Mengulik Lebih Dalam Seputar Viral Load HIV

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 30/01/2020 . 6 mins read
Bagikan sekarang

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan sekitar 36,7 juta orang di dunia hidup dengan HIV/AIDS pada akhir tahun 2018. Namun, tidak semuanya mengetahui bahwa mereka terjangkit HIV dan memiliki viral load yang tinggi. Viral load adalah pengukuran yang digunakan untuk mengetahui seberapa rentan orang dengan HIV/AIDS (ODHA) untuk menularkan penyakit.

Apa itu viral load?

Viral load adalah kisaran jumlah partikel virus dan jumlah RNA HIV per 1 ml (1 cc) sampel darah.

Dengan kata lain, viral load adalah tolak ukur mengenai sudah seberapa jauh dan cepat penyakit berkembang dalam tubuh yang diketahui lewat jumlah virus di dalam sampel darah.

Semakin banyak jumlah partikel virus dalam darah artinya semakin tinggi risiko Anda untuk menularkan virus dan mengalami komplikasi HIV, seperti infeksi oportunistik dan AIDS.

Viral load dapat memberikan informasi mengenai sampai sejauh mana stadium HIV seseorang, serta seberapa baik pengobatan antiretroviral (ART)  dalam mengendalikan infeksi di dalam tubuh.

Bagaimana cara tahu kadar viral load dalam darah?

Untuk mengetahui berapa banyak viral load dalam tubuh Anda, caranya adalah dengan tes darah.

Waktu yang paling tepat untuk menjalani tes viral load adalah segera setelah Anda resmi didiagnosis positif HIV. Hasil dari tes pertama ini biasanya akan dijadikan patokan untuk mengamati perkembangan virus HIV dalam tubuh selama menjalani pengobatan seterusnya.

Tes untuk mengukur viral load juga tidak hanya dilakukan sekali. Selama Anda masih terus menjalani pengobatan, dokter akan menganjurkan Anda mengikuti tes rutin. Tujuannya untuk mengevaluasi kesuksesan pengobatan sampai saat ini. Kombinasi pengobatan yang tepat biasanya akan menurunkan jumlah virus dalam darah secara drastis dalam satu bulan.

Namun berdasarkan hasilnya, dokter dapat pula memutuskan untuk mengganti rejimen obat-obatan HIV Anda. Jika demikian, Anda akan diminta lebih dulu menjalani tes dalam 3-6 bulan sebelum memulai mengonsumsi obat HIV baru, dan 2-8 minggu setelah memulainya sampai terlihat ada perubahan jumlah virus dalam darah Anda.

Bagaimana cara membaca hasil tes viral load?

Secara umum, jumlah viral load sekitar 10.000 kopi per 1 ml darah dianggap rendah, sementara 100.000 atau lebih dianggap tinggi. Tes HIV untuk mencari tahu kadar virus dalam darah dapat memberikan hasil yang cukup akurat karena dapat mendeteksi setidaknya 20 RNA HIV.

Beberapa kategori hasil viral load yang biasanya terbaca setelah tes adalah:

Virus terdeteksi

Mendapatkan hasil “viral load terdeteksi” artinya adalah Anda benar memiliki virus HIV dalam tubuh. Namun, kadarnya bisa tinggi atau rendah karena tergantung oleh banyak faktor.

Seperti yang telah disebutkan, angka jumlah virus yang mencapai 100.000 kopi per 1 ml darah dikategorikan sebagai viral load tinggi. Ketika viral load Anda tinggi artinya sistem kekebalan tubuh Anda gagal melawan HIV dengan baik.

Hasil ini biasanya cenderung ditemukan pada orang-orang yang baru terdiagnosis HIV. Di sisi lain, jumlah virus yang tinggi juga dapat menandakan penularan HIV baru saja terjadi.

Sebaliknya, jumlah viral load di bawah 10.000 adalah kategori rendah. Dalam kondisi ini, virus mungkin masih dalam masa jendela, dan belum aktif bereplikasi. Kerusakan internal juga kemungkinan belum terjadi secara signifikan.

Namun, mendapat hasil viral load rendah bukan berarti Anda bebas dari risiko. Tanpa pengobatan, viral load dapat semakin meningkat sehingga virus akan mulai menghancurkan sel-sel CD4 dalam darah.

Di sisi lain, jumlah virus yang rendah dapat pula berarti pengobatan berjalan dengan baik.

Virus tak terdeteksi

Hasil yang berkisar kurang dari atau sama dengan (≤) 40 sampai 75 kopi virus per 1 cc darah adalah kategori viral load “tidak terdeteksi” (undetected). Angkat tepatnya akan tergantung pada lab yang menganalisis tes Anda.

Viral load tidak terdeteksi artinya sistem kekebalan tubuh Anda memulih dan berhasil memperkuat diri. Selain itu, hal ini juga mengurangi resiko penularan beberapa penyakit menular seksual lainnya, seperti klamidia, sipilis, dan HPV.

Penurunan jumlah virus sampai batas tersebut juga dapat diartikan bahwa pengobatan yang Anda jalani berhasil melawan virus HIV di dalam tubuh. Dengan demikian, Anda berisiko sangat minim (atau bahkan tidak mungkin) untuk menularkan infeksi HIV kepada orang lain.

Ketika status viral load dari yang tadinya terdeteksi berubah jadi undetected, dokter akan melakukan tes HIV setiap tiga hingga empat bulan sekali. Sementara apabila penurunan jumlah virus juga dibarengi oleh peningkatan kesehatan tubuh secara menyeluruh, tes HIV bisa dilakukan lebih jarang; yaitu setiap 6 bulan hingga satu tahun sekali.

Blip viral load

Blip viral load adalah hasil tes yang menunjukkan peningkatan sementara dalam jumlah HIV yang terdeteksi dalam darah setelah pengobatan terakhir efektif menekan virus sampai ke tingkat “terdeteksi”; dan kemudian turun kembali menjadi tidak terdeteksi lagi pada tes berikutnya.

Rentang hasil blip viral load adalah peningkatan dari <50 kopi per mL sampai di atas 200, 500 atau bahkan 1.000 kopi/mL. Sebagian besar hasil blip tampak di bawah 200 kopi per 1 cc darah.

Kondisi ini tidak selalu menunjukkan bahwa pengobatan HIV Anda tidak berfungsi. Hasil “blip” dapat disebabkan oleh infeksi lain, seperti flu atau herpes, atau vaksinasi baru-baru ini, atau hanyalah kesalahan lab.

Jika Anda mengalami blip terlalu sering, dokter Anda akan mencari tahu faktor penyebabnya dan kemungkinan untuk mengubah pengobatan Anda.

Evaluasi viral load melalui tes CD4

Dalam pengobatan HIV, hasil evaluasi terhadap perkembangan penyakit HIV juga dikombinasikan dengan pemeriksaan tes CD4. Pengamatan melalui tes CD4 dapat memprediksi seberapa parah gejala dan kondisi penyakit HIV di masa mendatang.

Dalam perbandingan dengan hasil CD4, biasanya hasil viral load yang tinggi menentukan gejala muncul lebih cepat dibandingkan hasil yang rendah.

Menurunkan viral load tinggi

Jika viral load Anda belum turun ke tingkat tak terdeteksi dalam tiga sampai enam bulan setelah memulai pengobatan, itu berarti virus sudah kebal (resisten) terhadap obat antiretroviral yang sedang Anda gunakan.

Anda dapat menjalani tes darah HIV untuk melihat kadar zat obat dalam darah Anda dan untuk melihat jika HIV Anda telah menjadi kebal terhadap salah satu obat.

Jika hasil tes HIV terakhir masih menunjukkan bahwa virus Anda kembali terdeteksi, Anda mungkin perlu mengganti pengobatan HIV Anda. Dokter akan membahas pilihan pengobatan terbaik untuk Anda.

Laboratorium yang berbeda menggunakan standar yang berbeda untuk perhitungan viral load dalam darah. Konsultasikanlah pada dokter untuk mengetahui persisnya arti dari hasil tes Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Cara Mencegah Keluar Air Mani Saat Puasa

Bagi beberapa pria, air mani bisa bocor bahkan saat sedang tidak dirangsang. Ada beberapa cara mudah untuk mencegah air mani keluar saat puasa.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hari Raya, Ramadan 17/05/2020 . 5 menit baca

5 Tips Aman Tetap Jogging Saat Puasa

Jika Anda berencana untuk tetap jogging saat puasa, ada beberapa hal penting yang perlu Anda perhatikan guna menghindari risiko cedera. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Hari Raya, Ramadan 13/05/2020 . 3 menit baca

Kena Flu Saat Puasa Itu Baik! Kok Bisa? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Menyebalkan memang jika terkena flu saat puasa. Namun, tahukah Anda jika kena flu saat puasa justru akan membuat tubuh lebih baik dan Anda cepat pulih?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hari Raya, Ramadan 04/05/2020 . 3 menit baca

Apakah HIV Bisa Sembuh dengan Sendirinya? Ini Jawabannya

Pengobatan yang dijalani pasien HIV perlu dilakukan seumur hidup. Namun, adakah harapan HIV bisa sembuh dengan sendirinya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
HIV/AIDS, Health Centers 29/04/2020 . 6 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

perbedaan stres dan depresi, gangguan kecemasan

Cara Membedakan Stres, Depresi, dan Gangguan Kecemasan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 09/06/2020 . 6 menit baca
penyakit berisiko pada ODHA

Penyakit yang Paling Berisiko Dialami oleh Orang dengan HIV/AIDS (ODHA)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 27/05/2020 . 4 menit baca
nyamuk menularkan hiv

Bisakah HIV Menular Melalui Gigitan Nyamuk?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 24/05/2020 . 4 menit baca
mulut terasa pahit saat puasa

5 Penyebab Mulut Anda Terasa Pahit Saat Puasa

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 19/05/2020 . 3 menit baca