darah di bagian lain tubuh.

Apa konsekuensi dari penyakit cerebrovascular?

Kehadiran penyakit cerebrovascular dapat menyebabkan stroke ringan dari waktu ke waktu. Karena otak memiliki kemamapuan untuk mengimbangi beberapa luka, banyak orang  menderita stroke ringan dan tidak mengalami gejala karena daerah jaringan otak tidak terpengaruh. Sering kali, orang-orang yang memiliki stroke ringan, disebabkan oleh penyakit cerebrovascular terkejut ketika mereka diberi tahu bahwa MRI atau CT scan otak menunjukkan bukti stroke sebelumnya. Dalam situasi ini, laporan hasil CT scan atau MRI akan menyebut  ‘penyakit pembuluh kecil,’ ‘lacunar strokes’ atau ‘ white matter disease.’ Temuan ini menunjukkan bahwa terdapat daerah yang terkena stroke namun tidak menyebabkan gejala yang jelas. Seiring waktu, jika beberapa stroke ringan terjadi, ambang batas kritis dapat dicapai. Pada titik ini, gejala bisa tiba-tiba menjadi jelas jika kemampuan kompensasi otak sudah kewalahan.

Penyakit cerebrovascular dapat memperburuk gejala demensia alias pikun. Beberapa orang penderita penyakit cerebrovascular berkelanjutan tidak menunjukkan gejala stereotip seperti kecapekan, kesulitan berbicara, atau kehilangan penglihatan, melainkan menunjukkan gejala pikun. Hal ini disebabkan oleh kesulitan otak mengintegrasikan pikiran dan kenangan sebagai akibat dari berbagai stroke ringan dari waktu ke waktu.

Apa pemicu penyakit cerebrovascular?

Penyakit cerebrovaskular jangka panjang dapat menyebabkan stroke mendadak. Trombus menyebabkan gumpalan darah mengalir dari jantung atau arteri karotis ke otak yang merupakan pemicu umum. Kemungkinan pemicunya yaitu hipertensi ekstrem yang mendadak. Pemicu lain yang dapat menyebabkan penyakit cerebrovascular lalu terjadinya stroke tiba-tiba yaitu blood vessel spasm atau kejang pembuluh darah, terjadi karena obat-obatan atau perubahan mendadak tekanan darah.

Bagaimana dokter mendiagnosis penyakit cerebrovascular?

Biasanya tidak ada tes skrining untuk mengetahui adanya penyakit cerebrovascular, meskipun terkadang tanda-tandanya dapat  dideteksi pada studi otak. Tidak adanya penyakit cerebrovascular yang ditunjukan CT atau MRI belum tentu akurat. Awasi faktor risiko yang menyebabkan perkembangan penyakit cerebrovascular memburuk. Beberapa penyakit cerebrovascular setidaknya dapat dikurangi dengan menurunkan kolesterol, mengontrol tekanan darah dan diabetes, dan berhenti merokok.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Lebih Baik Kompres Dingin atau Hangat untuk Menurunkan Demam?

Mana yang lebih baik untuk menurunkan demam: kompres dingin atau hangat? Simak masing-masing penjelasannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan, Gejala dan Kondisi Umum 10 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Daftar Pantangan Makanan untuk Penderita Stroke

Penting bagi Anda untuk mematuhi berbagai pantangan makanan penderita stroke agar penyakit ini tidak kambuh lagi. Yuk, simak daftarnya di sini!

Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Stroke, Kesehatan Otak dan Saraf 10 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Apa yang Terjadi pada Pasien Setelah Stroke Berlalu?

Setelah kondisi stroke, terdapat beberapa dampak yang mungkin muncul pada tubuh. Berikut adalah hal yang dapat terjadi pasca stroke.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Stroke, Kesehatan Otak dan Saraf 10 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

7 Cara Jitu Mencegah Terjadinya Stroke, Apa Saja yang Bisa Dilakukan?

Stroke merupakan salah satu penyakit yang mematikan. Oleh sebab itu, sebelum terlambat, lebih baik lakukan pencegahan stroke sejak dini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Stroke, Kesehatan Otak dan Saraf 7 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

oral thrush

Meski Tampak Sama, Ini Beda Oral Trush, Lidah Peta, dan Oral Hairy Leukoplakia (OHL)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
sindrom pura-pura sakit

Pura-pura Sakit? Bisa Jadi Anda Mengidap Sindrom Munchausen

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
komplikasi stroke

13 Komplikasi yang Mungkin Terjadi Akibat Stroke, Apa Saja?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 12 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
wajah tidak simetris

8 Sebab Mengapa Seseorang Memiliki Wajah yang Tidak Simetris

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 11 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit