Operasi Kanker Kulit Bikin Anda Takut? Yuk, Pahami Dulu Prosedurnya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 13/02/2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Penanganan terhadap kanker biasanya identik dengan kemoterapi atau terapi radiasi. Namun, beberapa jenis kanker kulit terkadang perlu ditangani melalui operasi. Prosedur ini mungkin terdengar menyeramkan bagi kebanyakan orang, sebab terdapat banyak tahapan yang akan dilewati dengan berbagai risikonya.

Kendati demikian, operasi kanker memiliki manfaat yang besar bagi kesembuhan pasien. Anda dapat mencoba mengatasi rasa takut dengan memahami seluk-beluk operasi yang hendak Anda jalani. Simak informasi berikut untuk mengetahui prosedur selengkapnya.

Seperti apa prosedur operasi kanker kulit?

efek operasi ganti kelamin

Kanker kulit terbagi menjadi tiga, yakni karsinoma sel basal, karsinoma sel skuamosa, dan kanker kulit melanoma. Melansir American Cancer Society, operasi adalah metode yang paling umum digunakan untuk mengatasi karsinoma sel basal dan skuamosa.

Kanker kulit melanoma sebenarnya juga dapat ditangani dengan operasi. Namun, melanoma lebih berbahaya karena penyebarannya lebih cepat dibandingkan karsinoma sel basal maupun skuamosa.

Pada melanoma stadium lanjut, pengobatan yang disarankan biasanya berupa kombinasi operasi dengan radiasi, kemoterapi, atau imunoterapi. Jenis pengobatan perlu disesuaikan dengan keparahan penyakit, lokasi tumor, dan kesehatan pasien.

Ada beberapa jenis operasi kanker kulit. Jenis operasi dipilih menurut tipe, ukuran, lokasi kanker pada tubuh, serta faktor-faktor lainnya. Berikut gambaran berbagai prosedur tersebut:

1. Pengikisan

Prosedur operasi kecil ini digunakan untuk mendiagnosis sekaligus mengatasi kanker kulit. Dokter akan memberikan Anda bius lokal, lalu mengikis tumor dan sedikit jaringan kulit di sekitarnya dengan pisau bedah. Kulit Anda lalu akan dijahit kembali.

Penutupan luka biasanya lebih sulit bila tumor terdapat di bagian tubuh yang sulit seperti kepala, telinga, dan jari-jari. Dokter mungkin harus mengambil kulit dari bagian tubuh yang lain untuk menutup luka tersebut.

Setelah operasi selesai, jaringan kanker kulit yang telah diangkat akan dipelajari di laboratorium. Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh sel kanker telah hilang.

2. Kuretase dan elektrodesikasi

Kuretase adalah prosedur untuk menghilangkan tumor pada kulit menggunakan kuret, yakni alat medis berbentuk tongkat logam dengan ujung melingkar. Guna mencegah rasa sakit, dokter pertama-tama akan memberikan bius lokal terlebih dulu.

Dokter kemudian akan mengangkat jaringan tumor menggunakan kuret. Setelah itu, prosedur dilanjutkan dengan elektrodesikasi, yakni pemasangan jarum elektroda pada kulit di sekitar area yang dikuret. Panas dari jarum elektroda akan menghilangkan sisa sel kanker dan menghentikan darah yang mengalir.

Kuretase dan elektrodesikasi cukup efektif untuk mengatasi kanker yang tidak terlalu dalam. Akan tetapi, Anda mungkin harus mengulangi prosedur ini beberapa kali hingga seluruh sel kanker hilang. Prosedur ini juga menyisakan bekas luka.

3. Cryosurgery

Disebut juga krioterapi, prosedur ini bertujuan untuk menghilangkan sel-sel kanker menggunakan suhu dingin ekstrem. Caranya adalah dengan menyemprotkan nitrogen cair pada kulit yang terkena kanker.

Kulit yang disemprot lalu membeku, sedangkan sel kanker di dalamnya hancur dan terurai. Kulit Anda akan mengalami luka lepuh, tapi ini adalah hal yang normal. Jaga luka tetap bersih dan tunggulah selama dua minggu hingga luka mengering.

Terkadang, pasien perlu kembali melakukan kontrol untuk memastikan sel-sel kanker sudah hilang. Setelah pulih sepenuhnya, bagian kulit Anda yang mengalami krioterapi mungkin akan kehilangan rambut atau tampak lebih terang.

4. Operasi laser

Sumber: Air Force Medical Service

Operasi laser bertujuan untuk menghilangkan kanker kulit menggunakan energi panas. Sinar laser lebih akurat dibandingkan pisau, jadi prosedur ini cocok untuk bagian tubuh yang sensitif. Selain itu, prosedur ini juga mengurangi risiko perdarahan, nyeri, dan pembentukan bekas luka.

Akan akan diberikan bius lokal dan obat penenang sebelum menjalani operasi laser. Dokter lalu membidik jaringan kanker menggunakan laser. Panas dari laser akan menghancurkan sel-sel abnormal sehingga jaringan kanker terurai.

Dokter kemudian akan membersihkan jaringan yang terurai dengan kain kasa basah. Jika kulit mengalami perdarahan, laser dapat digunakan untuk menutup luka dan menghentikan darah yang mengalir.

5. Operasi kanker kulit Mohs

Operasi Mohs adalah prosedur yang dinilai paling ampuh mengatasi kanker kulit basal dan skuamosa. Metode ini terdiri dari beberapa tahap yang seluruhnya dilakukan dalam satu kunjungan. Berikut tahap-tahapnya:

  • Dokter memeriksa area kulit yang terkena kanker, lalu memberikan bius lokal pada area tersebut.
  • Lapisan atas sel kanker dikikis menggunakan pisau bedah. Bekas luka lalu ditutup dengan perban.
  • Anda menunggu hasil analisis laboratorium untuk prosedur selanjutnya.
  • Dokter bedah membekukan, mewarnai, membelah, dan memeriksa jaringan kanker dengan mikroskop.
  • Jika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya sisa sel kanker, Anda akan menjalani pengikisan kedua.
  • Operasi pengikisan diulang hingga tidak ada sel kanker yang tersisa pada kulit.
  • Luka ditutup dengan jahitan. Jika luka cukup besar, Anda mungkin memerlukan operasi rekonstruksi kulit.
  • Proses pemulihan luka dimulai.

6. Operasi kelenjar getah bening terkait kanker kulit

Jika kelenjar getah bening yang dekat dari lokasi tumor mengalami pembengkakan, dokter mungkin perlu melakukan biopsi untuk mengambil sampel jaringan tersebut. Hal ini bertujuan untuk memeriksa adanya sel kanker pada kelenjar getah bening.

Apabila ditemukan sel kanker pada satu atau lebih kelenjar getah bening, dokter akan mengangkat kelenjar tersebut dan memeriksanya lebih lanjut. Operasi yang melibatkan kelenjar getah bening biasanya dilakukan dengan bius total.

Seperti jenis operasi pada umumnya, operasi kanker kulit pun terdengar menyeramkan apabila Anda tidak mengetahui seperti apa prosedurnya. Belum lagi, ada banyak jenis operasi dengan beragam alat medis dan tahapan yang berbeda.

Jika operasi membuat Anda merasa takut, cobalah mencari sebanyak-banyaknya informasi dari sumber yang terpercaya. Semua ini akan membuat Anda lebih siap menjelang operasi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Sih Harus Pakai Sunscreen Setiap Hari?

Selain untuk mencegah melindungi kulit dari paparan sinar matahari, ternyata ada manfaat lain dari rutin pakai sunscreen setiap hari.

Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Kecantikan 13/04/2019 . Waktu baca 6 menit

Sering Berkegiatan di Luar Ruangan? Simak Manfaat dan Risiko Paparan Sinar Matahari untuk Kulit Anda

Sinar matahari tak hanya membawa manfaat untuk kulit. Ada berbagai bahaya yang terjadi jika Anda mengalami paparan sinar matahari berlebih setiap harinya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Penyakit Kulit, Health Centers 25/11/2018 . Waktu baca 5 menit

Pramugari Lebih Berisiko Tinggi Kena Kanker Payudara, Ungkap Studi Harvard (Kenapa?)

Pramugari adalah salah satu profesi yang cukup diminati banyak wanita muda. Namun, profesi prestise ini menyimpan risiko kanker yang lebih tinggi. Kenapa?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kanker Payudara, Health Centers 10/09/2018 . Waktu baca 4 menit

Berbagai Pilihan Pengobatan untuk Kanker Ovarium di Rumah Sakit

Pengobatan kanker ovarium ada berbagai macam. Usahakan untuk selalu mengonsultasikannya dengan dokter sebelum melakukan prosedur pengobatan.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Tips Sehat 27/08/2018 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

liburan kanker kulit

5 Tips Liburan Nyaman untuk Pasien Kanker Kulit

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 15/02/2020 . Waktu baca 4 menit
operasi kanker tenggorokan

5 Jenis Operasi yang Paling Sering Direkomendasikan Dokter untuk Kanker Tenggorokan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 31/10/2019 . Waktu baca 5 menit
menghilangkan freckles di mata

Muncul Freckles di Mata, Apakah Berbahaya? Perlukah Dihilangkan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 14/08/2019 . Waktu baca 4 menit
gejala alergi sunscreen

Hati-hati, Suncreen Juga Bisa Sebabkan Alergi! Ini 4 Gejala yang Perlu Diwaspadai

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 19/04/2019 . Waktu baca 4 menit