Berapa Kadar Asam Urat yang Normal? Bagaimana Cara Tahunya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 23/02/2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Asam urat adalah peradangan yang menyebabkan persendian tiba-tiba terasa sakit, bengkak, dan berwarna kemerahan. Nah, penyebab dari penyakit asam urat itu sendiri adalah kadar asam (uric acid) yang melonjak terlalu tinggi dalam tubuh. Nah untuk mengetahui apakah asam urat Anda normal atau tinggi, Anda dapat menjalani tes medis di klinik atau rumah sakit.

Batasan kadar asam urat yang normal dalam tubuh

Asam urat (uric acid) adalah zat limbah yang dihasilkan tubuh dari pemecahan purin. Purin itu sendiri adalah senyawa kimia yang diproduksi secara alami oleh tubuh dan bisa Anda dapatkan dari sejumlah makanan.

Asam urat biasanya larut dalam darah dan akan disalurkan ke ginjal. Ginjal kemudian akan mengeluarkan kelebihannya secara rutin melalui urin dan feses agar kadar asam urat dalam darah tetap normal.

Namun kadang, kadarnya dapat tetap terlalu tinggi dalam tubuh. Entah karena ginjal Anda tidak bisa membuangnya dengan baik atau tubuh Anda membuat terlalu banyak. Asam urat tinggi tidak selalu memicu gejala, tetapi pada kebanyakan kasus bisa menyebabkan masalah kesehatan.

Kadar asam urat yang wajar dapat berbeda pada setiap orang, tergantung dari usia, jenis kelamin, pola makan, dan kondisi kesehatan fisik masing-masing. Nah, tinggi rendahnya kadar asam urat dapat dicari tahu lebih lanjut dengan pemeriksaan medis, seperti tes darah.

Tes darah untuk mengecek kadar asam urat juga dikenal sebagai pengukuran serum asam urat. Tes serum juga dapat memberi tahu dokter seberapa baik kerja tubuh Anda memproduksi dan menghilangkan asam urat.

Berikut adalah kisaran kadar asam urat yang masih wajar dalam darah:

  • Perempuan dewasa: 2,4–6,0 miligram per desiliter (mg/dL)
  • Laki-laki: 3,4–7,0 mg/dL
  • Anak-anak: 2,0–5,5 mg/dL

Selain dari tes darah, mengecek berapa kadar asam urat Anda juga bisa lewat tes urin bila diperlukan.

Namun perlu dipahami bahwa hasil yang ditunjukkan dari tes urine mungkin berbeda. Kadar asam urat yang normal dalam urin adalah 250-750 miligram atau 1,48-4,43 milimoles (mmol) per total sampel urine selama 24 jam.

Kisaran kadar asam urat yang terbilang tinggi

Jika hasil angkanya lebih tinggi dari batas normal, kemungkinan asam urat Anda memang tinggi.

Penyakit asam urat adalah peradangan sendi yang ditandai dengan kadar serum lebih tinggi dari 6,8 atau 7,0 mg/dl. Kondisi asam urat yang berlebih ini juga sering disebut dengan hiperurisemia.

Tingginya kadar asam urat dalam darah biasanya menunjukkan bahwa tubuh membuat terlalu banyak asam urat atau bahwa ginjal Anda tidak menghilangkan asam urat yang cukup dari tubuh Anda. 

Kadar asam urat yang meningkat jauh lebih tinggi daripada batasan normal mungkin menunjukkan berbagai masalah kesehatan seperti berikut ini:

  • Diabetes
  • Kelebihan berat badan atau obesitas.
  • Gangguan sumsum tulang, seperti leukemia
  • Hipoparatiroidisme
  • Sedang menjalani perawatan kanker atau memiliki kanker yang menyebar
  • Gangguan ginjal, seperti gagal ginjal atau batu ginjal

Jika Anda memiliki batu ginjal, tes urine adalah cara bagi dokter untuk mencari tahu apa penyebabnya. Asam urat yang menumpuk di urine lambat laun dapat menyatu dan membentuk kristal. Kristal-kristal tersebut dapat menempel di saluran ginjal yang menuju lubang kemih sehingga menghalangi aliran urin.

Cara menjaga kadar asam urat tetap normal

Menurut pedoman American College of Rheumatology (ACR), kadar serum asam urat harus diturunkan hingga mencapai minimal kurang dari 6,0 mg/dL untuk menghindari kekambuhan gejala penyakit asam urat dalam jangka panjang.

Lantas, bagaimana caranya menurunkan atau menjaga kadar asam urat tetap dalam batas wajar?

1. Batasi asupan purin tambahan dari makanan

Tubuh manusia memproduksi purin dalam jumlah sedikit. Purin tersebutlah yang kemudian dipecah menjadi asam urat.

Nah, pola makan harian yang buruk dapat meningkatkan asupan purin sehingga melonjakkan kadar asam hingga di luar kisaran normal.

Makanan dan minuman pemicu asam urat dengan kandungan purin tinggi meliputi:

  • Daging hewani yang berlemak tinggi
  • Jeroan
  • Makanan laut, seperti teri, kerang-kerangan, udang dan kepiting, sarden, tuna
  • Minuman beralkohol
  • Makanan dan minuman manis

Sebagai gantinya, beralihlah ke makanan dengan kadar purin rendah yang meliputi:

  • Produk susu rendah lemak dan bebas lemak
  • Selai kacang dan sebagian besar kacang
  • Beras gandum
  • Roti gandum
  • Kentang

Perubahan pola makan saja tidak akan menyembuhkan asam urat, tapi dapat membantu mencegah kekambuhan serangan. Beberapa penelitian mengemukakan perubahan pola makan dapat membantu menurunkan kadar asam urat atau setidaknya menghindari kenaikan lebih lanjut.

2. Jaga berat badan tetap sehat

Obesitas khususnya meningkatkan risiko asam urat pada orang-orang muda. Kelebihan berat badan juga meningkatkan risiko seseorang mengalami sindrom metabolik. Sindom metabolik dapat meningkatkan tekanan darah dan kolesterol sambil meningkatkan produksi kadar asam urat.

Maka itu, mencapai berat badan yang sehat dengan menjaga pola makan dan rutin olahraga dapat membantu mengurangi risiko Anda terhadap berbagai penyakit.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Pantangan yang Harus Dipatuhi Pengidap Asam Urat

Serangan asam urat dapat muncul tiba-tiba. Selain mengendalikan gejala dengan minum obat, penderita asam urat juga harus mematuhi berbagai pantangan ini

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Arthritis (Radang Sendi), Health Centers 22/02/2020 . Waktu baca 6 menit

Diabetes Meningkatkan Risiko Rematik Hingga 20 Persen

Penyakit diabetes dapat meningkatkan risiko rematik hingga sebesar 20 persen apabila tidak ditangani dengan baik. Apa yang menjadi penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Diabetes, Health Centers 10/02/2020 . Waktu baca 3 menit

Gejala Penyakit Demam Rematik Pada Anak yang Harus Diwaspadai Orangtua

Penyakit demam rematik dapat memicu komplikasi dan mengakibatkan kerusakan pada beberapa organ tubuh. Inilah gejala demam rematik yang perlu diwaspadai.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Fakta Unik 25/06/2019 . Waktu baca 4 menit

Jamkho

Jamkho adalah obat herbal yang bermanfaat untuk menurunkan kadar kolesterol Anda. Cari tahu informasi lengkap mengenai obat ini di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Obat A-Z, Obat-obatan & Suplemen A-Z 04/03/2019 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat radang sendi terbaru

Diklaim Ampuh, Ini Obat Radang Sendi Terbaru Temuan Ilmuwan Inggris

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 23/06/2020 . Waktu baca 4 menit
gejala asam urat tidak umum

6 Gejala Asam Urat yang Tidak Umum dan Sering Diabaikan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 23/04/2020 . Waktu baca 5 menit
encok adalah

Ternyata, Encok Adalah Nama Lain dari Penyakit Ini

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 17/04/2020 . Waktu baca 5 menit
ikan untuk asam urat

Jenis Ikan yang Boleh Dikonsumsi untuk Penderita Asam Urat

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 28/02/2020 . Waktu baca 4 menit