Pertolongan Pertama Ketika Patah Tulang

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10/03/2020
Bagikan sekarang

Apakah Anda tahu bahwa sebagai seorang anak, Anda memiliki 10% risiko patah tulang? Ketika Anda berusia lebih dari 50 tahun, risiko Anda meningkat menjadi 25% sampai 50%. Patah tulang merupakan hal yang sangat umum dan dapat terjadi pada siapa saja dan pada usia berapa pun. Patah tulang yang paling sering disebabkan oleh cedera akibat olahraga, jatuh, kecelakaan mobil atau kegiatan fisik lain.

Ada beberapa kondisi kesehatan yang dapat menyebabkan tulang menjadi lebih rentan terhadap patah tulang. Kondisi kesehatan ini meliputi osteoporosis, penyakit tulang rapuh (osteogenesis tidak sempurna), kelenjar paratiroid yang terlalu aktif dan beberapa jenis kanker.

Anda dapat mengetahui apakah Anda memiliki patah tulang jika Anda merasa sakit, mati rasa, atau terdapat pembengkakan di bagian luka. Biasanya rasa sakit akan memburuk saat digerakkan, dan bagian yang terluka berwarna kebiruan. Dalam kasus yang lebih serius, tulang dapat menonjol melalui kulit dan menyebabkan perdarahan berat.

Pertolongan pertama untuk tulang yang patah

Penting bagi Anda untuk mengetahui apa yang harus dilakukan ketika Anda atau orang yang Anda cintai mengalami patah kaki di rumah. Ketika ada kecelakaan yang membutuhkan perhatian medis, panggil unit gawat darurat terdekat. Sementara Anda menunggu pertolongan medis, berikut adalah beberapa langkah sederhana yang dapat dipraktekan:

Langkah 1.

Jangan bergerak kecuali jika diperlukan. Untuk mencegah cedera lebih lanjut, stabilkan daerah yang luka dengan tetap berdiam diri. Jangan memindahkan korban jika punggung atau lehernya terluka. Untuk menangani daerah luka, Anda dapat membuat bidai dengan melipat sepotong karton atau majalah dan dengan lembut tempatkan di bawah anggota badan. Kemudian ikat dengan hati-hati menggunakan potongan-potongan kain.

Langkah 2

Jika terjadi perdarahan, hentikan dengan membungkus daerah luka dengan perban secara erat atau kain steril. Terapkan tekanan pada luka.

Langkah 3

Jika orang yang terluka menunjukkan tanda-tanda syok, tutupi dia dengan selimut sementara kaki ditinggikan sekitar 30 cm. Tanda-tanda syok termasuk pusing, lemas, kulit pucat dan berkeringat, sesak napas, dan peningkatan denyut jantung.

Langkah 4

Untuk membantu mengurangi pembengkakan, Anda dapat menerapkan kompres es atau kompres dingin ke bagian tersebut. Namun, jangan letakkan es langsung pada kulit. Pertama-tama bungkus dalam handuk atau kain.

Langkah 5

Tunggu bantuan medis atau larikan ke rumah sakit.

Bagaimana dokter mengobati patah tulang?

Sebelum pengobatan, dokter akan mengonfirmasi patah tulang dengan melakukan tes berikut:

  • Pemeriksaan fisik
  • Sinar-X
  • Scan CT
  • Scan MRI.

Dokter Anda akan memastikan tulang berbaris dengan benar sebelum meletakkan gips di atasnya. Kadang-kadang diperlukan operasi untuk menempatkan batang logam atau pelat untuk menyatukan potongan tulang bersama-sama. Tergantung pada usia dan kondisi kesehatan Anda, tulang Anda mungkin membutuhkan waktu 6 sampai 8 minggu untuk sembuh.

Tips perawatan diri setelah patah tulang

Setelah operasi, dokter atau perawat akan memeriksa tanda-tanda infeksi atau kulit pucat. Anda mungkin diberikan penghilang rasa sakit untuk mengurangi rasa sakit dan pembengkakan.

Sampai gips dilepas, lebih baik Anda beristirahat dan menghindari mengangkat beban atau mengemudi. Jauhi panas dan hindari gips dari kena basahan.

Jika Anda harus memakai penopang, Anda harus belajar bagaimana menggunakan kruk Anda dengan benar. Jika Anda merasa gatal dari gips, jangan menusukkan apapun di antara gips dan anggota tubuh Anda. Sebaiknya, tiup udara dingin ke dalam gips untuk meringankan rasa gatal.

Jika Anda tidak tahu bagaimana mengobati patah tulang, Anda dapat menghubungi nomor darurat lokal dan meminta petunjuk. Ingatlah untuk tetap tenang dan tidak stres. Ide yang baik untuk menjaga orang yang terluka agar tetap sadar dan mengalihkan perhatian mereka dari rasa sakit dengan terus berbicara kepada mereka.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Manfaat Rutin Melakukan Yoga Bridge Pose pada Fisik dan Mental

    Bridge pose menjadi salah satu pose yoga yang memiliki banyak manfaat. Ragam manfaat tersebut mulai dari kesehatan fisik hingga menjaga kesehatan mental.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu

    6 Manfaat Jalan Kaki untuk Penderita Diabetes

    Penderita diabetes perlu mengontrol diabetesnya. Salah satu yang bisa dilakukan, yaitu jalan kaki. Apa manfaat jalan kaki bagi penderita diabetes?

    Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Ihda Fadila

    Bagaimana Atlet Menjaga Fisik dan Mental Selama Pandemi COVID-19?

    Saat pandemi COVID-19 semua kejuaraan olahraga harus tertunda, ini bisa mempengaruhi performa, kesehatan fisik, dan kesehatan mental para atlet.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Coronavirus, COVID-19 14/04/2020

    4 Jenis Olahraga Saat Menopause untuk Menurunkan Berat Badan

    Saat menopause, tubuh wanita cenderung mengalami berat badan. Lantas, apa jenis olahraga saat menopause yang disarankan untuk menurunkan berat badan?

    Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Ihda Fadila

    Direkomendasikan untuk Anda

    tips olahraga

    Agar Tetap Bugar Selama Liburan, Sontek 4 Tips Olahraga Mudah Ini

    Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fajarina Nurin
    Dipublikasikan tanggal: 25/05/2020
    penyebab keropos tulang 1

    Hati-hati, Tulang Bisa Keropos Selama di Rumah Saja karena Tak Banyak Aktivitas

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020
    pantangan makanan osteoporosis

    5 Makanan dan Minuman Pantangan Penderita Osteoporosis

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020
    mitos osteoporosis

    Fakta di Balik 4 Mitos Osteoporosis yang Banyak Dipercayai

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 06/05/2020