Pilihan Obat Medis dan Alami untuk Tukak Lambung

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 1 Mei 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Tukak lambung adalah masalah pencernaan yang diakibatkan oleh luka atau borok pada dinding lambung. Penyebabnya bermacam-macam, mulai dari infeksi bakteri, konsumsi obat antinyeri berkepanjangan, dan hal-hal lainnya. Gejala tukak lambung juga cukup mengganggu aktivitas sehari-hari. Lalu, apa saja pilihan obat tukak lambung yang bisa cepat dibeli di apotek?

Obat tukak lambung yang bisa didapat di apotek

cara menyimpan obat padat

Tukak lambung harus diobati agar lukanya tidak menimbulkan perdarahan dan komplikasi yang membahayakan. Hampir semua obat untuk mengatasi gejala tukak lambung bisa dibeli di apotek terdekat. Namun, beberapa jenis obatnya hanya mungkin didapat dengan menebus resep dokter.

Beberapa obat yang bisa Anda beli di apotek untuk mengatasi adanya luka pada lambung, antara lain:

1. Obat antibiotik

Dokter akan meresepkan obat antibiotik yang dapat ditebus di apotek jika tukak lambung Anda disebabkan infeksi bakteri H. Pylori.

Obat antibiotik yang paling umum diresepkan untuk tukak lambung adalah amoxicillin, clarithromycin, dan metronidazole. Efek samping umum dari antibiotik meliputi diare ringan atau timbul rasa logam di mulut. Namun, efek samping ini hanya bertahan sementara. 

Antibiotik untuk tukak lambung biasanya dianjurkan diminum sekitar 2 hingga 4 minggu. Setelah dosis habis, Anda akan diwajibkan kembali ke dokter untuk mengecek kondisinya; apakah gejala membaik atau tidak ada perubahan.

Selama pemeriksaan, dokter juga dapat memeriksa apakah masih ada bakteri H. pylori yang tersisa di perut Anda. Jika ada, dokter akan meresepkan antibiotik yang berbeda yang lebih kuat dalam melawan bakteri.

2. Pompa penghambat proton (Proton Pump Inhibitor)

Pompa penghambat proton atau (PPI) adalah obat untuk mengurangi produksi asam lambung. Secara tidak langsung, obat ini bekerja mencegah kondisi tukak (luka) di lambung semakin parah. 

Obat PPI yang sering diresepkan dokter untuk meredakan gejala tukak lambung adalah omeprazole, lansoprazol, dan pantoprazole, yang semuanya bisa ditebus di apotek.

Obat ini punya beberapa efek samping yang harus Anda tahu, antara lain:

  • Sakit kepala
  • Diare atau sembelit
  • Merasa sakit
  • Sakit perut
  • Pusing 
  • Ruam 

Obat PPI sering digunakan sebagai obat tukak lambung yang disebabkan oleh pemakaian obat antinyeri jangka panjang, atau karena infeksi H. pylori jika dikombinasikan dengan antibiotik.

3. H2 blockers 

Seperti PPI, H2 blockers bekerja mengurangi jumlah asam yang dihasilkan lambung Anda. Zat antagonis histamin (H2 blocker) dirancang untuk memblokir aksi histamin pada sel lambung untuk mengurangi produksi asam.

Ranitidine adalah obat golongan H2 blockers yang paling sering digunakan untuk mengobati tukak lambung. Jenis obat H2 blocker lain yang bisa Anda gunakan adalah famotidine (Pepcid), cimetidine (Tagamet HB) dan nizatidine (Axid AR).

Efek samping pemakaian obat ini jarang terjadi, tetapi mungkin termasuk diare, sakit kepala, pusing, muncul ruam, kelelahan. 

4. Antasida dan alginat

Antasida adalah obat untuk menetralkan sifat cairan asam yang dihasilkan lambung. Antasida harus diminum di waktu tertentu, misalnya ketika makan atau sebelum tidur, untuk meredakan asam lambung yang naik.

Beberapa jenis antasida juga mengandung obat yang disebut alginat. Alginat bekerja menghasilkan lapisan pelindung pada dinding lambung sehingga meningkatkan ketahanannya terhadap efek cairan asam. Obat antasida yang mengandung alginat paling baik dikonsumsi setelah makan.

Dua jenis obat tukak lambung ini bisa dibeli di apotek tanpa harus menebus resep. Apoteker dapat memberi saran tentang mana yang paling cocok untuk Anda. 

Meski demikian, obat antasida tidak bisa terus-terusan dipakai untuk mengobati gejala tukak lambung. Efek samping dari kedua obat ini dapat berupa diare, kembung, dan kram perut, tapi umumnya bertaraf ringan.

5. Obat protektan lambung

Anda bisa diresepkan obat protectant yang fungsinya untuk melapisi serta melindungi borok dari asam dan enzim sehingga gejalanya mereda dan cepat sembuh.

Umumnya dokter hanya meresepkan satu jenis obat pelindung seperti sucralfate untuk meredakan tukak lambung. Namun apabila sucralfate membuat Anda diare atau pusing tanpa alasan, dokter dapat meresepkan obat pelindung yang lain, seperti misoprostol.

6. Bismuth subsalicylate 

Obat-obatan yang mengandung bismuth subsalicylate juga berguna untuk melapisi tukak lambung dan melindunginya dari asam.

Bismuth subsalisilat dapat membunuh H. pylori, namun dokter akan meresepkannya bersama obat antibiotik lain untuk mengobati luka pada lambung Anda. Ibu hamil dan menyusui tidak dianjurkan menggunakan obat ini karena bisa mengganggu perkembangan jantung janin.

Obat alami untuk tukak lambung

kunyit untuk kanker tukak lambung

Tidak ada salahnya mencoba cara-cara alami untuk mengobati tukak lambung. Namun, perlu dicatat bahwa masih sedikit bukti ilmiah yang bisa memastikan cara alami benar aman dan efektif untuk meredakan tukak lambung.

Berikut adalah beberapa pilihan obat alami yang dipercaya berpotensi meredakan masalah tukak lambung.

1. Kunyit

Kunyit mengandung curcumin, zat aktif yang dilaporkan dapat mengurangi efek peradangan di dalam tubuh.

Satu penelitian tahun 2013 dalam jurnal Pharmacognosy Reviews menemukan curcumin dapat mencegah kerusakan lebih lanjut pada dinding lambung yang diakibatkan oleh infeksi bakteri H. pylori. Curcumin diketahui membantu meningkatkan sekresi lendir yang melindungi dinding lambung terhadap iritasi cairan asam. Penelitian ini dilakukan pada tikus lab.

Sementara studi terbitan jurnal Plant Sciences Research melaporkan, gejala tukak lambung terlihat membaik pada orang yang rutin minum 2 kapsul suplemen kunyit (masing-masing berdosis 250 mg) untuk 4 kali sehari dalam 4-8 minggu. Meski begitu, lingkup penelitian ini kecil karena hanya melibatkan 35 orang yang tukak lambungnya disebabkan oleh infeksi bakteri.

Selain itu, keamanan konsumsi kunyit untuk mengobati tukak lambung masih diperdebatkan. Literatur medis yang ada sejauh ini justru menyarankan Anda tidak buru-buru mengonsumsi kunyit saat mengalami tukak lambung karena beberapa efek sampingnya belum dapat dipastikan

2. Bawang putih 

Bawang putih dikenal memiliki sifat antimikroba dan antibakteri yang dapat berpotensi menjadi obat untuk memulihkan luka pada lambung. 

Hasil sebuah penelitian dari Avicenna Journal of Medicine tahun 2016 melaporkan, makan bawang putih mentah membantu mempercepat penyembuhan infeksi bakteri H. Pylori di pencernaan. Namun, partisipan yang terlibat hanya 15 orang sehingga manfaatnya belum dapat disimpulkan.

Masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk bisa menggolongkan bawang putih sebagai obat tukak lambung alami yang manjur.

Meski demikian, para peneliti tetap yakin bahwa mengonsumsi bawang putih dapat membantu mengobati tukak lambung jika dibarengi dengan obat antibiotik dari dokter. 

3. Lidah buaya

Masih dari jurnal Avicenna Journal of Medicine, sebuah studi tahun 2014 melaporkan lidah buaya membantu menurunkan produksi asam di lambung yang terlalu tinggi dan menetralkan sifatnya.

Efek inilah yang dipercaya dapat meringankan gejala nyeri akibat tukak lambung. Namun, penelitian ini sebatas dilakukan pada tikus percobaan dan belum ditindaklanjuti pada manusia dalam skala besar. 

Mengonsumsi lidah buaya umumnya dianggap aman dan tidak berisiko efek samping apa pun. Namun, tetap masih dibutuhkan bukti kemanjurannya sebagai obat tukak lambung alami untuk manusia.

Hati-hati pakai obat herbal untuk tukak lambung

obat asam urat dan kolesterol

Anda harus tetap berhati-hati jika ingin menggunakan obat yang serba alami. Anda sebaiknya juga wajib konsultasi dulu ke dokter sebelum menggunakan obat herbal apa pun.

Dokter nanti akan mempertimbangkan mana yang baik sesuai dengan kondisi Anda. Apabila diperbolehkan, minta takaran dosis dan cara pakai yang benar dari dokter.

Anda juga bisa memeriksa keamanan produk obat herbal yang ingin digunakan lewat situs Badan Pengawas Makanan dan Obat (BPOM) di https://cekbpom.pom.go.id/.

Di laman tersebut, Anda bisa mengecek apakah obat herbal tersebut sudah lolos uji keamanan, efektivitas, khasiat, dan terdaftar di BPOM atau belum. Perhatikan juga tanggal kedaluwarsa, cara pakai, dan dosis yang harus dipatuhi pada kemasan obat. 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Mudah Ukur Kebugaran Jantung dan Paru, Tak Perlu Periksa ke Rumah Sakit

Cepat lelah dan kehabisan napas bisa jadi tanda kebugaran jantung dan paru-paru Anda kurang baik. Tapi bagaimana cara mengukurnya? Simak di sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Kebugaran, Hidup Sehat 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit

6 Tips Membantu Pasangan yang Malu Berhubungan Intim

Mau coba hal-hal baru di ranjang, tapi pasangan Anda malu berhubungan intim? Tenang, Anda bisa membangkitkan kehidupan seks Anda dengan beragam cara ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Begini Cara Menggunakan Tongkat Kruk yang Benar Saat Sedang Cedera Kaki

Ketika Ada mengalami cedera kaki, mungkin Anda akan diminta untuk menggunakan tongkat penyangga (kruk) untuk berjalan. Lalu bagaimana cara menggunakannya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Psoriasis pada Kuku

Semua bagian tubuh bisa saja terserang psoriasis, termasuk kuku Anda. Simak ulasan lengkap tentang gejala dan perawatan psoriasis kuku dalam artikel ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Kulit, Psoriasis 28 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kepribadian introvert ekstrovert kesehatan

Apakah Kepribadian Anda Introvert atau Ekstrovert? Ini Pengaruhnya untuk Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 30 September 2020 . Waktu baca 4 menit
gangguan pencernaan anak

Gangguan Pencernaan yang Sering Dialami Bayi dan Anak-Anak

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 30 September 2020 . Waktu baca 10 menit
Seks dengan Lampu Menyala

6 Alasan Seks Lebih Menyenangkan dengan Lampu Menyala

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
perut panas setelah makan; perut perih setelah makan; perut mulas

Perut Panas dan Ulu Hati Sakit Setelah Makan? Begini Mengatasinya

Ditulis oleh: Priscila Stevanni
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit