Payudara Terasa Sakit, Apa Penyebabnya Selalu Kanker?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia

Penyebab sakit di payudara kerap dihubung-hubungkan dengan tanda kanker. Banyak orang pula yang mengira rasa sakit di payudaranya adalah gejala kondisi serius, seperti kanker payudara. Namun, apakah anggapan itu benar? Apa penyebab lain kondisi sakit di payudara? Simak penjelasannya di bawah ini.

Penyebab sakit di payudara, apakah selalu tanda kanker?

Kecil kemungkinannya rasa sakit di payudara yang Anda alami adalah tanda kanker. Rasa nyeri bukan merupakan gejala umum kanker payudara. Rasa sakit yang biasa muncul di payudara merupakan hasil dari perubahan normal yang terjadi pada payudara Anda.

Kebanyakan kasus nyeri di payudara umumhya berkaitan dengan gejala sindrom premenstruasi alias PMS. Namun begitu, ada beberapa penyebab lainnya kenapa payudara terasa sakit.

Apa saja penyebab payudara sakit?

Umumnya, rasa nyeri yang Anda rasakan di payudara bukanlah pertanda kanker. Beberapa penyebab yang membuat Anda merasakan sakit di payudara, antara lain:

1. Ukuran payudara besar

Seringnya tidak disadari, ukuran payudara besar ternyata bisa menjadi salah satu penyebab payudara Anda merasa sakit. Bahkan, seorang ahli penyakit dalam, dr. Jomo James, menyebutkan bahwa rasa sakit ini bisa menjalar hingga ke area punggung dan leher.

Rasa sakit yang menjalar ini diakibatkan oleh jumlah lemak yang cukup bertumpu di bagian tubuh atas Anda.

Penumpukan berat di area dada ini juga akan membuat postur tubuh cenderung membungkuk (lordosis) demi menahan berat badan tersebut. Gejala yang umum terjadi pada orang yang memiliki lordosis adalah nyeri otot.

Dikutip dari Mayo Clinic, wanita dengan ukuran payudara besar mungkin mengalami nyeri payudara yang berkaitan dengan ukurannya. Mereka juga mungkin mengalami masalah lain, seperti sakit punggung dan nyeri bahu.

2. Masalah struktur payudara

Penyebab payudara sakit lainnya adalah perubahan yang terjadi pada saluran susu atau kelenjar susu. Bisa karena adanya kista payudara, trauma sebelum operasi payudara, atau faktor lain yang terlokalisasi di payudara.

3. Menstruasi

Untuk kebanyakan wanita, siklus menstruasi adalah penyebab dari segudang rasa sakit dan nyeri menusuk pada payudara. Hal ini adalah reaksi normal dari naik turunnya hormon yang berkaitan dengan menstruasi. Jenis nyeri ini biasa disebut dengan nyeri siklis.

“Rasa sakit adalah kondisi yang umum dialami selama siklus menstruasi dan PMS, saat produksi hormon—seperti estrogen dan progesteron—meningkat,” ujar Karthik Ghosh, MD, direktur klinik payudara di Mayo Clinic Rochester, Minnesota.

Peningkatan hormon estrogen dan progesteron saat menstruasi dan trimester awal kehamilan sering kali menyebabkan rasa nyeri pada payudara.

Dilansir dari Healthline, sakit payudara akibat PMS akan mereda begitu menstruasi selesai. Sementara itu, rasa sakit di payudara akibat kehamilan bisa terus berlangsung selama hormon kehamilan progesteron masih terus meningkat pada kehamilan Anda.

4. Menopause

Memasuki usia menopause juga menjadi salah satu penyebab Anda merasakan sakit di payudara. Pada masa ini, hormon progesteron dan estrogen terus mengalami naik-turun.

Ketika hormon-hormon ini melonjak, jaringan payudara akan mengalami perubahan yang dapat membuat payudara terasa nyeri. Nyeri payudara dapat menghilang setelah hormon kembali stabil dan melewati masa menopause.

5. Efek samping obat

Obat kesuburan wanita dan pil KB juga bisa jadi penyebab payudara terasa sakit. Efek samping ini juga rasakan akibat penggunaan obat antidepresan SSRI (Selective Serotonin Reuptake Inhibitor).

6. Ketidakseimbangan asam lemak

Ketidakseimbangan asam lemak dalam sel tubuh dapat memengaruhi jaringan payudara menjadi lebih sensitif terhadap pengaruh hormon sehingga bisa menyebabkan nyeri pada payudara.

7. Berolahraga terlalu keras

Mungkin rutinitas push-up atau angkat beban yang Anda lakukan terlalu berat. Akibatnya, hal ini bisa menjadi penyebab munculnya sensasi tidak nyaman pada payudara, yang mirip dengan rasa sakit.

Sebenarnya, rasa tidak nyaman tersebut berasal dari otot pektoral di bawah payudara yang tertarik. Otot-otot ini bekerja meregang dan mengendur saat Anda berolahraga terlalu berat.

Untuk mengatasinya, Anda bisa menggunakan koyo atau minum obat pereda nyeri.

8. Menarik atau mengangkat sesuatu yang berat

Sama seperti olahraga yang terlalu keras di atas, otot pektoral di bawah payudara Anda bekerja terlalu keras saat menarik atau mengangkat sesuatu yang berat. Menggeser perkakas berat atau furnitur rumah Anda bisa menyebabkan rasa sakit.

Cobalah minta bantuan ketika mengangkat atau menggeser hal-hal berat. Dengan begitu, kerja otot bisa lebih ringan dan menghindarkan Anda dari rasa sakit.

9. Salah ukuran bra

Ukuran bra yang salah bisa menjadi penyebab masalah yang cukup serius untuk payudara Anda, yang dapat menimbulkan rasa sakit.

Jika bra sehari-hari Anda terlalu ketat atau cup bra Anda terlalu kecil, kawat penyangga mungkin akan semakin mendorong dada Anda dan menyebabkan rasa sakit.

Begitu pula sebaliknya, jika payudara Anda tidak mendapat sokongan yang baik, alias bra kendur, gravitasi akan memengaruhi payudara Anda selagi berjalan.

Hal ini menyebabkan payudara Anda melambung ke atas bawah, dan membuat otot pektoral juga tertarik.

Sebuah studi terbaru menemukan bahwa satu dari tiga pelari maraton mengeluhkan mengalami sakit pada payudara. Untuk meredakan rasa sakit ini, pilihlah bra olahraga yang sesuai dengan ukuran payudara.

Saat mencoba, lakukan beberapa lompatan kecil atau lari di tempat dan pastikan tidak ada bagian payudara Anda yang melorot turun atau mencuat keluar, alias tidak muat.

Sangat penting untuk memilih bra yang dapat menyokong dengan tepat, terutama saat berolahraga, apalagi bagi Anda yang memiliki payudara besar.

Dengan begitu, payudara Anda akan tetap berada di tempatnya dan menghindari risiko menarik jaringan otot pektoral.

Jika Anda mengalami nyeri payudara yang terkonsentrasi hanya di satu area dan tak kunjung hilang dalam jangka waktu yang cukup lama, atau bahkan memburuk, segera konsultasikan dengan dokter.

Kapan harus ke dokter?

Sebagian besar rasa sakit di payudara akan hilang dengan sendirinya, apa pun penyebabnya. Sakit di payudara juga dapat diobati dengan mudah pakai obat pereda nyeri.

Namun, jika rasa sakit di payudara tidak juga hilang dalam satu atau dua minggu, atau bahkan bertambah buruk, segeralah ke dokter. Apalagi jika nyeri di payudara disertai dengan gejala lain, seperti benjolan pada puting susu, atau tanda-tanda infeksi seperti kemerahan dan bengkak.

Dokter akan membantu untuk melakukan pemeriksaan klinis untuk memastikan penyebab sakit di payudara yang Anda rasakan.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Desember 31, 2017 | Terakhir Diedit: Februari 24, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca