home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kunyit Bisa Atasi Gejala Penyakit Asam Lambung, Ini Caranya

Kunyit Bisa Atasi Gejala Penyakit Asam Lambung, Ini Caranya

Kunyit adalah salah satu bumbu masak dengan beragam manfaat. Selain menambah cita rasa makanan, rempah berwarna kuning ini juga sering diolah menjadi obat alami untuk mengatasi gangguan pencernaan ringan. Bahkan, tak sedikit yang menggunakan kunyit untuk meredakan gejala refluks asam lambung (GERD).

Cara kerja kunyit untuk mengatasi gejala asam lambung

manfaat kunyit asam

Sebagian besar manfaat kunyit berasal dari senyawa antiradang dan antioksidan yang terkandung di dalamnya. Pada pengobatan tradisional Tiongkok misalnya, berbagai zat inilah yang membantu meredakan nyeri, melancarkan haid, dan menjaga fungsi hati.

Kunyit juga kaya akan bahan aktif sekaligus antioksidan yang disebut kurkumin. Selain bekerja sebagai antioksidan, zat ini pun mampu berperan sebagai antivirus, antibakteri, dan bahkan antikanker yang kuat.

Lantas, bagaimana cara kerja kunyit untuk mengatasi asam lambung? Perlu diketahui bahwa GERD bisa dipicu oleh stres oksidatif dan peradangan. Keduanya terjadi bila sel tubuh membentuk radikal bebas dan tidak ada antioksidan yang mengimbanginya.

Radikal bebas dapat merusak sel tubuh dan memperparah gangguan kesehatan yang Anda alami, termasuk GERD. Seperti antioksidan lainnya, kurkumin mampu menangkal radikal bebas dan meredakan peradangan yang berlangsung di dalam tubuh.

Menurut sebuah studi dalam International Journal of Molecular Science, sifat antiradang dan antioksidan kurkumin bisa meringankan radang pada kerongkongan akibat naiknya asam lambung.

Dengan begitu, gejala seperti sakit perut dan nyeri pada ulu hati (heartburn) dapat berkurang. Gejala inilah yang paling sering dikeluhkan oleh penderita refluks asam lambung.

Bahkan, kurkumin juga melindungi saluran pencernaan dari iritasi akibat obat pereda nyeri dan zat sejenisnya. Antioksidan ini juga membantu penyembuhan luka lambung. menyeimbangkan populasi bakteri lambung, dan mencegah pembentukan kanker.

Risiko mengonsumsi kunyit untuk asam lambung

cara mengatasi mual dan muntah setelah operasi

Kunyit dapat menurunkan gula darah, menurunkan tekanan darah, dan mengencerkan darah. Oleh sebab itu, hindari konsumsi kunyit jika Anda sedang rutin mengonsumsi obat pengencer darah atau hendak menjalani operasi dalam waktu dekat.

Jangan menggunakan kunyit dalam jumlah yang berlebihan. Konsumsi kunyit dalam jangka panjang atau dosis tinggi justru bisa meningkatkan risiko gangguan pencernaan, mual, dan diare. Beberapa orang bahkan mengalami gejala GERD yang lebih parah.

Wanita yang sedang hamil atau menyusui juga tidak dianjurkan untuk menggunakan kunyit dalam jumlah banyak. Anda sebaiknya tidak mengonsumsi kunyit lebih dari yang biasa Anda gunakan untuk memasak, baik dalam bentuk apa pun.

Konsumsi kunyit juga bisa memicu reaksi alergi. Apabila Anda mengalami gatal-gatal, jantung berdebar, atau kesulitan bernapas setelah mengonsumsi kunyit, Anda harus menghentikan penggunaannya. Jika gejala Anda parah, segera periksa ke dokter.

Cara aman dan sehat untuk mengonsumsi kunyit

Memang belum banyak penelitian yang membuktikan manfaat kunyit untuk mengatasi gejala penyakit asam lambung. Meski begitu, tidak ada salahnya menambahkan bumbu ini ke dalam menu harian Anda untuk mendapatkan manfaatnya.

Kebanyakan orang dapat mengonsumsi kunyit dalam bentuk segar dan suplemen tanpa masalah. Ini karena tubuh manusia tidak menyerap kurkumin dengan baik. Hati dan usus akan memecah kurkumin dengan cepat sebelum zat ini beredar ke seluruh tubuh.

Meski demikian, Anda tetap disarankan untuk mengonsumsi kunyit dalam jumlah yang wajar. Cukup tambahkan bumbu ini ke dalam masakan Anda atau minumlah suplemen sesuai anjuran penggunaan. Jangan menambah atau melipatgandakan dosisnya.

kunyit untuk wanita haid

Selain itu, berikut hal lain yang perlu Anda perhatikan sebelum menggunakan kunyit untuk mengatasi penyakit asam lambung.

  • Untuk hasil terbaik, gunakan kunyit bersama lada hitam atau pilih suplemen yang mengandung piperin. Piperin dapat meningkatkan penyerapan kurkumin.
  • Kunyit bisa bertindak sebagai pengencer darah. Anda tidak boleh mengonsumsi kunyit bersama obat antikoagulan atau obat pengencer darah.
  • Efek samping mungkin muncul jika Anda mengonsumsi kunyit sebanyak 1.500 miligram atau lebih per hari.
  • Anda mungkin harus menunggu selama beberapa minggu untuk memastikan apakah kunyit dapat meringankan gejala. Jika gejala tidak membaik, segera hentikan pemakaian dan berkonsultasilah kepada dokter.

Kunyit memiliki potensi untuk meringankan gejala penyakit asam lambung. Akan tetapi, perlu diingat bahwa keberhasilan pengobatan GERD tidak hanya bergantung pada obat yang Anda konsumsi, tapi juga gaya hidup Anda.

Selagi mengonsumsi kunyit, Anda juga perlu menyesuaikan pola makan. Hindari pula kebiasaan pemicu GERD, seperti makan berlebihan, merokok, atau tidur setelah makan. Minumlah obat-obatan bila dokter menganjurkan demikian.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Kwiecien, S., Magierowski, M., Majka, J., Ptak-Belowska, A., Wojcik, D., & Sliwowski, Z. et al. (2019). Curcumin: A Potent Protectant against Esophageal and Gastric Disorders. International Journal Of Molecular Sciences, 20(6), 1477. doi: 10.3390/ijms20061477

Yoshida, N. (2007). Inflammation and Oxidative Stress in Gastroesophageal Reflux Disease. Journal Of Clinical Biochemistry And Nutrition, 40(1), 13-23. doi: 10.3164/jcbn.40.13

Haruma, K., Kinoshita, Y., Sakamoto, S., Sanada, K., Hiroi, S., & Miwa, H. (2015). Lifestyle Factors and Efficacy of Lifestyle Interventions in Gastroesophageal Reflux Disease Patients with Functional Dyspepsia: Primary Care Perspectives from the LEGEND Study. Internal Medicine, 54(7), 695-701. doi: 10.2169/internalmedicine.54.3056

Prasad, S., Tyagi, A., & Aggarwal, B. (2014). Recent Developments in Delivery, Bioavailability, Absorption and Metabolism of Curcumin: the Golden Pigment from Golden Spice. Cancer Research And Treatment, 46(1), 2-18. doi: 10.4143/crt.2014.46.1.2

Patcharatrakul, T., & Gonlachanvit, S. (2016). Chili Peppers, Curcumins, and Prebiotics in Gastrointestinal Health and Disease. Current Gastroenterology Reports, 18(4). doi: 10.1007/s11894-016-0494-0

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Andisa Shabrina Diperbarui 29/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x