Mengulik Pangastritis, Jenis Gastritis Kronis yang Umum Terjadi

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 13/04/2020
Bagikan sekarang

Pernah mendengar pangastritis? Dibanding gastritis, penyakit pangastritis mungkin lebih jarang didengar. Padahal pangastritis merupakan komplikasi gastritis kronis yang paling umum terjadi karena tidak diobati. Yuk, cari tahu apa penyebab, gejala, dan cara mengobati penyakit ini.

Mengenal pangastritis, salah satu jenis gastritis kronis

Peradangan bisa terjadi di mana saja pada tubuh Anda, termasuk pada lapisan lambung (mukosa). Umumnya peradangan terjadi karena infeksi bakteri, asam lambung, atau senyawa lainnya yang diproduksi terlalu berlebihan.

Awalnya, asam lambung berfungsi sebagai pemecah makanan dan melindungi Anda dari infeksi. Namun, karena jumlahnya lebih dari yang dibutuhkan, asam ini akan merusak lapisan lambung. Nah, peradangan yang terjadi pada lapisan lambung ini dikenal juga dengan gastritis.

Secara umum, gasritis dibagi menjadi dua, yaitu gastritis akut yang terjadi secara tiba-tiba dan gasritis kronis yang terjadi dalam jangka panjang. Salah satu jenis gastritis kronis yang paling sering terjadi adalah pangastritis.

Tidak seperti gastritis yang hanya menyerang lapisan lambung, penyakit ini memengaruhi seluruh bagian lambung. Mulai dari lapisan lambung, kelenjar oksintik pada lambung, bagian atas rahim wanita (fundus), hingga bagian paling bawah lambung (antrum).

Apa saja gejala pangasritis?

Gejala pangastritis sama dengan gejala gastritis pada umumnya, hanya saja dialami pasien lebih parah. Gejalanya yang mungkin terjadi, antara lain:

  • sakit perut
  • perut kembung atau terasa sangat penuh, terutama setelah makan
  • mual dan muntah
  • nafsu makan menurun membuat berat badan terus berkurang

gangguan pencernaan saat menstruasi

Siapa saja yang berisiko mengalami ini?

Penyebab utama pangasritis adalah peradangan pada lapisan lambung yang terus menyebar akibat infeksi bakteri atau gaya hidup yang tidak sehat.

Orang yang memiliki masalah pada lambung berisiko lebih tinggi terkena pangastritis, dan beberapa kondisi atau kebiasaan lainnya, seperti:

  • Menggunakan obat antinyeri (penghilang rasa sakit) jangka panjang atau berlebihan
  • Minum alkohol terlalu banyak
  • Mengalami stres parah atau penyakit kejiwaan lainnya yang bisa memengaruhi hormon dan sistem pencernaan
  • Memiliki penyakit autoimun yang menyerang sel parietal di lambung

Bagaimana caranya mengobati pangastritis?

Ada berbagai cara untuk mengobati penyakit pangastritis yang umumnya dokter rekomendasikan, seperti:

Obat resep

Mengobati pangastritis harus disesuaikan dengan penyebab peradangan yang terjadi lapisan lambung. Jika disebabkan oleh bakteri h. pylori, pengobatan akan difokuskan untuk menghentikan pertumbuhan bakteri selama 10 hingga 14 hari. Beberapa obat yang mungkin diresepkan biasanya antibiotik amoxicillin, tetracycline, ranitidine, atau proton pump inhibitor (PPI).

Sementara untuk mengurangi asam lambung yang berlebihan, beberapa obat yang biasa digunakan adalah antasida, H2 blocker, Prilosec dan Prevacid (jenis PPI yang umum digunakan). Penggunaan obat-obatan tersebut harus sesuai dengan resep dokter.

Menjaga pola makan

Penyakit pangastritis sering kali menyebabkan kekurangan nutrisi karena pasein tidak nafsu makan dan lambung tidak dapat bekerja secara maksimal. Umumnya, pasien mengalami kekurangan vitamin B12 dan zat besi sehingga sangat rentan mengalami anemia. Itu kenapa Anda harus sebisa mencukupi kebutuhan kedua nutrisi ini.

Meski begitu, pola makan juga harus diperhatikan untuk mengurangi iritasi yang terjadi pada lambung. Pasein harus memperbanyak konsumsi sayur dan buah dan makanan rendah lemak. Hindari makanan dan minuman yang mengandung alkohol, kafein tinggi, soda, berlemak, terlalu asam, dan terasa pedas.

Jaga keseimbangan bakteri baik di usus dengan mengonsumsi makanan probiotik, seperti yogurt. Perbanyak konsumsi makanan yang dapat mengurangi peradangan, yaitu yang mengandung antioksidan, asam amino, dan asam lemak omega 3.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Panduan Berpuasa Bagi Penderita Maag

Makan sekaligus dalam porsi besar baik saat berbuka maupun sahur, justru bisa memicu serangan maag kambuh. Simak berbagai tips berpuasa untuk penderita maag.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Angga Maulana
Hari Raya, Ramadan 30/04/2020

Gastritis

Gastritis adalah istilah medis untuk radang lambung, berbeda dari maag. Cari tahu penyebab, gejala, dan cara mengatasinya di Hello Sehat.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph

Maag (Dispepsia)

Sakit maag adalah penyakit yang tak boleh disepelekan. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, obat, serta cara mencegahnya di Hello Sehat.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

Gastritis Erosif

Gastritis erosif adalah jenis peradangan pada lambung. Cari tahu ebih dalam seputar penyebab, gejala, dan cara mengobatinya di Hello Sehat.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji

Direkomendasikan untuk Anda

pengobatan gastritis

Pengobatan Gastritis, Mulai dari Perawatan Dokter Hingga Cara Alami

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 18/05/2020
pencegahan gastritis

Beragam Cara Pencegahan Gastritis yang Paling Ampuh

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020
maag saat puasa obat Omeprazole

4 Tips Mencegah Maag Kambuh Saat Puasa

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 07/05/2020
menu buka puasa untuk penderita maag

4 Pilihan Menu Buka Puasa Bagi Anda yang Punya Sakit Maag

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 04/05/2020