Hati-hati, Penyakit Tiroid Bisa Menurunkan Kesuburan Wanita

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 23 Maret 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Kelenjar tiroid merupakan organ kecil berbentuk kupu-kupu yang terletak pada leher bagian bawah. Fungsinya adalah untuk memproduksi hormon yang mendukung berbagai fungsi vital tubuh, terutama jantung, otak, otot dan kulit. Hormon yang dihasilkan tersebut mengatur bagaimana sel tubuh menggunakan energi dari makanan atau proses metabolisme. Penyakit tiroid terjadi ketika kerja kelenjar tiroid terganggu, entah menjadi kurang aktif (hipotiroid) atau terlalu aktif (hipertiroid).

Gangguan tiroid sebaiknya jangan diabaikan. Terlebih jika Anda sedang merencanakan untuk punya momongan. Kenapa begitu? Simak penjelasannya dalam artikel ini. 

Gangguan tiroid bisa menyebabkan wanita sulit hamil

Tiroid menghasilkan hormon yang berperan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan. Menurut peneliti Inggris, perubahan fungsi tiroid dapat memiliki efek besar pada fungsi reproduksi sebelum, selama dan setelah pembuahan.

Baik hipertiroidisme maupun hipotiroidisme, dua jenis penyakit tiroid yang paling umum, telah lama dikaitkan dengan siklus haid yang tidak teratur dan masalah ovulasi. Pada anak-anak dan remaja perempuan, hipotiroidisme dikaitkan dengan kondisi terlambat puber.

Dilansir dari WebMD, sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam The Obstetrician and Gynecologist menemukan bahwa 2,3 persen wanita yang memiliki masalah kesuburan ternyata sudah terlebih dulu memiliki penyakit tiroid dibandingkan dengan 1,5 persen pada populasi umum. Kondisi ini juga terkait dengan siklus menstruasi yang tidak tertatur.

Menurut para periset, penyakit tiroid dapat berdampak buruk pada kesehatan reproduksi wanita yang pada akhirnya meningkatkan berbagai masalah selama kehamilan, termasuk keguguran, preeklampsia, pertumbuhan janin yang buruk, kelahiran prematur, dan kelahiran mati (stillbirth).

Pentingnya skrining tiroid sebelum merencanakan kehamilan

Melihat peran kelenjar tiroid yang cukup besar dalam kesuksesan kehamilan, para ahli menyarankan bagi wanita yang sedang merencanakan kehamilan, kesulitan hamil, dan/atau mengalami keguguran berulang sebaiknya menjadwalkan check-up ke dokter. Tujuannya untuk melihat ada tidaknya penyakit tiroid yang mungkin bisa jadi dalang di balik kondisi tersebut.

Semakin dini Anda melakukan skrining tiroid, maka semakin besar pula peluang Anda untuk bisa hamil, menurunkan risiko keguguran, serta meningkatkan kesehatan bayi selama dalam kandungan.

Berbagai pilihan untuk pengobatan penyakit tiroid

Setelah dokter mendiagnosis dan mencari tahu jenis penyakit tiroid yang Anda alami, dokter dapat memulai perencanaan pengobatannya sesuai dengan kondisi Anda. Pengobatan penyakit tiroid dikelompokkan dalam 3 bentuk, yaitu:

1. Pemberian obat anti tiroid (tirostatika)

Obat ini berfungsi untuk menghambat sintesis hormon tiroid dan menekan proses autoimun. Contoh obat anti tiroid yang sering diresepkan dokter adalah propiltiourasil (PTU), metimazol, dan karbimazol.

2. Terapi ablasi yodium radioaktif

Radioiodin dalam dosis kecil dapat merusak kelenjar tiroid dan memperbaiki gejala penyakit tiroid, khususnya hipertiroidisme. Pengobatan ini dilakukan apabila penyakit tiroid sulit dikendalikan hanya dengan pemberian obat-obatan. Sayangnya, pengobatan ini tidak dianjurkan pada ibu hamil, atau yang merencanakan kehamilan dalam 6 bulan ke depan.

3. Prosedur operasi (tiroidektomi)

Prosedur operasi dilakukan apabila penyakit tiroid sudah dalam tahap yang parah dan pasien tidak kunjung membaik hanya dengan diberikan obat-obatan anti tiroid. Selain itu, prosedur ini juga sering dilakukan pada ibu hamil, wanita yang merencanakan untuk hamil, atau orang dengan penyakit jantung yang tidak stabil.

Selalu konsultasikan ke dokter terlebih dahulu sebelum Anda melakukan pengobatan penyakit tiroid.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mioma Uteri (Fibroid Rahim)

Mioma uteri adalah sel otot rahim yang tumbuh secara abnormal, tetapi tidak memiliki sifat kanker. Apa saja gejalanya? Bagaimana mengatasi kondisi ini?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Fibroid Rahim, Kesehatan Wanita 3 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

PCOS (Sindrom Ovarium Polikistik)

PCOS atau sindrom polikistik ovarium adalah kondisi yang menyebabkan penderitanya memiliki banyak kista kecil pada indung telur atau ovarium. 

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Kesehatan Wanita, Sindrom Polikistik Ovarium (PCOS) 2 Januari 2021 . Waktu baca 17 menit

Ejakulasi Retrogade

Ejakulasi retrogade adalah kondisi di mana sperma tidak keluar melainkan masuk ke kandung kemih saat orgasme. Bagaimana mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Kesehatan Pria, Kesehatan Penis 2 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Ejakulasi Dini

Ejakulasi dini adalah penyakit. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, obat, diet, serta cara mengontrol dan mencegahnya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kesehatan Pria, Impotensi 2 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

Direkomendasikan untuk Anda

fungsi hormon fsh dan lh

Memahami Fungsi Hormon FSH dan LH pada Sistem Reproduksi

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
impotensi

Impotensi (Disfungsi Ereksi)

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
jantung berdebar sampai badan gemetar

5 Kondisi yang Menyebabkan Jantung Mendadak Berdebar Kencang Sampai Tubuh Gemetar

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
mengetahui umur tulang manusia

Bagaimana Cara Mengetahui Umur Tulang Anda?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit