Nutrisi Wajib untuk Penderita Kanker Hati Selama Pengobatan

Oleh

Karena merusak hati, kanker secara otomatis menghambat hati untuk bekerja secara optimal. Anda dapat memulihkan kondisi hati dengan mencegahnya bekerja lebih berat dari seharusnya. Langkah ini dapat diwujudkan melalui diet yang tepat. Sebelum Anda menyusun rencana diet sehat, kami akan membantu Anda dengan berbagi informasi dasar seputar makronutrien dan mikronutrien.

Makanan mengandung 3 makronutrien yang memberikan energi bagi tubuh agar dapat berfungsi secara optimal. Ketiga makronutrien tersebut adalah karbohidrat, protein dan lemak.

Karbohidrat (dapat berupa pati), gula, dan serat

Pati adalah karbohidrat kompleks, sedangkan gula adalah karbohidrat sederhana yang memberikan energi bagi tubuh. Serat membantu usus untuk menyingkirkan produk limbah serta membantu menurunkan kadar kolesterol jahat.

Pasien kanker hati dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat sederhana seperti buah. Mengapa harus buah? Buah mengandung gula, serat dan nutrisi lainnya yang bermanfaat. Selain itu, konsumsi buah-buahan merupakan cara yang lebih sehat untuk memuaskan hasrat Anda terhadap makanan manis, di samping mendapatkan energi jangka pendek yang dibutuhkan tubuh.

Jenis makanan tinggi serat dan nutrisi lainnya, seperti buah, sayuran akar, biji-bijian, kacang-kacangan, roti gandum dan pasta, dapat membantu Anda menjaga kondisi hati yang lebih baik. Hindari konsumsi jenis karbohidrat buruk seperti soda, permen, kue, dan roti putih.

Pada dasarnya, tubuh tidak dapat mencerna serat. Serat justru melewati tubuh dan membantu regulasi gula darah, menahan rasa cepat lapar, dan berkontribusi dalam kesehatan banyak organ. Ada dua jenis serat, yaitu serat larut dan serat tidak larut.

  • Serat larut menurunkan kadar glukosa darah dan kolesterol darah. Anda dapat menemukan serat larut dalam oatmeal, kacang, polong-polongan, lentil, apel, jeruk, biji rami, mentimun, seledri, wortel.
  • Serat tidak larut tentunya tidak dapat larut dalam air. Serat ini akan melewati saluran pencernaan dan membuat feses lebih lembut. Makanan yang mengandung serat tidak larut adalah beras merah, barley, dan dedak gandum.

Protein

Dalam tubuh Anda, ada banyak protein yang dibuat di hati. Protein ini kemudian dilepaskan ke dalam aliran darah ketika tubuh membutuhkannya. Bila mengidap kanker hati, pasien akan membutuhkan waktu lebih lama dalam pemulihan jaringan yang rusak, mengalami penundaan regenerasi hati, dan rentan terkena atrofi otot.

Protein hewani dan nabati merupakan protein yang penting bagi Anda. Pilihlah protein tanpa lemak seperti daging ayam atau ikan (bukan daging merah) dan kacang-kacangan. Untuk hasil yang terbaik, makanan sebaiknya tidak digoreng. Anda dapat mengukus, memanggang, menumis, atau merebus bahan protein tanpa lemak Anda dengan banyak bumbu, rempah-rempah, bawang putih, bawang merah, dan sayuran. Ingat! Hindari menambahkan garam terlalu banyak garam pada makanan.

Hati-hatilah dengan lemak

Lemak yang menumpuk di hati akan memperburuk kondisi hati. Di antara banyak jenis lemak, ada lemak yang sehat dan ada pula yang tidak.

  • Lemak jenuh: Hindari lemak jenis ini jika Anda mengidap kanker hati. Lemak jenuh dapat ditemukan dalam daging merah, kulit unggas, dan produk susu penuh lemak.
  • Lemak trans: Lemak trans mengurangi jumlah kolesterol sehat dan justru meningkatkan kolesterol jahat dalam tubuh. Pastikan Anda memeriksa label makanan yang mengandung lemak trans. Lemak trans umumnya ditemukan dalam makanan yang digoreng, roti, pasta, kue dan makanan ringan.
  • Lemak tak jenuh tunggal: Lemak jenis ini merupakan lemak sehat yang dapat meningkatkan kadar kolesterol dan insulin. Lemak tak jenuh tunggal dapat membantu mengontrol gula darah. Lemak ini ditemukan dalam minyak sayur, biji-bijian, kacang-kacangan, dan alpukat.
  • Lemak polyunsaturated: Lemak ini dapat ditemukan dalam minyak sayur, ikan, makanan laut, dan produk nabati. Lemak ini bermanfaat bagi jantung dan mengurangi risiko diabetes tipe 2.
  • Asam lemak omega-6 ditemukan dalam minyak biji-bijian seperti canola, rapeseed, dan biji kapas. Beberapa jenis minyak ini digunakan untuk menggoreng makanan, yang tidak baik bagi kesehatan hati.
  • Asam lemak omega-3 mungkin merupakan jenis lemak terbaik untuk hati Anda. Lemak ini dapat ditemukan dalam beberapa jenis ikan, seperti salmon, tuna, makarel, trout, sarden, dan herring.

Intinya, hindari makanan yang digoreng, makanan olahan, dan makanan panggang yang mengandung lemak jenuh dan lemak trans. Anda dianjurkan untuk mulai memperhatikan label makanan dan daftar bahan makanan kemasan.

Makanan yang Anda makan dapat memengaruhi kondisi kesehatan hati. Konsultasikan dengan dokter seputar diet terbaik yang sesuai dengan kondisi medis Anda. Cara termudah untuk mendapatkan nutrisi lengkap yang dibutuhkan tubuh Anda adalah dengan mengonsumsi berbagai jenis makanan sehari-hari.

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca