home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

5 Masalah Kesehatan Penyebab Tulang Kering Anda Mati Rasa

5 Masalah Kesehatan Penyebab Tulang Kering Anda Mati Rasa

Mati rasa, kebas, atau ba’al adalah istilah-istilah yang dipakai untuk menyebut kondisi saat Anda tidak dapat merasakan sensasi apa pun di bagian tubuh tertentu. Biasanya kondisi ini diikuti dengan rasa kesemutan atau seperti ditusuk-tusuk jarum, hingga kesulitan menggerakkan bagian tubuh tersebut. Tulang kering bukan termasuk bagian tubuh yang cukup umum untuk mengalami mati rasa. Lantas, apa penyebab tulang kering mati rasa?

Berbagai penyebab tulang kering mati rasa

Berikut ini berbagai kondisi yang bisa menyebabkan tulang kering mati rasa:

1. Sciatica

mengatasi sciatica

Sciatica adalah masalah iritasi pada saraf sciatic. Saraf sciatic adalah saraf terpanjang dalam tubuh Anda yang membentang dari punggung bawah, pinggul, bokong, hingga kaki. Nyeri sciatica paling sering terjadi akibat saraf kejepit.

Nyeri sciatica biasanya membuat kaki lemas dan mati rasa sehingga membuat Anda sulit mengendalikan geraknya. Tak hanya itu, Anda juga akan merasakan nyeri yang cukup parah dari mulai tulang belakang bagian bawah, bokong, paha, hingga betis.

Rasa sakitnya juga bisa disertai sensasi terbakar yang cukup tajam, kadang Anda merasa seperti sedang tersengat listrik. Saat batuk atau bersin, rasa sakit sciatica biasanya akan semakin parah.

2. Shin splints

bakar kalori lari vs plank

Shin splints adalah masalah nyeri tulang kering yang biasa terjadi pada atlet lari, penari, atau anggota militer. Kondisi ini juga biasanya muncul saat seseorang baru mulai berlari atau meningkatkan intensitas larinya. Akibatnya, otot, tendon, dan jaringan di sekitar tulang kering bekerja terlalu keras hingga menimbulkan nyeri.

Jika Anda mengalami kondisi yang satu ini, biasanya Anda akan mengalami rasa sakit di sepanjang sisi bagian dalam tulang kering dan sedikit pembengkakan di kaki. Untuk mengatasinya, Anda bisa mengistirahatkan kaki sejenak dan mengompresnya dengan es.

Selain itu, mengenakan alas kaki yang tepat dan memodifikasi latihan rutin Anda juga dapat membantu mencegah agar shin splits tidak terulang.

3. Sindrom kaki gelisah

Sindrom kaki gelisah

Sindrom kaki gelisah atau restless leg syndrome termasuk salah satu kondisi yang menyebabkan tulang kering mati rasa. Kondisi ini menyebabkan adanya dorongan tak terkendali untuk menggerakkan kaki karena ada sensasi tidak nyaman yang dirasakan.

Biasanya Anda akan mengalami hal ini setelah Anda berbaring atau duduk terlalu lama, misal dalam perjalanan naik pesawat atau mobil, atau ketika nonton bioskop.

Sensasinya akan membaik jika Anda melakukan gerakan-gerakan seperti peregangan, mondar mandir, menggoyangkan kaki, atau berjalan.

4. Neuropati idiopatik

neuropati diabetik adalah komplikasi diabetes yang menyerang saraf

Neuropati terjadi ketika kerusakan saraf mengganggu fungsi sistem saraf perifer. Namun, ketika penyebabnya tidak dapat ditentukan kondisi ini disebut dengan neuropati idiopatik.

Dalam sistem saraf perifer ada tiga jenis saraf yaitu saraf sensorik, motor, dan otonom. Jika satu atau lebih saraf ini mengalami kerusakan maka berbagai gangguan akan muncul, termasuk mati rasa pada tulang kering.

Meski tidak ada obatnya, tetapi tanpa perawatan Anda akan mengalami kerusakan saraf jangka panjang. Oleh karena itu, Anda tetap perlu memeriksakan masalah ini ke dokter. Biasanya perawatannya termasuk pengobatan, terapi fisik, dan perubahan gaya hidup.

5. Penyakit arteri perifer

lutut sakit saat naik tangga

Penyakit arteri perifer terjadi ketika plak di dinding pembuluh darah menumpuk dan menyempit. Kondisi ini umumnya paling sering terjadi pada orang yang mengidap diabetes tipe 2. Gejala utamanya biasanya mati rasa, serta kesemutan di kaki dan telapaknya.

Selain itu, rasa kram, nyeri, sakit, dan kaku di area yang terkena juga menjadi gejala umum yang biasanya dirasakan. Anda juga bisa merasakan tubuh yang dingin dan juga pucat. Jika arteri sudah tersumbat bahkan kaki akan terasa sangat sakit dan tidak bisa bergerak.

Namun faktanya, setengah dari orang yang memiliki penyakit arteri perifer tidak mengalami gejala apapun.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Why Are My Shins Numb and How Do I Treat Them?

https://www.healthline.com/health/numbness-in-shin accessed on November 6th 2018

Sciatica

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/sciatica/symptoms-causes/syc-20377435 accessed on November 6th 2018

Shin Splints

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/shin-splints/symptoms-causes/syc-20354105 accessed on November 6th 2018

Restless Leg Syndrome

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/restless-legs-syndrome/symptoms-causes/syc-20377168 accessed on November 6th 2018

Idiopathic Neuropathy

https://www.healthline.com/health/idiopathic-neuropathy#causes accessed on November 6th 2018

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Widya Citra Andini Diperbarui 08/11/2018
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x