Diabetes gestasional adalah kondisi munculnya diabetes selama masa kehamilan, meski sebelum hamil Anda tidak memiliki riwayat diabetes. Diabetes gestasional adalah komplikasi kehamilan yang terbilang cukup banyak terjadi. Yang jadi pertanyaan adalah, apakah setelah melahirkan diabetes gestasional bisa sembuh? Simak jawaban lengkapnya di artikel ini.

Apa yang menyebabkan diabetes gestasional?

Diabetes gestasional terjadi karena perubahan metabolisme tubuh yang dipengaruhi oleh perubahan hormon selama kehamilan. Hormon kehamilan membuat kadar gula darah menurun pada awal kehamilan, namun akan meningkat seiring peningkatan produksi estrogen dan kortisol selama masa kehamilan berlanjut.

Peningkatan hormon estrogen memuncak pada minggu ke-26 hingga ke-33 usia kehamilan. Sementara itu, kortisol sebagai hormon pemicu diabetes akan memuncak pada minggu ke-24 hingga 28 kehamilan. Perubahan metabolisme ini kemudian menyebabkan terjadinya resistensi insulin. Peningkatan hormon prolaktin selama trimester akhir kehamilan untuk mempersiapkan produksi ASI dilaporkan turut meningkatkan risiko diabetes gestasional.

Di saat yang bersamaan, plasenta juga memproduksi beberapa hormon yang menyebabkan terjadinya resistensi insulin – human placental lactogen dan placental growth hormone).

Selain itu, kadar lemak tubuh juga ikut meningkat selama masa kehamilan. Jaringan lemak tubuh memproduksi hormon adinopektin yang bekerja menurunkan kadar gula dalam darah. Selama kehamilan, kadar adiponektin dalam tubuh justru mengalami penurunan sehingga menyebabkan peningkatan resistensi insulin dan akhirnya memicu terjadinya diabetes selama kehamilan.

Apaka diabetes gestasional bisa sembuh setelah melahirkan?

Perkembangan kehamilan dan pembentukan plasenta meningkatkan produksi hormon sekaligus resistensi insulin.

Saat bayi lahir, plasenta ikut keluar dari dalam tubuh ibu sehingga produksi hormon kehamilan dan resistensi insulin terhenti. Itu sebabnya, kebanyakan ibu hamil yang mengalami diabetes gestasional dapat sembuh dengan sendirinya setelah melahirkan.

Meski begitu, Anda tetap perlu mewaspadai diabetes gestasional walaupun sudah melahirkan. Pada minggu atau bulan-bulan awal setelah melahirkan, Anda tetap perlu memeriksakan kondisi penyakit Anda ke dokter. Anda juga perlu terus mengontrol kadar gula darah Anda setelah melahirkan kalau punya diabetes semasa hamil.

Diabetes gestasional bisa kambuh lagi kalau…

Jika Anda tidak dapat mengontrol kadar gula darah dengan baik, diabetes gestasional yang dulu pernah alami bisa saja berkembang menjadi penyakit lain, seperti diabetes tipe 2. Jika Anda pernah mengalami diabetes gestasional yang tidak tertangani dengan tuntas, risiko Anda mengalami diabetes tipe 2 akan meningkat.

Selain itu, ibu dengan diabetes gestasional yang gagal mengontrol berat badannya setelah melahirkan berisiko lebih besar untuk mengalami diabetes gestasional “kambuhan” pada kehamilan selanjutnya, menurut penelitian dalam American Journal of Obstetrics and Gynecology tahun 2010. Bahkan, peluang kekambuhan diabetes gestasional di kehamilan berikutnya bisa mencapai 40 persen.

Dirangkum dari berbagai penelitan diketahui bahwa wanita etnis Asia berisiko lebih tinggi mengalami diabetes setelah kehamilan karena lebih rentan mengalami gangguan toleransi glukosa.

Bagaimana mencegah diabetes gestasional balik lagi?

Diabetes gestasional bisa sembuh total kalau Anda menjalani gaya hidup sehat setelah melahirkan. Sama seperti jenis diabetes lainnya, kekambuhan diabetes gestasional dapat dicegah dengan menjalani gaya hidup yang lebih sehat. Termasuk mengontrol berat badan sebelum, selama, dan setelah kehamilan dengan makan makanan sehat dan aktivitas fisik yang rutin.

Selain itu, pemberian ASI eksklusif setelah melahirkan juga telah terbuktu dapat menurunkan risiko diabetes setelah melahirkan karena membantu menurunkan berat badan secara alami.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca