Pertolongan Pertama Ketika Patah Tulang

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 Maret 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Apakah Anda tahu bahwa sebagai seorang anak, Anda memiliki 10% risiko patah tulang? Ketika Anda berusia lebih dari 50 tahun, risiko Anda meningkat menjadi 25% sampai 50%. Patah tulang merupakan hal yang sangat umum dan dapat terjadi pada siapa saja dan pada usia berapa pun. Patah tulang yang paling sering disebabkan oleh cedera akibat olahraga, jatuh, kecelakaan mobil atau kegiatan fisik lain.

Ada beberapa kondisi kesehatan yang dapat menyebabkan tulang menjadi lebih rentan terhadap patah tulang. Kondisi kesehatan ini meliputi osteoporosis, penyakit tulang rapuh (osteogenesis tidak sempurna), kelenjar paratiroid yang terlalu aktif dan beberapa jenis kanker.

Anda dapat mengetahui apakah Anda memiliki patah tulang jika Anda merasa sakit, mati rasa, atau terdapat pembengkakan di bagian luka. Biasanya rasa sakit akan memburuk saat digerakkan, dan bagian yang terluka berwarna kebiruan. Dalam kasus yang lebih serius, tulang dapat menonjol melalui kulit dan menyebabkan perdarahan berat.

Pertolongan pertama untuk tulang yang patah

Penting bagi Anda untuk mengetahui apa yang harus dilakukan ketika Anda atau orang yang Anda cintai mengalami patah kaki di rumah. Ketika ada kecelakaan yang membutuhkan perhatian medis, panggil unit gawat darurat terdekat. Sementara Anda menunggu pertolongan medis, berikut adalah beberapa langkah sederhana yang dapat dipraktekan:

Langkah 1.

Jangan bergerak kecuali jika diperlukan. Untuk mencegah cedera lebih lanjut, stabilkan daerah yang luka dengan tetap berdiam diri. Jangan memindahkan korban jika punggung atau lehernya terluka. Untuk menangani daerah luka, Anda dapat membuat bidai dengan melipat sepotong karton atau majalah dan dengan lembut tempatkan di bawah anggota badan. Kemudian ikat dengan hati-hati menggunakan potongan-potongan kain.

Langkah 2

Jika terjadi perdarahan, hentikan dengan membungkus daerah luka dengan perban secara erat atau kain steril. Terapkan tekanan pada luka.

Langkah 3

Jika orang yang terluka menunjukkan tanda-tanda syok, tutupi dia dengan selimut sementara kaki ditinggikan sekitar 30 cm. Tanda-tanda syok termasuk pusing, lemas, kulit pucat dan berkeringat, sesak napas, dan peningkatan denyut jantung.

Langkah 4

Untuk membantu mengurangi pembengkakan, Anda dapat menerapkan kompres es atau kompres dingin ke bagian tersebut. Namun, jangan letakkan es langsung pada kulit. Pertama-tama bungkus dalam handuk atau kain.

Langkah 5

Tunggu bantuan medis atau larikan ke rumah sakit.

Bagaimana dokter mengobati patah tulang?

Sebelum pengobatan, dokter akan mengonfirmasi patah tulang dengan melakukan tes berikut:

  • Pemeriksaan fisik
  • Sinar-X
  • Scan CT
  • Scan MRI.

Dokter Anda akan memastikan tulang berbaris dengan benar sebelum meletakkan gips di atasnya. Kadang-kadang diperlukan operasi untuk menempatkan batang logam atau pelat untuk menyatukan potongan tulang bersama-sama. Tergantung pada usia dan kondisi kesehatan Anda, tulang Anda mungkin membutuhkan waktu 6 sampai 8 minggu untuk sembuh.

Tips perawatan diri setelah patah tulang

Setelah operasi, dokter atau perawat akan memeriksa tanda-tanda infeksi atau kulit pucat. Anda mungkin diberikan penghilang rasa sakit untuk mengurangi rasa sakit dan pembengkakan.

Sampai gips dilepas, lebih baik Anda beristirahat dan menghindari mengangkat beban atau mengemudi. Jauhi panas dan hindari gips dari kena basahan.

Jika Anda harus memakai penopang, Anda harus belajar bagaimana menggunakan kruk Anda dengan benar. Jika Anda merasa gatal dari gips, jangan menusukkan apapun di antara gips dan anggota tubuh Anda. Sebaiknya, tiup udara dingin ke dalam gips untuk meringankan rasa gatal.

Jika Anda tidak tahu bagaimana mengobati patah tulang, Anda dapat menghubungi nomor darurat lokal dan meminta petunjuk. Ingatlah untuk tetap tenang dan tidak stres. Ide yang baik untuk menjaga orang yang terluka agar tetap sadar dan mengalihkan perhatian mereka dari rasa sakit dengan terus berbicara kepada mereka.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Mengenali Berbagai Penyebab dan Berbagai Faktor Risiko dari Osteoporosis

    Pengeroposan tulang bukanlah penyakit orang tua. Bahkan orang muda bisa mengalaminya. Apa sebenarnya penyebab osteoporosis?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Osteoporosis, Kesehatan Muskuloskeletal 23 September 2020 . Waktu baca 6 menit

    6 Gejala Umum Osteoporosis yang Perlu Diwaspadai

    Osteoporosis awalnya sulit dikenali karena tulang keropos biasanya tidak menunjukkan gejala tertentu. Kenali gejala-gejalanya lebih lanjut di sini.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Osteoporosis, Kesehatan Muskuloskeletal 23 September 2020 . Waktu baca 7 menit

    Osteoporosis

    Osteoporosis adala kondisi tulang mengalami pengeroposan secara berkelanjutan. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, dan pencegahannya.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Osteoporosis, Kesehatan Muskuloskeletal 23 September 2020 . Waktu baca 10 menit

    Bagaimana Cara Mendorong Anak Menjadi Atlet?

    Olahraga sangat bermanfaat dalam mendukung tumbuh kembang anak. Namun, memotivasi dan mendorong anak menjadi atlet adalah lain hal. Bagaimana caranya?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Rina Nurjanah
    Kebugaran, Hidup Sehat 9 September 2020 . Waktu baca 7 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    komplikasi osteoporosis

    Berbagai Komplikasi Osteoporosis yang Perlu Diwaspadai

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 6 menit
    makanan penguat tulang

    5 Jenis Makanan Penguat Tulang untuk Penderita Osteoporosis

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 7 menit
    olahraga untuk osteoporosis

    Senam Osteoporosis dan Jenis Olahraga Lain yang Dianjurkan Ahli

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 7 menit
    obat tulang keropos pengobatan osteoporosis

    6 Pilihan Obat Osteoporosis untuk Mencegah Tulang Makin Keropos

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 7 menit