Pentingnya Deteksi Dini Kanker Kolorektal untuk Cegah Keparahan Penyakit

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019
Bagikan sekarang

Setiap tahun, jumlah penderita kanker di Indonesia terus meningkat. Data dari Globocan tahun 2018 menyebutkan ada sekitar 30.000 kasus kanker kolorektal baru dalam satu tahunnya. Kanker ini menempati urutan keempat penyakit yang paling banyak diderita di Indonesia. Untuk mengurangi angka penyakit, deteksi dini kanker kolorektal jadi salah satu kunci utama.

Deteksi dini kanker kolorektal mengurangi angka kasus baru

kanker kolorektal

Kanker kolorektal adalah jenis kanker yang menyerang area usus besar dan atau area sekitar rektum. Kanker ini bisa menyebabkan kematian jika penanganannya terlambat.

Menurut dr. Abdul Hamid Rochanan, Sp.B-KBD, M.Kes, Sekretaris Jenderal Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Digestif Indonesia (IKABDI), deteksi dini menjadi kunci dalam menurunkan kasus kanker kolorektal.

“Pemerintah sebenarnya sudah mencanangkan program preventif dan deteksi dini. Sayangnya, hal itu masih belum berjalan. Padahal deteksi dini sangat bisa mengurangi angka kasus baru,” papar dr. Abdul Hamid saat ditemui pada diskusi media yang diprakarsai oleh Cancer Information & Support Center (CISC) di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (15/7).

Menurutnya, fakta di lapangan menemukan bahwa sekitar 36,1% pasien yang datang ke rumah sakit sudah masuk stadium IV. Jika mau dibandingkan, pasien yang datang dengan kondisi masih stadium 0-1 hanya sekitar 3,4%.

Oleh sebab itu, dr. Abdul Hamid sangat menyarankan deteksi dini untuk mengurangi angka kasus dan mencegah keparahan penyakit kanker kolorektal.

Hal senada juga disampaikan oleh dr. Ronald A. Hukom,MHSc, SpPD-KHOM, ahli penyakit dalam dan onkologi medik RS Kanker Dharmais, Jakarta.

“Kanker kolorektal termasuk penyakit yang bisa dideteksi secara dini lewat tes feses. Oleh karenanya, jangan malas untuk memeriksakan diri jika Anda berisiko tinggi,” jelas dr. Ronald saat ditemui di kesempatan yang sama.

Pilihan tes untuk mendeteksi kanker kolorektal

Mendeteksi kanker sejak dini

Deteksi dini sangat dibutuhkan bagi siapa pun, baik yang berisiko tinggi terkena kanker kolorektal maupun yang tidak. Menurut dr. Ronald A. Hukom ada beberapa hal yang meningkatkan risiko munculnya kanker, yaitu:

  • Memiliki keluarga dengan kanker kolorektal atau polip
  • Pernah memiliki penyakit irritable bowel syndrome kronis
  • Jarang bergerak
  • Obesitas atau kegemukan
  • Sering makan daging merah
  • Merokok

Dr. Abdul Hamid, selaku dokter bedah kanker saluran cerna menyatakan deteksi penyakit secara dini bertujuan untuk mengetahui keberadaan penyakit di awal kemunculannya.

Dengan begitu, dokter bisa membuang lesi pra-kanker dan mengobati penyakit saat masih stadium awal.

“Tes darah samar biasanya dilakukan sebagai salah satu prosedur deteksi dini kanker kolorektal. Dalam tes ini, dokter juga akan memeriksa sampel feses untuk dibawa ke laboratorium,” tutur dr. Abdul Hamid dalam diskusi media Penatalaksanaan Kanker di Era BPJS Kesehatan.

Jika hasil tes dinyatakan positif, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan yang disebut dengan kolonoskopi. Melalui kolonoskopi, dokter bisa melihat kondisi usus besar dan rektum. Dengan begitu, perdarahan bisa ketahuan dari mana asalnya.

“Apabila dokter melihat ada indikasi masalah, akan diambil sampel jaringan atau biopsi untuk diperiksa di laboratorium,” ucap dr. Abdul Hamid.

Menurut dr. Abdul Hamid, diare kronis yang terjadi lebih dari 2 minggu jadi salah satu tanda bahwa Anda perlu segera melakukan tes darah samar ke dokter.

Selain tes darah samar dan kolonoskopi, dokter akan melakukan serangkaian tes lain sebagai upaya deteksi dini kanker kolorektal.

Jangan tunda untuk melakukan deteksi dini kanker kolorektal

dosis obat pereda nyeri

Dikarenakan kanker adalah penyakit yang cirinya terkadang sangat samar di awal kemunculannya, banyak orang terlambat menyadarinya. Hal inilah yang membuat kasus kanker termasuk kolorektal baru disadari saat sudah parah dan menyebar atau masuk stadium IV.

Ketika kanker sudah masuk stadium IV, penanganannya cukup kompleks dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Baru-baru ini, Kementerian Kesehatan menghapuskan 2 jenis obat terapi target untuk kanker kolorektal stadium IV dari layanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Cetuximab dan bevacizumab termasuk obat yang efektif untuk membantu penyembuhan pasien kanker kolorektal metastasis stadium IV. Sayangnya, kedua obat ini dihapuskan dari layanan BPJS sehingga para pasiennya tidak bisa mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai indikasi medis,” ungkap dr. Abdul Hamid.

Jika dibayarkan sendiri, obat ini menghabiskan biaya yang tak sedikit. Oleh sebab itu, melakukan langkah pencegahan dan deteksi dini menjadi cara paling bijak agar terhindar dari keparahan kanker kolorektal.

“Usahakan untuk berolahraga 30 menit sehari dan menghindari makanan berpengawet serta berpewarna. Jangan lupa untuk banyak makan sayur dan ikan segar agar kanker menjauh dari tubuh,” tutur dr. Abdul Hamid.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenali Jenis, Penyebab, Pengobatan, dan Pencegahan Kanker Usus

Kanker bisa bertumbuh di mana saja, termasuk usus Anda. Namun, beda lokasi pertumbuhannya, beda pula gejalanya. Simak info lengkapnya di sini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph

Kenali 5 Gejala Kanker Usus pada Wanita yang Mungkin Tidak Anda Sadari

Gejala kanker usus wanita sebenarnya hampir sama dengan gejala kanker usus pada umumnya. Akan tetapi, tidak ada salahnya untuk tahu lebih lanjut, bukan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi

Usia Orang yang Kena Kanker Kolorektal Semakin Muda, Apa Sebabnya?

Pada awal kemunculannya, kanker kolorektal lebih sering menyerang lansia. Namun sekarang makin banyak orang yang kena kanker kolorektal di usia sangat muda.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati

Berapa Lama Sampai Polip Usus Besar Berubah Menjadi Kanker?

Kebanyakan polip usus besar tidaklah berbahaya, tapi ada pula jenis polip ganas yang dapat berubah menjadi kanker. Lalu, berapa lama proses ini berlangsung?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu

Direkomendasikan untuk Anda

kanker usus besar

Kanker Usus Besar

Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 13/04/2020
perawatan kanker usus besar

Tips Pola Hidup Seimbang Setelah Operasi Kanker Usus Besar

Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 25/02/2020
kopi mencegah kanker usus besar

Kopi Dapat Mencegah Kanker Usus Besar, Benarkah?

Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 16/02/2020
angka kematian kanker menurun

Angka Kematian Akibat Kanker Terus Menurun Setiap Tahun

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 14/01/2020