Apa Itu Tes Viral Load Hepatitis? Siapa yang Perlu Melakukannya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 September 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Jika Anda menjalani pengobatan infeksi virus hepatitis C (HCV), maka dokter memantau viral load Anda lewat tes viral load. Viral load adalah jumlah virus tertentu yang terdapat dalam darah. Berikut penjelasan lebih lanjut seputar viral load hepatitis.

Apa itu viral load?

Viral load hepatitis adalah jumlah partikel virus hepatitis yang mengapung dalam per 1 ml/1cc volume darah. Sejumlah partikel virus ini merupakan salinan materi genetik virus yang beredar di seluruh tubuh. Jumlah virus dalam darah bisa bervariasi antara setiap orang yang terinfeksi, tetapi ini bukanlah indikator prognostik yang membantu dan tidak mengukur tingkat keparahan penyakit hati akibat virus. Tes viral load bisa digunakan untuk memantau tingkat keberhasilan dari pengobatan hepatitis dan menjadi panduan keputusan perawatan kesehatan di masa depan.

Kapan tes viral load diperlukan?

Begitu Anda memulai pengobatan, dokter akan menganjurkan tes lanjutan untuk mengevaluasi pengobatan yang saat ini dijalani. Selain itu, tidak perlu dilakukan tes ulang karena viral load tidak memberi informasi tentang gejala dan fungsi hati. Tes hati lainnya, seperti biopsi, bisa memberikan informasi tersebut.

Siapa yang harus melakukan tes viral load?

Beberapa kelompok yang lebih rentan untuk terinfeksi HCV, misalnya:

  • Pasien dialisis (cuci darah)
  • Anak yang terlahir dari ibu positif HCV
  • Orang yang mungkin telah terkena kontak darah seseorang yang terinfeksi hepatitis C

Apa arti dari negatif atau “tidak terdeteksi”?

Viral load bisa memberikan hasil dari “tidak terdeteksi” sampai ratusan juta. Istilah “tidak terdeteksi” terkadang memiliki arti berbeda dari istilah “negatif,” tergantung dari tes yang digunakan. Jika Anda “negatif,” mungkin tidak terdapat virus hepatitis C dalam darah Anda. Namun, mungkin juga terdapat virus hepatitis C dalam darah Anda, tetapi jumlah virusnya lebih rendah dari batas deteksi tes tersebut, sehingga disebut “tidak terdeteksi.” Dokter bisa memberi tahu tes apa yang digunakan dan menjelaskan artinya pada Anda. Faktanya, viral load kurang dari 615 IU/L (international unit per liter) berarti tidak ada virus hepatitis C yang terdeteksi, atau jumlahnya terlalu rendah untuk dideteksi. Selain itu, viral load lebih dari 800.000 IU/L dianggap tinggi dan kurang dari 800.000 IU/L dianggap rendah.

Apa arti dari tes viral load “positif?”

Jika hasil dari tes kuantitatif RNA HCV Anda positif, dan lab berhasil menentukan jumlah virus dalam darah Anda, maka penting untuk mencatat tidak hanya jumlah virus tetapi juga satuan yang menyertainya. Dalam beberapa infeksi lainnya, semakin tinggi viral load, maka semakin parah penyakit Anda, tetapi ini tidak berlaku dalam hepatitis C. Viral load dalam hepatitis C tidak memiliki kaitan dengan tingkat keparahan penyakit Anda. Namun, viral load menunjukkan seberapa efektif pengobatan Anda. Semakin rendah viral load Anda, maka semakin tinggi pula peluang keberhasilan pengobatan Anda. Viral load didasarkan pada teknologi yang memungkinkan untuk mengukur jumlah yang paling kecil dari RNA virus hepatitis C, bagian pembentuk virus. Laboratorium yang berbeda bisa menggunakan standar yang berbeda untuk menghitung salinan RNA HCV. Konsultasikan pada dokter untuk mengetahui secara pasti arti dari hasil tes Anda. Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pertolongan Pertama untuk Mengobati Sengatan Lebah

Katanya, sengatan lebah bisa bikin seseorang meriang dan panas dingin. Lalu bagaimana cara pertolongan pertama dalam mengobati sengatan lebah?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 23 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Cara Mengatasi Gejala Leptospirosis, Penyakit Khas di Musim Hujan

Leptospirosis adalah salah satu penyakit yang sering bermunculan saat musim hujan. Saat gejala leptospirosis mulai terasa, segera atasi dengan cara ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hidup Sehat, Tips Sehat 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

Anda suka nekat makan daging ayam belum matang? Awas, akibatnya bisa fatal. Ini dia berbagai bahaya dan ciri-ciri daging ayam yang belum dimasak sempurna.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Apakah Lansia Masih Perlu Minum Susu? Berapa Banyak yang Dibutuhkan?

Minum susu biasanya dianjurkan untuk anak-anak. Lalu, jika sudah lanjut usia, apakah masih perlu minum susu? Berapa banyak susu yang harus diminum?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor
keluarga sehat karena melakukan perilaku hidup bersih dan sehat

4 Tips Perilaku Hidup Bersih dan Sehat untuk Lindungi Diri dan Keluarga di Era New Normal

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
memanaskan makanan

Bolehkah Memanaskan Makanan Dalam Wadah Plastik di Microwave?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
Penyebab sakit pinggang

Cari Tahu Gejala, Penyebab dan Pengobatan untuk Sakit Pinggang

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
arti warna dahak

Warna Dahak Merah, Hijau, Atau Hitam? Cari Tahu Artinya di Sini

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 26 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit