Mengenal Tiga Jenis Phobia yang Utama

Oleh

Phobia umumnya dikenal sebagai ketakutan yang berlebihan dan tidak beralasan terhadap suatu objek, tempat, atau situasi. Anda dapat mengalami panik yang mendalam saat menghadapi kejadian yang membuat Anda merasa takut. Phobia umum terjadi dan dapat sangat menyulitkan. Beberapa phobia dapat membuat Anda tidak dapat melakukan apapun, mengganggu aktivitas Anda. Pada kasus yang serius, phobia dapat menyebabkan Anda mengalami sesak napas, tekanan darah tinggi, nyeri pada dada, mual, pusing atau bahkan serangan jantung yang mengancam hidup Anda.

Apa penyebab phobia?

Phobia dapat disebabkan oleh beberapa faktor, namun faktor genetis dan lingkungan merupakan faktor terbesar yang menyebabkan phobia. Jika Anda mengalami kejadian yang tidak mengenakan, hal tersebut dapat menyebabkan phobia, seperti digigit serangga, tenggelam, atau berada di tempat yang tertutup. Pada beberapa kasus, orang-orang yang sedang menjalani perawatan mental atau mengalami cedera otak yang traumatis dapat mengalami phobia. Stress dan perubahan di kehidupan yang negatif juga terhubung dengan phobia.

Apa saja tanda-tanda dan gejala dari phobia?

Phobia sering terbentuk sejak masa kecil. Phobia merupakan hal yang umum dan dapat dipicu oleh kejadian traumatis, kegelisahan atau situasi yang membuat panik. Gejala-gejala meliputi:

  • Meningkatnya detak jantung
  • Kesulitan bernapas
  • Sensasi tersedak
  • Mulut kering
  • Gemetaran
  • Nyeri atau rasa tidak nyaman pada dada dan/atau perut
  • Ketakutan yang intens dan tidak terkendali yang dapat menyebabkan situasi yang memalukan
  • Pingsan

Apa saja jenis-jenis phobia?

Terdapat lebih dari 100 jenis phobia, yang tergolong dalam 3 golongan utama:

1. Phobia sosial

Phobia sosial juga dikenal sebagai kelainan kegelisahan sosial. Penderita phobia ini dapat memiliki kegelisahan yang ekstrem terhadap situasi sosial, seperti mengangkat telepon, menghubungi orang, memesan di restoran. Sumber dari ketakutan ini biasanya aksi atau reaksi sederhana yang dapat mengakibatkan isolasi diri sendiri. Orang-orang yang memiliki phobia sosial jarang pergi keluar atau menghindari acara sosial. Interaksi sosial dapat menjadi ketakutan terbesar jika mereka pernah mengalami kejadian buruk di depan umum.

2. Agoraphobia

Agoraphobia adalah ketakutan terhadap tempat atau situasi yang tidak dapat Anda hindari, atau ketakutan terhadap ruangan terbuka. Orang-orang yang memiliki phobia ini menghindari berada di keramaian, situasi sosial, atau berada di luar rumah. Mereka merasa lebih nyaman berada di dalam rumah atau tempat yang familiar. Phobia ini ada kaitannya dengan phobia sosial, namun perbedaannya adalah penderita agoraphobia memiliki ketakutan bahwa mereka tidak dapat keluar dari tempat di mana mereka memiliki keadaan darurat medis tanpa pertolongan yang tersedia.

3. Phobia spesifik

Terdapat beberapa situasi dan objek tertentu yang tidak disukai oleh beberapa orang, seperti:

  • Aviatophobia: ketakutan terbang
  • Claustrophobia: ketakutan terhadap ruangan yang sempit dan tertutup
  • Dentophobia: ketakutan terhadap dokter gigi atau prosedur gigi
  • Hemophobia: ketakutan terhadap darah atau cedera
  • Arachnophobia: ketakutan terhadap laba-laba
  • Cynophobia: ketakutan terhadap anjing
  • Ophidiphobia: ketakutan terhadap ular
  • Nyctophobia: ketakutan terhadap kegelapan
  • Dementophobia: ketakutan terhadap kegilaan
  • Katsaridaphobia: ketakutan terhadap kecoa
  • Carcinophobia: ketakutan terhadap kanker
  • Cibophobia: ketakutan terhadap makanan
  • Zoophobia: ketakutan terhadap binatang
  • Cetaphobia: ketakutan terhadap lumba-lumba
  • Acrophobia: ketakutan terhadap ketinggian
  • Glossophobia: ketakutan bicara di depan umum

Bagaimana mengatasi phobia?

Kebanyakan orang dengan phobia mencoba menghindari ketakutan mereka sebisa mungkin. Namun, ahli terapi mendorong penderita untuk menuliskan pikiran yang menakutkan dengan pikiran yang rasional. Ahli lainnya merekomendasi terapi perilaku kognitif untuk membantu penderita:

  • Menghadapi situasi
  • Mengatasi pikiran ketakutan

Metode ini dapat membuat penderita berada di situasi dengan phobia mereka. Sebagai contoh, penderita arachnophobic dapat diminta untuk melihat gambar laba-laba, membaca tentang laba-laba, melihat laba-laba di kandang kaca dan akhirnya menyentuh laba-laba.

Jika Anda berpikir Anda memiliki phobia yang aneh, faktanya Anda berkemungkinan memiliki phobia yang sama dengan setidaknya beberapa juta orang lainnya. Hampir 15-20% orang memiliki phobia tertentu setidaknya sekali dalam hidup. Jika phobia Anda mempengaruhi kehidupan Anda, sebaiknya Anda melakukan konseling profesional.

Sumber
Yang juga perlu Anda baca