Gejala Preeklampsia Pada Ibu Hamil dan Janin yang Harus Diwaspadai

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Sekitar 10 hingga 15 persen wanita hamil di seluruh dunia meninggal karena preeklampsia. Tidak ada pengobatan yang dapat menyembuhkan preeklampsia pada ibu hamil. Itu sebabnya, penting bagi ibu hamil untuk mengetahui gejala preeklampsia sejak dini guna menurunkan risiko komplikasi yang lebih parah.

Sekilas tentang preeklampsia pada ibu hamil

Preeklampsia adalah komplikasi kehamilan serius yang disebabkan oleh tekanan darah tinggi, walaupun ibu hamil tersebut tidak memiliki riwayat penyakit hipertensi sebelumnya.

Kondisi ini biasanya terjadi pada kehamilan yang memasuki usia minggu ke 20. Jika tidak diterapi dengan benar, penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi serius pada ibu dan hidup bayi.

Preeklampsia terjadi karena adanya gangguan pada pertumbuhan serta perkembangan plasenta. Hal ini menyebabkan terganggunya aliran darah ke bagi bayi maupun ibu. Pada awal kehamilan, pembuluh darah mulai berkembang sempurna untuk membawa darah ke plasenta.

Namun pada wanita yang mengalami preeklampsia, perkembangan pembuluh darahnya tidak sempurna. Pembuluh ini menyempit dan tidak merespon hormon stimulan yang menyebabkan penurunan jumlah darah.

Penyebab fenomena ini dapat berupa kurangnya aliran darah ke rahim, kerusakan pembuluh darah, masalah sistem imun, dan DNA ibu.

Tanda dan gejala preeklampsia pada ibu hamil

Berikut ini beberapa tanda dan gejala preeklampsia yang harus diwaspadai:

  • Tekanan darah mencapai lebih dari 140/90 mmHG
  • Sakit kepala yang sangat parah
  • Merasa sangat tidak enak badan
  • Kenaikan berat badan secara drastis karena disebabkan oleh retensi cairan
  • Tiba-tiba mengalami pembengkakan pada kaki, pergelangan kaki, wajah dan tangan
  • Masalah penglihatan, seperti kabur atau melihat lampu berkedip
  • Nyeri pada perut bagian atas
  • Nyeri tepat di bawah tulang rusuk
  • Mual atau muntah
  • Sulit bernapas akibat cairan di paru
  • Jarang buang air kecil
  • Terdapat protein dalam urin  (hal ini diketahui setelah melakukan pemeriksaan urin)

Sakit kepala, mual, sakit dan nyeri adalah keluhan kehamilan yang umum, terutama jika itu adalah kehamilan pertama Anda. Itu sebabnya, jika Anda mencurigai mengalami gejala-gejala preeklampsia seperti yang sudah disebutkan di atas, segera cari perawatan medis terdekat atau hubungi dokter Anda.

Gejala preeklampsia yang terlihat pada janin dalam kandungan

Gejala preeklampsia paling khas pada bayi yang belum lahir adalah pertumbuhan yang lambat. Hal ini disebabkan oleh suplai darah yang buruk melalui plasenta ke bayi.

Kondisi ini membuat bayi mendapat oksigen dan nutrisi lebih sedikit sehingga memengaruhi perkembangannya. Kejadian ini menyebabkan bayi mengalami keterbatasan pertumbuhan intra-uterine.

Meskipun kurang umum terjadi, kondisi ini juga dapat terjadi untuk pertama kalinya selama enam minggu pertama setelah melahirkan.

Kebanyakan orang hanya mengalami gejala ringan. Tetapi penting untuk mengobati gejala tersebut dengan segera agar tidak semakin parah atau terjadi komplikasi. Umumnya, semakin awal preeklampsia terdeteksi, maka semakin besar peluang ibu dan hamil terhindar dari risiko komplikasi.

Komplikasi preeklampsia

Jika tak segera ditangani, preeklampsia dapat menyebabkan komplikasi serirus, termasuk:

Selain itu, preeklampsia juga dapat mengakibatkan Sindrom HELLP, yaitu yaitu hemolysiselevated liver enzimes, dan low platelet count atau dalam Bahasa Indonesia disebut dengan hemolisis, peningkatan enzim hati, dan jumlah trombosit rendah. Preeklampsia bersamaan dengan sindrom HELLP dapat menyebabkan kematian ibu terkait dengan hipertensi.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca