Mengenal Penyebab dan Dampak Gangguan Tiroid Pada Wanita

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 22 Januari 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Dari beberapa negara Asia Tenggara, Indonesia menempati posisi tertinggi untuk kasus gangguan tiroid. Kondisi ini umumnya lebih banyak terjadi pada wanita daripada pria. Parahnya lagi, gangguan tiroid pada wanita biasanya tidak disadari. Alhasil, kondisi ini membawa beberapa masalah kesehatan yang cukup serius. Apa yang menyebabkan hal ini dan apa saja dampaknya? 

Apa itu gangguan tiroid?

Gangguan tiroid pada wanita adalah kondisi terganggunya jumlah hormon tiroid—bisa terlalu banyak (hipertiroid) atau terlalu sedikit (hipotiroid)—pada seorang wanita.

Tiroid adalah kelenjar yang menghasilkan hormon endokrin. Kelenjar ini terletak di bagian depan dan bawah leher dengan bentuk menyerupai kupu-kupu. 

Fungsi tiroid adalah untuk mengatur banyaknya sel jaringan dan organ tubuh Anda. Hormon tiroid dalam jumlah yang normal dapat memaksimalkan perkembangan tubuh dan otak Anda. 

Tidak hanya jumlahnya yang kelebihan atau kekurangan, gangguan tiroid pada wanita juga bisa disebabkan oleh kelainan fungsi dan bentuk tiroid.

Misalnya, pembesaran kelenjar tiroid, gondok, dan GAKI (Gangguan Akibat Kekurangan Iodium). Kelenjar tiroid juga bisa terserang infeksi atau bahkan kanker. 

Apa saja gejala gangguan tiroid pada wanita?

Menurut Dr. dr. Fatimah Eliana, SpPD-KEMD, dokter ahli endokrin yang ditemui di Kementerian Kesehatan Indonesia, Rabu (17/07), gejala gangguan tiroid pada wanita sering kali tidak dideteksi.

Hal ini disebabkan karena beberapa gejala gangguan tiroid mirip dengan kondisi penyakit lain. Anda harus melakukan tes untuk memastikan masalah hormon tiroid ini.

Dr. Fatimah Eliana mengatakan ada beberapa gejala gangguan tiroid yang umum terjadi pada wanita.  

Gejala hipertiroid

  • Sering merasa kepanasan
  • Berat badan menurun
  • Sering berkeringat
  • Rambut rontok
  • Tangan tremor
  • Detak jantung cepat

Gejala hipotiroid

  • Sembelit
  • Berat badan naik drastis
  • Rambut rontok
  • Kuku rapuh
  • Depresi
  • Cepat lelah

Mengapa perempuan lebih rentan kena gangguan tiroid daripada pria?

Menurut dr. Fatimah Eliana, gangguan tiroid cenderung lebih rentan terjadi pada wanita karena kandungan hormon estrogen yang dimiliki. Wanita diketahui memang memiliki lebih banyak hormon estrogen dibandingkan pria.  

Gangguan tiroid termasuk ke dalam salah satu penyakit autoimun. Penyakit autoimun itu sendiri memang diketahui lebih sering menyerang wanita karena estrogen tadi.

Hormon estrogen dapat menyebabkan hormon tiroid tidak dapat berfungsi secara optimal. Akibatnya, seseorang jadi lebih rentan terkena hipertiroid ataupun hipotiroid. 

Apa saja dampak kondisi ini?

Umumnya, gangguan tiroid pada wanita dapat memengaruhi kehidupan sehari-hari. Bahkan, kondisi ini juga dapat menurunkan kualitas hidup.

Pada wanita, ada dua dampak gangguan tiroid yang harus diwaspadai, antara lain:

Membuat siklus menstruasi berantakan

Hormon tiroid adalah hormon yang membantu mengendalikan siklus menstruasi wanita. Terlalu banyak atau terlalu sedikit hormon tiroid dapat membuat haid jadi sedikit, terlalu banyak, atau bahkan siklusnya tidak teratur. 

Gangguan tiroid juga dapat menyebabkan menstruasi berhenti selama beberapa bulan atau lebih. Kondisi ini disebut dengan amenore.

Jika gangguan tiroid menyebabkan masalah pada sel telur wanita, ada risiko Anda bisa mengalami menopause dini sebelum usia 40 tahun.

Berdampak pada kesuburan

Gangguan tiroid, seperti hipertiroidisme dan hipotiroidisme dapat menyebabkan ketidaksuburan pada wanita. Ini karena hormon tiroid dapat mengganggu keseimbangan hormon dalam tubuh wanita yang mengatur ovulasi. 

Gangguan tiroid yang berupa hipotiroidisme pada wanita juga dapat menyebabkan tubuh memproduksi lebih banyak prolaktin. Prolaktin adalah hormon merangsang tubuh memproduksi ASI. Terlalu banyak prolaktin dapat mencegah ovulasi.

Bagaimana cara mengatasi gangguan tiroid?

Menurut dr. Fatimah Eliana, untuk mengatasi gangguan tiroid pada wanita harus dilakukan skrining atau tes terlebih dahulu untuk mengetahui jenis gangguan yang dialami. Beda jenis masalah tiroid, akan berbeda pula penangan dan obatnya.

Untuk kelainan hipertiroid, umumnya dokter akan memberikan obat antitiroid untuk mengatasi kelebihan hormon dalam tubuh Anda. Pemberian obat anti tiroid ini bisa dalam jangka waktu lama, pendek, atau bahkan selamanya tergantung pada kondisi kesehatan Anda.

Sedangkan, untuk mereka yang mengalami hipotiroid, umumnya dokter akan memberikan hormon tiroid yang akan dikombinasikan dengan obat antibiotik dan antinyeri.

Mereka yang mengalami gangguan tiroid karena kanker, dibutuhkan kombinasi obat, terapi radioaktif dan bahkan operasi jika dibutuhkan. Anda tidak disarankan menggunakan obat herbal atau alternatif untuk mengatasi masalah tiroid.

Selain itu, dr. Rita Yuliarnis, ahli gizi yang ditemui dalam kesempatan yang sama, Rabu (17/07), menimpali bahwa pengobatan gangguan tiroid harus dibarengi dengan pola makan yang sehat.

Saat kekurangan tiroid, disarankan untuk perbanyak makanan yang mengandung yodium, salah satunya bisa didapat dari garam beryodium. Selenium juga dibutuhkan dan bisa didapat dari ikan, telur, dan susu.

Sementara itu, untuk mereka yang mengalami masalah hipertiroid disertai dengan menurunnya berat badan, dr. Rita menganjurkan untuk minum obat dan makan makanan penambah energi.

Meningkatkan asupan energi, protein, dan asam lemak esensial dapat menjadi cara alami untuk mengatasi gangguan tiroid pada wanita selain minum obat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apa Benar Kena Air Hujan Bisa Bikin Sakit?

Banyak orang yang jatuh sakit setelah hujan-hujanan. Benarkah terkena air hujan memengaruhi kesehatan kita? Bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Fakta Unik 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Cara Mengatasi Gejala Leptospirosis, Penyakit Khas di Musim Hujan

Leptospirosis adalah salah satu penyakit yang sering bermunculan saat musim hujan. Saat gejala leptospirosis mulai terasa, segera atasi dengan cara ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hidup Sehat, Tips Sehat 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Efek Makan Mi untuk Penderita Diabetes dan Tips Aman Mengonsumsinya

Meski populer, mi instan sering dicap sebagai makanan tidak sehat. Lantas, apakah penderita diabetes boleh makan mi instan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 22 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Panduan Makanan Bergizi untuk Orang dengan Thalassemia

Salah satu masalah orang thalasemia adalah masalah gizi. Apa saja pilihan makanan dan nutrisi yang tepat untuk penderita thalasemia?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Penyakit Kelainan Darah, Thalasemia 22 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

covid-19 vaksin yang terburu-buru

Pro Kontra Rencana Vaksin COVID-19 di Indonesia

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 23 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
cara mengobati sengatan lebah

Pertolongan Pertama untuk Mengobati Sengatan Lebah

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 23 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
KDRT konflik rumah tangga

Alasan Psikologis Mengapa Korban KDRT Susah Lepas dari Jeratan Pasangan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
tips menghindari perceraian

7 Rahasia Menghindari Perceraian dalam Rumah Tangga

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit