Kanker Payudara Sudah Menyebar ke Tulang, Bisakah Disembuhkan?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/02/2020
Bagikan sekarang

Seperti kanker jenis lainnya, kanker payudara juga bisa bermetastasis alias menyebar ke bagian tubuh lain, seperti paru-paru, hati, otak, atau tulang. 

Penyebaran sel kanker payudara ke organ tubuh lain, seperti tulang, bisa digolongkan sebagai kanker payudara stadium 4. Hampir 5 persen wanita yang mengidap kanker payudara, sudah memiliki metastase ke tulang, saat baru didiagnosis. Apa saja gejala dan bagaimana mengatasinya? Simak ulasannya berikut ini.

Apa yang terjadi saat kanker payudara menyebar ke tulang?

herceptin obat kanker payudara risiko penyakit jantung

Normalnya, tulang yang membentuk kerangka tubuh akan selalu berganti. Tulang tua akan dipecah dan dihancurkan lalu diganti dengan tulang baru. Dengan begitu, tulang kita akan tetap sehat dan kuat.

Namun, tidak demikian dengan penderita kanker. Untuk penderita kanker payudara, dengan metastasis tulang, sel tulang ini akan tumbuh secara tidak terkontrol dan cenderung rentan (mudah hancur).

Akibatnya, beberapa bagian struktur tulang dapat pecah tanpa membentuk tulang baru. Hal ini membuat tulang cenderung lemah dan rentan terhadap patah tulang.

Sel-sel kanker dapat melepaskan diri dari tumor asli di payudara dan melakukan perjalanan ke bagian lain dari tubuh melalui aliran darah atau sistem limfatif. Sistem limfatik adalah jaringan besar kelenjar dan pembuluh yang berfungsi menghilangkan bakteri, virus, dan produk limbah sel.  

Kanker payudara yang menyebar ke tulang juga dapat menyebabkan tulang baru tumbuh secara tidak terkontrol, sekalipun tulang tua belum rusak. Hal tersebut membuat tulang menjadi lebih keras, tapi strukturnya rentan dan abnormal. Alhasil, tulang lebih berisiko patah.

Sebagaimana dikutip dari Healthline, terdapat beberapa jenis kanker metastase tulang, antara lain:

  • Osteoblastik, yaitu jika ada terlalu banyak sel tulang baru
  • Osteolitik, yaitu jika terlalu banyak tulang hancur. Kondisi ini paling umum terjadi pada pasien kanker payudara dengan metastase tulang. 

Gejala kanker payudara sudah menyebar ke tulang

kanker payudara menyebar ke tulang

Nyeri tulang biasanya merupakan gejala awal dari kanker payudara yang telah menyebar sampai ke tulang Anda.

Kanker yang tumbuh di tulang belakang dapat menyebabkan tekanan pada sumsum tulang belakang. Akibatnya, tak hanya rasa sakit, fungsi usus dan kandung kemih juga akan terganggu.

Pada kasus yang berat, tumor di daerah tertentu di tulang belakang juga dapat menyebabkan kelumpuhan.

Gejala lainnya juga dapat ditemukan dalam darah Anda saat melakukan pemeriksaan laboratorium. Sel kanker dapat menyebabkan tulang melepaskan kalsium ke aliran darah.

Akibatnya, kadar kalsium dalam darah melebihi batas normal. Kondisi ini disebut dengan hiperkalsemia

Tanda jumlah kalsium dalam darah telah melebihi batas dapat ditandai dengan rasa mual, kehilangan nafsu makan, rasa haus, dan sembelit. Anda akan mudah mengantuk, bahkan linglung.

Hiperkalsemia bisa menyebabkan koma jika tidak segera ditangani.

Jika Anda menderita kanker payudara dan nyeri tulang, dokter biasanya menganjurkan tes pencitraan, termasuk X-ray atau scan tulang (scintigraphy). 

Tes pencitraan lain yang mungkin dianjurkan adalah magnetic resonance imaging (MRI), computerized cosmography (CT), atau positron emission tomography (PET). Tes ini akan membantu diagnosis maupun pengangkatan tumor.

Mengatasi sakit akibat kanker payudara yang menyebar ke tulang

Banyak perawatan utama kanker payudara yang dapat digunakan untuk mengobati kanker payudara yang persebarannya telah mencapai ke tulang. Perawatan bertujuan menghentikan penyebaran tumor dan mengecilkan atau mengangkat tumor yang ada.

Pengobatan yang diberikan akan bergantung dengan kondisi persebaran sel kanker.

Dikutip dari Mayo Clinic, berikut berbagai pengobatan kanker yang telah menyebar ke tulang, termasuk pada kanker payudara. 

Obat-obatan

obat herbal kanker payudara

Beberapa obat yang biasa diberikan kepada pasien kanker payudara metastase tulang: 

Obat penguat tulang

Obat-obatan ini biasa digunakan untuk merawat orang-orang dengan penipisan tulang (osteoporosis). 

Obat-obatan ini dapat memperkuat tulang dan mengurangi rasa sakit yang disebabkan oleh kanker, termasuk pada payudara yang telah menyebar ke tulang.

Obat penguat tulang juga dapat mengurangi risiko penyebaran kanker ke tulang yang baru. 

Dokter mungkin akan meresepkan beberapa obat penguat tulang. Beberapa obat diberikan secara intravena, dan sisanya diminum langsung. 

Obat penguat tulang dapat menyebabkan sakit tulang sementara dan masalah ginjal. Obat-obatan untuk mengatasi kanker payudara menyebar ke tulang ini akan meningkatkan risiko Anda terhadap kerusakan tulang rahang (osteonecrosis), yang jarang terjadi tapi serius. 

Batangan logam juga dapat ditanam melalui operasi untuk mendukung tulang yang lemah. Selain batangan logam, tulang juga dapat distabilkan dengan pelat logam, sekrup, atau semen.

Berbagai jenis pengobatan biasanya dikombinasikan untuk hasil terbaik. Rencana perawatan akan disesuaikan dengan respons tubuh terhadap perawatan tersebut.

Kemoterapi

Kemoterapi adalah pengobatan sistemik yang dapat secara efektif membunuh sel-sel kanker payudara di seluruh tubuh Anda. Pengobatan ini dapat diberikan secara intravena atau dalam bentuk pil.

Terapi hormon

Jika Anda mengidap jenis kanker payudara yang membutuhkan terapi hormonal, Anda mungkin akan disarankan untuk tetap melanjutkannya. 

Obat-obatan penghilang rasa sakit

Selain mengobati kanker payudara yang telah menyebar ke tulang, dokter dapat meresepkan obat untuk membantu mengontrol rasa sakit, ketidaknyamanan, dan mengurangi rasa letih.

Mungkin perlu waktu untuk menentukan kombinasi obat penghilang rasa sakit yang paling cocok untuk Anda. Jika Anda minum obat, tapi rasa sakit tak kunjung hilang, berkonsultasilah dengan dokter Anda.

Operasi

mastektomi operasi pengangkatan payudara

Prosedur bedah dapat membantu menstabilkan tulang yang berisiko patah atau memperbaiki patah tulang.

Operasi untuk menstabilkan tulang

Jika Anda berisiko patah tulang akibat penyebaran sel kanker, ahli bedah mungkin dapat merekomendasikan operasi untuk menstabilkan tulang menggunakan pelat logam, sekrup, dan paku. 

Prosedur ini disebut dengan fiksasi ortopedi yang dapat menghilangkan rasa sakit dan meningkatkan fungsi tulang. Sering kali, terapi radiasi dilakukan ketika Anda pulih dari operasi. 

Terapi radiasi ini dapat mengecilkan tumor, memperkuat tulang, dan mengurangi rasa nyeri.

Operasi untuk menyuntikkan tulang dengan semen

Tulang yang agak sulit untuk diperkuat dengan pelat atau sekrup logam, seperti tulang panggul dan tulang di tulang belakang, mungkin dapat diberikan perawatan ini. 

Dokter akan menyuntikkan semen tulang ke dalam tulang yang rusak. Prosedur ini dapat mengurangi rasa sakit. 

Operasi untuk memperbaiki tulang yang patah

Jika kanker payudara menyebar ke tulang telah menyebabkan patah tulang, ahli bedah dapat melakukan operasi untuk memperbaiki tulang. Prosedur ini menggunakan pelat logam, sekrup, dan paku. 

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kanker Usus Besar

Kanker usus besar adalah penyakit yang menyerang sistem pencernaan. Yuk, pelajari lebih dalam mengenai gejala, penyebab, dan cara mengatasiny berikut ini.

Ditulis oleh: Aprinda Puji

Seberapa Sering Wanita Perlu Melakukan Tes Mamografi?

Rutin melakukan tes mamografi dapat mendeteksi dini kanker payudara. Namun, kapan perlu memulai dan seberapa sering tes mamografi perlu dilakukan?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila

Pewarna Rambut Permanen Ternyata Dapat Meningkatkan Risiko Kanker Payudara

Selain dapat menimbulkan kerontokan parah, ternyata pewarna rambut juga bisa meningkatkan risiko kanker payudara. Benarkah demikian?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi

Kapan Boleh Berhenti Periksa Mamografi?

Mamografi adalah salah satu cara untuk mendeteksi kanker payudara sejak usia 40 tahun. Lalu, kapan boleh berhenti periksa mamografi?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila

Direkomendasikan untuk Anda

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
diagnosis hiv

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 26/05/2020
mengukur tekanan darah anak

Panduan Lengkap Mengukur Tekanan Darah Anak di Rumah

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 22/04/2020
merawat pasien kanker payudara

7 Tips Merawat Pasien Kanker Payudara dalam Pengobatan

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 18/04/2020