Gastroparesis, Gangguan Pencernaan Akibat Komplikasi Diabetes Mellitus

Oleh

Komplikasi diabetes mellitus dapat menyebabkan gastroparesis (juga disebut pengosongan lambung yang tertunda). Gastroparesis adalah gangguan progresif yang menyebabkan makanan tetap tinggal di perut lebih lama dari biasanya. Kondisi ini disebabkan karena saraf yang memindahkan makanan melalui saluran pencernaan mengalami kerusakan, otot-otot tidak bekerja seperti sebagaimana mestinya. Akibatnya, makanan tetap berada di perut dan tidak tercerna.

Mengapa saya memiliki komplikasi diabetes mellitus ini?

Orang yang memiliki gastroparesis mengalami kerusakan pada sepanjang saraf vagus mereka. Saraf vagus merupakan saraf kranial panjang yang membentang dari otak ke organ-organ perut, termasuk organ-organ di saluran pencernaan. Sama seperti penyakit neuropati diabetik, kerusakan saraf vagus mengganggu fungsi saraf, termasuk saraf di sistem pencernaan. Karena saraf pencernaan terganggu, maka dorongan yang dibutuhkan untuk menyalurkan makanan pun bekerja secara lambat atau berhenti sama sekali.

Gastroparesis sulit untuk didiagnosis dan sering kali tidak terdeteksi pada pasien. Oleh karena itu prevalensi gastroparesis pada orang dengan diabetes berkisar luas, yaitu antara 5-65 persen.

Gastroparesis lebih sering terjadi pada mereka yang telah didiagnosis memiliki gula darah tinggi selama bertahun-tahun. Kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang menyebabkan perubahan kimia darah pada saraf di seluruh tubuh. Kondisi ini lambat laun dapat merusak pembuluh yang memasok saraf tubuh dengan nutrisi dan oksigen, termasuk saraf vagus yang akhirnya mengarah pada gastroparesis.

Karena gastroparesis adalah penyakit progresif dan beberapa gejala seperti sakit maag kronis atau mual tampak umum terjadi, Anda mungkin tidak menyadari bahwa Anda memiliki gangguan tersebut.

Apa saja tanda dan gejala gastroparesis?

Beberapa tanda dan gejala gastroparesis adalah:

  • Mulas
  • Mual
  • Memuntahkan makanan yang tidak tercerna
  • Cepat kenyang padahal hanya mengonsumsi makanan dalam porsi yang sangat kecil
  • Penurunan berat badan secara drastis
  • Kembung
  • Kehilangan selera makan
  • Kadar glukosa darah yang sulit untuk distabilkan
  • Kram perut
  • Asam lambung naik

Gejala gastroparesis mungkin ringan atau berat, bergantung pada kerusakan saraf vagus. Gejala juga bisa lebih jelas terlihat setelah mengonsumsi makanan tinggi serat atau tinggi lemak, yang biasanya semua itu lambat untuk dicerna.

Bagaimana gastroparesis dapat memengaruhi tubuh saya?

Ketika makanan tidak dicerna secara normal, maka makanan akan menetap dalam seluruh perut. Kondisi ini memicu pembentukan bakteri akibat fermentasi. Makanan yang tidak tercerna juga dapat membentuk massa padat yang disebut bezoar yang mungkin akan menyebabkan mual, muntah, dan mungkin obstruksi usus kecil.

Gastroparesis mengakibatkan penderita diabetes mengalami masalah yang cukup parah, karena keterlambatan dalam pencernaan membuat glukosa darah lebih sulit dikendalikan. Karena penyakit ini membuat proses pencernaan sulit dilakukan, pembacaan glukosa bagi penderita diabetes dengan gastroparesis sering terlalu tinggi atau terlalu rendah. Oleh karena itu kadar gula darah para diabetesi dengan penyakit ini lebih sulit untuk dikontrol. Jika Anda memiliki pembacaan glukosa yang tidak menentu, segera konsultasikan dengan dokter Anda.

Gastroparesis adalah kondisi kronis dan memiliki gangguan yang bisa membuat kita merasa sangat tidak nyaman. Proses perubahan pola makan dan mengontrol kadar gula darah saat merasa sakit dan mual, sangat melelahkan. Orang dengan gastroparesis sering merasa frustrasi dan tertekan.

Siapa saja yang rentan terkena komplikasi diabetes mellitus ini?

Wanita dengan diabetes yang berat kelebihan berat badan mengalami risiko lebih tinggi untuk mengalami gastroparesis. Kondisi lain yang dapat meningkatkan risiko termasuk operasi perut sebelumnya dan/atau riwayat gangguan makan.

Penyakit dan kondisi selain diabetes juga dapat menyebabkan gastroparesis, seperti infeksi virus, obat yang memperlambat pencernaan, penyakit asam refluks, dan gangguan otot polos. Penyakit lain yang dapat menyebabkan gejala gastroparesis termasuk penyakit parkinson, pankreatitis kronis, fibrosis kistik, penyakit ginjal, dan sindrom turner. Kadang-kadang gastroparesis tidak memiliki penyebab yang diketahui, bahkan setelah melakukan pengujian yang menyeluruh.

Apa yang dapat saya lakukan untuk mengatasi gastroparesis?

Jika Anda memiliki gastroparesis akibat komplikasi diabetes mellitus, Anda harus menghindari makan makanan mentah, brokoli, jeruk, produk kaya susu (keju, kefir, es krim, dan yogurt) juga minuman berkarbonasi. Dokter juga merekomendasikan makan makanan kecil dan makanan yang lebih lembut. Selain itu penting bagi Anda untuk menjaga diri agar tetap terhidrasi, terutama jika muntah adalah merupakan gejalanya.

Tidak ada pengobatan untuk menyembuhkan gastroparesis. Meski begitu, gastroparesis adalah kondisi kronis yang dapat dikendalikan dengan menerapkan diet sehat, minum obat, dan rajin cek glukosa darah, termasuk insulin yang memadai jika diabetes Anda tipe 2. Dalam kasus-kasus serius, dokter dapat membantu Anda beralih ke pola makan yang cair, yaitu dalam bentuk bubur.

Stimulasi listrik pada lambung merupakan pengobatan lain, yang mungkin untuk kasus parah dari gastroparesis, di mana perangkat implan dipasang di perut dan memberikan pulsa elektrik ke saraf dan otot polos bagian bawah perut. Hal ini dapat mengurangi rasa mual dan muntah pada pasien dengan gastroparesis.

Dalam kasus yang paling parah, penderita gastroparesis jangka panjang dapat menggunakan selang makanan dan makanan cair untuk asupan gizi.

Sumber