5 Tips Tetap Puasa Saat Sedang Demam

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Demam adalah kondisi ketika suhu tubuh berada di atas angka 38 derajat celsius. Demam merupakan bagian dari proses kekebalan tubuh yang sedang melawan infeksi akibat virus, bakteri, atau parasit. Lantas, bagaimana jika Anda tetap menjalankan puasa saat demam? Di artikel ini Anda akan menemukan beberapa tips menjalani puasa saat demam.

Bagaimana menjalankan puasa saat demam?

Meskipun terkadang mengkhawatirkan, demam yang tinggi tidak selalu menandakan bahwa Anda menderita suatu penyakit yang serius. Demam yang seringkali dijumpai pada kasus infeksi anak-anak seringkali tidak berbahaya. Malahan, demam merupakan pertanda bahwa sistem kekebalan tubuh sedang berusaha untuk melawan infeksi tersebut.

Sebenarnya ketika Anda sakit, Anda tidak diperbolehkan untuk berpuasa. Orang sakit biasanya akan mendapatkan keringanan dari sisi agama (Anda bisa menanyakan hal ini kepada ahli agama). Namun, jika Anda tetap ingin menjalankan ibadah puasa saat demam, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan.

Meskipun demam merupakan tanda bahwa sistem imunitas sedang bekerja melawan virus, bakteri, jamur, atau hal lain yang masuk pada tubuh. Tetapi, Anda perlu mengendalikan demam sehingga Anda merasa nyaman, terutama ketika Anda tetap ingin menjalankan puasa saat demam. Nah, apa saja hal yang harus Anda lakukan ketika puasa saat demam? Berikut beberapa tipsnya.

1. Cukupi kebutuhan asupan cairan

Pastikan Anda memenuhi kebutuhan asupan cairan. Mengapa hal ini penting? Karena ketika demam tubuh akan mengalami kenaikan suhu sehingga tubuh Anda akan terasa panas. Saat inilah cairan di dalam tubuh seperti menguap dan tubuh mudah sekali mengalami dehidrasi.

Hindari dehidrasi dengan banyak minum air putih dari waktu berbuka puasa hingga menjelang imsyak. Anda tidak diperbolehkan minum air es atau dingin, karena bisa memperparah demam. Ada baiknya Anda lebih memilih minum air hangat. Anda bisa menggunakan rumus 2-4-2, dua gelas saat berbuka puasa, empat gelas pada malam hari, dan dua gelas pada jam sahur.

2. Kompres air hangat

Kompres merupakan tindakan yang biasa dilakukan ketika demam. Namun, kompres tidak akan efektif menurunkan suhu tubuh jika menggunakan air dingin. Jika seseorang demam, yang dianjurkan adalah kompres air hangat, bukan dingin. Hal ini untuk memindahkan suhu panas pada tubuh. Bagian tubuh yang bisa Anda kompres adalah dahi dan ketiak.

3. Hindari menggunakan pakaian yang tebal

Sebisa mungkin hindari memakai selimut yang tebal dan pakaian hangat, sebab hal tersebut justru menghambat proses pelepasan panas dari dalam tubuh. Walaupun Anda merasa kedinginan saat sedang demam, sebenarnya suhu tubuh Anda sangat tinggi, dan Anda harus menurunkannya agar tubuh menjadi lebih hangat.

Biarkan tubuh Anda mengeluarkan panas yang berlebihan dengan mengenakan pakaian yang tipis dan menutupi tubuh dengan selimut atau kain yang tipis apabila diperlukan. Mengenakan baju hangat dan selimut bisa sangat berbahaya saat Anda demam karena bisa membuat suhu tubuh Anda menjadi semakin tinggi.

4. Perhatikan makanan untuk berbuka dan sahur

Anda bisa memasukkan buah-buahan ke dalam menu berbuka puasa atau sahur Anda seperti semangka dan jeruk. Buah-buahan ini kaya akan kandungan vitamin C, yang dapat melawan infeksi dan menurunkan demam.

Buah-buahan ini juga akan memenuhi kebutuhan cairan tubuh Anda. Hindari makanan berat yang berminyak dan berlemak seperti gorengan saat berbuka puasa. Anda juga harus menghindari makanan pedas untuk sementara waktu.

5. Obat

Demam dengan suhu yang tidak terlalu tinggi dan tidak berlangsung lama biasanya tidak membutuhkan obat penurun demam. Namun untuk mengatasi ketidaknyamanan tubuh, ada beberapa obat penurun demam yang bisa dibeli secara bebas di toko obat. Gunakan obat penurun panas ini saat demam sudah lebih dari 38 derajat celcius atau lebih.

Anda bisa memilih parasetamol, ibuprofen, aspirin, atau antibiotik. Perhatikan label kemasan atau Anda bisa menanyakan mengenai rincian obat kepada apoteker. Anda bisa mengonsumsi obat ketika waktu berbuka puasa atau sahur.  Disarankan untuk menemui dokter jika suhu demam semakin tinggi atau tidak membaik setelah tiga hari.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca