Apakah Minum Susu Setiap Hari Bisa Cegah Osteoporosis?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10/03/2020
Bagikan sekarang

Tak cuma bayi dan anak-anak saja yang minum susu. Orang dewasa pun dianjurkan minum susu setiap hari. Akan tetapi, sebenarnya buat apa, sih, orang dewasa minum susu? Apakah minum susu setiap hari bisa mencegah osteoporosis di kemudian hari? Cari tahu jawabannya di bawah ini.

Benarkah minum susu bisa mencegah osteoporosis?

Tentu susu bisa mencegah osteoporosis pada orang dewasa, bila dikonsumsi dengan takaran pas dan tidak berlebihan. Asupan susu akan menjaga keseimbangan dan kadar mineral sehingga kepadatan tulang tetap terjaga. Menurut penelitian dalam jurnal Archives of Ostepoporosis pada pria dan wanita usia 55 tahun ke atas, susu dan yogurt memiliki peran penting dalam menjaga kepadatan tulang.

Ini karena osteoporosis paling sering dikaitkan dengan asupan kalsium rendah. Sedangkan susu mengandung kalsium yang cukup tinggi, tergantung pada jenis produknya. Karena itu, minum susu bisa membantu memenuhi kebutuhan kalsium harian Anda.

Meskipun ada penelitian yang pro dan kontra terhadap manfaat susu untuk mencegah osteoporosis, perlu diingat kembali bahwa osteoporosis atau permasalahan mengenai kepadatan tulang tak cuma ditentukan oleh satu zat saja seperti kalsium. Masih ada zat-zat lain yang perlu dipertimbangkan.

Orang dewasa harus minum susu berapa banyak?

Kalau Anda ingin minum susu sebagai suplemen kalsium, perhatikan kebutuhan kalsium harian Anda. Kebutuhan kalsium untuk orang dewasa (usia 19 sampai 50 tahun) yaitu 1.000 miligram (mg) kalsium per hari.

Sedangkan semakin bertambahnya usia, diperlukan asupan kalsium lebih banyak. Karena pada usia lanjut, asupan kalsium cenderung menurun. Belum lagi ditambah dengan kemampuan tubuh untuk membentuk vitamin D yang berkurang karena turunnya fungsi ginjal.

Nah, satu gelas kecil susu sapi (200 mililiter) biasanya mengandung sekitar 300 mg kalsium. Namun, Anda tidak perlu minum sampai tiga atau empat gelas susu sehari untuk memenuhi kebutuhan kalsium. Pasalnya, Anda bisa memenuhi kebutuhan kalsium dari sumber pangan lain seperti sayuran.

Minum susu terlalu banyak justru akan mengacaukan keseimbangan asupan nutrisi harian Anda. Kalau sudah kenyang minum susu, Anda malah jadi tidak selera makan. Padahal, Anda masih butuh gizi penting lainnya dari makanan seperti vitamin, protein, serat, dan lain-lain.

Minum susu saja tidak cukup untuk mencegah osteoporosis

Untuk mencegah osteoporosis bukan hanya tergantung dengan kalsium atau minum susu saja yang dibutuhkan, melainkan ada beberapa hal yang memengaruhi.

  • Asupan vitamin D. Vitamin D bertugas membantu tubuh menggunakan dan menyerap kalsium, jika kurang akan vitamin D berdampak pada penguragan masa tulang dan meningkatkan risiko osteoporosis. Berdasarkan penelitian dalam Nutrition Research and Practice, terjadinya osteoporosis menurun ketika tubuh memiliki asupan kalsium yang cukup setidaknya lebih dari 1 porsi susu atau produk susu lainnya dikonsumsi dalam sehari, dan level vitamin D berada pada range normal. Selain itu, bukan hanya vitmain D yang dibutuhkan melainkan aktivitas outdoor setidaknya 30 menit dalam sehari untuk mengaktifkan vitamin D yang ada di dalam tubuh.
  • Asupan vitamin K. Rendahnya level vitamin K di dalam tubuh dapat mempengaruhi rendahnya kepadatan tulang
  • Batasi asupan kafein. Banyaknya jumlah kafein dari kopi akan menurunkan asupan kalsium dalam tubuh. Ingat bahwa kafein bukan hanya di dalam kopi melainkan pada minuman bersoda dan juga teh. Batasi kafein jangan sampai lebih dari 200 mg per hari.
  • Kurangi alkohol. Alkohol akan mengganggu penyerapan kalsium dan vitamin D, sehingga Anda harus batasi konsumsi alkohol.
  • Jangan kebanyakan natrium (garam). Terlalu banyak natrium dalam garam akan memengaruhi penurunan kepadatan tulang, baca informasi gizi pada makanan kemasan yang dibeli dan ingat untuk mengonsumsi natrium kurang dari 2.300 mg per hari.

You are already subscribed to notifications.

Baca Juga:

Sumber

Victoria State Government. 2013. Clacium. [online] tersedia pada : https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/healthyliving/calcium (Diakses 19/11/2017)

 

Dietitians of Canada. 2013. Eating Guidelines to Prevent Osteoporosis. [online] tersedia pada : https://www.dietitians.ca/Downloads/Factsheets/Guidelines-to-prevent-Osteoporosis.aspx (Diakses 19/11/2017)

 

Hong, Heeok., Kim, EK.,Lee, Jung-Sung. 2013. Effects of calcium intake, milk and dairy product intake, and blood vitamin D level on osteoporosis risk in Korean adults: analysis of the 2008 and 2009 Korea National Health and Nutrition Examination Survey. Nutr Res Pract 7(5): 409-417.

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3796667/

 

Sahni, Shivani et al. 2013. Milk and yogurt consumption are linked with higher bone mineral density but not with hip fracture: the Framingham Offspring Study. Arch Osteoporos 8(0): 119. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3641848/

 

National Institues of Health. 2016. Calcium. [online] tersedia pada :https://ods.od.nih.gov/factsheets/Calcium-HealthProfessional/

 

Calcium and Vitamin D : Important at Every Age. . [online] tersedia pada : [online] tersedia pada : https://www.bones.nih.gov/health-info/bone/bone-health/nutrition/calcium-and-vitamin-d-important-every-age (Diakses 20/11/2017)

 

Nz Nutrition Foundation . Tanpa >Tahunhttps://www.nutritionfoundation.org.nz/nutrition-facts/minerals/calcium

 

Kemenkes RI. 2014. Data dan Kondisi Penyakit Osteoporosis di Indonesia. Jakarta : Kemenkes RI

 

Setyawati, B., Julianti, ED., Adha, Diane. 2013. FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN DENSITAS MINERAL TULANG PEREMPUAN DEWASA MUDA DI KOTA BOGOR. Penelitian Gizi dan Makanan vol 36 (2): 149-156 http://ejournal.litbang.depkes.go.id/index.php/pgm/article/viewFile/4001/3818

 

Calcium : What’s Best for Your Bones and health. [online] tersedia pada : https://www.hsph.harvard.edu/nutritionsource/calcium-full-story/ (Diakses 20/11/2017)

 

Osteoporosis Australia. 2017. https://www.osteoporosis.org.au/calcium.Calcium

Cair

 

Bredbenner, CB et al. 2009. Perspective in Nutrition 4th ed. New York : Mc Graw Hill

 

Risnanto, dan Insani, Uswatun. 2014. Asuhan Keperawatan Medikal Bedah. Yogyakarta : Deepublish

Yang juga perlu Anda baca

Pilihan Olahraga untuk Pengidap Osteoporosis yang Dianjurkan Ahli

Memiliki osteoporosis tak berarti hanya berdiam diri sepanjang hari. Justru olahraga sangat dianjurkan untuk penderita osteoporosis agar tetap bugar.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini

Sudah Osteoporosis, Masih Bisakah Minum Susu untuk Menguatkan Tulang?

Susu disebut sebagai minuman wajib untuk menjaga kesehatan tulang. Namun jika tulang sudah telanjur keropos, apakah susu masih efektif untuk menguatkannya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini

Daftar Makanan Pencegah Osteoporosis yang Wajib Dikonsumsi Setiap Hari

Osteoporosis tak hanya bisa dicegah dengan tetap aktif berolahraga, tetapi juga dengan makanan. Berikut ragam makanan pencegah osteoporosis untuk Anda.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini

Komplikasi Osteoporosis yang Perlu Diwaspadai (Plus Cara Mencegahnya)

Sama seperti penyakit lainnya, osteoporosis bisa menyebabkan berbagai komplikasi. Namun, komplikasi ini bisa dicegah lho. Berikut cara-caranya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini

Direkomendasikan untuk Anda

Hati-hati, Tulang Bisa Keropos Selama di Rumah Saja karena Tak Banyak Aktivitas

Hati-hati, Tulang Bisa Keropos Selama di Rumah Saja karena Tak Banyak Aktivitas

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020
5 Makanan dan Minuman Pantangan Penderita Osteoporosis

5 Makanan dan Minuman Pantangan Penderita Osteoporosis

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020
Fakta di Balik 4 Mitos Osteoporosis yang Banyak Dipercayai

Fakta di Balik 4 Mitos Osteoporosis yang Banyak Dipercayai

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 06/05/2020
Penyebab Utama Osteoporosis Pada Lansia, dan Cara Mengendalikannya

Penyebab Utama Osteoporosis Pada Lansia, dan Cara Mengendalikannya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 14/01/2020