Mengenal Gastritis Atrofik, Radang Lapisan Lambung yang Sering Disepelekan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Gastritis atrofik adalah kondisi ketika lapisan dalam lambung meradang selama beberapa tahun. Jika tidak diobati, secara bertahap peradangan ini akan menghancurkan sel-sel di lapisan lambung Anda. Maka itu, ketahui kondisi ini lebih dalam dan jangan sampai penyakit ini terabaikan.

Apa penyebab dari gastritis atrofik?

perlengketan usus (adhesi) usus lengket

Peradangan ini paling sering diakibatkan dari infeksi bakteri H.pylori. Bakteri ini akan mengganggu mukus atau lendir yang melindungi lapisan lambung dan mengganggu zat asam yang dibutuhkan untuk mencerna makanan.

Infeksi ini sering terjadi selama masa kanak-kanak dan akan bertambah parah seiring berjalannya waktu jika tidak diobati.

Kontak langsung dengan kotoran, muntahan, atau air liur dari orang yang terinfeksi gastritis atrofik dapat menularkan bakteri ini dari orang ke orang. Infeksi ini juga bisa terjadi akibat makan makanan atau minum minuman yang tercemar bakteri ini.

Selain karena bakteri, pada beberapa kasus gastritis atrofik ini terjadi karena kondisi autoimun. Ini adalah kondisi ketika antibodi tubuh yang harusnya mengenali dan melawan infeksi akibat bakteri, justru menyerang sel-sel perut yang sehat. Alhasil produksi asam lambung yang diperlukan untuk mencerna makanan terganggu karena serangan dari antibodi tubuhnya sendiri.

Jenis infeksi H.pylori ini cukup umum di dunia, dan lebih banyak terjadi di wilayah padat penduduk.

Untuk gastritis atrofik ini memang cukup langka. Namun, orang-orang yang memiliki gangguan tiroid atau diabetes lebih cenderung berisiko memiliki kondisi ini.

Apa saja gejala dan tanda gastritis atrofik?

berhenti memuntahkan makanan

Kebanyakan orang tidak menyadari mengalami gastritis atrofik, karena mereka mungkin tidak memiliki gejala yang benar-benar membuat mereka langsung ingin periksa ke dokter. Kondisi ini bisa terjadi hingga bertahun-tahun karena dianggap sebagai keluhan yang biasa.

Ketika terjadi infeksi bakteri H.pylori, maka gejala dan tanda yang terjadi adalah:

  • Sakit perut
  • Mual dan muntah
  • Tidak nafsu makan
  • Terjadi penurunan berat badan yang tak diinginkan
  • Gejala maag
  • Anemia defisiensi besi

Ketika gastritis atrofik disebabkan karena autoimun, maka gejalanya akan berbeda:

  • Nyeri di dada
  • Kelelahan
  • Tinitus (denging di telinga)
  • Pusing
  • Palpitasi jantung
  • Kekurangan vitamin B12
  • Kerusakan saraf (pada kasus yang parah)

Bagaimana cara dokter mendiagnosisnya?

efek samping jangka panjang pengobatan kemoterapi

Awalnya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik sebelum menjalankan tes selanjutnya. Dokter akan meraba perut apakah ada keluhan di daerah tersebut. Sering kali, dokter juga meminta untuk melakukan tes darah untuk:

  • Melihat apakah terjadi penurunan vitamin B12
  • Kadar pepsinogen rendah atau tidak (pepsinogen adalah protein yang diproduksi oleh sel lambung)
  • Melihat kondisi kadar hormon gastrin, yakni hormon yang berfungsi memproduksi zat asam di lambung

Jika dokter mencurigai bahwa pasiennya mengalami infeksi H.pylori, maka diminta untuk melakukan tes pernapasan. Orang yang memiliki H.pylori di dalam tubuhnya akan melepaskan karbon ketika bernapas.

Maka itu dokter akan melakukan tes pada embusan nafas orang tersebut dengan alat. Jika ditemukan karbon, maka kemungkinan besar memang terdapat bakteri H.pylori yang bersarang di lambung.

Atau jika diperlukan, dokter akan melakukan biopsi dengan mengambil sel-sel perut melalui prosedur endoskopi.

Penanganan untuk gastritis atrofik

obat pereda nyeri kanker

Dokter akan mengobatinya dengan meresepkan antibiotik untuk mematikan bakteri penyebab infeksi. Selain itu, Anda mungkin juga diresepkan obat untuk mengurangi produksi asam lambung saat perut sudah mulai membaik.

Dalam kasus gastritis atrofik autoimun, dokter mungkin meresepkan suntik vitamin B12. Suntikan ini diberikan untuk mencegah atau meredakan komplikasi dari kekurangan vitamin B12.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Anak Sering Sakit Perut, Apakah Orang Tua Harus Khawatir?

Mengingat sakit perut cukup sering terjadi, ketahui gejala lain yang menyertainya sebagai tanda bahwa sudah waktunya anak untuk mendapat pertolongan dokter.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Serat Anak, Parenting, Nutrisi Anak 29/05/2020 . Waktu baca 4 menit

4 Komplikasi Gastritis yang Patut Diwaspadai

Apa Anda punya gastritis? Mulai sekarang jangan sepelekan gejalanya, karena gastritis bisa menyebakan komplikasi. Apa saja? Cari tahu di sini.

Ditulis oleh: Aprinda Puji
Gastritis, Health Centers 23/05/2020 . Waktu baca 6 menit

Kenapa Saya Sakit Perut Setelah Buka Puasa?

Pernahkah Anda sakit perut setelah buka puasa? Bisa jadi ini karena pengaruh makanan yang Anda konsumsi saat berbuka. Apa lagi sebab lainnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hari Raya, Ramadan 07/05/2020 . Waktu baca 3 menit

Kena Flu Saat Puasa Itu Baik! Kok Bisa? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Menyebalkan memang jika terkena flu saat puasa. Namun, tahukah Anda jika kena flu saat puasa justru akan membuat tubuh lebih baik dan Anda cepat pulih?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hari Raya, Ramadan 04/05/2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bakteri pada uang kertas

Mengenal Bakteri pada Uang Kertas dan Koin dan Dampaknya bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 30/06/2020 . Waktu baca 4 menit
gangguan lambung

Apa Beda Gangguan Lambung Biasa dengan Maag?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 18/06/2020 . Waktu baca 5 menit
gedung perkantoran ditinggal kosong

Ancaman Kesehatan Selain COVID-19 Saat Masuk ke Gedung yang Lama Tak Dihuni

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 15/06/2020 . Waktu baca 5 menit
minyak esensial

6 Jenis Minyak Esensial untuk Mengatasi Masalah Pencernaan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . Waktu baca 4 menit