home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Hati-hati, Penyakit Tiroid Bisa Menurunkan Kesuburan Wanita

Hati-hati, Penyakit Tiroid Bisa Menurunkan Kesuburan Wanita

Kelenjar tiroid merupakan organ kecil berbentuk kupu-kupu yang terletak pada leher bagian bawah. Fungsinya adalah untuk memproduksi hormon yang mendukung berbagai fungsi vital tubuh, terutama jantung, otak, otot dan kulit. Hormon yang dihasilkan tersebut mengatur bagaimana sel tubuh menggunakan energi dari makanan atau proses metabolisme. Penyakit tiroid terjadi ketika kerja kelenjar tiroid terganggu, entah menjadi kurang aktif (hipotiroid) atau terlalu aktif (hipertiroid).

Gangguan tiroid sebaiknya jangan diabaikan. Terlebih jika Anda sedang merencanakan untuk punya momongan. Kenapa begitu? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

Gangguan tiroid bisa menyebabkan wanita sulit hamil

Tiroid menghasilkan hormon yang berperan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan. Menurut peneliti Inggris, perubahan fungsi tiroid dapat memiliki efek besar pada fungsi reproduksi sebelum, selama dan setelah pembuahan.

Baik hipertiroidisme maupun hipotiroidisme, dua jenis penyakit tiroid yang paling umum, telah lama dikaitkan dengan siklus haid yang tidak teratur dan masalah ovulasi. Pada anak-anak dan remaja perempuan, hipotiroidisme dikaitkan dengan kondisi terlambat puber.

Dilansir dari WebMD, sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam The Obstetrician and Gynecologist menemukan bahwa 2,3 persen wanita yang memiliki masalah kesuburan ternyata sudah terlebih dulu memiliki penyakit tiroid dibandingkan dengan 1,5 persen pada populasi umum. Kondisi ini juga terkait dengan siklus menstruasi yang tidak tertatur.

Menurut para periset, penyakit tiroid dapat berdampak buruk pada kesehatan reproduksi wanita yang pada akhirnya meningkatkan berbagai masalah selama kehamilan, termasuk keguguran, preeklampsia, pertumbuhan janin yang buruk, kelahiran prematur, dan kelahiran mati (stillbirth).

Pentingnya skrining tiroid sebelum merencanakan kehamilan

Melihat peran kelenjar tiroid yang cukup besar dalam kesuksesan kehamilan, para ahli menyarankan bagi wanita yang sedang merencanakan kehamilan, kesulitan hamil, dan/atau mengalami keguguran berulang sebaiknya menjadwalkan check-up ke dokter. Tujuannya untuk melihat ada tidaknya penyakit tiroid yang mungkin bisa jadi dalang di balik kondisi tersebut.

Semakin dini Anda melakukan skrining tiroid, maka semakin besar pula peluang Anda untuk bisa hamil, menurunkan risiko keguguran, serta meningkatkan kesehatan bayi selama dalam kandungan.

Berbagai pilihan untuk pengobatan penyakit tiroid

Setelah dokter mendiagnosis dan mencari tahu jenis penyakit tiroid yang Anda alami, dokter dapat memulai perencanaan pengobatannya sesuai dengan kondisi Anda. Pengobatan penyakit tiroid dikelompokkan dalam 3 bentuk, yaitu:

1. Pemberian obat anti tiroid (tirostatika)

Obat ini berfungsi untuk menghambat sintesis hormon tiroid dan menekan proses autoimun. Contoh obat anti tiroid yang sering diresepkan dokter adalah propiltiourasil (PTU), metimazol, dan karbimazol.

2. Terapi ablasi yodium radioaktif

Radioiodin dalam dosis kecil dapat merusak kelenjar tiroid dan memperbaiki gejala penyakit tiroid, khususnya hipertiroidisme. Pengobatan ini dilakukan apabila penyakit tiroid sulit dikendalikan hanya dengan pemberian obat-obatan. Sayangnya, pengobatan ini tidak dianjurkan pada ibu hamil, atau yang merencanakan kehamilan dalam 6 bulan ke depan.

3. Prosedur operasi (tiroidektomi)

Prosedur operasi dilakukan apabila penyakit tiroid sudah dalam tahap yang parah dan pasien tidak kunjung membaik hanya dengan diberikan obat-obatan anti tiroid. Selain itu, prosedur ini juga sering dilakukan pada ibu hamil, wanita yang merencanakan untuk hamil, atau orang dengan penyakit jantung yang tidak stabil.

Selalu konsultasikan ke dokter terlebih dahulu sebelum Anda melakukan pengobatan penyakit tiroid.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Prevalence of hypothyroidism in infertile women and evaluation of response of treatment for hypothyroidism on infertility.

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3657979/. Accessed 20/10/2017.

Thyroid Trouble May Harm Women’s Fertility, Study Findshttps://www.webmd.com/infertility-and-reproduction/news/20150126/thyroid-trouble-may-harm-womens-fertility-study-finds. Accessed 20/10/2017.

Thyroid disease. https://www.womenshealth.gov/a-z-topics/thyroid-disease. Accessed 20/10/2017.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Risky Candra Swari Diperbarui 23/03/2020
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x