Berapa Angka Ketahanan Hidup Penderita Kanker Usus Besar Berdasarkan Stadiumnya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 27/05/2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Tak jarang, pasien yang didiagnosis mengidap kanker, seperti kanker usus besar misalnya, langsung pesimis dalam menjalani hidup. Anggapan bahwa usianya tidak lama lagi begitu sering menghantui. Padahal, setiap stadium alias tahapan kanker memiliki angka ketahanan hidup penderita kanker yang berbeda-beda.

Sebelum berputus asa, ada baiknya Anda mengetahui angka ketahanan hidup penderita kanker usus besar berdasarkan stadiumnya agar lebih semangat menjalankan pengobatan. Yuk, cek artikelnya di sini.

Apa itu angka ketahanan hidup?

Angka ketahanan hidup sering digunakan oleh para dokter sebagai cara paling umum untuk mendiskusikan perkiraan perjalanan penyakit seseorang (prognosis). Saat didiagnosis mengidap suatu penyakit tertentu, pasien mungkin ingin mengetahui bagaimana “nasib” orang lain yang juga memiliki kondisi yang sama dengannya. Meski pada beberapa orang, mengetahui angka ketahanan hidup tidak ada gunanya atau bahkan cukup menakutkan.

Angka ketahanan hidup penderita kanker usus besar (atau disebut juga kanker kolorektal), biasanya berbeda-beda, bergantung pada stadium kanker yang diderita. Secara sederhana, angka ketahanan hidup dapat diartikan sebagai perkiraan berama lama seorang pasien dengan keadaan sama dengan Anda mampu bertahan dengan kanker usus besar yang dialami setelah pertama kali divonis.

Namun, perlu diingat bahwa angka ini bukanlah patokan utama mengenai sampai berapa lama Anda dapat hidup. Angka ini hanya membantu Anda dalam mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai sejauh apa pengobatan kanker yang Anda lakukan akan berhasil.

Angka ketahanan hidup 5 tahun pada penderita kanker, apakah itu?

gaya hidup setelah kanker serviks

Angka ketahanan hidup penderita kanker usus besar menginformasikan seberapa lama Anda dapat bertahan setelah pertama kali mendapatkan diagnosis kanker. Umumnya, angka ketahanan hidup penderita kanker minimal lima tahun, itu sebabnya ia disebut angka ketahanan hidup lima tahun.

Apa yang dimaksud dengan angka ketahanan hidup 5 tahun? Angka ketahanan hidup 5 tahun berarti saat didiagnosis memiliki kanker usus besar, pasien dapat hidup minimal lima tahun ke depan. Namun, pada kenyataannya, banyak orang yang mampu melampaui batas lima tahun, atau bahkan sangat lama. Jika seseorang mampu bertahan hidup selama lima tahun atau lebih, kemungkinan ia bisa dinyatakan sembuh dari kanker yang dialaminya.

Sebagai contoh, apabila angka ketahanan hidup 5 tahun penderita kanker adalah 34 persen, artinya sebanyak 34 orang dari 100 orang yang mengidap kanker mampu bertahan hidup hingga lima tahun (atau bisa juga lebih) setelah pertama kali didiagnosis kanker. Namun, angka ini tidak berarti bahwa Anda akan bersih dari kanker pada jangka waktu lima tahun. Bisa saja Anda mampu bertahan selama lima tahun setelah didiagnosis namun masih harus menjalankan pengobatan, meski pada beberapa orang bisa pula mengalami kesembuhan.

Angka harapan hidup relatif adalah cara yang lebih akurat untuk memperkirakan dampak kanker usus besar. Angka ini muncul dengan cara membandingkan orang yang memiliki kanker usus besar dengan orang-orang secara keseluruhan. Selain melihat efek kanker terhadap kelangsungan hidup seseorang, cara ini juga dapat membantu mencatat kasus kematian yang bukan disebabkan oleh kanker.

Angka ketahanan hidup tidak berlaku sama bagi setiap orang

Meski angka ketahanan hidup bisa memberikan gambaran mengenai keberhasilan pengobatan pasien dengan penyakit sama, angka ini tidak dapat  memprediksi apa yang akan terjadi dalam kasus masing-masing orang. Setiap orang memiliki kondisi kesehatan dan keadaan yang berbeda-beda. Itu sebabnya angka ini hanya memberikan gambaran umum saja.

Pada artikel ini Anda akan menemukan angka ketahanan hidup penderita kanker usus besar berdasarkan stadiumnya. Namun, perlu diingat bahwa angka ini bukanlah suatu ukuran pasti. Ada beberapa hal yang perlu Anda ingat saat membaca angka ketahanan hidup penderita kanker usus besar pada bagian bawah, yaitu:

  • Untuk mendapatkan angka ketahanan hidup lima tahun, dokter akan memeriksa pasien kanker usus besar selama lima tahun ke belakang. Hasil pengobatan yang terjadi bisa membawa suatu pandangan baru (yang mungkin lebih baik) pada orang yang saat ini didiagnosis kanker usus besar.
  • Angka yang tertera di bawah didasarkan pada stadium kanker yang pertama kali ditemukan saat diagnosis pertama kali. Jadi, angka tersebut tidak berlaku bagi kanker yang telah menyebar atau kembali lagi setelah pengobatan

Mengetahui jenis dan stadium kanker seseorang sangat diperlukan untuk mengukur keadaan mereka. Angka ketahanan hidup, alias seberapa lama orang dapat bertahan saat didiagnosis akan menjadi lebih tinggi atau lebih panjang apabila kanker bisa didiagnosis pada tahap awal.

Faktor lain yang juga dapat memengaruhi angka ketahanan hidup seseorang dengan kanker usus besar, antara lain tingkat keganasan kanker, perubahan genetik pada sel-sel kanker, pengobatan yang didapatkan, dan seberapa baik sel kanker merespons pengobatan.

Sekalipun telah mengikutsertakan faktor tersebut untuk menentukan angka ketahanan hidup, angka bertahan hidup tetap hanya penilaian kasar. Konsultasikanlah dengan dokter Anda apakah angka ini sesuai dengan keadaan Anda.

Persentase bertahan hidup pasien kanker usus besar berdasarkan stadiumnya

Seperti yang dilaporkan oleh bank data National Cancer Institute’s SEER pada situs cancer.org, berikut adalah data dari orang-orang yang didiagnosis mengidap kanker usus besar antara tahun 2004 dan 2010.

Stadium Tingkat ketahanan hidup 5 tahun
I 92%
IIA 87%
IIB 65%
IIIA 90%
IIIB 72%
IIIC 53%
IV 12%

Jika melihat angka di atas, Anda mungkin akan sedikit mengerutkan kening ketika melihat angka ketahanan hidup lima tahun orang dengan kanker usus besar stadium IIIA dan IIIB. Hasil penelitian yang dikeluarkan oleh National Cancer Institute’s SEER menunjukkan bahwa dengan stadium IIIA atau IIIB memiliki angka kelangsungan hidup yang lebih baik daripada mereka dengan kanker stadium IIB. Padahal, sebelumnya disebutkan bahwa semakin awal kanker ditemukan, maka semakin tinggi pula angka ketahanan hidup 5 tahunnya. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

Kemungkinan, terjadinya perbedaan tersebut diakibatkan adanya perbedaan sistem dan alat yang digunakan untuk mengukur ketahanan hidup setiap fase kanker berbeda. Misalnya saja, kanker yang kini dianggap sebagai stadium IIIC dulu dikelompokkan menjadi stadium IIIB dan begitu juga sebaliknya. Apalagi, sel kanker usus besar tertentu dapat menjadi lebih ganas. 

Angka ketahanan hidup penderita kanker rektum berdasarkan stadiumnya

Selain kanker usus besar, National Cancer Institute’s SEER juga menerbitkan angka ketahanan hidup relatif 5 tahun dari kanker rektum antara tahun 2004 dan 2010, mengingat kedua jenis penyakit ini kadang berhubungan.

Stadium Tingkat kelangsungan hidup relatif 5 tahun
I 88%
IIA 81%
IIB 50%
IIIA 83%
IIIB 72%
IIIC 58%
IV 13%

Sama seperti dengan yang terjadi pada angka ketahanan hidup penderita kanker usus besar, hasil statistik ini juga menggunakan sistem pengelompokkan stadium lama. Sehingga Anda akan menemukan bahwa orang dengan kanker rektum stadium III bahkan mungkin memiliki angka ketahanan hidup yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan kanker stadium II. Hal itu terjadi untuk alasan yang sama.

Yang perlu diingat, semua angka yang tertera di atas hanyalah estimasi yang belum tentu akan berlaku pada semua orang. Angka tersebut hanya memprediksikan seberapa banyak orang yang mampu bertahan dari kanker sejak pertama kali didiagnosis. Konsultasikanlah dengan dokter Anda untuk mengetahui keadaan Anda yang lebih baik.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Manfaat Virgin Coconut Oil untuk Kesehatan

Tak hanya efektif memangkas gelambir lemak perut, manfaat virgin coconut oil alias minyak kelapa dara sangat menakjubkan untuk kesehatan.

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Fakta Unik 04/08/2020 . Waktu baca 4 menit

Minum Madu Setelah Minum Obat, Boleh atau Tidak?

Minum obat terus minum madu? Boleh atau tidak? Baiknya Anda simak penjelasan di sini mengenai bahaya dan anjuran saat minum madu.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat, Fakta Unik 27/07/2020 . Waktu baca 3 menit

Tes Kesehatan untuk Menegakkan Diagnosis Kanker Ovarium

Penegakkan diagnosis kanker ovarium harus melalui tes kesehatan yang sesuai. Lantas, tes apa saja yang digunakan sebagai cara mendeteksi kanker ovarium?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Kanker Ovarium 27/07/2020 . Waktu baca 6 menit

Kenali Perbedaan Kista Ovarium dan Kanker Ovarium

Kanker dan kista ovarium itu berbeda. Lantas, apa perbedaan kista ovarium dengan kanker ovarium? Apakah kista bisa menjadi kanker ovarium?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Penyakit Kanker 26/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pencegahan cara mencegah kanker ovarium

Hal-hal yang Dapat Dilakukan untuk Mencegah Kanker Ovarium

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit
makanan buah dan sayur yang baik dan bagus untuk pasien kanker ovarium

Aturan dan Jenis Makanan yang Disarankan untuk Pasien Kanker Ovarium

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 5 menit
prostatitis

Prostatitis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 05/08/2020 . Waktu baca 10 menit
pembengkakan prostat jinak adalah

Pembesaran Prostat Jinak (BPH)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 05/08/2020 . Waktu baca 11 menit