Wanita yang Haid Pertamanya Lebih Awal, Berisiko Terkena Diabetes Saat Hamil

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Diabetes merupakan penyakit yang muncul akibat ketidakmampuan hormon insulin untuk mengatur kadar gula darah. Sebuah studi baru-baru ini menemukan bahwa usia wanita yang terlalu dini saat mendapat menstruasi pertama dapat menyebabkannya mengalami diabetes gestasional di kemudian hari. Bagaimana bisa?

Wanita yang menstruasi dini berisiko mengalami diabetes gestasional

Menstruasi pertama (menarche) normalnya terjadi di rentang usia 11-14 tahun. Namun, beberapa anak perempuan bisa mendapatkannya lebih cepat di usia 9 tahun.

Menurut salah satu peneliti dari University of Queensland School of Health di Australia, Danielle Schoenaker, wanita yang mendapat menstruasi pertamanya di usia 11 tahun atau bahkan lebih muda lagi memiliki peningkatan risiko hingga 50 persen untuk mengembangkan diabetes saat hamil, dibandingkan dengan mereka yang baru kedatangan tamu bulanan pertamanya di usia 13 tahun atau lebih lambat.

Teori ini disimpulkan setelah mengamati data dari 4.700 wanita yang terdaftar dalam Australian Longitudinal Study on Women’s Health. Secara keseluruhan, periset menemukan bahwa wanita yang dulu mengalami menstruasi di usia sangat muda cenderung mengalami diabetes gestasional.

Kenapa demikian?

Hingga saat ini belum diketahui secara pasti penyebab seorang wanita bisa mengalami diabetes saat hamil. Namun, peningkatan risiko diabetes gestasional pada wanita yang mengalami pubertas dini diduga kuat terkait dengan perubahan hormon yang terjadi lebih cepat dari yang seharusnya. Menarche dini juga dikaitkan dengan gejala dari penyakit endokrin (berhubungan dengan hormon). Hal ini ditunjukkan oleh sebuah penelitian yang menemukan bahwa sebanyak 81 persen anak perempuan yang puber dini memiliki masalah endokrin.

Peneliti kemudian mencatat bahwa anak perempuan yang memulai menstruasinya lebih awal juga berisiko mengalami kelebihan berat badan atau obesitas. Obesitas tampak umum di kalangan anak perempuan yang mengalami pubertas sebelum waktunya. Obesitas itu sendiri adalah faktor risiko kuat untuk wanita mengembangkan diabetes gestasional. 

Selain berisiko diabetes gestasional, wanita yang mengalami pubertas dini ikut berisiko mengalami resistensi insulin, hipotiroidisme, kekurangan hormon pertumbuhan, dan hiperplasia. Akibatnya, pubertas dini juga mengarah pada peningkatan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah, seperti hipertensi dan kolesterol tinggi.

Diabetes gestasional bisa dicegah dengan gaya hidup sehat sejak sebelum hamil

Hasil penelitian ini dinilai sangat penting untuk perkembangan kesehatan wanita di masa mendatang. Pasalnya, usia menstruasi dapat dijadikan cara baru untuk mendeteksi risiko penyakit pada wanita, terutama saat menjalani kehamilan.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, wanita yang mengalami haid lebih cepat daripada teman sepantarannya harus melakukan tindakan pencegahan diabetes dengan sebaik mungkin, terutama dengan aktif berolahraga, mengendalikan berat badan dengan pola makan sehat, dan menekan berbagai faktor risiko yang ada.

Bahaya diabetes gestasional untuk ibu dan anak

Diabetes gestasional merupakan salah satu kondisi yang berbahaya dan berisiko komplikasi pada ibu dan anak. Menurut laporan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) tahun 2014, diabetes gestasional memengaruhi 9 persen wanita yang melahirkan di tahun 2010.

Kondisi ini biasanya memengaruhi kesehatan ibu pada trimester kehamilan akhir. Diabetes gestasional terkait dengan risiko keguguran, preeklampsia, dan bayi lahir prematur. Kabar baiknya, diabetes gestasional tidak menyebabkan bayi mengalami cacat lahir atau masalah perkembangan lainnya.

Akan tetapi, diabetes gestasional yang tidak diobati dapat meningkatkan membuat bayi berisiko mengalami kelebihan berat badan sejak masih dalam kandungan (makrosomia). Diabetes selama kehamilan juga meningkatkan risiko obesitas atau diabetes tipe 2 pada anak di kemudian hari.

Oleh karena itu, para ibu hamil wajib memperhatikan porsi dan jenis makanan yang dikonsumsi agar tidak membahayakan janin yang dikandungnya.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca