3 Efek Samping Operasi Kanker Usus Besar yang Mungkin Terjadi

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019
Bagikan sekarang

Layaknya setiap operasi, operasi kanker usus besar juga memiliki potensi efek samping yang mungkin terjadi. Risiko efek samping ini akan bergantung pada beberapa faktor, termasuk tingkat kesulitan operasi dan kesehatan pasien secara keseluruhan sebelum operasi. Kebanyakan orang akan mengalami rasa sakit yang minimal setelah operasi, tetapi ini biasanya dapat dikendalikan dengan obat-obatan jika diperlukan. Gangguan makan biasanya akan membaik dalam beberapa hari setelah operasi. Apa saja risiko efek samping dari operasi kanker usus besar?

Berbagai efek samping kanker usus besar yang mungkin terjadi?

1. Kolostomi atau ileostomi

Kolostomi (ileostomi) adalah pembuatan lubang pada dinding perut. Beberapa orang mungkin membutuhkan prosedur ini secara temporer atau permanen setelah operasi. Mungkin diperlukan waktu untuk terbiasa dengan prosedur ini dan mungkin diperlukan penyesuaian gaya hidup. Jika Anda menjalani kolostomi atau ileostomi, Anda membutuhkan bantuan untuk belajar cara mengatasinya.

Perawat ostomi atau terapis enterostomal yang dilatih khusus bisa membantu Anda. Mereka biasanya akan menemui Anda di rumah sakit sebelum operasi Anda dimulai untuk mendiskusikan ostomi dan membuat tanda untuk pembukaan. Setelah operasi, mereka mungkin akan datang ke rumah Anda atau ke bagian rawat jalan untuk memberikan Anda pelatihan lebih lanjut.

Kolostomi bisa memberikan dampak pada citra tubuh dan tingkat kenyamanan seksual baik pada pria dan wanita. Meskipun mungkin diperlukan penyesuaian, ini tidak seharusnya mencegah Anda memiliki kehidupan seksual yang menyenangkan.

2. Sulit ejakulasi atau ejakulasi terbaik (bagi pria)

Pria yang menjalani operasi kanker usus besar mungin akan mengalami sulit ereksi atau malah gagal, atau gagal ejakulasi, akibat reseksi abdominoperineal (AP). Dalam kasus lain, kenikmatan yang Anda rasakan selama orgasme bisa menjadi jauh berkurang. Penuaan yang normal bisa menyebabkan perubahan ini, tetapi ini bisa menjadi lebih parah karena operasi.

Reseksi AP bisa merusak saraf yang mengatur ejakulasi, menyebabkan orgasme kering (orgasme tanpa air mani). Terkadang, opreasi menyebabkan ejakulasi terbalik (ejakulasi retrogade), yang berarti air mani bergerak mundur ke kandung kemih selama orgasme. Perbedaan ini penting jika Anda ingin memiliki anak. Jika Anda mengalami ejakulasi terbalik, spesialis kesuburan mungkin akan sering mengangkat sel-sel sperma dari urin, yang kemudian akan digunakan untuk membuahi sel telur. Jika sel sperma tidak bisa diambil dari air mani atau urin Anda, dokter spesialis akan mengambilnya langsung dari testis dengan operasi kecil, dan kemudian menggunakannya untuk pembuahan in vitro, alias bayi tabung.

3. Rasa sakit saat berhubungan seks (bagi wanita)

Jika Anda adalah seorang wanita, operasi rektum (kecuali eksterior pelvic) biasanya tidak menimbulkan kehilangan fungsi seksual. Adhesi perut (jaringan parut) terkadang bisa menyebabkan ketidaknyamanan atau rasa sakit selama berhubungan seksual. Jika rahim diangkat, kehamilan tidak akan mungkin terjadi.

Mengatasi gejala dan efek samping operasi kanker usus besar

Kanker dan pengobatannya sering menyebabkan efek samping. Selain mengobati, memperlambat, menghentikan atau menyingkirkan kanker, bagian lain yang penting dalam pengobatan kanker adalah meredakan gejala dan efek samping pasien. Pendekatan ini disebut perawatan paliatif atau suportif, dan ini mencakup mendukung pasien dengan kebutuhan fisik, emosional, dan sosialnya.

Perawatan paliatif bisa membantu pasien dalam setiap tahapan penyakit. Orang sering menerima pengobatan kanker dan pengobatan efek samping di saat yang bersamaan. Bahkan, pasien yang menerima keduanya sering mengalami gejala yang tidak terlalu parah, kehidupan yang lebih berkualitas, dan melaporkan bahwa mereka lebih puas dengan pengobatan.

Perawatan paliatif sangat bervariasi dan sering mencakup obat-obatan, perubahan nutrisi, teknik relaksasi, dan terapi lainnya. Anda juga bisa menerima perawatan paliatif yang serupa dengan perawatan yang ditujukan untuk mengeliminasi kanker, seperti kemoterapi, operasi, dan terapi radiasi. Konsultasikan pada dokter tentang tujuan setiap pengobatan dalam rencana pengobatan Anda.

Sebelum pengobatan dimulai, konsultasikan dengan tim dokter Anda tentang kemungkinan efek samping dari rencana pengobatan spesifik Anda dan pilihan perawatan suportif yang ada. Kemudian, selama dan setelah pengobatan, pastikan untuk memberi tahu dokter atau seseorang dalam tim kesehatan Anda jika Anda mengalami gangguan sehingga bisa diatasi sesegera mungkin.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bolehkah Kita Donor Darah Saat Puasa? Apa Saja Risikonya?

Donor darah sebaiknya dilakukan teratur. Tapi bagaimana jika jadwal donor darah Anda selanjutnya jatuh di bulan Ramadan? Bolehkah donor darah saat puasa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hari Raya, Ramadan 02/05/2020

4 Penyebab Sakit Kepala Saat Puasa dan Cara Mengatasinya

Sakit kepala saat puasa tentu sangat mengganggu. Nah, kira-kira apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya? Ini dia jawabannya!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hari Raya, Ramadan 27/04/2020

7 Cara Cepat Menghilangkan Bau Mulut Saat Puasa

Bau mulut adalah masalah yang umum terjadi selama puasa. Tenang saja, Anda bisa menghilangkan bau mulut saat puasa dengan cara alami berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Hari Raya, Ramadan 24/04/2020

Menyiasati Jadwal Minum Obat saat Puasa Ramadan

Puasa di bulan Ramadan wajib bagi umat muslim. Keharusan minum obat secara rutin bisa disiasati agar tetap bisa menjalankan puasa dengan tenang.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Hari Raya, Ramadan 19/04/2020

Direkomendasikan untuk Anda

resep membuat bakwan

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
sakit perut setelah buka puasa

Kenapa Saya Sakit Perut Setelah Buka Puasa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 07/05/2020
maag saat puasa obat Omeprazole

4 Tips Mencegah Maag Kambuh Saat Puasa

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 07/05/2020
tekanan darah tinggi saat puasa

5 Tips Lancar Puasa Bagi Anda yang Punya Tekanan Darah Tinggi

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 04/05/2020