6 Pilihan Salep yang Ampuh Redakan Gejala Psoriasis

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 25/04/2020 . 6 menit baca
Bagikan sekarang

Obat topikal berupa krim atau salep merupakan metode pengobatan lini pertama untuk psoriasis. Pemakaian salep secara rutin efektif mengendalikan peradangan dan memperlambat proses regerenerasi sel sehingga meredakan gejala psoriasis yang mengganggu, seperti rasa gatal dan sensasi terbakar di kulit. Namun, salep dengan kandungan apa yang paling ampuh untuk mengatasi psoriasis?

Pilihan salep untuk redakan gejala psoriasis

obat salep kulit

Pengobatan psoriasis bisa dilakukan secara oral (obat minum), obat suntik atau injeksi, terapi cahaya, dan obat topikal.

Penggunaan obat topikal, seperti salep, yang dioleskan secara langsung pada kulit adalah salah satu upaya penanganan pertama untuk psoriasis.

Sebagian besar obat salep untuk psoriasis umumnya diperoleh melalui resep dokter karena mengandung steroid berpotensi cukup kuat. Meski demikian, terdapat juga beberapa jenis non-steroid yang dapat dibeli langsung di apotek.

Dokter akan menyesuaikan jenis obat oles dengan jenis psoriasis atau tingkat keparahan gejala yang Anda alami.

1. Salep steroid

Salep kortikosteroid paling sering diresepkan dokter pertama kali untuk mengatasi psoriasis. Obat ini dibuat dari hormon alami kortikosteroid yang diproduksi oleh kelenjar adrenal di atas ginjal.

Salep ini dapat meredakan peradangan di kulit yang terjadi akibat psoriasis. Dengan mengoleskannya secara rutin, pembengkakan, ruam kulit yang memerah, dan rasa gatal sekaligus perih bisa hilang secara bertahap.

Jenis steroid yang digunakan sebagai obat topikal psoriasis di antaranya adalah:

Kortikosteroid topikal sebenarnya terdiri dari berbagai jenis yang mengandung potensi steroid yang berbeda-beda. Gejala ringan biasanya dapat diatasi hanya dengan pemberian salep dengan kandungan steroid lemah. Sebaliknya gejala yang parah membutuhkan kandungan steroid yang lebih kuat.

Semakin kuat potensi steroid, maka semakin tinggi risiko kemunculan efek samping kortikosteroid.

Efek samping dari salep kortikosteroid sering kali tidak terhindarkan saat digunakan secara meluas dan sistemik atau menerus, terutama untuk jenis salep yang memiliki kandungan steroid yang kuat.

Secara umum efek samping yang mungkin muncul dari salep kortikosteroid adalah:

  • Penipisan kulit
  • Penebalan kulit
  • Stretch mark (striae)
  • Kulit menggelap

Maka untuk menghindari risiko-risiko ini, Anda perlu mematuhi cara pakai salep steroid yang dianjurkan dokter.

Menurut National Psoriasis Foundation, perhatikan beberapa hal berikut ini saat menggunakan salep steroid untuk mengatasi psoriasis:

  • Oleskan salep steroid hanya pada bagian kulit yang terdampak.
  • Tidak memakai salep lebih dari tiga minggu atau berdasarkan waktu yang ditentukan dokter.
  • Jangan menghentikan pemakaian salep yang rutin secara tiba-tiba sebab bisa menimbulkan kondisi peradangan kulit yang fatal.
  • Tidak menggunakan salep pada area mata, kecuali salep memang diformulasikan khusus untuk mengobati gejala di area mata.

Salep dan krim kortikosteroid cukup aman digunakan baik untuk bayi, anak-anak, ibu hamil, maupun orang dewasa asalkan mengikuti aturan penggunaan atau anjuran dokter.

2. Vitamin D analog

Vitamin D analog merupakan bentuk sintetis dari vitamin D. Obat ini tergolong salep non-steroid yang berguna mengendalikan pertumbuhan sel kulit baru pada penderita psoriasis agar kembali normal.

Dokter mungkin akan menyarankan penggunaan salep ini sebanyak dua kali dalam sehari untuk meredakan gejala psoriasis.

Jenis salep vitamin D analog yang biasanya diresepkan dokter adalah:

  • Calcipotriene (Calcitrene, Dovonex, Sorilux)
  • Calcitriol (Rocaltrol and Vectical)
  • Tacalcitol (Bonalfa and Curatoderm)

Selain dalam bentuk salep, vitamin D analog juga bisa ditemukan dalam bentuk gel, krim, dan losion. Penggunaan obat ini juga bisa dikombinasikan dengan salep steroid.

3. Retinoid

Obat ini terbuat dari retinol yang merupakan zat turunan vitamin A. Fungsi retinoid adalah untuk menormalkan aktivitas pertumbuhan sel kulit sekaligus memperlambat proses peradangan.

Terdapat berbagai jenis retinoid dengan potensi vitamin A yang berbeda-beda. Bentuk yang paling umum dari salep psoriasis ini adalah tazarotene.

Penggunaan salep retinoid untuk gejala psoriasis menyebabkan kulit menjadi lebih sensitif saat terpapar matahari dan rentan mengalami iritasi.

Dokter biasanya tak menyarankan penggunaan salep retinoid ini untuk ibu hamil atau perempuan yang dalam masa program kehamilan.

4. Anthralin

Salep dengan kandungan anthralin dapat menghambat pertumbuhan sel-sel kulit baru yang terlalu cepat akibat kondisi autoimun. Pemakaian secara rutin juga dapat membuat permukaan kulit yang terdampak menjadi lebih halus.

Tidak ada efek samping yang berarti. Namun pemakaian salep yang diluar aturan medis bisa menyebabkan iritasi kulit. Anda juga tetap perlu berhati-hati saat menggunakannya karena obat ini bisa meninggalkan noda pada pakaian atau kain.

Penggunaan salep ini bisa dikombinasika bersama obat psoriasis lainnya.

5. Calcineurin inhibitors

Calcineurin inhibitors merupakan kandungan obat yang dapat mengendalikan kerja sistem imun sehingga dapat menghentikan terjadinya peradangan. Salep ini biasanya diberikan oleh dokter ketika obat-obatan psoriasis lain tidak cukup efektif menyembuhkan gejala.

Kandungan calcineurin inhibitors paling umum ditemukan pada salep pimecrolimus dan tacrolimus.

6. Salep asam salisilat atau coal tar

Jenis salep non-steroid sebelumnya hanya bisa diperoleh melalui resep dokter. Namun, ada juga jenis salep yang bisa dibeli secara langsung di apotek atau supermarket.

Obat bebas yang sudah dinyatakan aman untuk mengatasi gejala psoriasis oleh American Food Association adalah salep yang mengandung asam salisilat dan coal tar.

Kandungan asam salisilat berfungsi untuk menghilangkan kulit bersisik dan mengangkat sel-sel kulit yang rusak dari permukaan kulit. Namun, salep dengan asam salisilat sebaiknya tak digunakan untuk gejala psoriasis yang menyebar luas. Penyerapan asam salisilat yang terlalu banyak di kulit meningkatkan potensi iritasi kulit.

Salep yang mengandung coal tar bisa menghambat pertumbuhan sel-sel kulit baru akibat psoriasis sekaligus mengembalikan kesehatan kulit seperti sedia kala. Salep ini juga mampu meringankan rasa gatal dan perih yang muncul akibat peradangan psoriasis.

Semakin tinggi konsentrasi coal tarnya maka semakin cepat salep ini mengatasi gejala. Akan tetapi, terdapat kemungkinan salep ini menyebabkan iritasi pada kulit. Oleh karena itu, cobalah terlebih dahulu pada bagian kulit yang sehat. Lihat apakah terjadi reaksi seperti ruam merah. Agar lebih aman, oleskan salep ini setelah memakai pelembap kulit nonkosmetik.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Penanganan Psoriasis Arthritis dengan Tips Menjalani Hidup Sehat

Psoriasis arthritis memicu berbagai gejala mengganggu. Meski tidak bisa disembuhkan, ada cara yang bisa dilakukan untuk penanganan psoriasis arthritis.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Tips Sehat 23/05/2020 . 4 menit baca

Kapan Harus Menggunakan Obat Antijamur Saat Muncul Gatal pada Kulit?

Gatal-gatal dapat mengganggu aktivitas harian. Temukan kapan obat oles atau salep berguna untuk mengatasi gatal-gatal karena jamur kulit.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Penyakit Kulit, Health Centers 22/05/2020 . 4 menit baca

6 Bahan Alami yang Bisa Dimanfaatkan untuk Obat Kudis Tradisional

Obat kudis tradisional dengan bahan-bahan alami dapat melengkapi pengobatan medis yang dilakukan sehingga penyakit kulit ini teratasi lebih cepat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Kulit, Health Centers 22/05/2020 . 6 menit baca

Setiap Jenis Cacar Berbeda Penyebabnya, Bagaimana Pengobatannya?

Berbeda jenis cacar, maka berbeda pula cara mengobati gejalanya. Pastikan Anda mengenali setiap jenis cacar sehingga tidak salah melakukan penanganan.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Kulit, Health Centers 21/05/2020 . 8 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

penyakit mata pada psoriasis

Komplikasi Penyakit Mata yang Biasa Terjadi pada Pasien Psoriasis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . 4 menit baca
terapi untuk psoriasis arthritis

Pilihan Terapi Alternatif untuk Bantu Meringankan Psoriasis Arthritis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . 4 menit baca
obat pemicu psoriasis

Punya Psoriasis? Waspada, 5 Obat Ini Bisa Jadi Pemicu Gejalanya Makin Parah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 26/05/2020 . 4 menit baca
Cacar api pada anak dan bayi

Cacar Api pada Anak: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Cara Mencegahnya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 24/05/2020 . 6 menit baca