3 Tahapan Stadium HIV: dari Infeksi Akut Sampai Menjadi AIDS (Makan Waktu Berapa Lama?)

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20/05/2020
Bagikan sekarang

Penularan HIV diperantarai melalui cairan tubuh tertentu (seperti cairan vagina, air mani, dan air susu ibu) dan bisa bertahan di dalam tubuh seumur hidup. Namun, gejala HIV/AIDS umumnya tidak akan langsung muncul setelah pertama kali terinfeksi virus. Seseorang yang terinfeksi virus HIV biasanya akan melalui tahapan stadium penyakit yang dimulai dari masa jendela. Masa jendela menggambarkan rentang waktu yang dibutukan oleh virus HIV untuk membentuk antibodi dalam darah sampai mulai menginfeksi dan memunculkan gejala. Setiap tahapan stadium itu sendiri menandakan sudah berapa lama masa infeksi HIV telah berlangsung di dalam tubuh. Lantas, seperti apa tahapan perkembangan stadium penyakit HIV?

Berapa lama masa infeksi HIV berlangsung?

HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah jenis virus yang menyerang sel CD4 dalam sistem imun. Sel CD4 atau dikenal juga dengan sel T adalah sejenis sel darah putih yang berfungsi melindungi tubuh dari infeksi.

Tubuh menghasilkan jutaan sel CD4 setiap harinya untuk membantu menjaga kekebalan tubuh dan melawan serangan virus maupun bakteri. Begitu HIV berada di tubuh Anda, virus akan “membajak” sel CD4 yang sehat untuk menggandakan diri dan membuat lebih banyak salinan virus baru. Ini pada akhirnya menyebabkan sel CD4 yang terinfeksi jadi membengkak, pecah, dan kemudian hancur.

Mekanisme ini juga meningkatkan kemampuan virus HIV untuk membunuh semakin banyak sel CD4. Kemudian, sel yang terinfeksi pun mendominasi sel T yang sehat. Selama virus terus bereplikasi, HIV akan merusak dan menghancurkan sel CD4 sehingga tubuh akan kesulitan melawan infeksi dan penyakit lainnya.

Tanpa pengobatan, siklus hidup virus HIV dapat berlanjut sampai sistem kekebalan tubuh Anda sangat lemah, membuat Anda berisiko terkena penyakit dan infeksi oportunis serius. Ketika virus telah menghancurkan banyak sel CD4 sehingga jumlahnya turun di bawah 200, kondisi akan berkembang menjadi AIDS.

Ketika membicarakan berapa lama masa yang dibutuhkan oleh HIV untuk mulai memicu infeksi dalam tubuh, jawaban umumnya adalah kurang lebih 72 jam setelah paparan pertama. Namun saat sudah terinfeksi HIV, tubuh tidak langsung merespon virus dengan segera memunculkan gejala HIV.

Saat virus HIV mulai masuk ke dalam darah, tubuh tidak akan langsung terinfeksi. Setiap orang yang terinfeksi HIV pada umumnya akan lebih dulu mengalami periode inkubasi virus yang disebut masa jendela.

Apa itu masa jendela HIV?

Masa jendela HIV adalah rentang waktu inkubasi yang dibutuhkan oleh virus untuk merangsang pembentukan antibodi dalam darah sampai mulai menginfeksi tubuh.

Biasanya, masa jendela HIV berlangsung selama 10 hari hingga 3 bulan sejak paparan awal sampai bisa terdeteksi oleh tes HIV. Namun, berapa lama masa infeksi HIV selama periode inkubasi berlangsung akan tergantung pada kondisi ketahanan tubuh masing-masing orang dan jenis tes HIV yang ditempuh. 

Selama masa jendela, virus HIV sebetulnya sudah mulai menggandakan diri dan menginfeksi sel-sel imun sehat tapi Anda bisa tidak merasakan gejala sama sekali. Namun, berapa lama masa inkubasi HIV berlangsung sampai terjadi infeksi akut akan tergantung pada ketahanan tubuh masing-masing orang dan jenis tes HIV yang ditempuh.

Ambil contoh lewat tes antibodi cepat (rapid antibody test). Berapa lama masa jendela virus HIV yang berlangsung sampai bisa menghasilkan antibodi untuk memicu infeksi yang dapat dideteksi oleh tes ini adalah 3 bulan.

Sementara itu, hasil tes dari kombinasi antigen maupun tes RNA dapat memprediksi sudah berapa lama masa infeksi HIV dalam tubuh dengan lebih cepat. Tes kombinasi dapat mendeteksi keberadaan antibodi dalam masa jendela 20 sampai 45 hari setelah infeksi HIV awal, sedangkan tes RNA memunculkan hasil 10 sampai 14 hari sejak awal infeksi virus.

Berapa lama masa inkubasi virus HIV dalam satu siklus hidup?

HIV merusak sistem imun dengan menyerang dan membunuh sel CD4 secara bertahap. HIV pada awalnya menggunakan sel CD4 sebagai alat untuk memperbanyak diri dan menyebar ke seluruh tubuh.

Berapa lama masa HIV memunculkan infeksi di setiap stadium sebenarnya dimulai dari masa inkubasi dalam satu siklus hidup virus yang berlangsung dalam 7 tahapan.

Menurut U.S. Department of Health and Human Services ketujuh tahapan dalam siklus hidup virus HIV meliputi:

1. Pengikatan (penempelan)

Fase awal siklus hidup virus HIV diawali dengan masa inkubasi, ketika virus belum aktif memperbanyak diri dan merusak sel dalam sistem imun. Pada fase ini virus HIV akan menempel pada reseptor dan membentuk ikatan di permukaan sel CD4.

Berapa lama masa infeksi HIV mulai berlangsung pada fase awal ini sebetulnya tidak lebih dari 30 menit. Tiga puluh menit adalah lama dari masa hidup sel CD4.

2. Penggabungan

Setelah menempel pada reseptor di permukaan sel inang, virus kemudian akan meleburkan diri. Selama masa inkubasi virus, amplop HIV dan membran sel CD4 bergabung kemudian virus HIV pun masuk ke dalam sel CD4.

Berapa lama masa infeksi HIV di tahap ini biasanya berlangsung sampai virus melepaskan material genetiknya seperti RNA ke dalam sel inang.

3. Reverse transcription

Masa infeksi virus HIV dalam fase penggabungan akan selesai setelah mengikuti berapa lama proses  reverse transcription. Fase reverse transcription masih termasuk ke dalam masa inkubasi virus HIV.

Di dalam sel CD4, HIV melepas dan menggunakan transkriptase terbalik di mana enzim dari HIV mengubah materi genetik yang disebut RNA HIV menjadi DNA HIV.

Berapa lama masa infeksi HIV yang melibatkan konversi dari RNA HIV menjadi DNA HIV akan berakhir ketika menyebabkan HIV masuk ke dalam nukleus sel CD4 dan menggabungkannya dengan materi genetik sel, yang disebut sel DNA.

4. Penyatuan (integrasi)

Masa jendela HIV masih tetap berlangsung sampai terjadinya masa integrasi. Berhentinya masa inkubasi virus HI di dalam nukleus sel CD4 ditandai ketika HIV menghasilkan enzim yang disebut intergrase.

Enzim ini menggabungkan DNA viral menjadi DNA dari sel CD4  disebut provirus. Berapa lama masa infeksi HIV pada fase provirus belum bisa ditentukan karena provirus belum aktif memproduksi virus HIV baru selama dalam beberapa tahun ke depan.

5. Replikasi

Begitu bersatu dengan DNA sel CD4 dan mulai aktif bereplikasi, HIV mulai menggunakan CD4 untuk menghasilkan rantai panjang protein HIV. Rantai protein HIV merupakan blok pembangun untuk virus bereplikasi membentuk virus HIV lainnya.

Berapa lama masa infeksi HIV pada fase replikasi akan berlangsung sampai tahap perakitan.

6. Perakitan

Berapa lama masa infeksi HIV pada fase perakitan ditentukan dengan terputusnya rantai panjang protein HIV menjadi ukuran protein yang lebih kecil.

Berapa lama masa infeksi HIV selanjutnya memperlihatkan protein HIV yang baru beserta RNA HIV berpindah ke permukaan sel dan merakit menjadi HIV yang belum matang (tidak menular).

7. Bertunas

HIV yang baru dan belum matang menembus sel CD4. HIV yang baru menghasilkan enzim HIV yang disebut protease. Protease berperan untuk memecah rantai panjang protein yang membentuk virus yang belum matang.

Protein HIV yang lebih kecil berkombinasi untuk membentuk HIV yang matang. Berapa lama masa infeksi HIV dalam periode bertunas ini berlangsung hingga virus HIV yang baru bisa menginfeksi sel-sel lainnya.

Perkembangan berapa lama masa infeksi HIV dalam tahapan stadium

Tahapan stadium penyakit umumnya mencerminkan berapa lama siklus hidup virus dan masa inkubasi HIV di dalam tubuh sampai akhirnya memunculkan infeksi.

Ditambah lagi, waktu kemunculan gejala HIV pada setiap orang juga dapat berbeda-beda setelah terinfeksi. Ini bergantung dengan kondisi kekebalan tubuh dan stadium HIV yang menandakan perkembangan infeksi.

1. Stadium HIV awal (infeksi akut)

Stadium HIV awal adalah kondisi yang juga disebut sebagai infeksi HIV akut.

Gejala awal infeksi HIV biasanya terjadi antara 2-4 minggu setelah infeksi awal. Perkembangbiakan virus terjadi secara cepat dan tidak terkendali pada minggu-minggu awal Anda tertular HIV.

Itu kenapa pada stadium awal, tubuh orang yang terinfeksi HIV biasanya mengandung viral load dalam jumlah yang sangat banyak. Terlepas dari sudah berapa lama masa infeksi HIV berlangsung selama stadium ini, Anda akan dengan sangat mudah menularkan virus HIV pada orang lain kapan saja.

Menurut University of California, gejala awal HIV biasanya menyerupai gejala flu yaitu demam, sakit kepala, dan sakit tenggorokan. Gejala-gejala tersebut merupakan respon alami sistem imun saat melawan infeksi virus yang masuk ke dalam tubuh. Sayangnya, sistem kekebalan tubuh tidak cukup kuat untuk membunuh virus HIV.

Selain gejala yang mirip flu, ada beberapa gejala HIV stadium satu lainnya yang dapat Anda periksakan ke dokter:

Beberapa penderita juga mengalami ruam di beberapa bagian tubuh hingga mengalami pembengkakan kelenjar getah bening. Yang paling mudah diamati adalah terdapat benjolan pada bagian leher tepat di bawah rahang.

Gejala-gejala ini dapat berlangsung dari beberapa hari hingga beberapa minggu. Akan tetapi, banyak orang yang sudah dalam stadium HIV awal tidak menyadari bahwa mereka sudah terinfeksi. Gejala HIV pada stadium 1 kemungkinan akan tampak muncul apabila kerusakan sel sudah sangat banyak. 

2. Stadium laten klinis (infeksi HIV kronis)

Setelah berapa lama masa infeksi HIV di stadium awal, virus akan tetap aktif dalam tubuh tapi tidak menunjukkan gejala atau hanya bergejala ringan. Tahap ini juga disebut dengan tahap asimtomatik, yang artinya tanpa gejala.

Menurut HIV.gov, infeksi HIV kronis pada stadium laten klinis atau HIV kronis dapat berlangsung selama 10 sampai 15 tahun. Meski diam-diam tanpa gejala, virus HIV justru semakin menyerang sel imun untuk mengembangkan komplikasi lebih lanjut.

Berikut adalah beberapa gejala yang muncul ketika infeksi telah berkembang menjadi stadium HIV laten klinis:

  • Batuk-batuk
  • kesulitan bernapas
  • Penurunan  berat badan
  • Diare 
  • Kelelahan 
  • Demam tinggi

Begitu gejala sudah muncul, Anda akan mengalami beberapa masalah kesehatan sekaligus. Misalnya diare, sesak napas, batuk, penurunan berat badan secara drastis, dan demam. Anda juga dapat mengalami pembengkakan kelenjar getah bening sebagai lanjutan dari stadium awal.

Namun, penyebab munculnya gejala-gejala tersebut belum bisa diketahui secara pasti. Apakah memang disebabkan oleh perkembangan virus HIV atau karena infeksi ringan lainnya yang turut melemahkan sistem kekebalan tubuh.

Jika selama stadium ini HIV dapat terdeteksi dini dan diobati, keberadaan virus masih dapat dikendalikan dan mungkin ditekan sampai tidak terdeteksi. Sebaliknya, jika tidak juga mendapatkan pengobatan pada stadium HIV ini, kondisi pengidap dapat berlanjut ke tahap terakhir yang juga disebut sebagai AIDS.

3. Stadium HIV lanjut (AIDS)

Stadium HIV lanjut adalah puncak di mana sistem kekebalan tubuh melemah atau rusak total akibat virus HIV. Di fase ini, penderita memiliki viral load yang tinggi dan sangat bisa menulari orang lainnya. 

Pada stadium HIV lanjut, jumlah CD4 penderita mengalami penurunan drastis hingga di bawah 200 sel per milimeter kubik darah. Normalnya, jumlah CD4 sekitar 500 sampai 1.600 sel per milimeter kubik darah.

Berapa lama masa infeksi HIV selama stadium akhir biasanya berlangsung setidaknya 10 tahun atau lebih hingga mengembangkan infeksi oportunistik. Infeksi oportunistik adalah bentuk komplikasi HIV yang disebabkan oleh jamur atau bakteri yang mengambil keuntungan dari sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Sistem imun yang lemah atau rusak akan membuat orang dengan HIV/ AIDS (ODHA) rentan terhadap pneumonia, toksoplasmosis, dan tuberkulosis (TBC). Kumpulan penyakit ini menandakan bahwa HIV telah berkembang menjadi penyakit AIDS.

Gejala AIDS yang muncul pada stadium HIV lanjut meliputi:

  • Demam tinggi lebih dari 37,8 ° C
  • Menggigil dan berkeringat di amlam hari
  • Ada bintik-bintik  putih di mulut
  • Ada luka pada bagian kelamin atau anal
  • Mengalami kelelahan parah
  • Ada ruam di kulit yang berwarna coklat, merah, ungu, atau merah muda
  • Batuk-batuk dan mengalami masalah pernapasan
  • Penurunan berat badan yang signifikan
  • Sakit kepala 
  • Pneumonia 

Tanpa pengobatan ART, penderita HIV yang mencapai stadium ini umumnya hanya bertahan hidup hingga 3 tahun. 

Rutin minum obat menghambat berapa lama masa infeksi HIV bertahan dalam tubuh

Mengendalikan penyakit HIV/AIDS dengan obat-obatan ART di setiap stadium sangat penting untuk menjaga kualitas hidup para penderitanya.

ART tidak dapat menyembuhkan HIV, namun konsumsi obat-obatan yang rutin dapat membantu pengidap hidup lebih lama dan lebih sehat. Selain menghambat berapa lama masa infeksi HIV, obat-obatan HIV juga mengurangi risiko penularan HIV secara seksual.

Penting untuk rutin minum obat yang diresepkan setelah terdiagnosis HIV semenjak stadium awal, sekalipun tidak merasakan gejala sama sekali.  Pada akhir stadium kedua HIV yang bertambah parah, biasanya viral load Anda mulai naik dan jumlah sel CD4 Anda mulai turun.

Risiko kesehatan pada stadium HIV klinis laten pun dapat menjadi lebih parah apabila penderita tidak diobati dengan obat antiretroviral dan rutin menjalani tes HIV. Lantas, harus menunggu sampai berapa lama untuk menjalani tes HIV jika memiliki infeksi dan ingin hasilnya akurat?

Jika pertama kali hasil tes HIV Anda negatif, sebaiknya ulangi tes HIV dalam tiga bulan selanjutnya untuk memastikan kembali apakah Anda terinfeksi HIV atau tidak. Terutama apabila Anda melakukan aktivitas yang berisiko menyebabkan tertular HIV. 

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

Katanya, minum madu saat sahur bisa memberikan segudang manfaat baik bagi tubuh selama menjalani puasa. Tertarik ingin coba? Simak beragam khasiatnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hari Raya, Ramadan 17/05/2020

5 Fungsi Antiseptik Cair Selain untuk Mandi

Antiseptik mampu memusnahkan atau menghambat perkembangan bakteri pada jaringan hidup. Yuk, baca 5 fungsi antiseptik cair untuk kesehatan Anda dan keluarga.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro

Kenapa Kita Sering Ngantuk Saat Puasa?

Penelitian menunjukkan bahwa pukul 14.00 sampai 16.00 adalah waktunya kantuk menyerang saat kita berpuasa. Kenapa sering ngantuk saat puasa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Angga Maulana
Hari Raya, Ramadan 07/05/2020

Dua Vitamin dan Mineral yang Paling Diperlukan Tubuh Selama Puasa

Ketika bulan puasa, banyak orang yang mudah sakit dan merasa cepat lemas. Karena itu, Anda butuh minum vitamin C dan zinc untuk mengatasinya. Mengapa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hari Raya, Ramadan 01/05/2020

Direkomendasikan untuk Anda

Mengapa Perlu Matikan Lampu Saat Tidur?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 29/05/2020
penyakit berisiko pada ODHA

Penyakit yang Paling Berisiko Dialami oleh Orang dengan HIV/AIDS (ODHA)

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 27/05/2020
nyamuk menularkan hiv

Bisakah HIV Menular Melalui Gigitan Nyamuk?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 24/05/2020
mulut terasa pahit saat puasa

5 Penyebab Mulut Anda Terasa Pahit Saat Puasa

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 19/05/2020