Bagaimana Cara Menjaga Kesehatan Kandung Kemih bagi Pria dan Wanita?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 17/07/2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Setiap hari Anda bisa buang air kecil, itu tak lain karena kerja beberapa organ termasuk kandung kemih yang menampung urine (air kencing) sebelum dikeluarkan. Jika Anda tidak menjaga kesehatan kandung kemih, organ ini dapat terserang berbagai penyakit.

Kandung kemih adalah organ berongga pada sistem ekskresi manusia. Tugasnya yaitu menampung cairan yang telah disaring oleh ginjal dan akan dikeluarkan sebagai urine. Seiring bertambahnya usia, kondisinya akan berubah dan fungsinya semakin menurun.

Oleh sebab itu, kesehatan kandung kemih harus dijaga sejak dini. Memang tidak semua faktor dapat dikontrol, tapi Anda tetap memiliki kesempatan untuk menjaganya dengan hal-hal sederhana yang sering terlupakan.

Cara menjaga kesehatan kandung kemih

Seperti organ lainnya, fungsi kandung kemih juga bisa terganggu akibat penyakit atau kondisi tertentu. Penyakit kandung kemih yang paling umum antara lain infeksi bakteri, sistitis, serta hilangnya kontrol buang air kecil karena inkontinensia urine atau kandung kemih overaktif.

Berikut sederet tips yang dapat membantu Anda menjaga kandung kemih tetap sehat.

1. Minum air putih

air putih mencegah penyakit jantung

Setiap kali Anda kurang minum air putih, tubuh bukan cuma akan mengalami dehidrasi, tapi juga membuat urine jadi lebih pekat dan memicu sembelit. Kedua kondisi ini lambat laun akan mengiritasi kandung kemih dan memicu inkontinensia urine.

Maka dari itu, pastikan Anda minum air putih minimal 8 gelas per hari. Anda juga dapat memenuhi kebutuhan cairan tubuh dengan makan sup atau minum jus. Batasi alkohol, kopi, teh, dan minuman berkafein lainnya, sebab kafein merangsang kontraksi kandung kemih secara berlebihan sehingga menyebabkan kebocoran urine.

2. Tidak menahan buang air kecil

Buang air kecil mengeluarkan bakteri sehingga penting untuk menjaga kesehatan kandung kemih. Apabila Anda sering menahan kencing, bakteri yang seharusnya dibuang dapat kembali naik ke kandung kemih dan menyebabkan infeksi pada sistem perkemihan.

Ketika membuang air kecil, pastikan pula Anda kencing hingga tuntas dan tidak ada lagi urine yang keluar. Air kencing yang tersisa dapat memicu infeksi saluran kemih. Jadi, hindari kencing terburu-buru agar Anda bisa betul-betul mengosongkan kandung kemih.

3. Membuang air kecil setelah berhubungan seks

Setelah berhubungan seks, ada banyak bakteri yang memenuhi area kelamin. Bakteri yang menumpuk pada saluran kencing bisa berkembang biak, kemudian menyebabkan infeksi yang ditandai dengan nyeri dan panas saat buang air kecil.

Anda dapat membilas bakteri keluar dari kandung kemih dengan rutin kencing usai berhubungan intim. Langkah ini juga bermanfaat untuk mencegah infeksi pada saluran kencing. Setelah buang air kecil, jangan lupa bersihkan area organ intim Anda.

4. Menjaga berat badan yang ideal

Semakin bertambah berat badan Anda, timbunan lemak dalam tubuh akan semakin memberi tekanan pada kandung kemih. Akibatnya, urine akan semakin terdesak dan membuat Anda susah mengendalikan hasrat buang air kecil.

Inilah pentingnya menjaga berat badan ideal dari sekarang. Caranya dengan olahraga, memperbanyak makan sayur dan buah, serta memantau berat badan secara rutin. Hal ini tidak cuma bikin badan tetap bugar, tapi juga menjaga kesehatan kandung kemih.

5. Tidak merokok

obat berhenti merokok maag

Setiap tahun, sekitar 50.000 orang didiagnosis menderita kanker kandung kemih. Salah satu faktor utama dalam kasus ini adalah merokok. Perokok berisiko 2-3 kali lebih tinggi terkena kanker kandung kemih dibandingkan orang yang tidak merokok.

Mengacu laman Urology Health, kebiasaan merokok juga mengiritasi kandung kemih, membuat Anda lebih sering buang air kecil, dan memperparah inkontinensia urine. Jadi, bila Anda adalah perokok, sebaiknya mulai kurangi kebiasaan ini dari sekarang.

6. Melakukan latihan otot panggul

Latihan otot panggul adalah salah satu cara menjaga kesehatan kandung kemih yang paling efektif. Latihan ini mampu menguatkan otot panggul yang menopang organ di area tersebut, meningkatkan kontrol kandung kemih, dan mencegah inkontinensia urine.

Bentuk latihan otot panggul yang paling populer adalah senam Kegel. Anda dapat mencobanya dengan mengikuti langkah-langkah berikut.

  • Sambil berbaring, kencangkan otot panggul bawah Anda seperti saat menahan kencing. Tahan posisi ini selama 5 detik.
  • Lemaskan otot panggul Anda selama 5 detik. Ulangi sebanyak 4-5 kali.
  • Jika sudah mulai terbiasa, Anda bisa menambah waktunya menjadi 10 detik atau lebih sesuai kemampuan.

7. Membatasi makanan dan minuman yang mengiritasi kandung kemih

Konsumsi makanan dan minuman tertentu dapat memicu iritasi pada kandung kemih. Bila kebiasaan ini terus dilakukan, iritasi bisa memperparah penyakit yang sudah ada atau membuat Anda lebih sering buang air kecil.

Anda tidak harus menghindarinya sama sekali. Cukup konsumsi sesekali dan batasi jumlahnya untuk menjaga kesehatan kandung kemih. Makanan dan minuman yang perlu dibatasi antara lain:

  • Buah-buahan masam, seperti jeruk, lemon, dan nanas.
  • Makanan pedas.
  • Produk-produk yang terbuat dari tomat.
  • Kopi, teh, dan minuman bersoda, bahkan yang tidak mengandung kafein.
  • Minuman beralkohol.

8. Membersihkan organ intim dengan benar

Setelah buang air kecil, selalu bersihkan penis maupun vagina dari depan ke belakang. Jangan membersihkan dari arah sebaliknya karena bakteri dari anus dapat berpindah ke organ intim dan menyebabkan infeksi saluran kemih (ISK).

Wanita berisiko lebih tinggi terkena infeksi karena saluran kencingnya lebih pendek dibandingkan pria. Hal ini membuat bakteri dari feses lebih mudah masuk ke dalam vagina. Jadi, pastikan Anda membersihkan vagina dengan tepat.

Dengan menjaga kesehatan kandung kemih, Anda turut memelihara fungsinya dan mengurangi risiko berbagai penyakit. Kuncinya adalah mencukupi kebutuhan air, rutin buang air kecil, serta menjalani gaya hidup bersih dan sehat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Penuhi Nutrisi Ini untuk Mencegah Penularan Coronavirus saat New Normal

Nutrisi memegang peranan yang besar untuk mencegah kemungkinan risiko COVID-19. Yuk, cari tahu nutrisi utama yang perlu ditambahkan dalam menu harian Anda.

Ditulis oleh: Maria Amanda
Nutrisi, Hidup Sehat 30/07/2020 . Waktu baca 9 menit

Lemak Paha Anda Sulit Dihilangkan? Ini Penyebabnya

Tahukah Anda bahwa lemak paha adalah lemak yang sulit dihilangkan dibandingkan dengan lemak yang ada di bagian tubuh lain? Lalu apa penyebabnya?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat 30/07/2020 . Waktu baca 4 menit

8 Tips Lari di Luar Ruangan saat Masa New Normal

Gemar berlari sebagai olahraga utama? Cek ragam tips meminimalisasi risiko terserang penyakit saat lari di luar ruang di masa new normal, yuk!

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
Hidup Sehat, Tips Sehat 29/07/2020 . Waktu baca 5 menit

8 Hal yang Perlu Dipersiapkan Saat Keluar Rumah di Masa New Normal

Ada beragam persiapan yang perlu dibawa saat beraktivitas di luar ruangan pada masa New Normal. Cari tahu daftar perlengkapan yang perlu disediakan.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Konten Bersponsor
persiapan saat new normal
Hidup Sehat, Tips Sehat 29/07/2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pijat prostat

Pijat Prostat, Benarkah Bisa Atasi Masalah Prostat dan Seksual?

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 05/08/2020 . Waktu baca 6 menit
nafsu seks

Nafsu Seks Siapa yang Lebih Besar? Pria atau Wanita?

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 04/08/2020 . Waktu baca 4 menit
mengatasi rambut kering

5 Ramuan Alami Terbaik untuk Mengatasi Rambut Kering

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 04/08/2020 . Waktu baca 4 menit
Konten Bersponsor
menghadapi kecemasan di new normal

Tips Menghadapi Kecemasan Kembali Beraktivitas di Era New Normal

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 03/08/2020 . Waktu baca 5 menit