6 Pilihan Salep yang Ampuh Redakan Gejala Psoriasis

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 16 September 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Obat topikal berupa krim atau salep merupakan metode pengobatan lini pertama untuk psoriasis. Pemakaian salep secara rutin efektif mengendalikan peradangan dan memperlambat proses regerenerasi sel sehingga meredakan gejala psoriasis yang mengganggu, seperti rasa gatal dan sensasi terbakar di kulit. Namun, salep dengan kandungan apa yang paling ampuh untuk mengatasi psoriasis?

Pilihan salep untuk redakan gejala psoriasis

obat salep kulit

Pengobatan psoriasis bisa dilakukan secara oral (obat minum), obat suntik atau injeksi, terapi cahaya, dan obat topikal. Penggunaan obat topikal, seperti salep yang dioleskan secara langsung pada kulit, adalah salah satu upaya penanganan pertama untuk psoriasis.

Sebagian besar obat salep untuk psoriasis umumnya diperoleh melalui resep dokter karena mengandung bahan steroid yang berpotensi cukup kuat. Meski demikian, terdapat juga beberapa jenis non-steroid yang dapat dibeli langsung di apotek.

1. Salep steroid

Salep kortikosteroid paling sering diresepkan dokter pertama kali untuk mengatasi psoriasis. Obat ini dibuat dari hormon alami kortikosteroid yang diproduksi oleh kelenjar adrenal di atas ginjal.

Salep ini dapat meredakan peradangan di kulit yang terjadi akibat psoriasis. Dengan mengoleskannya secara rutin, pembengkakan, ruam kulit yang memerah, dan rasa gatal sekaligus perih bisa hilang secara bertahap.

Jenis steroid yang digunakan sebagai obat topikal psoriasis di antaranya adalah:

Kortikosteroid topikal sebenarnya terdiri dari berbagai jenis yang mengandung potensi steroid yang berbeda-beda. Gejala ringan biasanya dapat diatasi hanya dengan pemberian salep dengan kandungan steroid ringan seperti hydocortisone. Sebaliknya gejala yang parah membutuhkan kandungan steroid yang lebih kuat.

Semakin kuat potensi steroid, maka semakin tinggi risiko kemunculan efek sampingnya. Efek samping dari salep kortikosteroid sering kali tidak terhindarkan saat digunakan secara meluas dan sistemik atau menerus, terutama untuk jenis salep yang memiliki kandungan steroid yang kuat.

Secara umum efek samping yang mungkin muncul dari salep kortikosteroid dapat meliputi penipisan atau penebalan kulit, muncul stretch mark, dan membuat area kulit yang dioleskan menggelap. Untuk menghindarinya, pastikan untuk selalu menggunakan salep sesuai anjuran dokter.

Menurut National Psoriasis Foundation, perhatikan beberapa hal berikut ini saat menggunakan salep steroid untuk mengatasi psoriasis:

  • Oleskan salep steroid hanya pada bagian kulit yang terdampak.
  • Tidak memakai salep lebih dari tiga minggu atau berdasarkan waktu yang ditentukan dokter.
  • Jangan menghentikan pemakaian salep yang rutin secara tiba-tiba sebab bisa menimbulkan kondisi peradangan kulit yang fatal.
  • Tidak menggunakan salep pada area mata, kecuali salep memang diformulasikan khusus untuk mengobati gejala di area mata.

Salep dan krim kortikosteroid cukup aman digunakan oleh siapa saja. Namun bagi Anda yang sedang dalam masa menyusui bayi, Anda harus membersihkan krim yang dioleskan pada payudara sebelum menyusui.

2. Vitamin D analog

Vitamin D analog merupakan bentuk sintetis dari vitamin Ddan termasuk dalam golongan salep non-steroid. Obat ini berguna untuk memperlambat produksi sel kulit berlebih yang menjadi salah satu gejala psoriasis. Dokter mungkin akan menyarankan penggunaan salep ini sebanyak dua kali dalam sehari untuk meredakan gejala psoriasis.

Jenis salep vitamin D analog yang biasanya diresepkan dokter adalah:

  • Calcipotriene (Calcitrene, Dovonex, Sorilux)
  • Calcitriol (Rocaltrol and Vectical)
  • Tacalcitol (Bonalfa and Curatoderm)

Selain dalam bentuk salep, vitamin D analog bisa ditemukan dalam bentuk gel, krim, dan losion. Vitamin D analog juga memiliki kemungkinan efek samping yang cenderung rendah. Terkadang, obat ini digunakan bersama dengan obat salep steroid.

3. Retinoid

Obat ini terbuat dari retinol yang merupakan zat turunan vitamin A. Fungsi retinoid adalah untuk menormalkan aktivitas pertumbuhan sel kulit sekaligus memperlambat proses peradangan.

Terdapat berbagai jenis retinoid dengan potensi vitamin A yang berbeda-beda. Bentuk yang paling umum dari salep psoriasis ini adalah tazarotene.

Perlu diketahui, penggunaan salep retinoid untuk gejala psoriasis dapat menyebabkan kulit menjadi lebih sensitif saat terpapar matahari dan rentan mengalami iritasi. Dokter juga biasanya tak menyarankan penggunaan salep retinoid ini untuk ibu hamil atau perempuan yang dalam masa program kehamilan.

4. Anthralin

Salep dengan kandungan anthralin atau dithranol dapat menghambat pertumbuhan sel-sel kulit baru yang terlalu cepat akibat kondisi autoimun. Awalnya anthralin hanya diberikan sebagai pengobatan jangka pendek di rumah sakit, tetapi sekarang sudah bisa digunakan sendiri dengan tetap menuruti aturan dari dokter.

Tidak ada efek samping yang berarti. Namun pemakaian salep yang diluar aturan medis bisa menyebabkan iritasi kulit. Anda juga tetap perlu berhati-hati saat menggunakannya karena obat ini bisa meninggalkan noda pada pakaian, kain, atau kuku. Oleh karena itu, agar noda tak mengenai kuku, ada baiknya Anda memakai sarung tangan saat menggunakan salep ini.

5. Calcineurin inhibitors

Calcineurin inhibitors merupakan kandungan obat yang dapat mengendalikan kerja sistem imun sehingga dapat menghentikan terjadinya peradangan. Salep ini biasanya diberikan oleh dokter ketika obat-obatan psoriasis lain tidak cukup efektif menyembuhkan gejala. Kandungan calcineurin inhibitors paling umum ditemukan pada salep pimecrolimus dan tacrolimus.

6. Salep asam salisilat atau coal tar

Salep kudis dan scabies di tangan

Jenis salep non-steroid sebelumnya hanya bisa diperoleh melalui resep dokter. Namun, ada juga jenis salep yang bisa dibeli secara langsung di apotek atau supermarket. Obat bebas yang sudah dinyatakan aman untuk mengatasi gejala psoriasis oleh American Food Association adalah salep yang mengandung asam salisilat dan coal tar.

Kandungan asam salisilat berfungsi untuk menghilangkan kulit bersisik dan mengangkat sel-sel kulit yang rusak dari permukaan kulit. Namun, salep dengan asam salisilat sebaiknya tak digunakan untuk gejala psoriasis yang menyebar luas. Penyerapan asam salisilat yang terlalu banyak di kulit juga meningkatkan potensi iritasi.

Sedangkan salep yang mengandung coal tar atau tar batubara bisa menghambat pertumbuhan sel-sel kulit baru akibat psoriasis sekaligus mengembalikan kesehatan kulit seperti sedia kala. Salep ini juga mampu meringankan rasa gatal dan perih yang muncul akibat peradangan psoriasis.

Semakin tinggi konsentrasi coal tarnya maka semakin cepat salep ini mengatasi gejala. Akan tetapi, terdapat kemungkinan salep ini menyebabkan iritasi pada kulit. Oleh karena itu, cobalah terlebih dahulu pada bagian kulit yang sehat. Lihat apakah terjadi reaksi seperti ruam merah. Agar lebih aman, oleskan salep ini setelah memakai pelembap kulit non-kosmetik.

Terlepas dari apapun salep yang Anda gunakan, gunakan salep dalam jangka waktu yang sudah dianjurkan. Bila kondisi Anda tak kunjung membaik, segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan jenis obat lainnya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cacar Api pada Anak: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Cara Mencegahnya

Penyakit cacar api bisa muncul pada anak dan bayi jika pernah terinfeksi cacar air. Ketahui gejala dan cara mengatasinya di sini!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Kesehatan Anak, Parenting 24 Mei 2020 . Waktu baca 6 menit

Penanganan Psoriasis Arthritis dengan Tips Menjalani Hidup Sehat

Psoriasis arthritis memicu berbagai gejala mengganggu. Meski tidak bisa disembuhkan, ada cara yang bisa dilakukan untuk penanganan psoriasis arthritis.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Tips Sehat 23 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

Kapan Harus Menggunakan Obat Antijamur Saat Muncul Gatal pada Kulit?

Gatal-gatal dapat mengganggu aktivitas harian. Temukan kapan obat oles atau salep berguna untuk mengatasi gatal-gatal karena jamur kulit.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
ilustrasi wanita terkena infeksi jamur kulit yang dapat diatasi dengan obat oles atau salep jamur kulit
Dermatologi, Health Centers 22 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

6 Bahan Alami yang Bisa Dimanfaatkan untuk Obat Kudis Tradisional

Obat kudis tradisional dengan bahan-bahan alami dapat melengkapi pengobatan medis yang dilakukan sehingga penyakit kulit ini teratasi lebih cepat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dermatologi, Health Centers 22 Mei 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyebab penyakit kulit

Penyebab Penyakit Kulit Beserta Faktor yang Meningkatkan Risikonya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 11 menit
penyakit mata pada psoriasis

Komplikasi Penyakit Mata yang Biasa Terjadi pada Pasien Psoriasis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 19 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit
terapi untuk psoriasis arthritis

Pilihan Terapi Alternatif untuk Bantu Meringankan Psoriasis Arthritis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 13 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit
obat pemicu psoriasis

Punya Psoriasis? Waspada, 5 Obat Ini Bisa Jadi Pemicu Gejalanya Makin Parah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 26 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit