Sebenarnya, Apa, Sih, Penyebab Mata Silinder? Apa Bisa Disembuhkan?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Pernah melakukan tes mata? Apakah hasilnya menunjukkan bahwa Anda memiliki mata silinder? Beberapa dari Anda mungkin ada yang punya mata silinder, beberapa lagi mungkin punya tetapi tidak menyadarinya. Untuk mengetahui apakah mata Anda silinder atau tidak, sebaiknya periksakan mata Anda ke dokter. Kira-kira, apa sih penyebab mata silinder?

Apa itu mata silinder?

Mata silinder atau dalam istilah medis sering disebut dengan astigmatisma adalah masalah pada mata karena bentuk kornea mata tidak memiliki kelengkungan yang sempurna. Mata yang normal memiliki permukaan kornea yang memiliki kelengkungan yang merata. Sehingga, saat cahaya datang ke mata, cahaya tersebut akan tersebar merata dan memberikan Anda penglihatan yang jelas.

Namun, pada mata yang tidak bulat sempurna, cahaya tidak tersebar merata di seluruh bagian mata. Sehingga, penglihatan Anda bisa menjadi agak buram dan tidak fokus. Ini mengapa orang yang punya mata silinder biasanya akan mengalami masalah penglihatan buram.

Penyebab mata silinder

cara mengobati mata silinder

Astigmatisma atau mata silinder disebabkan oleh kelengkungan yang tidak sempurna pada kornea atau lensa mata. Umumnya, kondisi ini merupakan bawaan sejak lahir. Namun, astigmatisma juga dapat berkembang karena penyebab lain, seperti karena cedera mata, penyakit mata, atau setelah operasi mata.

Sebuah kondisi yang disebut dengan keratoconus juga dapat menyebabkan mata silinder, tapi ini jarang terjadi. Keratoconus merupakan gangguan  kesehatan yang membuat kornea semakin menipis dan berbentuk menjadi lebih kerucut, sehingga bisa menyebabkan astigmatisma atau mata silinder.

Mungkin Anda sering mendengar bahwa kebiasaan yang buruk dapat menyebabkan astigmatisma. Seperti membaca dalam cahaya redup, duduk sangat dekat dengan televisi, bermain hp atau komputer di ruang gelap, dan sebagainya. Namun, ternyata semua ini hanyalah mitos. Kebiasaan tersebut tidak akan menyebabkan Anda memiliki astigmatisma atau mata silinder. Namun, jangan mencontoh kebiasaan buruk itu juga, ya.

Astigmatisme adalah kesalahan bias yang disebabkan kornea atau lensa yang tidak melengkung dengan rata atau halus, muncul sejak lahir atau dapat muncul akibat cedera pada mata, penyakit, atau operasi. Astigmatisme atau mata silinder tidak disebabkan oleh membaca pada cahaya yang buruk, duduk terlalu dekat dengan TV, atau menyipitkan mata.

Astigmatisme dapat muncul bersamaan dengan kesalahan bias lain, seperti:

  • Rabun jauh (miopi): kondisi ini menyebabkan kornea terlalu melengkung atau mata Anda lebih panjang dari umumnya, menyebabkan penglihatan yang kabur untuk objek yang jauh.
  • Rabun dekat (hiperopia): kondisi di mana kornea terlalu sedikit melengkung atau mata Anda lebih pendek dari umumnya, menyebabkan pandangan yang kabur untuk objek yang dekat.

Gejala dan ciri mata silinder

mata malas menyebabkan kebutaan

Astigmatisma bisa dialami hanya pada satu mata saja, tapi bukan bisa juga keduanya. Meski tingkat keparahan astigmatisma pada masing-masing mata berbeda.  Artinya, Anda bisa mengalami astigmatisma di mata kiri Anda saja, atau mata kanan Anda, maupun kedua mata Anda dengan tingkat yang berbeda-beda. Silinder juga biasanya menyertai rabun jauh (miopia) dan rabun dekat (hiperopia).

Pada kasus ringan, silinder biasanya tidak menunjukkan gejala apapun. Penglihatan Anda mungkin hanya sedikit kabur atau buram. Sedangkan, mata silinder yang parah dapat menunjukkan gejala penglihatan yang buram pada jarak dekat maupun jauh. Selain itu, silinder yang parah juga dapat membuat Anda mengalami sakit kepala, mata lelah, dan penglihatan yang tidak stabil, terutama saat membaca buku, menatap layar komputer, atau melihat di kejauhan.

Bagaimana cara dokter mendiagnosis mata silinder?

Sebelum Anda didiagnosis mengalami mata silinder, nantinya dokter mata akan melakukan beberapa pemeriksaan untuk memeriksa mata Anda. Berikut adalah beberapa pemeriksaan yang wajib dijalani untuk medeteksi apakah menderita astigmatisme (mata silinder) atau bukan:

  • Tes penglihatan: dokter akan meminta Anda untuk membaca huruf pada papan untuk menguji penglihatan pada tes ketajaman penglihatan.
  • Tes untuk mengukur kelengkungan kornea (keratometri). Dokter menggunakan keratometer untuk mengukur kelengkungan pada permukaan kornea.
  • Tes untuk mengukur fokus cahaya.

Apakah mata silinder bisa diobati?

smile dan LASIK

Sebaiknya konsultasikan dengan dokter mata pengobatan apa yang tepat dan  sesuai dengan tingkat keparahan silinder Anda. Biasanya silinder dapat ditangani dengan pemakaian kacamata atau lensa kontak. Namun, jika silinder masih dalam tingkat yang ringan, mungkin Anda tidak butuh menggunakan alat bantu penglihatan tersebut.

Pada dasarnya, ada 3 cara mengobati mata silinder yaitu dengan menggunakan kacamata, lensa kontak dan juga operasi atau pembedahan. Bahkan kasus mata silinder yang sangat ringan bisa tidak memerlukan pengobatan apapun.

1. Pakai kacamata atau lensa kontak

Pada kacamata khusus silinder, lensa kacamata akan didesain melengkung untuk menangkal penglihatan yang terlihat kabur. Ada juga lensa kontak khusus untuk mata silinder yang disebut dengan toric. Dengan lensa ini cahaya dapat dibelokan dengan benar ke arah mata. Semakin parah mata silinder Anda, maka lensa yang dianjurkan adalah lensa berbentuk lebih kaku.

Akan tetapi, lensa kontak dan kacamata tidak akan menghilangkan silinder pada mata Anda secara permanen. Kedua alat ini hanya membantu kemampuan penglihatan Anda.

2. LASIK (laser-assisted in situ keratomileusis)

Ini adalah prosedur bedah rawat jalan yang digunakan untuk mengobati rabun jauh, rabun dekat, dan astigmatisme. Prosedur LASIK menggunakan sebuah laser yang digunakan untuk membentuk kornea untuk memperbaiki cara mata memfokuskan sinar cahaya ke retina di belakang mata.

Dengan LASIK, dokter mata menciptakan flap (pembukaan lapisan) tipis di kornea, baik menggunakan pisau atau laser. Dokter bedah kemudian melipat kembali flap tersebut, lalu dengan akurat mengangkat sejumlah khusus jaringan kornea yang berada di bawah flap dengan menggunakan laser excimer. Flap ini kemudian dikembalikan ke tempat asalnya.

Bagi orang yang rabun jauh, LASIK digunakan untuk meratakan kornea yang melengkung terlalu tajam. Namun, bagi orang yang memiliki rabun dekat, LASIK digunakan untuk melengkungkan kornea yang terlalu datar. LASIK juga dapat membenarkan kornea yang tidak teratur menjadi normal untuk penderita astigmatisme atau mata silinder.

Meskipun banyak orang telah melakukan melakukan operasi LASIK, banyak juga orang yang tidak dapat melakukannya. Sekitar 30 persen pasien yang dievaluasi oleh dokter mata secara rutin, ditolak untuk melakukan operasi LASIK dengan berbagai alasan.

Mulai dari usia di bawah 18 tahun, sedang hamil atau menyusui, memiliki penyakit atau kondisi kesehatan tertentu, atau kondisi mata yang kurang stabil. Hubungi dokter Anda untuk melakukan pengecekan apakah Anda bisa jadi kandidat untuk operasi LASIK.

3. Laser-assisted subepithelial keratomileusis (LASEK)

Ini adalah prosedur  untuk mengatasi mata silinder. Di mana lapisan kornea yang lebih tipis dilipat ke belakang untuk membatasi cedera pada mata yang disebabkan aktivitas sehari-hari atau olahraga.

LASEK dapat menjadi pilihan yang lebih baik jika Anda memiliki kornea yang tipis atau Anda berisiko tinggi terhadap cedera mata di tempat kerja atau dari berolahraga.

4. Photorefractive keratectomy (PRK).

Operasi mata ini digunakan untuk memperbaiki rabun jauh, rabun dekat, atau astigmatisme yang ringan hingga sedang. Selama operasi PRK, ahli bedah mata menggunakan laser untuk membentuk kembali kornea.

Laser yang memberikan pancaran yang sejuk dari sinar ultraviolet ini digunakan pada permukaan kornea, tidak di bawah flap kornea seperti pada LASIK. PRK juga dapat dilakukan dengan pencitraan kornea pada komputer.

Untuk mengetahui mana yang tepat untuk Anda, sebaiknya konsultasikan dengan dokter mata Anda. Jika Anda ingin melakukan operasi, Anda harus memiliki mata yang sehat tanpa masalah pada retina atau bekas luka pada kornea.

Dengan melakukan operasi mata ini, Anda dapat memperbaiki kondisi mata Anda dan menyembuhkan mata silinder Anda. Sedangkan, kacamata dan lensa kontak hanya bersifat membantu penglihatan Anda, bukan menyembuhkan.

5. AK atau LRI (astigmatic keratotomy)

Ini bukanlah operasi laser mata, namun operasi bedah yang digunakan untuk memperbaiki astigmatisme atau mata silinder. Kornea orang yang memiliki astigmatisme biasanya berbentuk seperti bola kaki.

AK atau LRI mengoreksi astigmatisme  atau mata silinder dengan membuat satu atau dua sayatan di bagian kornea yang paling curam. Sayatan ini membuat kornea menjadi lebih santai dan lebih bulat. Operasi mata ini dapat berdiri sendiri atau digabung dengan PRK, LASIK, atau RK.

Bagaimana caranya agar silinder ini tidak semakin memburuk?

Silinder tanpa operasi memang tidak akan bisa sembuh. Meskipun begitu, kondisi silinder ini bisa dijaga agar tidak semakin parah. Tingginya stres pada mata atau tegangan pada mata adalah kondisi yang bisa memperburuk mata silinder.

Biasanya, mata yang tegang akan menimbulkan gejala silinder yang lebih parah, seperti, pandangan akan terasa lebih buram, merasa sakit kepala, dan harus menyipitkan mata ketika ingin memfokuskan mata. Hal-hal ini yang biasanya menimbulkan ketegangan pada mata:

  • Menggunakan komputer atau tv atau layar gadget dalam jangka waktu yang lama
  • Membaca dalam pencahayaan yang buruk
  • Tidak minum cukup air. Tubuh yang kurang terhidrasi akan mengurangi hidrasi mata juga
  • Mata yang kurang mendapatkan nutrisi

Maka itu, lakukanlah hal-hal ini untuk mencegah mata silinder Anda semakin parah:

  • Selalu berikan waktu pada mata untuk beristirahat, apalagi jika Anda bekerja di depan layar komputer. Lakukan dengan metode 20-20-20.
  • Jangan lupa untuk berkedip. Berkedip memang tidak mengurangi stres pada mata, tetapi ini bisa mencegah terjadinya mata kering.
  • Selalu sediakan pencahayaan yang terang. Pencahayaan yang buruk membuat mata untuk fokus harus semakin tegang. Gunakan lampu LED yang terang selama beraktivitas.

Jangan salah! Kenali perbedaan mata silinder dan mata minus

Mata minus dan silinder kadang sering diartikan sama bagi sebagian orang yang belum tahu perbedaannya. Di bawah ini merupakan beberapa hal yang membedakan antara mata minus dan mata silinder:

1. Penyebab pandangan menjadi kabur

Pada mata yang minus, penyebab pandangan menjadi kabur adalah kelengkungan kornea yang terlalu besar sehingga cahaya yang masuk tidak bisa fokus. Cahaya yang tidak fokus akhirnya tidak jatuh tepat di retina, melainkan jatuh di depan retina. Akibatnya, pandangan tersebut menjadi tidak jelas atau kabur.

Berbeda dengan mata minus, pada mata silinder pandangan menjadi kabur karena adanya kecacatan bentuk kornea dan lengkungannya yang tidak beraturan. Kelengkungan tersebut dapat mengubah cahaya yang masuk atau membiaskan kembali cahayanya. Akibatnya, cahaya tidak jatuh tepat di retina, melainkan di depan atau di belakang retina. Dampaknya, mata tidak bisa melihat objek dengan jelas.

2. Gejalanya

Ketika melihat suatu benda, pandangan penderita mata minus akan terlihat kabur dan kepala terasa pusing. Sedangkan orang dengan mata silinder ketika melihat suatu benda, bukan hanya pandangannya yang kabur dan menyebabkan pusing, tetapi juga berbayang dan bentuk objeknya jadi tidak jelas (misalnya garis lurus jadi tampak miring). Hal ini karena ada pembiasan balik terhadap cahaya oleh kornea.

3. Penderitanya

Mata minus dan silinder bisa terjadi akibat faktor keturunan. Namun selain faktor keturunan, mata minus dan silinder juga bisa terjadi oleh beberapa hal lain. Dilansir dari Healthline, National Eye Institute menyimpulkan bahwa mata minus sering terjadi pada anak-anak berusia 8-12 tahun. Hal ini terjadi seiring dengan perkembangan bentuk mata.

Jadi, orang dewasa yang punya mata minus, biasanya sudah mempunyai kerusakan mata ini dari kecil. Selain itu, kondisi kesehatan juga bisa mengakibatkan terjadinya mata minus, misalnya diabetes. Sedangkan mata silinder biasanya terjadi akibat lanjutan kerusakan mata minus yang parah, operasi pengangkatan katarak, dan juga menderita keratoconus (degenerasi kornea).

4. Lensa yang digunakan

Untuk mengatasi mata minus, kacamata yang digunakan harus memiliki lensa cekung atau lensa negatif. Lensa cekung membantu memperkecil kelengkungan kornea yang terlalu besar sehingga cahaya dapat terfokus dan jatuh tepat di retina. Sedangkan mata silinder dapat diatasi dengan kacamata yang berlensa silinder. Lensa silinder membantu menyatukan beberapa bayangan akibat pembiasan menjadi satu bayangan sehingga pandangan tidak lagi kabur.

5. Kondisi kerusakan mata

Walaupun mata minus dapat diatasi dengan menggunakan kacamata atau kotak lensa. Namun, kondisi minus mata dapat bertambah sampai penderita berusia 18 atau 20 tahun. Hal ini bisa terjadi karena penderitanya tidak menjaga kesehatan mata, misalnya terlalu sering menatap layar komputer atau ponsel.

Sedangkan mata silinder cenderung tidak akan bertambah bila penderitanya menggunakan kacamata atau lensa kotak yang sesuai ukuran. Jadi, jika penderita silinder diberikan kacamata atau lensa kontak yang tepat maka ukuran silindernya tidak akan bertambah.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca