Mengenal Terapi Imuno Onkologi, Cara Baru untuk Mengobati Kanker Paru

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro

Kanker paru menempati posisi ketiga sebagai kanker paling mematikan di Indonesia. Data GLOBOCAN 2018 menyatakan sepanjang tahun 2018, ada 30.023 kasus baru di Indonesia serta 26.095 orang meninggal dunia. Seiring berjalannya waktu, dunia medis kini menemukan cara baru untuk mengatasi kanker paru, yakni dengan imuno onkologi.

Mengapa memilih imuno onkologi untuk mengobati kanker paru?

pengobatan kanker paru

Imuno onkologi merupakan metode pengobatan kanker dengan memanfaatkan sistem kekebalan tubuh pasien. Alih-alih memakai obat untuk menyerang sel kanker, terapi ini memengaruhi sistem kekebalan sehingga tubuh pasien dapat melawan kanker sendiri.

Sistem kekebalan tubuh bekerja dengan melawan molekul asing, bibit penyakit, serta sel-sel yang tumbuh tanpa terkendali. Terapi imuno onkologi memanfaatkan mekanisme tersebut untuk membunuh sel-sel abnormal pada tubuh pasien kanker paru.

Pada kondisi normal, sistem kekebalan tubuh sebenarnya mampu menghancurkan sel kanker. Namun, sel kanker sering kali beradaptasi dan bermutasi sehingga sistem imun tidak bisa mendeteksinya. Sel kanker pun terus tumbuh dan akhirnya membentuk tumor ganas pada paru-paru.

Terapi imuno onkologi akan merangsang sistem kekebalan tubuh untuk balik melawan sel kanker paru. Terapi ini bekerja melalui tiga prinsip, yakni:

  • menghentikan atau memperlambat pertumbuhan sel kanker
  • mencegah kanker menyebar ke bagian tubuh lain
  • membantu sistem kekebalan tubuh untuk menghancurkan sel kanker dengan lebih efektif

Bagi pasien kanker paru, terapi imuno onkologi dinilai memiliki lebih banyak keunggulan dibandingkan metode pengobatan pendahulunya. Keunggulan tersebut antara lain:

  • mungkin bekerja pada pasien yang tidak bisa ditangani dengan kemoterapi atau radioterapi
  • mendukung metode pengobatan lain, seperti kemoterapi
  • memiliki efek samping yang lebih ringan karena hanya menyasar sistem kekebalan tubuh, bukan seluruh sel tubuh
  • risiko kanker kambuh kembali lebih kecil

“Kanker ini ibarat pencuri yang bisa bersembunyi dari polisinya, yaitu sistem kekebalan tubuh. Kita menggunakan imunoterapi agar tumor tidak bisa bersembunyi lagi,” ungkap dr. Elisna Syahruddin, dokter spesialis paru di RSUP Persahabatan, saat ditemui tim Hello Sehat di Grand Hyatt Hotel, Jakarta Pusat, Rabu (5/2).

Mengenal jenis imuno onkologi untuk mengobati kanker paru

Terapi imuno onkologi adalah metode yang didasarkan pada kondisi individu. Artinya, dua orang pasien mungkin membutuhkan terapi dengan bentuk yang berbeda. Melansir American Society of Clinical Oncology, terapi imuno onkologi terbagi sebagai berikut:

1. Antibodi monoklonal

Antibodi monoklonal adalah protein khusus dalam sistem kekebalan tubuh yang mampu berikatan dengan protein pada sel kanker. Setelah berikatan, antibodi monoklonal lalu mengirim sinyal ke sistem imun untuk membunuh sel kanker.

Sistem imun sebetulnya memiliki sistem penghancur sel tersendiri. Namun, sel kanker dapat mengecoh sistem imun melalui mekanisme yang disebut immune checkpoints. Antibodi monoklonal juga bisa memengaruhi mekanisme ini sehingga sistem imun bisa kembali menyerang sel kanker.

2. Imunoterapi non-spesifik

Bentuk lain dari terapi imuno onkologi yang bisa dimanfaatkan oleh pasien kanker paru adalah imunoterapi non-spesifik. Metode ini bekerja dengan cara yang mirip dengan antibodi monoklonal, tapi terbagi lagi menjadi dua jenis, yakni:

  • Interferon, membantu sistem kekebalan melawan kanker dan memperlambat pertumbuhan sel kanker.
  • Interleukin, membantu memproduksi sel-sel kekebalan tubuh yang dapat menghancurkan sel kanker.

3. Terapi sel T

menyembuhkan kanker

Sel T adalah sel dalam sistem imun yang berfungsi melawan infeksi. Pada terapi imuno onkologi ini, dokter akan mengambil sampel darah pasien kanker paru dan memisahkan sel T-nya. Sel T tersebut lalu diubah di laboratorium sehingga memiliki reseptor.

Reseptor adalah protein yang membuat sel T dapat mengenali sel kanker. Setelah diubah dan dibiarkan tumbuh, sel T kemudian dimasukkan kembali ke tubuh pasien. Sel T yang telah memiliki reseptor akan mengenali sel kanker dan menghancurkannya.

4. Terapi virus onkolitik

Terapi imuno onkologi ini memanfaatkan virus yang telah dimodifikasi untuk membunuh sel kanker paru. Pertama, dokter akan menyuntikkan virus ke dalam tumor. Virus lalu memasuki sel kanker dan memperbanyak diri sehingga sel tumor hancur.

Tumor yang sudah hancur akan melepaskan protein khusus yang disebut antigen. Antigen kemudian merangsang sistem imun dan memicu produksi sel-sel kekebalan tubuh yang dapat membunuh sel kanker.

Imuno onkologi adalah metode pengobatan yang cukup menjanjikan bagi pasien kanker paru. Pasalnya, metode ini dapat memberikan manfaat yang sama dengan kemoterapi dan radiologi dengan efek samping yang lebih ringan.

Meski begitu, cara terbaik untuk mengatasi kanker tetaplah dengan mencegahnya. “Kanker paru adalah penyakit dengan biaya tinggi. Kalau mau lebih efektif dan murah, cara terbaik ya, menghindari faktor risikonya,” ujar Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia, Prof. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, pada kesempatan yang sama.

“Olahraga, makan makanan sehat, berat badan dijaga, dan hindari rokok. Sekitar 90 persen kanker paru itu berhubungan dengan gaya hidup, terutama rokok. Jadi, pesan utama saya adalah berhenti merokok sekarang juga,” pungkasnya.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Februari 6, 2020 | Terakhir Diedit: Februari 6, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca