Tekanan Darah Tinggi Saat Hamil? Hati-hati Tanda Preeklampsia

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia

Tekanan darah naik adalah salah satu perubahan yang umum terjadi saat kehamilan. Ya, tekanan darah tinggi saat hamil ini cukup mengkhawatirkan, terlebih lagi jika terus-terusan terjadi. Hal tersebut tidak lagi tergolong normal dan bisa jadi tanda preeklampsia.

Preeklampsia adalah kondisi tekanan darah tinggi saat hamil yang muncul pada minggu ke-20. Komplikasi ini cukup serius dan mengancam nyawa ibu maupun janin. Lalu, apa saja tanda preeklampsia yang patut diperhatikan oleh sang ibu?

Tanda-tanda preeklampsia pada ibu hamil

Mengetahui apa saja gejala dan tanda-tanda preeklampsia secara dini dapat membantu Anda terhindar dari risiko komplikasi yang lebih parah. Jika dibiarkan, tanda-tanda preeklampsia berpotensi berkembang menjadi kondisi yang lebih serius, yaitu eklampsia.

Eklampsia adalah kondisi di mana ibu hamil dapat mengalami kejang-kejang, koma, bahkan kematian. Untungnya, komplikasi dari preeklampsia sangatlah jarang terjadi selama ibu hamil dapat mengenali tanda-tandanya, serta rutin memeriksakan diri ke dokter kandungan.

Selain eklampsia, tanda-tanda preeklampsia juga dapat memicu terjadinya sindrom HELLP (hemolysiselevated liver enzymeand low platelet count). Sindrom ini biasanya terjadi ketika usia kehamilan sudah mendekati hari perkiraan lahir (HPL). Kondisi ini dapat memengaruhi jumlah sel darah merah, penggumpalan darah, serta fungsi hati pada ibu hamil.

Berikut berbagai tanda preeklampsia pada ibu hamil yang perlu diwaspadai, yaitu:

1. Tekanan darah tinggi

manfaat cek tekanan darah

Tanda preeklampsia ini biasanya paling umum dan mudah terdeteksi. Kondisi ini ditandai dengan tekanan darah yang ada di angka 140/90 mmHg bahkan lebih ketika Anda menjalani pengecekan tekanan darah. Jika tanda ini terjadi di minggu ke-20 kehamilan sementara Anda sebelumnya tidak memiliki riwayat darah tinggi, maka segera konsultasikan ke dokter untuk pemeriksaan mengenai kemungkinan adanya preeklampsia.

Menurut sebuah jurnal dari Vascular Health and Risk Management, preeklampsia yang bersifat ringan biasanya ditandai dengan tekanan darah diastolik di atas 90 mmHg. Sementara itu, tanda preeklampsia berat yang berpotensi membahayakan ibu dan bayi ditunjukkan dengan tekanan sistolik di atas 160 mmHg, dan diastolik di atas 110 mmHg.

2. Adanya protein di dalam urine

Proteinuria atau keberadaan protein di dalam urine juga merupakan tanda adanya preeklampsia. Pasalnya, preeklampsia bisa merusak ginjal yang berfungsi menyaring cairan dalam tubuh.

Akhirnya, protein yang harusnya diserap darah untuk dialirkan ke seluruh tubuh justru masuk ke dalam urin hingga akhirnya dikeluarkan dari tubuh. Akibatnya, banyak protein bermanfaat yang justru hilang dari dalam tubuh.

3. Bengkak

penggumpalan darah di kaki

Pembengkakan memang kondisi yang sangat normal selama kehamilan. Biasanya kondisi ini menyerang kaki sehingga terlihat lebih besar dibanding biasanya.

Namun, ketika wajah, mata, dan tangan juga ikut membengkak, maka Anda perlu curiga bahwa ini adalah tanda preeklampsia. Jika mengalami tanda-tanda preeklampsia ini, segera periksakan diri ke dokter.

4. Sakit kepala

Sakit kepala baik yang terasa tumpul, berat, dan juga berdenyut bisa menjadi salah satu gejala yang umum selama masa kehamilan. Namun, Anda perlu mewaspadai sakit kepala yang disertai dengan gangguan penglihatan, nyeri di bawah tulang rusuk, serta sesak napas. Hal tersebut bisa jadi merupakan tanda preeklampsia, apalagi jika kondisi ini mulai sering terjadi di usia ke-20 kehamilan.

Jika sakit kepala tidak juga hilang setelah Anda berbaring, dan bahkan disertai dengan perubahan penglihatan serta sensitif terhadap cahaya, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter. Tanda preeklampsia berupa sakit kepala sama bahayanya dengan tanda-tanda lainnya dan berpotensi menimbulkan komplikasi yang parah.

5. Kenaikan berat badan secara tiba-tiba

berat badan naik menopause

Berat badan yang meningkat secara tiba-tiba sebanyak satu kilogram dalam seminggu bisa menjadi salah satu ciri Anda mengalami preeklampsia. Pasalnya, pembuluh darah yang rusak memungkinkan air bocor dan masuk ke berbagai jaringan tubuh dan tidak masuk ke ginjal untuk seharusnya dikeluarkan melalui urine.

Selain itu, tanda preeklampsia lain yang mesti Anda waspadai adalah mual, muntah, nyeri pada perut dan bahu, dan pandangan buram.

Jika Anda mengalami tanda preeklampsia di atas, segera konsultasi ke dokter kandungan Anda. Pasalnya, bila tanda preeklampsia ini tak cepat ditangani akan menyebabkan kondisi yang lebih parah dan berbahaya bagi janin.

6. Mual dan muntah

mual setelah berhubungan intim

Anda mungkin mengira bahwa rasa mual dan muntah yang Anda alami hanya bagian dari gejala-gejala kehamilan biasa. Namun, Anda perlu berhati-hati apabila mual dan muntah masih terjadi setelah trimester pertama kehamilan. Bisa jadi hal tersebut merupakan tanda preeklampsia.

Pasalnya, gejala morning sickness yang lumrah dialami ibu hamil umumnya terjadi pada masa-masa awal kehamilan saja. Jika Anda masih sering merasa mual, terlebih jika mual muncul secara mendadak, Anda perlu memeriksakan tanda awal preeklampsia ini ke dokter.

7. Hiperreflexia

Hiperreflexia juga merupakan bagian dari tanda-tanda preeklampsia, di mana refleks tubuh Anda terlampau kuat. Misalnya ketika lutut Anda terbentur atau menyentuh sesuatu, lutut atau kaki Anda akan terpental secara berlebihan.

Kondisi ini terjadi akibat reaksi berlebihan pada sistem saraf involunter di dalam tubuh Anda. Umumnya, perubahan refleks pada tubuh memperbesar peluang Anda mengalami kejang, meskipun kejang juga dapat terjadi tanpa adanya hiperreflexia.

8. Rasa cemas disertai sesak napas

Tanda preeklampsia juga dapat muncul dalam bentuk rasa cemas berlebihan (anxiety), yang diikuti dengan gejala sesak napas, denyut nadi meningkat, serta merasa linglung.

Kondisi ini memang umum terjadi ketika tekanan darah meningkat, serta kemungkinan berkaitan dengan penumpukan cairan atau edema pada paru-paru.

Apakah tanda-tanda preeklampsia tersebut dapat memengaruhi kondisi bayi?

Tanda-tanda preeklampsia yang Anda alami mungkin dapat memengaruhi tumbuh kembang janin di dalam kandungan Anda. Preeklampsia berpotensi menyebabkan plasenta atau ari-ari bayi kekurangan suplai darah.

Jika plasenta tidak mendapatkan suplai darah yang cukup, bayi di dalam kandungan Anda juga akan mengalami kekurangan asupan makanan dan oksigen. Akibatnya, tanda-tanda bayi terpengaruh oleh preeklampsia adalah bayi terlahir dengan berat badan di bawah rata-rata.

Untungnya, hal ini dapat Anda cegah dan Anda masih dapat melahirkan bayi dengan kondisi normal jika tanda-tanda preeklampsia terdeteksi sejak dini.  Hal terpenting yang perlu Anda ingat adalah untuk selalu memperhatikan tanda-tanda preeklampsia yang terasa tidak biasa, terlebih jika gejala-gejala tersebut muncul saat usia kehamilan Anda memasuki trimester terakhir, atau setelah minggu ke-20.

Pastikan Anda juga rutin melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan. Selain itu, Anda dapat mengendalikan tanda-tanda preeklampsia dengan melakukan perubahan gaya hidup. Misalnya dengan mengurangi konsumsi garam, minum air putih yang cukup, makan makanan yang bernutrisi, dan rajin berolahraga agar tekanan darah dapat menurun.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Oktober 27, 2018 | Terakhir Diedit: Januari 2, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca