Pentingnya Menjaga Hormon Adrenalin Stabil Agar Tidak Darah Tinggi

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Hormon adrenalin berfungsi untuk memengaruhi, mengatur, dan menentukan kemampuan tubuh untuk mempertahankan tekanan darah yang sehat. Ketika kelenjar adrenal rusak kemudian kadarnya berlebihan, maka dapat menyebabkan tekanan darah naik, timbul gejala sakit kepala, dan penurunan berat badan. 

Dari mana hormon adrenalin dihasilkan?

Hormon adrenalin dihasilkan oleh kelenjar adrenal yang terletak di bagian atas ginjal, membantu menstabilkan tekanan darah yang sehat. Melakukan olahraga rutin disertai dengan penerapan pola makan yang benar, kelenjar adrenal akan menghasilkan hormon dalam jumlah yang normal, sehingga tubuh bisa bekerja dengan baik. 

Kelenjar ini akan meningkatkan produksi hormon adrenalin ketika Anda dalam keadaan takut, cemas, atau tertekan. Hal ini menyebabkan otak dan jantung mendapatkan tambahan darah, dan akhirnya memompa darah lebih cepat.

Tumor kelenjar adrenal bisa membuat tekanan darah tinggi

Munculnya tumor dalam kelenjar adrenal dapat menyebabkan hormon dihasilkan dalam jumlah yang berlebihan atau disebut dengan kondisi pheochromocytomas.

Ketika terlalu banyak adrenalin diproduksi, merangsang jantung untuk memompa darah lebih keras, volume darah meningkat, dan akhirnya tekanan darah naik. 

Tekanan darah tinggi yang terjadi akibat kondisi ini, dapat menyebabkan nyeri di daerah-daerah tertentu tubuh seperti dada bagian bawah, mual, penurunan berat badan yang tidak sehat, detak jantung yang cepat, berkeringat ekstrem dan intoleransi terhadap suhu, ditambah sakit kepala akut dan ekstrem.

Hormon adrenalin juga meningkat akibat stres

Sistem saraf pusat tubuh akan menghasilkan respon “fight-or-flight” saat tubuh mengalami stres. Di mana kondisi ini juga akan membuat bagian otak bernama hipotalamus mengaktifkan kelenjar adrenal untuk melepaskan hormon adrenalin dan kortisol lebih banyak.

Saat Anda mengalami stres akut (stres dalam waktu singkat) contoh seperti karena terjebak macet di jalan),  detak jantung akan meningkat, serta pembuluh darah yang menuju ke otot besar dan jantung akan melebar. Hal ini menyebabkan peningkatan volume darah yang dipompa ke seluruh tubuh dan meningkatkan tekanan darah yang jadi melonjak. 

Cegah stres dengan latihan pernapasan

Juga, saat Anda mengalami stres kronis (stres dalam jangka waktu lama), detak jantung Anda akan meningkat secara konsisten. Tekanan darah dan kadar hormon stres juga akan meningkat secara berkelanjutan.

Untuk cegah stress Anda bisa coba latihan pernapasan. Ada banyak penelitian yang menunjukkan manfaat kesehatan dari latihan pernapasan dalam sebagai cara menghilangkan stres yang tepat.

Oksigen yang masuk menggantikan karbon dioksida yang keluar saat kita bernapas dalam-dalam membawa segudang manfaat bagi sistem tubuh. Mengendalikan pernapasan dilaporkan bisa memperlambat detak jantung dan menurunkan atau menstabilkan tekanan darah. Hal ini telah dikaitkan dengan tingkat stres yang lebih rendah.

Peran adrenalin dalam menjaga tekanan darah

Meskipun bisa meningkatkan tekanan darah, hormon adrenalin juga wajib dijaga kadarnya untuk kesehatan tensi Anda. Pilihan terbaik untuk menstabilkan atau mempertahankan tekanan darah yang sehat adalah melakukan pemeriksaan tekanan darah, hindari stres, melakukan olahraga, dan diet yang sehat serta padat gizi.

Beberapa suplemen dan minuman energi yang mengandung jumlah kafein tinggi menghasilkan jumlah adrenalin yang tidak teratur, yang akhirnya meningkatkan tekanan darah juga.

Mengulangi proses ini dengan mengkonsumsi sejumlah besar kafein dalam produk sehari-hari kadang-kadang menyebabkan masalah kesehatan yang berhubungan dengan tekanan darah dan kerusakan ginjal.

Maka itu, konsultasikan dulu pada dokter sebelum meminum suplemen atau obat-obatan tertentu. Kurangi juga asupan kafein yang bisa merusak ginjal dan membuat tekanan darah tinggi Anda naik

Dokter memiliki kemampuan dalam mengobati masalah terkait dengan hipertensi yang disebabkan oleh komplikasi adrenalin, dengan penggunaan bantuan dari obat-obatan seperti diuretik.

Sering kali, penghambat dan inhibitor enzim tertentu diperlukan untuk mengobati kasus tekanan darah tinggi berat. Pada kasus yang melibatkan individu dengan obesitas ekstrem, obat-obatan dibarengi dengan kegiatan fisik bersifat wajib.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca