Panduan Nutrisi Lengkap untuk Orang Dengan Penyakit Jantung

Oleh

Penyakit jantung merupakan kondisi yang ditandai dengan adanya masalah atau gangguan pada organ jantung. Pemberian obat-obatan memang menjadi salah satu upaya untuk mengatasi penyakit ini. Namun di samping itu, dibutuhkan juga perubahan pola hidup guna menunjang keefektifan pengobatan medis tersebut. Nah, salah satu gaya hidup yang sebaiknya diubah yakni dengan memahami aturan makanan untuk penderita jantung.

Bagaimana kebutuhan zat gizi orang dengan penyakit jantung?

Secara garis besar, sebenarnya semua orang membutuhkan zat gizi berupa karbohidrat, protein, dan lemak untuk menunjang segala aktivitas tubuhnya. Hanya saja, jumlah yang dibutuhkan masing-masing orang tidaklah sama.

Hal ini biasanya ditentukan oleh berbagai faktor. Mulai dari usia, jenis kelamin, tinggi badan, berat badan, hingga aktivitas fisik yang dilakukan setiap harinya. Tak terkecuali untuk pengidap penyakit jantung.

Orang yang memiliki penyakit jantung biasanya membutuhkan asupan nutrisi yang lebih spesifik, ketimbang orang normal pada umumnya. Entah itu nutrisi antioksidan, atau bahkan dianjurkan untuk menghindari sumber makanan yang bisa memperparah kondisi kesehatannya.

Namun yang perlu diperhatikan, pengaturan makanan untuk penderita jantung yang satu dan lainnya belum tentu sama. Ambil contoh, penyakit jantung yang disebabkan oleh adanya penyumbatan pada pembuluh darah, dengan penyakit gagal jantung tentu membutuhkan asupan nutrisi yang berbeda.

Berapa kebutuhan kalori dan zat gizi makro harian pasien jantung?

Jika dilihat secara umum, rata-rata kebutuhan kalori pengidap penyakit jantung usia dewasa berkisar antara 1500-2000 kalori (Kal). Dengan rincian asupan zat gizi makro yakni:

  • 55-60 persen karbohidrat
  • 15-20 persen protein
  • 25-30 persen lemak

Anjuran kebutuhan lemak tersebut pun masih bisa dibagi lagi, seperti untuk asam lemak jenuh sebaiknya kurang dari 10 persen. Sementara untuk asam lemak rantai tunggal sebanyak 20 persen, dan asam lemak rantai ganda sekitar 10 persen.

Meski begitu, jumlah asupan zat gizi dalam makanan untuk masing-masing penderita jantung sebenarnya bisa berbeda-beda. Lagi-lagi, hal tersebut ditentukan berdasarkan usia, jenis kelamin, berat badan, tinggi badan, serta aktivitas hariannya. Bukan hanya itu, tingkat keparahan penyakit yang dimiliki juga turut andil sebagai penentu kebutuhan nutrisinya.

Bagaimana anjuran makanan untuk penderita penyakit jantung?

nutrisi untuk kusta

Asupan karbohidrat, protein, dan lemak harus selalu ada di dalam makanan harian untuk penderita jantung. Namun, penting untuk diingat jikapenyakit jantung erat kaitannya dengan berbagai penyakit lain, seperti penyakit ginjal, diabetes, dan tekanan darah tinggi (hipertensi). Otomatis, pemilihan makanannya pun tidak boleh sembarangan.

Dengan kata lain, sebaiknya sesuaikan kembali apakah terdapat faktor risiko lain di samping penyakit jantung. Nah, untuk sumber karbohidrat bisa Anda penuhi dari makanan yang kaya akan serat, vitamin, serta mineral di dalamnya.

Sedangkan untuk lemak, carilah sumber makanan yang baik untuk menunjang kesehatan jantung. Misalnya buah alpukat, minyak zaitun, ikan laut, kacang almond, kacang kenari (walnut), kacang merah, kacang hijau, biji-bijian, serta minyak ikan.

Bagi Anda yang memiliki penyakit jantung, sebenarnya tidak ada anjuran minuman khusus. Hanya saja, aturannya mungkin akan sedikit berbeda jika Anda mengalami gagal jantung yang kerap disertai dengan pembengkakan pada jantung, tangan, dan kaki.  Dalam hal ini, jumlah minuman yang dikonsumsi setiap harinya harus disesuaikan lagi dengan kondisi tubuh dan kesehatan pasien.

Sebaliknya, hindari sumber makanan yang memang berbahaya untuk kondisi jantung Anda. Jeroan, kulit ayam, dan lemak pada daging sapi merupakan sumber makanan dengan kandungan lemak jenuh yang tinggi. Kesemua makanan tersebut yang sebaiknya dihindari atau tidak boleh dimakan sama sekali oleh penderita jantung.

Selain itu, aturan makanan untuk penderita jantung juga sebaiknya mengurangi konsumsi makanan dan minuman kemasan yang biasanya memiliki kandungan gula, garam, dan pengawet yang tinggi. Pasalnya, berbagai makanan dan minuman tersebut umumnya mampu menaikkan tekanan darah, sehingga nantinya berpengaruh terhadap fungsi jantung.

Kenapa pasien jantung sebaiknya mengurangi asupan lemak?

Sebenarnya tidak semua sumber lemak harus dihindari. Jenis lemak baik tentu masih boleh dikonsumsi dan tidak perlu dikurangi. Namun, tetap harus diperhatikan jika penderita jantung sedang berupaya untuk menurunkan berat badan. Asupan lemak baik tersebut mungkin harus sedikit dikurangi, karena masih mengandung kalori yang cukup tinggi.

Lain halnya dengan lemak jahat yang memang sebaiknya dihindari sama sekali oleh orang dengan penyakit jantung. Bukan tanpa alasan, sumber lemak ini justru bisa memperparah kondisi jantung karena menghambat aliran darah tubuh.

Di samping itu, perhatikan juga cara mengolah makanan Anda. Alangkah baiknya untuk menghindari memasak dengan metode deep frying, atau menggoreng dengan merendam dalam minyak panas. Selain bisa merusak zat gizi dalam makanan, metode memasak tersebut juga bisa menambah kandungan lemak jahat.

Sebagai gantinya, coba gunakan cara memasak lainnya. Anda bisa mengukus, memepes, atau membakar, tetapi dengan tetap memerhatikan sumber makanannya.

Bolehkah pasien penyakit jantung makan camilan?

Tentu saja boleh dan tidak ada larangan. Akan tetapi saran saya, pilihlah camilan atau kudapan dari sumber makanan yang dianjurkan. Hindari makan makanan yang terlalu banyak melalui proses pengolahan, bahkan diberi banyak tambahan zat pengawet, pewarna, serta perasa.

Jika ingin ngemil, Anda bisa memilih makan ubi atau jagung yang direbus dan bukan yang telah diolah menjadi kolak atau popcorn. Atau contoh makanan camilan untuk penderita penyakit jantung lainnya, pilihlah kacang-kacangan, seperti biji bunga matahari maupun kuaci yang berasal dari biji labu.

Terkadang, Anda mungkin sedang ingin sekali nyemil suatu makan tertentu tapi takut akan kandungan bahan di dalamnya. Solusinya, coba pilih dan olah makanan tersebut dengan menakar sendiri campuran bumbunya sesuai kebutuhan.

Apa akibatnya jika aturan makanan untuk penderita jantung tidak dipatuhi?

Prolaps Katup Mitral

Bukan tidak mungkin, mengabaikan aturan makanan untuk penderita penyakit jantung justru bisa membuat kondisi ini semakin memburuk. Hanya saja, tingkat keparahan yang ditimbulkannya tidak sama, melainkan berbeda-beda tergantung dari jenis penyakit jantung yang Anda miliki.

Begini penjelasannya. Ketika Anda memiliki penyumbatan pembuluh darah, tapi masih sering makan makanan yang tinggi lemak jenuh, otomatis pembuluh darah akan semakin menyempit. Hal ini tentu memperbesar risiko Anda untuk mengalami serangan jantung kedua.

Selain membahayakan jantung, penyempitan pembuluh darah yang terjadi di otak berisiko membuat Anda terserang stroke. Pada kasus lainnya, kondisi ini bahkan bisa sampai mengakibatkan kegagalan organ-organ tubuh.

Jadi sebenarnya, aturan makanan harian ini tidak hanya dibutuhkan oleh penderita penyakit jantung saja. Terlepas dari bagaimana kondisi kesehatannya, semua orang sebenarnya perlu memerhatikan dan memilah-milah asupan makanan hariannya.

Intinya, begini anjuran makanan yang tepat untuk penderita jantung

Dari berbagai saran yang telah saya kemukakan sebelumnya, berikut garis besar aturan makanan harian untuk penderita penyakit jantung:

  • Nikmati berbagai makanan yang memang dianjurkan untuk kondisi kesehatan Anda.
  • Batasi asupan lemak harian, dan gunakan metode memasak makanan yang rendah lemak.
  • Jika ingin makan daging, sebaiknya pilih yang tanpa lemak. Baik itu untuk daging merah, daging unggas, ikan, dan lainnya.
  • Makan ikan setidaknya 2 kali seminggu.
  • Makan kacang-kacangan secara rutin, salah satunya kacang lentil.
  • Pilih produk susu yang rendah lemak.
  • Perbanyak asupan serat, misalnya dengan makan sekitar 5-10 porsi sayuran dan buah-buahan setiap harinya.
  • Tingkatkan asupan serat hingga mencapai 20-30 gram sehari, misalnya dengan makan roti gandum dan sereal tanpa tambahan gula.
  • Hindari makan camilan dan makanan penutup dengan kandungan lemak yang tinggi.
  • Usahakan untuk mengurangi asupan gula dalam makanan harian.
  • Usahakan untuk mengurangi asupan garam dalam makanan harian.
  • Usahakan untuk mengurangi minum minuman berkafein (kopi dan teh), dengan jumlah maksimal 3 cangkir setiap harinya
  • Pastikan Anda selalu aktif secara fisik (konsultasikan jenis latihan fisik yang cocok dengan usia dan keterbatasan fisik). Jangan lupa untuk menjaga berat badan ideal.

Dengan memegang aturan penting ini, paling tidak Anda dapat menjaga fungsi organ jantung sekaligus mencegah agar kondisi kesehatan tidak semakin memburuk.

Baca Juga:

dr. Kristina Joy Herlambang, BMedSci (Hons), M.Gizi, Sp.GK Physician Nutrition Specialist
dr. Kristina Joy, BMedSci (Hons), M.Gizi, Sp.GK atau akrab disapa dengan dr. Joy ini menempuh pendidikan kedokteran umumnya ...
Selengkapnya
dr. Kristina Joy Herlambang, BMedSci (Hons), M.Gizi, Sp.GK Physician Nutrition Specialist

dr. Kristina Joy, BMedSci (Hons), M.Gizi, Sp.GK atau akrab disapa dengan dr. Joy ini menempuh pendidikan kedokteran umumnya di Universitas Indonesia. Dari universitas yang sama pula, dr. Kristina Joy mendapatkan gelar magister dan spesialisnya dalam bidang Gizi Klinik.

 

Pengalaman klinis menyadarkannya, edukasi yang minim pada orangtua dan anak merupakan salah satu penyebab tingginya malnutrisi alias angka kurang gizi di Indonesia. Menurutnya, edukasi orangtua dan anak sejak dini sangat penting dilakukan sebagai tindakan promosi preventif berbagai masalah kesehatan yang kompleks.

 

Selain itu, masalah kesehatan yang sudah ada harus ditangani dengan perawatan menyeluruh, ditinjau dari berbagai aspek medis maupun sosial. Ia percaya, nutrisi dan gaya hidup yang baik merupakan kunci penting tindakan pencegahan dan penyembuhan berbagai masalah kesehatan. Selain berpraktik di RS EMC Tangerang dan klinik Cos Med, dr. Kristina Joy juga aktif mengikuti berbagai seminar dan pelatihan tentang ilmu gizi karena ia yakin bahwa ilmu gizi akan terus mengalami perkembangan.

Selengkapnya