Hati-hati, Pria yang Kena Hepatitis B Berisiko Tidak Subur

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019
Bagikan sekarang

Hepatitis B merupakan salah satu masalah kesehatan di dunia hingga detik ini. Data menunjukkan bahwa saat ini jutaan orang pernah atau sedang terserang virus hepatitis B. Dampak hepatitis B ternyata tak hanya buruk bagi kesehatan hati saja, juga pada kesuburan pria. Bagaimana bisa hepatitis B bikin pria tak subur?

Bagaimana virus hepatitis B menyebabkan pria tidak subur?

Ketika virus hepatitis B menyerang hati (liver), maka berbagai gejala akan langsung terjadi. Misalnya gejala hepatitis B yang umum yaitu demam, merasa mual, muntah-muntah, hingga perubahan warna kulit dan mata menjadi kuning.

Meski begitu, tak banyak yang tahu jika dampak hepatitis B bisa menyerang kesuburan pria. Namun, belum banyak yang mengetahui bahwa virus hepatitis B juga dapat menyerang sel sperma dan organ reproduksi pria.

Merusak tempat pembuatan energi di sel sperma

Sama seperti sel-sel tubuh lain, sel sperma juga membutuhkan energi untuk membuatnya bisa berenang dan bergerak dengan cepat. Sesaat setelah virus masuk ke dalam tubuh, virus akan langsung merusak tempat pembuatan energi di dalam sel tersebut.

Hal ini membuat sperma tak lagi mendapatkan energi yang cukup untuk bergerak mencapai sel telur, sehingga peluang untuk terjadinya pembuahan semakin kecil.

Memicu kematian sel sperma

Beberapa penelitian mengatakan bahwa dampak hepatitis B pada sistem reproduksi pria dapat memicu sel sperma untuk merusak dirinya sendiri dan kemudian mati. Para ahli menduga hal ini dapat terjadi karena virus hepatitis B dapat menimbulkan radikal bebas, yang kemudian mampu merusak sel sperma.

Dampak hepatitis B terhadap sperma

Dampak hepatitis B pada sperma bisa dilihat dari beberapa hal, yaitu:

Volume air mani

Dalam sekali ejakulasi, minimal volume air mani normal adalah 1,5 mililiter. Infeksi hepatitis B dapat menurunkan volume cairan mani ini, sehingga mengganggu proses reproduksi yang optimal.

Air mani memiliki bermacam-macam enzim yang berperan untuk membantu sperma dalam melakukan pembuahan pada sel telur. Jadi jika volume cairan ini berkurang, kesempatan untuk pembuahan pun semakin kecil.

Jumlah sel sperma

Infeksi virus hepatitis B dapat membuat sel-sel sperma mati. Hal ini tentu akan menurunkan jumlah sel sperma yang bisa dihasilkan pria saat ejakulasi. Akibatnya, kemungkinan untuk terjadinya pembuahan dengan sel telur juga berkurang.

Ketahanan sel sperma

Sel sperma idealnya memiliki waktu yang cukup lama untuk bertahan hidup. Kemampuan ini dirancang agar sperma mampu hidup lama, sehingga bisa membuahi sel telur. Namun virus hepatitis ini memproduksi racun yang akhirnya membuat kemampuan sperma berkurang.

Bentuk sperma

Infeksi virus hepatitis B juga dapat memengaruhi bentuk normal sel sperma, salah satunya akibat gen sperma yang dirusak oleh virus hepatitis. Padahal, bentuk sperma telah dirancang sedemikian rupa agar mampu bergerak dengan lincah dan bertahan hidup hingga pembuahan terjadi.

Bagi Anda para laki-laki usia subur yang pernah atau sedang terinfeksi hepatitis B jangan lekas khawatir berlebihan. Tidak semua pria yang mengidap hepatitis B lantas akan menjadi kurang subur.

Tubuh manusia diciptakan sedemikian canggih sehingga mempunyai pertahanan terhadap kuman asing berlapis-lapis. Anda juga dapat mengimbangi efek negatif infeksi hepatitis B dengan meningkatkan daya tahan tubuh, misalnya dengan berolahraga dan makan makanan yang bergizi.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cerita Dokter IGD, Garis Depan Penanganan COVID-19 di Indonesia

Dokter Tri Maharani menyarankan penanganan COVID-19 harus dikerjakan oleh semua sektor. Yang terpenting adalah tenaga medis di garda terdepan.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 07/04/2020

Membandingkan Kecepatan Sperma saat Dikeluarkan di Dalam Tubuh dan Air

Siapa sangka kecepatan sperma ketika berhubungan seks dengan saat ejakulasi di luar tubuh ternyata berbeda. Simak faktanya di sini!

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi

Virus Baru Ditemukan di Brasil, Dipastikan Tidak Menginfeksi Manusia

Beberapa ilmuwan di Brasil telah mengidentifikasi yaravirus yang disebut-sebut menjadi temuan baru dalam dunia sains. Apakah virus ini berbahaya?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu

Hewan Penyebab Novel Coronavirus Disinyalir Adalah Ular

Virus corona baru dari China kini menjadi pusat perhatian. Penelitian mengungkapkan bahwa penyebab novel coronavirus diduga berasal dari ular. Benarkah?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 24/01/2020

Direkomendasikan untuk Anda

puasa pengaruhi kesuburan

Apakah Puasa Memengaruhi Kesuburan untuk Hamil?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 29/04/2020
penyebab pria tidak subur

6 Faktor yang Dapat Menjadi Penyebab Pria Tidak Subur

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 11/04/2020
kucing tertular covid-19

Apakah Kucing dan Hewan Lainnya Dapat Tertular COVID-19 dari Manusia?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 09/04/2020
ciri ciri subur

8 Ciri Wanita Sedang dalam Masa Subur

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 08/04/2020