Makanan Sehat untuk Pasien Penyakit Jantung Plus Cara Mengolahnya

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: | Oleh

Tanggal update Mei 18, 2020
Bagikan sekarang

Punya penyakit jantung (kardiovaskuler) mengharuskan Anda melakukan diet. Ini artinya, pilihan makanan dan cara mengolah makanan harus diperhatikan. Mengingat plak di pembuluh darah jantung terbentuk dari lemak, kolesterol, kalsium, dan mineral lain yang terkandung dari makanan. Untuk mencegah gejala penyakit jantung tidak kembali kambuh, perhatikan pilihan makanan dan cara menyajikannya berikut ini.

Pilihan makanan untuk pasien penyakit jantung

Anda yang sakit jantung, akan terus memiliki penyakit ini seumur hidup. Meski tidak bisa disembuhkan, Anda bisa mencegah komplikasi dengan mengikuti pengobatan dan mengikuti panduan diet jantung.

Jika diet jantung tidak diterapkan, pengobatan jadi tidak efektif. Akibatnya, gejala akan sering kambuh. Parahnya lagi, komplikasi penyakit jantung seperti serangan jantung, henti jantung, atau gagal jantung jadi semakin gencar menyerang Anda.

Nah, tujuan pasien penyakit kardiovaskuler dalam menjaga pola makan ternyata terbagi menjadi tiga, yaitu:

  • Memberikan makanan yang cukup dan sesuai kebutuhan tanpa memperberat kerja jantung
  • Menurunkan berat badan bila pasien memiliki berat badan berlebih
  • Mencegah serta menghilangkan edema atau bengkak yang disebabkan oleh penimbunan garam atau air di dalam tubuh

Dalam penerapan diet jantung, yang perlu Anda pahami pertama kali adalah tahu pilihan makanan yang tepat. Jangan bingung, berikut ini ada berbagai makanan yang direkomendasikan untuk pasien penyakit jantung.

1. Salmon dan tuna

Salmon dan tuna menjadi makanan terbaik untuk jantung karena kaya asam lemak omega 3. Omega 3 adalah jenis asam lemak tak jenuh yang dapat mengurangi peradangan, termasuk pada pembuluh darah sekitar jantung.

Situs kesehatan Mayo Clinic menyebutkan manfaat tuna dan salmon yang kaya omega 3 untuk jantung, seperti mengurangi trigliserida, tekanan darah, pembekuan darah, dan menormalkan kembali detak jantung tidak teratur. Konsumsi dua porsi (150 gram) ikan ini dalam seminggu, dapat mengurangi risiko henti jantung mendadak.

Pilih salmon dan tuna yang dikembangbiakkan di tambak, bukan yang berasal dari laut karena cukup tinggi merkuri.

2. Kedelai, edamame, dan kacang tanah

Makanan yang sehat untuk pasien penyakit jantung harus kaya protein. Selain protein hewani dari ikan, Anda perlu melengkapi protein nabati dari produk olahan kedelai, seperti tahu, tempe, atau biji kacang kedelai.

Menurut American Heart Association kacang kedelai baik untuk jantung karena mengandung isoflavon, yaitu antioksidan yang mirip hormon estrogen.

Antioksidan ini dalam tubuh dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskuler pada wanita pascamenopause sehingga aman dikonsumsi pasien dengan masalah jantung.

Isoflavon tidak hanya ada pada kacang kedelai saja, Anda juga bisa mendapatkan antioksidan ini dari edamame dan kacang tanah.

3. Oatmeal dan gandum murni

Oatmeal dan gandum murni masuk dalam daftar makanan yang sehat untuk pasien penyakit jantung. Oatmeal yang terbuat dari tanaman haver ini mengandung serat yang dapat menurunkan kadar kolesterol sehingga mencegah terbentuknya plak di pembuluh arteri.

Di samping itu, oatmeal juga mengandung senyawa antiradang dan antioksidan yang dapat mencegah penumpukan plak. Kedua manfaatnya ini menjaga fungsi pembuluh darah arteri tetap sehat. Kemudian, gandum yang mengandum beta-glukan juga baik untuk jantung karena dapat mengendalikan kadar kolesterol tubuh.

4. Kenari dan almond

Untuk camilan, pasien penyakit jantung bisa memilih kenari dan almond. Kedua kacang ini mengandung lemak tak jenuh, serat,  asam lemak omega 3, vitamin E, stenol, dan L-arginin.

Berdasarkan nutrisinya ini, kenari dan almond dapat menjaga kesehatan jantung dengan berbagai cara, yaitu:

  • Menurunkan kadar kolesterol jahat dalam darah
  • Mengurangi peradangan di pembuluh darah dan pembekuan darah
  • Menghambat penumpukan plak di arteri
  • Menjaga dinding arteri tetap fleksibel

Sekitar 80% kacang adalah lemak. Meskipun sebagian besar lemak tersebut sehat dan dibutuhkan tubuh, kandungan kalorinya cukup tinggi. Oleh karena itu, porsinya harus dibatasi, yakni sekitar 600 gram kacang tawar per minggu.

Pilih kacang yang rasanya tawar tanpa ditambahkan perasa. Kacang ini bisa dinikmati langsung, dicampur yogurt, atau ditambahkan pada oatmeal.

5. Kacang hitam

Bila persedian kacang almond atau kenari sedang habis, Anda bisa memilih kacang hitam. Jenis dapat menjadi makanan yang sehat untuk pasien penyakit jantung.

Sebuah studi pada jurnal Nutrients menyebutkan serat, antioksidan, dan senyawa antiradang pada kacang hitam bisa mengurangi kadar kolesterol dalam darah. Tidak hanya itu, kacang ini juga dapat membantu mengontrol kadar glukosa dalam darah.

6. Yogurt

Baru-baru ini studi pada American Journal of Hypertension menyebutkan bahwa yogurt menjadi makanan yang dapat menurunkan risiko penyakit jantung untuk orang dewasa dengan hipertensi.

Anda tentu sudah tahu bahwa hipertensi menjadi salah satu faktor risiko dari penyakit kardiovaskuler sekaligus dapat memparah kondisinya jika tidak terkontrol. Manfaatnya bisa didapat dari kalsium dan kalium pada yogurt jika dikonsumsi secara rutin dikombinasikan dengan buah dan sayur.

Namun, pilihan yogurt terbaik untuk orang yang bermasalah jantungnya adalah yogurt rendah lemak. Agar lebih sehat, Anda bisa menambahkan kacang almond.

7. Biji rami dan biji chia

Jenis biji-bijian yang bisa Anda andalkan sebagai makanan untuk pasien penyakit jantung adalah biji rami dan biji chia. Keduanya bisa Anda tambahkan pada yogurt, oatmeal, atau menu masakan lain.

Biji rami dan biji chia kaya dengan serat, asam lemak omega 3, dan fitoestogen yang baik untuk jantung. Nutrisinya ini dapat membantu mengendalikan kadar kolesterol dan tekanan darah tetap normal.

8. Cokelat

Studi yang diterbitkan pada British Medical Journal menyimpulkan bahwa cokelat termasuk makanan yang baik untuk pasien penyakit jantung.

Ini karena cokelat bisa menurunkan risiko penyakit jantung hingga 11 persen dan mencegah kematian dini pada penderita penyakit jantung hingga 25 persen. Bahkan, makan cokelat juga bisa menurunkan risiko stroke sebesar 23 persen.

Para ahli sepakat bahwa kandungan flavonoid pada cokelatlah yang menyehatkan jantung. Flavonoid merupakan antioksidan yang memiliki kemampuan untuk menurunkan tekanan darah, berperan sebagai antiradang, mencegah penggumpalan darah, serta memperlancar aliran darah.

9. Berbagai jenis buah beri dan citrus

Kelompok buah beri, seperti blueberry, stroberi, blackberry, dan raspberry menyehatkan tubuh, termasuk jantung. Buah ini disebut sebagai makanan yang aman bagi pasien penderita jantung karena kaya antioksidan.

Buah-buahan ini dipasarkan dalam kondisi segar dan beku. Namun, Anda disarankan memilih buah yang kondisinya segar karena kandungan nutrisinya jauh lebih tinggi. Anda bisa menikmati buah ini langsung, dicampur dengan yogurt, dibuah jus, atau ditambahkan pada oatmeal.

Antioksidan juga terkandung bahwa berbagai jenis buah citrus, seperti jeruk mandarin atau jeruk bali merah. Antioksidannya dapat meningkatkan proses metabolisme lemak di tubuh, mencegah peradangan, dan kerusakan sel.

10. Ubi jalar

Makanan selanjutnya untuk pasien penyakit jantung adalah ubi jalar. Makanan yang manis ini mengandung vitamin A yang menyehatkan tubuh, termasuk jantung Anda. Kandungan serat dan nutrisi lain diketahui dapat mengurangi kadar kolesterol dalam darah.

Untuk nutrisi terbaik, sebaiknya Anda pilih ubi jalar yang berwarna oranye atau ungu. Anda bisa menikmati ubi jalar dengan direbus, dipanggang, atau ditambahkan pada sayur. Namun bagi Anda yang memiliki penyakit ginjal, makanan ini harus dibatasi karena cukup tinggi kandungan oksalat.

11. Buah ceri

Buah ceri bisa menjadi makanan pilihan untuk pasien penyakit jantung. Alasannya, karena ceri kaya dengan antioksidan seperti serat, serat, vitamin C, karotenoid, dan polifenol. Semua nutrisi tersebut dapat meningkatkan fungsi jantung dan pembuluh darah.

Kebanyakan buah ceri dijual dalam bentuk beku atau dikeringkan. Akan tetapi, lebih baik Anda memilih buah ceri yang kondisinya masih segar.

12. Sayuran hijau

Dari semua pilihan makanan yang disebutkan di atas, akan lebih lengkap jika Anda tambahkan dengan sayuran hijau. Sayuran hijau mengandung berbagai nutrisi yang menyehatkan tubuh secara menyeluruh, termasuk organ jantung Anda.

Akan tetap dari beragam jenis sayur, yang paling baik untuk penderita penyakit kardiovaskuler adalah brokoli, bayam, kangkung, sawi hijau, pok choy, dan asparagus. Kelompok sayuran ini tinggi vitamin C, vitamin E, folat, kalium, kalsium, dan serat yang membantu jantung terus berfungsi normal.

Mengolah makanan untuk pasien penyakit jantung

diet mediterania penyakit jantung

Di samping memilih makanan yang tepat, cara mengolah dan menyajikan makanan juga perlu diperhatikan. Pasalnya, jika makanan yang sehat diolah dengan cara yang tidak tepat, kesehatan jantung akan berpengaruh. Lebih jelasnya, ikuti beberapa tips di bawah ini.

1. Ketimbang membeli, lebih baik masak sendiri

Makanan yang disajikan di restoran cenderung memiliki kalori, sodium, dan lemak “jahat” yang tinggi. Semua hal tersebut, dapat memperburuk kondisi jantung Anda.

Jadi, cobalah untuk memasak sendiri di rumah dengan bahan-bahan yang segar dan sehat. Dengan begitu, Anda bisa meracik masakan sesuai dengan aturan diet jantung.

2. Pakai minyak zaitun

Minyak zaitun baik untuk orang dengan penyakit jantung karena lebih kecil efeknya dalam meningkatkan kolesterol darah ketimbang margarin. Meski begitu, penggunaan minyak ini tetap perlu dibatasi terutama dalam menumis atau mencampurnya dengan salad.

3. Kurangi garam, ganti dengan rempah-rempah

Dalam diet jantung, penggunaan garam harus dibatasi. Sebagai gantinya, Anda bisa mengandalkan rempah-rempah untuk menyedapkan makanan pasien penyakit jantung. Anda bisa mengikuti beberapa triknya, seperti:

  • Peras lemon segar atau air jeruk nipis pada sayuran kukus, ikan panggang, nasi, salad atau pasta
  • Cobalah lemon lada bebas garam sebagai bumbu pada ayam
  • Gunakan bawang merah dan bawang putih untuk memberi cita rasa daging dan sayuran
  • Cobalah memanggang ayam atau daging dengan saus barbekyu atau dengan bumbu buatan sendiri.

4. Jangan digoreng, tapi olah makanan dengan cara yang lebih aman

Makanan yang digoreng memang menggugah selera. Namun, jika Anda ingin menjaga jantung tetap sehat, hindarilah mengolah makanan dengan cara digoreng.

Lemak trans dan lemak jenuh didapat dari proses pemanasan minyak. Nantinya, lemak dari minyak akan menyumbat pembuluh darah sehingga menyebabkan jantung harus bekerja ekstra keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Ini bisa memicu berbagai masalah serius bagi jantung ke depannya.

Anda bisa beralih ke makanan yang serba dipanggang untuk menghindari penyumbat arteri yang bisa Anda dapatkan dari makanan serba gorengan. Akan lebih baik lagi jika Anda juga menggantinya dengan makanan rebus atau kukusan.

5. Bijak dalam memilih makanan lainnya

Selain makanan yang disebutkan di atas, masih ada beragam makanan lain yang sebenarnya boleh Anda konsumsi. Contohnya, daging ayam dan daging sapi. Sebenarnya, Anda boleh mengonsumsi makanan ini, tapi sisihkan bagian lemaknya. Jangan lupa, batasi asupannya karena protein hewani masih bisa Anda dapatkan dari berbagai jenis ikan.

Sementara untuk mayonaise, Anda bisa menggantinya dengan greek yogurt tanpa rasa. Untuk jenis susu, pilih jenis susu skim dan kurangi penggunaan keju.

Mengikuti diet jantung memang bukan perkara mudah. Jika Anda kesulitan, jangan ragu untuk melakukan konsultasi lebih lanjut pada dokter yang menangani kondisi Anda maupun ahli gizi.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Resep Bola-Bola Cokelat untuk Buka Puasa yang Bisa Dibuat Bareng Si Kecil

Bingung mau bikin menu buka puasa seperti apa? Anda bisa membuat bola-bola cokelat bersama si kecil, ini resep mudah yang bisa diikuti.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Riska Herliafifah
Hari Raya, Ramadan Mei 6, 2020

Manfaat Masak Sendiri bagi Kesehatan Fisik dan Mental

Saat mengakhiri hari yang sibuk, makan di luar rasanya menjadi pilihan tercepat dan mudah, padahal masak makanan sendiri punya banyak manfaat lho.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh Ulfa Rahayu
Hidup Sehat, Fakta Unik Mei 3, 2020

Panduan Berpuasa Bagi Penderita Maag

Makan sekaligus dalam porsi besar baik saat berbuka maupun sahur, justru bisa memicu serangan maag kambuh. Simak berbagai tips berpuasa untuk penderita maag.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh dr. Angga Maulana
Hari Raya, Ramadan April 30, 2020

Beras Merah vs Beras Shirataki, Mana yang Efektif untuk Diet?

Bagi yang sedang diet, konsumsi beras atau nasi mungkin akan dibatasi. Beras merah atau beras shirataki dapat menjadi pilihan, tapi mana yang lebih efektif?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Ihda Fadila
Nutrisi, Hidup Sehat Maret 29, 2020

Direkomendasikan untuk Anda

3 Rumus Menjalani Lebaran Sehat

3 Rumus Menjalani Lebaran Sehat

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh dr. Maizan Khairun Nissa
Tanggal tayang Mei 21, 2020
Amankah Jika Penderita Penyakit Jantung Ikut Berpuasa?

Amankah Jika Penderita Penyakit Jantung Ikut Berpuasa?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Nimas Mita Etika M
Tanggal tayang Mei 18, 2020
Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Arinda Veratamala
Tanggal tayang Mei 17, 2020
Kenali Sirtfood Diet yang Bikin Berat Badan Adele Turun

Kenali Sirtfood Diet yang Bikin Berat Badan Adele Turun

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Nabila Azmi
Tanggal tayang Mei 12, 2020